Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

GP Anshor NU dan Laskar Pagar Nusa PKB Siap Berperang

342,783 Aufrufe • vor 2 Jahren •via X (Twitter)

10 Kommentare

Profilbild von ET Hadi Saputra 🦉🇮🇩
ET Hadi Saputra 🦉🇮🇩vor 2 Jahren

hayo pakai tank, panser, pesawat tempur :-D

Profilbild von Raja Dungu
Raja Dunguvor 2 Jahren

Eh, bentar...si @erickthohir koq gak diajak? Jadiin panglima perangnya donk, sp tau ini awal karier militer dia utk bs diangkat jadi jendral Banser.

Profilbild von ryo_herland
ryo_herlandvor 2 Jahren

Pesawat termpur dan tank baja BANSER,siap menunggu arahan dari pimpinan😂😂

Profilbild von SyariefDR
SyariefDRvor 2 Jahren

Saya baru paham kenapa dulu Negri ini bisa dijajah Belanda yg jumlahnya hanya sedikit, karena memang bodoh dan gampang diadu, dan diwarisi anak cucunya yg average IQ nya 78. marilah yg punya kompetensi untuk mencerdaskan umat negri ini sesuai bidang masing2

Profilbild von Syafrial Dasri
Syafrial Dasrivor 2 Jahren

Peranglah...peranglah...kalian yg berperang,kalian jadi korban para elite PBNU, elite PKB yg bersitegang, oligarki dan antek-anteknya bersorak kegirangan,para penguasa tersenyum puas, berhasil membenturkan rakyat dg rakyat,ujung2 PKB dicolongnya dan dijadikan alat tawar menawar

Profilbild von गौरव सागर
गौरव सागरvor 2 Jahren

Tontonan gratis lagi nih buat rakyat......

Profilbild von syafril kayo
syafril kayovor 2 Jahren

Kalau perang pakai pesenjataan canggih, kalau hanya pakai senjata tajam namanya Tawuran 🤣

Profilbild von andy_vkm
andy_vkmvor 2 Jahren

Jangan dianggap remeh mrk pny senjata pemusnah

Profilbild von مسلم Muslim_AntiPKI9
مسلم Muslim_AntiPKI9vor 2 Jahren

Perbanyak Sholawat Asyghil sambil ngopi 😄

Profilbild von Prasetyo budi
Prasetyo budivor 2 Jahren

Kiyai2 NU banyak yang ahli jago fiqih ibadah..., Tapi bodoh & tolol di SIASAH. Kiyai2 buta & tidak mampu membaca bahwa mayoritas negara menjadi maju dg birokrasi bersih efisien & anti korupsi. Kiyai2 NU justru secara vulgar ambil keuntungan pribadi dari REZIM KORUP

Ähnliche Videos

KELUARGA BESAR PENCAK SILAT PAGAR NUSA BERDUKA Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Pencak Silat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang. Seorang anggotanya, Muhammad Bimo Saputra, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penger*yokan oleh sekelompok pelaku balap liar di wilayah Mranggen, Kabupaten Demak, Jumat (26/12/2025) dini hari. Peristiwa bermula ketika korban, warga Dukuh Blancir, Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, mengikuti kegiatan kopdar anggota Pagar Nusa lintas daerah di Lapangan Pucang Gading, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Kamis (25/12/2025) malam. Setelah kegiatan berakhir sekitar pukul 24.00 WIB, korban turut mengantar rekan-rekannya yang hendak pulang ke arah Karangawen. Namun, saat melintas di Jalan Brigjen Sudiarto, tepatnya di depan Perumahan Plamongan Indah, Kota Semarang, rombongan tersebut berpapasan dengan sekelompok pelaku balap liar. Rombongan anggota Pagar Nusa kemudian diteriaki “g*ngster” dan dikejar oleh kelompok yang tidak dikenal. Aksi kejar-kejaran berlanjut hingga kawasan Pasar Mranggen dan disertai pelemparan batu. Sesampainya di jembatan layang (flyover) Ganefo, korban ditendang hingga terjatuh dari sepeda motor. Ia lalu mengalami pengeroyokan oleh sekelompok orang tersebut. Korban dinyatakan meninggal dunia saat polisi tiba di lokasi dan membawanya ke Rumah Sakit Pelita Anugerah Mranggen. Jenazah korban kemudian dimakamkan pada Jumat. Pernyataan Kepala Cabang Pagar Nusa menyatakan apabila dalam waktu 1×24jam polisi tidak menangkap para terduga pelaku, maka seluruh anggota Pagar Nusa dan keluarga besar NU tidak dapat lagi membendung solidaritas masyarakat yang hendak memba*t habis balapan liar. @

Never

77,421 Aufrufe • vor 9 Monaten

KELUARGA BESAR PENCAK SILAT PAGAR NUSA BERDUKA Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Pencak Silat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang. Seorang anggotanya, Muhammad Bimo Saputra, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penger*yokan oleh sekelompok pelaku balap liar di wilayah Mranggen, Kabupaten Demak, Jumat (26/12/2025) dini hari. Peristiwa bermula ketika korban, warga Dukuh Blancir, Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, mengikuti kegiatan kopdar anggota Pagar Nusa lintas daerah di Lapangan Pucang Gading, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Kamis (25/12/2025) malam. Setelah kegiatan berakhir sekitar pukul 24.00 WIB, korban turut mengantar rekan-rekannya yang hendak pulang ke arah Karangawen. Namun, saat melintas di Jalan Brigjen Sudiarto, tepatnya di depan Perumahan Plamongan Indah, Kota Semarang, rombongan tersebut berpapasan dengan sekelompok pelaku balap liar. Rombongan anggota Pagar Nusa kemudian diteriaki “g*ngster” dan dikejar oleh kelompok yang tidak dikenal. Aksi kejar-kejaran berlanjut hingga kawasan Pasar Mranggen dan disertai pelemparan batu. Sesampainya di jembatan layang (flyover) Ganefo, korban ditendang hingga terjatuh dari sepeda motor. Ia lalu mengalami pengeroyokan oleh sekelompok orang tersebut. Korban dinyatakan meninggal dunia saat polisi tiba di lokasi dan membawanya ke Rumah Sakit Pelita Anugerah Mranggen. Jenazah korban kemudian dimakamkan pada Jumat. Pernyataan Kepala Cabang Pagar Nusa menyatakan apabila dalam waktu 1×24jam polisi tidak menangkap para terduga pelaku, maka seluruh anggota Pagar Nusa dan keluarga besar NU tidak dapat lagi membendung solidaritas masyarakat yang hendak memba*t habis balapan liar.

Info Jateng

35,408 Aufrufe • vor 9 Monaten