Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Gimana ya hasil putusan akhir MKMK? 🤔

24,250 Aufrufe • vor 2 Jahren •via X (Twitter)

9 Kommentare

Profilbild von Putri Kanay4
Putri Kanay4vor 2 Jahren

Biar di baca sama Pak Hakim.

Profilbild von ALiSa elZuRi
ALiSa elZuRivor 2 Jahren

Kalau sudah cuap-cuap diawal, itu artinya gak ada yang istimewa endingnya.

Profilbild von 🇮🇩'98GaRiSLuRuS❤️🇵🇸
🇮🇩'98GaRiSLuRuS❤️🇵🇸vor 2 Jahren

@SAHABATAnies1 Sudahlah... Apa yg bisa kita harap pada isi MK ? Semua sama saja, gak bisa di percaya.

Profilbild von ZeToeMBare's
ZeToeMBare'svor 2 Jahren

Pernah liat gak peristiwa pencopetan khususnya reaksi dari kawan si copet ketika si copet sedang beroperasi lalu ketahuan oleh korbannya ? Nahh...mungkin seperti itu kira² endingnya.

Profilbild von bu pun su
bu pun suvor 2 Jahren

jangan jangan seperit komnas Ham di tragedi KM50

Profilbild von Ariari
Ariarivor 2 Jahren

sudahlah,,, endingnya juga pasti sm ajaaa putusan mk 😂😅🤣

Profilbild von uwa_kanda
uwa_kandavor 2 Jahren

Cuap-cuap duluan berpotensi penjilat juga. Berpotensi ya. Mudah-mudahan tidak.

Profilbild von jokodoloqqqq
jokodoloqqqqvor 2 Jahren

Kenapa ruwet, karena banyak yg intervensi

Profilbild von Mahmud Yunus
Mahmud Yunusvor 2 Jahren

Gak bisa di harapkan lagi , percuma .

Ähnliche Videos

MEREKA SEDANG TIDAK SEHAT . . . Anda curiga ada peran pak Jokowi pada hasil putusan MK? Sama seperti anda, saya pun punya rasa itu. Namun rasa curigamu lalu menjadi dasar pembenaran untuk menghukum beliau, itu mblandang namanya. Itu bar bar… Serahkan pada hukum..! Itu konsekuensi logis kita bernegara. Di tengah rasa curiga kita dengan tindakan hukum menghukum, ada aturan main yang harus kita sepakati bersama. Ada hadir proses hukum berikut petugas hukum milik negara yang kredibel yang kerjanya mengurai rasa tidak adil itu. Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi atau MKMK sudah hadir. Indikasi adanya pelanggaran etik atas putusan MK yang membolehkan Gibran menjadi cawapres dan di sana hadir pamannya atau adik ipar bapaknya yang seorang presiden dan turut memutus perkara itu dan lalu membuat kita semua ikut curiga sudah dan sedang disidangkan. Apapun hasil putusan itu wajib hukumnya kita menerima. Menang dan kalah bukan tujuan pengadilan etik itu disidangkan tapi etis atau tidak etis tindakan paman Gibran ikut di dalamnya. Bila putusan itu bicara 'tidak etis' dan lalu berimbas pada hasil putusan MK terdahulu misalnya, kenapa pihak yang setuju atas putusan MK harus marah? Pun sebaliknya pihak yang tidak setuju karena putusan pengadilan etik ini tidak berlanjut pada pembatalan. Yang tetap ngamuk dan marah, sejatinya mereka bukan sedang mencari keadilan tapi mencari benar versi sendiri. Jadi? Lanjutkan pesta demokrasi dengan riang apapun hasil putusan MKMK hari ini. Yang masih ngamuk sama pak Jokowi karena putusan MKMK hari ini tidak membatalkan pencawapresan Gibran misalnya, itu pasti adalah orang - orang TAKUT KALAH. Dan orang takut kalah tapi sudah ngamuk sebelum bertanding, akan sulit dijelaskan dengan akal sehat. MEREKA SEDANG TIDAK SEHAT AKAL. . .

NitNot ❘

152,084 Aufrufe • vor 2 Jahren