Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Gibran dikritik keras, malah datang. Didemo saat kunjungan kerja, malah dialog. Sekarang disebut “ngamuk”. Mungkin definisi “ngamuk” sudah berubah: datang & mendengar dianggap marah.

28,499 Aufrufe • vor 7 Monaten •via X (Twitter)

0 Kommentare

Keine Kommentare verfügbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

Ähnliche Videos

Korban Pencurian di Medan Lapor Polisi Tapi Disuruh Tangkap Sendiri, Sekarang Malah Jadi Tersangka Penganiayaan Detik2 Korban Nangkap sendiri Maling toko karena disuruh polisi, sekarang malah jadi tersangka, dituduh aniaya maling Leo Sembiring korban pencurian yg dilaporkan oleh pelaku pencurian sudah melakukan berbagai upaya untuk membela diri bahkan sudah menyurati Kapolri, Kapoldasu dan Komisi III DPR RI terkait hal tersebut, namun tak digubris Leo Dilaporkan atas kasus penganiayaan terhadap maling di tokonya "Itu diduga rekayasa seorang oknum penyidik dan mantan Kanit. Kalau kami menganiaya bersama sama pelaku itu sudah pasti dia akan babak belur dan masuk RS Itu kondisinya mulus & dia (pelaku pencurian) masih sempat di bawa Brigadir SZS ke Rumah Samuel Marbun untuk mengambil barang curian yang disimpan di sana. Ini dikarang karang ceritanya lalu kami dilaporkan ke Polisi, maka dari itu kami mencari keadilan kesini," beber Leo Leo menjelaskan, dirinya dihubungi penyidik Brigadir SZS dan sepakat datang ke café "Saat itu sebenarnya saya tidak bisa datang karena saya sedang membawa barang? namun karena dia bilang mau nangkap pelaku pencurian makanya saya datang. kami heran kenapa dia tidak datang bersama petugas unit reskrim malahan dia membawa seorang pria yang belakangan saya ketahui merupakan warga sipil," terang Leo. "Ada seorang wanita yang kami suruh mancing pelaku saat itu kami sudah berkumpul semua di café itu, namun anehnya saat wanita itu mengirimkan pesan kepada adik saya bahwa dia sudah berada di hotel bersama pelaku, hal tersebut kami beritahukan kepada penyidik, penyidik Brigadir SZS yang duduk bersama kami, anehnya dia malahan menyuruh kami untuk menangkap dan mengamankan pelaku sementara dia menunggu di pos 1 hotel tersebut. Saya hanya mengamankan satu pelaku dan saat saya coba amanka, pelaku itu malahan mengeluarkan pisau sehinga saya pun dengan spontan membela diri agar tidak ditusuk oleh pelaku yang mencuri di toko kami beberapa hari kemudian keluarga pelaku pencurian malahan melaporkan kami ke Polrestabes Medan, mirisnya wanita yang kami suruh untuk memancing pelaku dan pria yang datang bersama penyidik malahan dijadikan saksi dalam laporan pelaku pencurian tersebut," sesal Leo Artikel: waspada id

b3'doel

22,835 Aufrufe • vor 6 Monaten

🚨 POLISI DUKUNG MALING NO VIRAL NO JUSTICE BANTU UP 🆙🆙🆙🔝🙏🆘🆘🆘 Detik² Korban Nangkap sendiri Maling toko karena disuruh polisi, sekarang malah jadi tersangka, dituduh aniaya maling Leo Sembiring korban pencurian yg dilaporkan oleh pelaku pencurian sudah melakukan berbagai upaya untuk membela diri bahkan sudah menyurati Kapolri, Kapoldasu dan Komisi III DPR RI terkait hal tersebut. namun tak digubris Leo Dilaporkan atas kasus penganiayaan terhadap maling di tokonya “Itu diduga rekayasa seorang oknum penyidik dan mantan Kanit. Kalau kami menganiaya bersama sama pelaku itu sudah pasti dia akan babak belur dan masuk RS Itu kondisinya mulus & dia (pelaku pencurian) masih sempat di bawa Brigadir SZS ke Rumah Samuel Marbun untuk mengambil barang curian yang disimpan di sana. Ini dikarang karang ceritanya lalu kami dilaporkan ke Polisi, maka dari itu kami mencari keadilan kesini,” beber Leo Leo menjelaskan, dirinya dihubungi penyidik Brigadir SZS dan sepakat datang ke café “Saat itu sebenarnya saya tidak bisa datang karena saya sedang membawa barang² namun karena dia bilang mau nangkap pelaku pencurian makanya saya datang. kami heran kenapa dia tidak datang bersama petugas unit reskrim malahan dia membawa seorang pria yang belakangan saya ketahui merupakan warga sipil,” terang Leo. “Ada seorang wanita yang kami suruh mancing pelaku saat itu kami sudah berkumpul semua di café itu, namun anehnya saat wanita itu mengirimkan pesan kepada adik saya bahwa dia sudah berada di hotel bersama pelaku, hal tersebut kami beritahukan kepada penyidik, penyidik Brigadir SZS yang duduk bersama kami, anehnya dia malahan menyuruh kami untuk menangkap dan mengamankan pelaku sementara dia menunggu di pos 1 hotel tersebut. Saya hanya mengamankan satu pelaku dan saat saya coba amanka, pelaku itu malahan mengeluarkan pisau sehinga saya pun dengan spontan membela diri agar tidak ditusuk oleh pelaku yang mencuri di toko kami beberapa hari kemudian keluarga pelaku pencurian malahan melaporkan kami ke Polrestabes Medan, mirisnya wanita yang kami suruh untuk memancing pelaku dan pria yang datang bersama penyidik malahan dijadikan saksi dalam laporan pelaku pencurian tersebut,” sesal Leo

Sumatera Adil & Federal

513,914 Aufrufe • vor 6 Monaten

Sejak Mulyono menjabat, aksi demo apalagi yg demo mahasiswa, Luar biasa jahatnya tangan oknum aparat. Ringan sekali tangannya menyentuh rakyat. Seperti banyak video yg sudah kita saksikan Mahasiswa diperlakukan seperti penjahat yg harus dihajar habis-habisan. Tidak jarang main keroyokan Padahal si mahasiswa sudah tidak berdaya. Mahasiswa bersuara demi bangsa dan negara Bergerak demi nasib seluruh rakyat Indonesia Termasuk demi nasib oknum aparat dan keluarganya. Makanya saya dkk hampir selalu mengawal setiap aksi mahasiswa turun ke jalan, Tidak tega melihat mereka diperlakukan sewenang-wenang, Krn hanya dianggap anak nakal dan tidak paham hukum. Dan saya sudah sering menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa arogannya oknum aparat dalam menghadapi aksi mahasiswa. Saya kira tahun 2019 sudah paling ganas Saat mahasiswa protes mulyono, mahasiswa diserang gas air mata, dikejar dan dipukuli secara membabi buta. Sampai banyak korban luka bahkan ada yg kritis . Ternyata 😭 Harusnya Pak Prabowo ingat bagaimana rakyat dan juga mahasiswa dulu mati-matian membela beliau, berkali ambil resiko turun ke jalan, malah sampai banyak korban jiwa. Dikejar oknum aparat, diserang gas airmata, mobil medis saya dipukuli, peralatan medis saya kocar kacir, TS saya difitnah, bahkan terakhir sempat dada saya kena serempet peluru. Semua sudah kami alami di era mulyono. Harusnya Pak Prabowo lebih bijak dan legowo menghadapi aksi rakyat, terutama mahasiswa. Bukan malah lupa dan lebih-lebih dr mulyono. Ohya, selama kami aksi turun ke jalan di era mulyono, adanya TNI malah jadi pembela kami. Setiap ada oknum aparat coklat mau menyerang, Bapak-bapak TNI turun menengahi. Makanya kami lebih tenang jika ada TNI di lapangan aksi. Kalau sekarang ?? Sebenarnya apa sih yg harus ditakuti dari aksi mahasiswa? Apa mungkin mereka melakukan kudeta ? Apa mungkin tetiba mereka memberhentikan presiden dan wakilnya ? Apa mungkin begitu mereka masuk, lgsg merubah UU ? Mereka Hanya ingin di DENGAR !! Paling keras yg bisa dilakukan mahasiswa sebatas merobohkan pagar rumah rakyat, itupun karena pintunya kalian kunci rapat. Coba kalian buka pintu, terima mereka, dengarkan aspirasinya Pastinya tidak perlu ada acara paksa memaksa. Bahkan menerima mereka hanya untuk sekedar meredam, basa basi saja..itu sudah baik. Tapi itulah, karena mahasiswa & rakyat yg kritik sudah lebih dulu dianggap musuh. Pemerintah anti kritik. Maka kalian tidak mau membuka pintu juga hati dan telinga. Sampai kapan rakyat dan aparat diadu begini ?? Sampai kapan rakyat dianggap hanya objek ?? #IndonesiaGelap

Eva Sri Diana Chaniago

1,413,199 Aufrufe • vor 1 Jahr