Video yükleniyor...

Video Yüklenemedi

Ana Sayfaya Dön

Hidup terus berjalan walau dengan luka yang sama.

12,844 görüntüleme • 6 ay önce •via X (Twitter)

0 Yorum

Yorum bulunmuyor

Orijinal gönderinin yorumları burada görünecek

Benzer Videolar

SIMPLE and Cheers to Youth are a perfect portrayal of us who grew up in this cruel world. Dua lagu tentang proses berpikir Woozi sebagai anak muda yang terjebak di kotak kecilnya dan si dewasa dengan perayaan hidup di tempat yang sama. SIMPLE ditulis waktu Woozi masih 20 tahun. Tentang isi kepala anak muda yang terkungkung di proses pendewasaan, anak muda yang lihat dunia kayak labirin raksasa tanpa jalan keluar, yang di dalamnya cuma ada hitam dan putih aja, yang seluruh perniknya terlihat monoton dan membosankan. Pada akhirnya, ini adalah kita di awal perjalanan menuju dewasa, manusia yang bahunya terasa berat banget dengan mimpi sendiri dan ekspektasi orang lain, manusia yang isi kepalanya selalu ramai dan berisik. Kita nggak butuh apa pun, not even happiness. Yang kita perlu cuma sesederhana waktu istirahat yang cukup untuk rebah dan meluruskan kaki yang lelah, sesederhana malam yang tenang, jauh dari bisingnya keributan dunia. Sesederhana ingin hidup berjalan dengan semestinya. Dan Cheers to Youth tentang mereka yang perjalanannya sudah dekat dengan garis akhir pendewasaan. Ini tentang si dewasa yang tetap lelah, resah, dan gelisah akan hidup. Tentang kita yang bahunya berat dengan tuntutan, dengan mimpi yang gagal tercapai, dengan ekspektasi yang dirasa makin sulit tergapai, dengan sapa dan pamit para masalah yang berbeda-beda. Tentang kita yang waktu nyalanya lebih lama dari waktu tidurnya, tentang kita yang selalu penasaran dengan apa itu bahagia. Tapi pada akhirnya hidup akan terus begini, kayak pinata yang di dalamnya penuh dengan bunga juga luka. Sekeras apa pun menghindar, kejutan itu akan terus meletup. Dan lagu ini kayak perayaan untuk diri sendiri bahwa biarpun kita jatuh, terluka, lelah, bosan, tertawa, berbuat salah, menjadi keliru, dan terkadang lupa akan sesuatu.. Toh, ini pertama kalinya kita hidup. Ini pertama kalinya kita menyecap manis dan getirnya hidup. Ini pertama kalinya kita berkenalan dengan dunia. Ini pertama kalinya kita belajar bertahan dan berdamai. Kita nggak bersalah hanya karena sering merasa lelah dan kecewa. Kehidupan pertama kita dengan segala bahagia dan kedukaannya, layak untuk dirayakan. Tiap dengerin 'mereka', ada semacam kelegaan bahwa.. ”Gue nggak melewati proses ini sendirian. Gue bertumbuh bareng yang lain. Ada banyak makhluk berparu-paru lain yang menghadapi hal serupa kayak gue. Dia mengalami ini. CARATs juga sama.”

nasi.

14,216 görüntüleme • 4 ay önce