Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

HTI itu cuma bubar secara administratif saja tapi bendera mrk masih berkibar dan kegiatannya terus eksis. Perang palestina israel dijadikan ajang untuk unjuk gigi. Artinya, Negara belum mengisi ruang2 kosong ke kelompok ini. Jadinya ya gini deh, RI rasa ISIS!

86,302 Aufrufe • vor 2 Jahren •via X (Twitter)

0 Kommentare

Keine Kommentare verfügbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

Ähnliche Videos

Renungan Ramadhan: Ari Untung Representasi Surah "Al Maun" (?) Mumpung Ramadhan, jadi saya agak lebih rajin mengaji, saya renungi Surah Al Maun, isinya: Ayat 1: Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Ayat 7: [yaitu] dan melarang memberikan bantuan Ada yang menerjemahkan "dan enggan memberikan bantuan" tetapi kata "يَمْنَعُوْنَ berasal dari kata منع yang artinya "melarang, mencegah, menghalangi." Dengan demikian terjemahan yang tepat: "Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?... ... [yaitu] dan mereka yang melarang/mencegah/menghalangi bantuan." (Al maun artinya "bantuan") Nah, Podcast Ari Untung berjudul "Sandiwara Houthi Menyerang Israel" membuat saya teringat pada surah Al Maun ini. Di podcast itu Ari Untung gegayaan pakai vest "PRESS" - halo Dewan Pers/AJI... sepertinya Anda harus menegur orang ini. Ari bersama narsumnya, memfitnah Houthi (dan Iran), dibilang sandiwara saja membantu Palestina. Yang dilakukan Houthi [tepatnya; militer negara Yaman, militer resmi, karena pemerintah Yaman itu berfungsi dan berdaulat, dan terdiri dari banyak faksi; Houthi itu nama klan/suku; memang ada tokoh-tokoh dari klan Houthi, tapi tidak semua) ADALAH MEMBANTU PALESTINA. Tapi, caranya bagaimana? YANG KITA SAKSIKAN: Angkatan Laut Yaman MEMBLOKADE KAPAL-KAPAL yang membawa LOGISTIK untuk Israel. Sebagai akibat dari kenekadan ini, Yaman dibombardir jet-jet tempur AS dan Inggris (banyak warga sipil yang gugur dan terluka). Artinya, ini BANTUAN NYATA UNTUK PALESTINA. Tidak bisa dipatahkan dengan omongan sok-sokan si narsum, "Kalau mau bantu, kenapa ga dibom aja langsung Israel?!" Untuk mengebom langsung ke Israel, mungkin, secara strategis belum waktunya, atau mungkin belum memadai rudalnya; itu urusan militer Yaman sendiri, yang lebih paham sikon. TAPI, siapapun tahu, perang itu butuh LOGISTIK. Kalau logistik Israel diputus, dalam waktu singkat, Israel akan mengibarkan bendera putih. Tapi, Israel masih bisa aman karena Saudi, UAE, dan Jordan, justru mengamankan jalur darat suplai logistik ke Israel. Jadi, Arab-Arab ini memang tidak kompak ya. Tapi, mengapa yang dijulidin justru negara yang jelas-jelas berusaha memblokir logistik? Panjang lagi kalau bicara Iran, bagaimana pengorbanan Iran selama ini gara-gara membantu perjuangan bersenjata Palestina (antara lain: disebut negara pendukung teroris dan dikenai sanksi ekonomi oleh AS). Biarlah Yahya Sinwar (pimpinan Hamas) saja yang bicara. Tonton kompilasi video ini, dengarkan, Sinwar blak-blakan berterima kasih pada Republik ISLAM Iran (Islam-nya disebut jelas oleh Sinwar). Di akhir, ada video dirilis resmi oleh media Hamas, disebutkan bahwa serangan mereka dihadiahkan untuk Ansharullah (faksi politik terkuat di Yaman) dan pimpinannya, Abdul Malik Al Houthi. Penutup: Membela Yaman dan Iran dalam konteks PALESTINA tidak bisa DIHINA/DITUDUH/DICACI sebagai SYIAH. Ini sih cara pikir Wahaboy. Ketika fokusnya adalah MEMBANTU PALESTINA, maka, bantuan darimana saja, harus didukung. Apa tujuan memfitnah Yaman dan Iran? Supaya tidak ada yang mendukung mereka kan? Nah, kalau mereka menjadi lemah, tidak ada yang mau kerja sama ekonomi dengan mereka, kan mereka juga kesulitan melanjutkan bantuan ke Palestina. Artinya, memfitnah mereka yang benar-benar membantu Palestina, sama dengan MENGHALANGI BANTUAN itu. Yang kenal Ari Untung, tolong sampaikan tulisan saya ke dia. Semoga tercerahkan, kan dia soleh dan rajin mengaji. Btw, saya juga mau bikin podcast yang detil menjawab berbagai pernyataan di podcast Ari Untung itu, tentu dari aspek geopolitiknya. Tunggu ya!

Dina Sulaeman

14,456 Aufrufe • vor 2 Jahren

Operation Aqsa Flood : Perang Akan Bermula [Part 8] 1. Saya MIA untuk banyak hari kerana tuntutan kerja, namun sentiasa update dengan kolektif intel terkini dari Irfan_newboys🇲🇾🇵🇸🏳️🏴 dan berita semasa. 2. Kini Iran declare perang terhadap Israel, dan negara ini mempunyai sejarah hitam yang belum terbalas. 5. Panglima, pegawai tentera dan jurutera Iran ramai yang telah dibunuh oleh Mossad Israel. 5. Jika serang Israel, pemimpin Iran akan menang dari segi moral dan politik kerana membela kematian warganya, selain menjadi negara Islam paling berani menyerang Israel sejak 1940an. 6. Hizbollah (militan tajaan Iran) juga aktif menyerang Israel dari sempadan Lubnan, dan mungkin Lubnan juga membantu Hizbollah kerana 'enemy to my enemy, is my friend'. 7. US pula telah standby 2,000 tentera Marin di Laut Merah, menunggu arahan sebagai QRF membantu Israel. 8. US berada dalam pelbagai dilema. Perlu fokus perang Ukraine dan support Israel. Politik US juga kacau bilau dengan tekanan. Hingga kini, US masih belum ada Speaker untuk mengemudi Senate. 9. Jika US tak support Israel, maka US selaku superpower akan hilang kuasa di Middle East kerana Israel adalah spy US untuk memantau negara arab yang lain. 10. Jadi selain dari Palestin (Hamas) dan Israel, hampir semua pihak juga ada motif untuk berperang. 11. Berperang juga memerlukan sekutu. Lebih ramai sekutu lebih baik. Jika perang berlaku antara Palestin & Israel, US sudah pasti membentuk pakatan bersama negara NATO dan sokong Israel. 12. Iran pula akan mencari rakan sekutu lain. Sama ada negara OIC, China atau Rusia. China sudah pasti tidak akan lepaskan peluang ini untuk tunjuk kuasa sebagai 'Naga Asia' 13. Perang Dunia ke-3 mungkin akan terjadi dan lokasinya adalah di Timur Tengah. 14. PMX pada masa ini kena proaktif dan arahkan Wisma Putra dapatkan intel terkini dari duta Msia di Mesir dan Jordan. Dapatkan SITREP setiap 5 jam dan CC terus ke Panglima ATM, so Panglima boleh get ready aset untuk deploy bantuan. PMX will get lots of political credit in one move. *** 15. Secara peribadi, Israel perlu diberi satu 'serangan kilat' yang besar. No more talk, no more dialog. Just direct fire. 16. Satu black ops boleh dibuat jika negara arab mahu serang Israel tapi risau kena backfire. Mereka boleh aktifkan serangan jet kamikaze terus ke pusat pentadbiran Israel & base tentera udara Israel (rujuk Pearl Harbor) 17. Setelah serangan dibuat, maka negara Arab yang terlibat boleh terus cakap yang pilot kamikaze itu bertindak sendiri dan berlepas tanpa kebenaran (cuci tangan). 18. Jika diserang dua lokasi ini di Israel, maka serangan Israel akan sedikit lumpuh kerana pusat pentadbiran adalah tempat merancang dasar dan simbol kuasa Israel (seperti Putrajaya). Manakala air base adalah tempat simpan dan landing jet. Kalau jet atau landasan rosak, kuasa udara Israel akan flop. 19. Semoga Allah menanam rasa berani dalam hati kita semua. 20. Radio Silent

Projek Hitam

442,321 Aufrufe • vor 2 Jahren

Sebenarnya banyak sekali enterpreneur kelas menengah yang punya modal antara 5 sd 10 M. Kalau saja pemerintah negera ini mau serius mendukung pertumbuhan di sektor ekonomi pertanian dan perkebunan, mungkin dalam 10 tahun kemarin Indonesia sudah masuk kembali ke jajaran tiga besar negara Asia yang mandiri dalam industri pangan. Sayangnya bangsa ini telah menyia-nyiakan waktu 10 tahun terbuang begitu saja, dengan mempercayakan kemajuan negara ini ditangan orang yang salah, sehingga habislah sumber daya alam negeri menjadi compang-camping digerogoti hama oligarki yang menjadi antek aseng dan asing. Potensi besar sebagaimana yg digambarkan Helmi Yahya itu memang benar adanya, seandainya saja saat ini tidak terlanjur sibuk di food industry yang berada di hilir, secara pribadi saya pun tertarik ke sektor hulu ini, prospeknya sangat terbuka luas dan menguntungkan. Cuma ya itu tadi, bukan hanya modal saja, tapi harus memiliki waktu yang cukup untuk secara serius menekuni peluang yang baik ini. Dengan 5 Milyar saja sebenarnya sudah cukup untuk mulai memilih bisnis skala kecil industri pangan tertentu yang diinginkan. Bahkan relationship di Twitter (X) ini sebenarnya juga bisa dijadikan titik awal melakukan riset and development dibisnis ini. Misalnya yang paling mendasar soal pengadaan lahan, untuk yang menginginkan lokasi tak jauh dari Jakarta, bisa saja menggali sumber informasi potensi lahan subur dengan kang @Gojekmilitan, mengingat beliau aktif dalam pengembangan Tahfidz Qur’an di daerah Cipunagara, Subang, Jawa Barat yang dikenal sebagai salah satu daerah subur pertanian. (Insyaallah bisnis dunia akhirat dapat ya kang @Gojekmilitan..😊). Subang bisa menjadi alternatif pilihan yang bagus, karena disamping tak jauh dari pusat perkotaan, ketersediaan lahan masih cukup banyak dan harga tanah yang relatif masih terjangkau. Banyak potensi yang dapat dikembangkan disana, seperti peternakan ayam daging, ayam petelur, bebek, budi daya ikan, perkebunan dan pertanian. Sebagai pelaku usaha pangan di sektor hilir, terkadang saya masih sering mengalami kesulitan memperoleh suplai ayam dan bebek, ini membuktikan bahwa peluang pasarnya masih sangat menjanjikan. Jadi gimana, tertarik untuk hijrah dan berekspansi ke sektor industri pangan..?

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

33,854 Aufrufe • vor 2 Jahren

REFERENDUM ACEH🚨 REFERENDUM ADALAH JALAN DAMAI YANG BISA MENJAWAB FAKTA APAKAH SELAMA INI NEGARA HADIR DI ACEH ATAU TIDAK ANALISIS & REFLEKSI Menatap Fenomena di Aceh: Antara Kecewa, Sejarah, dan Keadilan Nasional Aksi penuruan bendera Merah Putih dan simbol Garuda di Aceh baru-baru ini memicu gelombang kemarahan publik secara luas. Bagi sebagian masyarakat Indonesia, tindakan tersebut dinilai mencederai semangat nasionalisme. Namun, apakah kita benar-benar memahami akar masalahnya, atau kita hanya bereaksi pada permukaannya saja? Untuk memahami dinamika ini secara jernih, kita harus berani membaca kembali lembar sejarah kontribusi Aceh bagi Republik ini wak. 1. MODAL KEMERDEKAAN REPUBLIK Saat Pulau Jawa dibungkam kolonial, Radio Rimba Raya dari tanah Aceh yang terus menyuarakan bahwa Indonesia masih ada. Kehadiran suara ini menyeret belanda ke meja perundingan. Tak hanya itu, emas dan harta rakyat Aceh disumbangkan untuk membeli pesawat pertama Republik (RI-001 Seulawah). 2. JANJI POLITIK & REALITA OTONOMI Komitmen awal mengenai keleluasaan tata kelola syariat dan otonomi daerah justru berujung pada peleburan wilayah ke sumut. Saat Blok Lhokseumawe menghasilkan nilai ekonomi puluhan ribu triliun bagi kas pusat, pembangunan lokal dinilai belum sebanding. Dana Otonomi Khusus yang sering digaungkan kerap dipandang sekadar pelipur lara jika dibandingkan dengan akumulasi hasil kekayaan alam yang telah dialirkan keluar. 3. KOMITMEN MOUHELSINKI YANG TERGANTUNG Hingga kini, penyelesaian butir-butir Perjanjian Helsinki dipertanyakan karena dianggap belum terealisasi sepenuhnya oleh pemerintah pusat termasuk regulasi simbol daerah yang disahkan DPRA. Ketidakpastian ini memicu rasa frustrasi yang terakumulasi selama puluhan tahun. JIKA NEGARA PERCAYA DIRI, MENGAPA HARUS GENTAR? Kita kerap marah ketika bendera Merah Putih diturunkan oleh rakyat yang merasa tertindas. Padahal, kemarahan yang sama seharusnya kita arahkan kepada para oknum pejabat dan koruptor yang berlindung di balik bendera suci dan Garuda untuk mempraktikkan KKN. Mereka yang berbaju nasionalis tapi mengeruk harta rakyat adalah penghianat bangsa yang sesungguhnya. Pasal pembukaan UUD 1945 secara tegas menyatakan bahwa KEMERDEKAAN IALAH HAK SEGALA BANGSA. Jika negara merasa telah berlaku adil, mengayomi, dan memenuhi seluruh janji sejarahnya kepada rakyat Aceh, negara tidak boleh ragu untuk membuka ruang dialog terbuka atau mekanisme penentuan pendapat/REFERENDUM secara demokratis. REFERENDUM adalah jalan peradaban yang bermartabat untuk menguji apakah narasi kekecewaan ini diusung oleh seluruh rakyat atau hanya segelintir kelompok. Jika pemerintah enggan mendengar dan takut menguji aspirasi rakyatnya sendiri secara terbuka, bukankah itu menjadi cermin implisit bahwa ada komitmen sejarah yang memang belum ditunaikan? Saatnya berhenti bertindak sebagai NEGARA YANG LUPA SEJARAH. Berikan keadilan yang nyata, bukan sekadar janji di atas kertas. #Aceh #Perspektif #SejarahIndonesia

Sumatera Adil & Federal

10,544 Aufrufe • vor 18 Tagen

Nam Joohyuk bilang sisi ga terduga Yoonseo adalah dia susah dihubungin. Kata Yoonseo itu cuma kejadian sekali doang karna dia lupa mau bales waktu itu. Joohyuk bales "banyak alasan yoonseo" Lucu banget 🤣 Joohyuk: Kesan pertamaku ke Yoonseo itu dia polos dan lugu Yoonseo: bentar... 'pesona/sisi tak terduga' itu artinya ada sisi yang bertolak belakang gitu.. Joohyuk: Dia punya kesan kayak gitu. Bener2 lovely, terus jawab apapun dengan sungguh2 Yoonseo: ini pujian ya? Joohyuk: terus reaksinya bagus Yoonseo: bisa stop ga? Joohyuk: ini pujian. pokoknya image yoonseo kayak gitu. Belakangan ini, jadi susah dihubungin Yoonseo: Eh, bentar! Kan aku udah bilang jangan cerita itu Joohyuk: kenapa? Yoonseo: aku cuma telat bales sekali, masa udah setahun masih diungkit terus? Joohyuk: Sampe2 yang ngirim pesan pun lupa kalau dia pernah ngirim. 'Eh... aku pernah ngirim ini ya?' Sampai segitunya, baru deh dia bales lagi. Sampai sini aja deh, aku nggak usah ngomong lebih banyak. Itulah sisi tak terduganya. Aku rasa dia memang tipe orang yang kalau lagi fokus sama sesuatu, hampir ga pegang hpnya sama sekali. Yoonseo: Kalau boleh aku bela diri sedikit. Waktu itu ak sebenerny uda liat pesannya lewat preview gitu. Aku sempet mikir "nanti aku harus bales yang bener nih". tapi karena pas itu lagi sibuk ngerjain sesuatu, aku kelupaan bales. Aku emang agak terlalu cuek.. Ya harusnya ga boleh begitu ya. Tapi beneran deh, itu cuma kejadian sekali aja kok Joohyuk: banyak alasan ya yoonseo~

Kookie⁷🥢

534,311 Aufrufe • vor 1 Monat

Ini Bukan Tentang Gaza (Saja) Saat ini, dalam jeda kemanusiaan 4 hari (kabarnya akan diperpanjang), terjadi pertukaran tawanan. Dunia melihat betapa sandera Israel diurus dengan baik oleh para pejuang Palestina. Mereka yang terluka bahkan dibawa ke RS dan dirawat. (Mereka terluka bukan karena diserang pejuang Palestina ya. Orang2 Israel terluka, bahkan tewas, justru karena serangan serdadu Zionis sendiri; mereka mau menyerang pejuang Palestina, tp melakukannya membabi buta sehingga mengorbankan warga mereka sendiri.) Sebaliknya, para tawanan Palestina, semua menceritakan betapa buruknya perlakuan serdadu Zionis kepada mereka. Sejak bertahun-tahun lalu, Amnesty International dan banyak lembaga kemanusiaan lain yang sudah melaporkan penyiksaan yang dialami oleh para tawanan Palestina. Kata ‘ditahan’ tidak tepat untuk mereka, lebih tepat 'ditawan' atau 'diculik'. Karena faktanya, amat banyak dari mereka yang dipenjarakan semena-mena tanpa ada kesalahan; atau ditimpakan kesalahan yang dibuat-buat tanpa ada bukti. Kalaupun ada yang masuk ke pengadilan, yang mengadili juga rezim Zionis, mana bisa dipercaya: penjajah “mengadili” orang yang dijajahnya. Selama masa jeda 4 hari ini, Israel memang tidak membombardir Gaza. Tapi mereka menggila di Tepi Barat. Tidak ada Hamas di Tepi Barat. Jadi, alasan “membasmi Hamas” tidak bisa dipakai Zionis. Per tanggal 28 Nov, ada 117 tawanan Palestina (orang Tepi Barat semua) yang dilepas oleh Zionis, tapi dalam periode yang sama mereka merangsek rumah-rumah di Tepi Barat, membunuhi warga dan menangkap 116 orang lagi! [Total warga Tepi Barat yang dibunuh Zionis 7 Okt-28 Nov: 239 orang] Jadi, ini bukan tentang Gaza saja. Ini tentang Palestina. Wilayah yang “dijatah” untuk bangsa Palestina hanyalah Gaza dan Tepi Barat (sisanya dianggap milik Israel, secara sepihak oleh PBB dan mayoritas negara-negara dunia yang setuju dengan “two state solution”), padahal seluruh tanah Palestina adalah milik mereka. Tahun 1947, mereka diusir dari tanah mereka, yang sekarang menjadi “negara” Israel. Tapi di wilayah yang tersisa inipun, orang Palestina tidak bisa hidup merdeka. Israel menginginkan semuanya: Gaza ingin mereka kosongkan (rencana mereka: warga Gaza ditampung Mesir, Turki, dan negara-negara lain). Demikian pula Tepi Barat. Inilah rencana sejak awal Israel: menginginkan semuanya, dengan alasan yang dibuat-buat, main klaim ayat “tanah yang dijanjikan.” Israel bisa melakukan segala jenis kejahatan kemanusiaan, karena dipimpin oleh orang-orang haus darah, uang, dan kekuasaan. Buktinya. Simak video ini. Lalu siapa yang bisa membantu Palestina menghadapi penjahat-penjahat itu? PBB tidak berdaya. Harapannya tinggal di masyarakat sipil, di kita. Terus berjuang dengan apa yang bisa dilakukan, minimalnya, terus bersuara di media sosial dan lanjutkan boikot ekonomi. #FreePalestineFromIsraeINOW #IsraeliNewNazism

Dina Sulaeman

32,632 Aufrufe • vor 2 Jahren

"Sekali lagi, apakah Jokowi berutang pada PDIP? Tidak!" Pendukung PDIP terus menyatakan bahwa Jokowi itu berutang ke PDIP karena Jokowi dan anak-anaknya bisa menang pilkada hingga pilpres berkat PDIP. Termasuk disebarkannya video ini. Panda Nababan pada video ini mem-framing bahwa naiknya Gibran jadi Walikota Solo itu karena "Megawati sayang Jokowi." What the hell...- Coba perhatikan ucapan Panda pada bagian ini: "Tiba-tiba pak Jokowi datangi ibu Mega. Mau minta supaya Gibran (yang maju). Mega karena sayangnya sama Jokowi, yang sudah diproses ini dibatalkan. Untuk Gibran." Misal ucapan itu dibuat versi lain: "Tiba-tiba pak Jokowi datangi ibu Mega dan bilang bahwa Teguh dan Sugeng masih kurang bisa memastikan kemenangan PDIP. Jokowi karena sayangnya sama PDIP, ingin memberikan kemenangan mutlak ke PDIP dengan mencalonkan Gibran." Ini soal presepsi dari sudut mana kita memandang. Pilkada itu soal elektabilitas. Semua ingin bisa memastikan kemenangan. Apakah dengan kemenangan Gibran di Solo kemarin tidak menguntungkan PDIP Solo? Ya jelas juga diuntungkan. Jangan merasa Gibran punya utang ke PDIP. Harus diingat bahwa PDIP juga sudah diuntungkan selama Gibran menjabat (baca twit saya di bawah). Pemikiran ini sama dengan ketika pendukung PDIP bilang: "Megawati bisa saja mencalonkan Puan. Tapi dia lebih mencalonkan Ganjar untuk kepentingan bangsa dan negara." Preketek itu namanya. Siapa yang bakal memilih Puan? Puan tidak dicalonkan ya karena tidak punya elektabilitas. Memilih Ganjar (dan juga Mahfud), itu untuk kepentingan PDIP karena Ganjar-Mahfud punya elektabilitas sangat bagus. PDIP secara partai sangat diuntungkan ketika capresnya menang. Begitupun ketika cawali, cabup hingga cagubnya menang. Jangan mengungkit-ungkit jasa PDIP ketika memilih kandidat. Kan PDIP juga sudah dapat banyak keuntungan ketika kandidatnya menang. Masih saja mau bilang Jokowi punya utang ke PDIP?

Hasyim Muhammad

517,617 Aufrufe • vor 2 Jahren

Sebagai orang awam di Indonesia, melihat semua ini sering kali membuat kita hanya bisa mengelus dada. Kita marah, geram, sedih, dan merasa tidak berdaya. Kutukan demi kutukan dari berbagai negara seolah hanya menjadi angin lalu tanpa bisa menghentikan aksi brutal Zionist Israel. Sebagai warga sipil yg awam, wajar jika masyarakat banyak yg bertanya-tanya, apa yg bisa mereka lakukan ? Sebenarnya emosi tersebut bisa di ubah menjadi energi untuk melakukan tindakan yg terukur dan berdampak. Karena walaupun tidak bisa mengangkat senjata atau pergi ke garis depan, tapi masyarakat punya kekuatan kolektif yg besar jika disatukan. Misalnya, • Berdonasi lewat jalur yg dipercaya jujur & mampu menyalurkan bantuan bagi penduduk Palestina. • Boikot cerdas dan terarah terhadap produk atau perusahaan yg secara terang-terangan mendanai atau mendukung agresi militer terbukti memberikan tekanan ekonomi. Jangan kendor kampanyekan aksi boikot. Ikuti panduan gerakan Kampanye BDS (Boycott, Divestment, Sanctions) yg diakui secara global agar boikot yg dilakukan efektif dan tepat sasaran, bukan sekadar ikut-ikutan. • Jadilah "Jurnalis Dadakan" di medsos. Jangan biarkan algoritma menenggelamkan isu ini. Terus bagikan berita dari sumber yg valid, edukasi orang-orang di sekitar dan suarakan kebenaran. Tekanan publik global di media sosial sangat ditakuti karena dapat menghancurkan narasi palsu. • Doa berjamaah menggalang kekuatan langit. Jangan pernah meremehkan kekuatan doa. Di tengah segala keterbatasan kemampuan fisik, doa adalah dukungan spiritual yg menyatukan hati dengan penderitaan mereka. Hal terakhir yg jangan pernah kita lengah dan letih adalah melakukan segala upaya apapun untuk mendorong pemerintah Indonesia melakukan hal-hal berikut, • Alih-alih bergabung dalam BoP Trump, pemerintah Indonesia harus mendesak PBB dan komunitas internasional agar jangan cuma “Omon-Omon” menetapkan “Resolusi Damai” yg berkali-kali diabaikan Zionist Israel, tetapi mendorong sanksi nyata seperti embargo senjata dan sanksi ekonomi terhadap Israel. • Mendesak pemerintah untuk terus mendukung dan memperkuat gugatan di Mahkamah Internasional (ICJ) dan Pengadilan Pidana Internasional (ICC) utk menuntut para pejabat dan komandan militer yg bertanggung jawab atas kejahatan perang dan genosida. Ini bagian dari hukum internasional harus ditegakkan. • Pemerintah harus didesak utk menggalang "Koalisi Negara Selatan". Sebagai negara besar Indonesia harus memimpin dan menggalang kekuatan negara-negara berkembang (Global South) dan negara mayoritas Muslim untuk bersatu. Jika negara-negara ini memutus hubungan dagang tertentu atau melakukan blokade diplomatik secara serentak, dampaknya akan sangat terasa. • Meminta pemerintah melakukan aksi Kemanusiaan Internasional sekaligus nendorong pemerintah untuk terus mengirimkan bantuan logistik skala besar, seperti mengirimkan Kapal Rumah Sakit TNI ke perbatasan, atau mengupayakan jalur khusus (airdrop atau jalur darat via Yordania/Mesir) secara berkelanjutan. Perjalanan untuk mencapai keadilan mungkin masih panjang. Namun, masyarakat dunia harus ingat bahwa diamnya orang baik adalah senjata paling mematikan bagi pihak penindas. Ini bukan konflik agama, ini adalah genosida, kejahatan kemanusiaan yg terlalu dahsyat kejamnya. Mari ubah rasa sedih, geram dan marah kita menjadi aksi nyata. Sekecil apa pun langkah kita, baik itu membagikan satu berita, menyumbang sedikit rezeki, atau menyuarakan tuntutan kepada pemerintah, itu adalah bagian dari sejarah yg sedang kita perjuangkan demi kemanusiaan.

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

12,127 Aufrufe • vor 6 Monaten

Coba ingat-ingat, pernah nggak Anda ketemu sama pedagang soto, nasi goreng, bakso, mie ayam, atau pedagang tengkleng dan sate yang cuma mau pakai satu merek kecap tertentu? Mereka nggak mau pakai merek kecap yang lain. Pokoknya harus kecap yang itu. Titik. Saya yakin Anda pasti pernah menemukannya. Aneh? Tentu saja tidak. Bagi orang yang sudah terbiasa memasak selama bertahun-tahun, kecap bukanlah sekadar bumbu pemanis, melainkan bumbu yang memberikan identitas rasa yang khas. Orang awam mungkin tidak bisa membedakan, tapi orang dengan lidah yang sensitif, pasti akan bisa merasakan perbedaannya. Apakah dengan mengganti merek kecap masakan mereka jadi tidak enak? Tentu saja tidak. Masakannya ya tetep enak-enak saja. Tapi bakal ada yang kurang, bakal ada yang “ngganjel”, atau minimal, tidak sesuai dengan standar rasa yang ingin mereka capai. Sebab sekali lagi, kecap bukan sekadar bumbu pemanis, melainkan juga memberikan cita rasa khas. Itulah kenapa, tiap daerah, punya kecap tradisional khas masing-masing, dengan kekhasan rasanya masing-masing. Beberapa orang cocok dengan kecap dari daerah tertentu, beberapa lainnya cocok dengan kecap dari daerah yang lain. Kecap itu soal cocok-cocokan. Tidak bisa dipaksakan. Nah, begitu pula dengan Kecap Mbah Joyo, kecap tradisional khas Magelang ini. Banyak pedagang makanan di sekitaran Akademi Militer, Magelang (daerah tempat kecap ini diproduksi) yang tidak mau beralih ke kecap yang lain, sebab mereka sudah cocok dengan rasa gurih rempah dari Kecap Mbah Joyo yang sudah diproduksi sejak tahun 1960-an ini. Tapi ya ada juga yang merasa kurang cocok dengan rasanya. Lantas, apakah kecap ini akan cocok buat Anda? Tentu saja tidak ada jaminan. Tapi yang pasti, Anda tidak akan tahu kalau belum mencobanya sendiri. Makanya, jika saat ini Anda sedang membaca postingan ini, itu artinya Anda sedang ditakdirkan untuk berkenalan dengan Kecap Mbah Joyo. Silakan beli saja. Kalau cocok, mungkin itulah keberuntungan bagi Anda. Kalau tidak cocok, anggap saja sebagai salah satu fase pencarian untuk menemukan kecap yang tepat untuk masakan Anda. Dah, langsung klik saja atau buka Tokped/Shopee, lalu ketik “Kecap Mbah Joyo”, dan langsung checkout. Nggak usah nunggu besok-besok. Keburu perang dunia ketiga meletus.

Agus Mulyadi

25,801 Aufrufe • vor 1 Jahr

Sama seperti kita semua bereaksi atas keputusan final Presiden soal masuknya Indonesia ke BoP, Ini reaksi Ustadz Felix Siauw: Reaksi MUI yang wait and see setelah ketemu presiden 1. Definisi "Perdamaian" bagi Trump - US dan Netan - IL udah jelas. Mereka sekomplotan penjahat perang yang gak mau kedaulatan atau kemerdekaan Palestina, kalau itu berarti Israel harus hengkang dari situ 2. Ulama dan MUI hanya diminta legitimasinya, bukan diajak pertimbangan, karena keputusan sudah dibuat Presiden Prabowo. Persis sama dengan Trump yang udah mutusin semuanya tanpa pertimbangan anggota BOP lain, dan yang lain harus nurut sama dia. Artinya nggak ada kesetaraan Indonesia dan US dalam BOP. Apalagi Israel masih dilibatkan secara istimewa 3. Kalau ada harus dan paling terlibat, ya orang Palestina, yang punya tanah. Yang nggak diikutsertakan dalam pembahasan bagaimana harusnya harapan dan keinginan mereka 4. Apa arti penjajahan? Merebut kebebasan, menentukan nasib yang dijajah. Itulah definisi BOP Aku menghormati MUI dan ulama, tapi maaf aku harus berbeda dalam pandangan BOP ini Tidak ada kompromi bagi penjajahan. Karena aku khawatir, besok-besok semua akan berpikir: Kalau kita kuat atau punya backing US, maka kita bisa ambil tanah orang lain tanpa konsekuensi. Aku gak mau normalisasi kejahatan —- Ya kita semua sudah bersuara memberikan narasi selogis yang kita bisa. Tapi Presiden sudah memutuskan. Ulama, ormas Islam dan MUI, begitu juga tokoh para mantan Menlu dan Wamenlu, semua diundang hanya untuk melegitimasi. Tapi kita, rakyat yang cinta saudara kita Palestina, yang menjunjung amanah konstitusi, kita berbeda pikiran dengan Presiden. Kita, saya, tetap bersama rakyat Palestina yang terus melawan penjajah IsraHel dan tentara zionis serta sekutunya. The President does not represent the voice of Indonesian people. I stand with Palestine! Free Palestine!

Maria A. Alkaff

11,850 Aufrufe • vor 7 Monaten

PAK ADIT DITANYA SOAL FASILITAS RENOVASI GBLA DAN TRAINING GROUND Pak adit: "Gini, jadi satu yang mesti diluruskan, kami itu tidak mengerjakan sendiri, kita tuh pakai kontraktor. Kontraktornya juga berdasarkan hasil tender. Jadi itu ada beberapa kontraktor datang ke sana, visit, segala macam, tender, akhirnya kita memilih si X inilah, yang kita belum bisa bilang siapa. Nah, besok dari jadwal pengerjaannya itu seharusnya di tanggal 12-an, 14-an tuh sudah selesai pengerjaannya. Tinggal nunggu si rumputnya itu tumbuh merata menyeluruh ke seluruh stadion. Sehingga, qadarullah-nya alhamdulillah blessing kita mundur ke 31. Jadi kita ada waktu sekitar dua minggu untuk nungguin sampai bener-bener rumputnya tuh nyaman lah gitu. Nah, progresnya alhamdulillah on track. Terakhir juga dua hari yang lalu saya cek ke Raffi, semuanya oke. Ya mudah-mudahan lah sebelum tanggal 31 udah siap untuk..." Wartawan: "Kalau fasilitas lain kan kemarin kan sempat ramai terkait fasilitas Persib kayak tempat gym, training ground, nah itu gimana progresnya?" Pak adit: Gini, fasilitas itu bukan sesuatu yang semalam jadi. Itu harus dipikirkan dengan matang dan di-plan untuk long term. Kalau teman-teman atau Bobotoh ingat, 2024 aja kita masih latihannya nomaden. 2025 kita sudah punya latihan yang dedicated, sudah punya locker room yang bagus. Jadi ini bukan sesuatu yang sekali gebrak, selesai. Nggak bisa, karena pasti akan menyentuh ke aspek yang lain gitu ya. Nah, fasilitas apa, kita lagi ngelakuin beberapa hal, nanti lihat aja pasti akan ada progres, ada sesuatu yang baru segala macam. Tapi kita kan nggak mau ramai gitu ya. Terus sebagian juga tentang Kampung Persib segala macam juga masih progres, ada administrasi yang mesti kita beresin, ada hal-hal yang sifatnya apa ya, surat-menyurat, perizinan, dan segala macam yang kita mesti beresin gitu. Tapi pelan-pelan manajemen juga lagi mengarah ke sana dan ini bukan one night show gitu yang 'besok kudu aya, kudu beres', nggak. Ini pelan-pelan gitu. Dan GBLA itu kan 30 tahun. Kita punya banyak waktu untuk pelan-pelan ngebenahin supaya ini jadi long-term project gitu, bukan yang kita cuma bikin biar Bobotoh happy, terus besoknya nggak keurus lagi lah." 🎥Republik bobotoh

Vamos.persib

16,414 Aufrufe • vor 29 Tagen

SAMBUSH Ini wawancara di TV Iran, menganalisis kejadian ditembaknya F-35 AS oleh Iran. Kata si pakar: Saya duga, kita sedang melakukan "pertahanan udara penyergapan", istilahnya "SAMbush", SAM = Surface to Air Missile, jadi kita memakai sistem yang "menyergap SAM." Dalam 20 hari ini, kita sudah mengidentifikasi rute penetrasi mereka dan sepertinya, sistem pertahanan udara yang tidak ada emisi radar, atau sangat minimal, telah ditempatkan di rute tersebut. Host: Apa itu emisi radar? Pakar: Radar konvensional biasanya mnengirim sinyal, yang gunanya mendeteksi pesawat lawan, tapi di saat yang sama, pesawat lawan juga menangkap emisi dari radar dan bisa menembak radar itu. Tapi sekarang, kita sudah mengganti taktik, saya belum tahu apa alat yang digunakan, dan sepertinya tidak akan diungkap sebelum perang selesai. Tapi saya perkirakan, semacam alat deteksi yang bisa bergerak dan tidak terdeteksi lawan, ditaruh di jalur penetrasi lawan. Host: Kalau begitu, kita sekarang punya kemampuan untuk menangkis jet-jet tempur AS-Israel ya? Selama ini, rakyat bertanya-tanya, ini kenapa jet-jet tempur terus berdatangan, dan membombardir dan membunuhi kita? Pakar: Tentu saja, tapi tidak berarti mulai besok semua jet tempur lawan bisa dihalau 100%. Tapi, dampak besarnya: 1.Perencanaan dan eksekusi serangan musuh akan terganggu, kini mereka tahu bahwa mereka tidak menghadapi langit yang terbuka; mereka bisa mendapatkan serangan saat masuk ke langit Iran. 2. Jika dugaan saya benar, bahwa Iran menggunakan sistem pertahanan yang mobile, bermanuver tinggi, dan rendah emisi radar, artinya musuh akan semakin kuatir atas bahaya situasi yang mereka hadapi. Alat ini bisa dipakai dimana saja. 3. Para pemilik saham perusahaan produsen jet tempur termahal dalam sejarah manusia ini pasti kelabakan. Saat ini terbukti bahwa F-35 tidak sehebat yang mereka iklankan. F-35 seharusnya "tidak terlihat" (stealth) dan tidak mungkin ditembak lawan. Sekarang, terbukti, bisa ditembak. Kali ini AS juga tidak bisa menyalahkan pengguna (misalnya: ini bukan salah F-35 tapi pilotnya yang ga becus!), karena serangan ini dilakukan oleh AS sendiri. -- Serangan terhadap F-35 itu sudah dikonfirmasi media-media AS ya, antara lain:

Dina Sulaeman

21,161 Aufrufe • vor 5 Monaten

👤: jaehyun-ssi dari sekian banyak kerja part time yang pernah kamu lakuin, kerjaan mana yang rasanya lebih berat dari ekspektasi? 🐶: kalau secara pribadi sih kedai ice cream dan… 👤: kenapa tuh? 🐶: pergelangan tangan aku sakit banget 🦦: ngescoop ice creamnya susah ya 🐶: iya, pergelangan tangannya sakit banget. kedai ice cream sama kedai makchang (usus panggang) 👤: emang banyak sih ya yang bilang kalau kedai makchang atau tempat bbq daging tuh berat 🐶: kalau di tempat bbq daging sih kita cuma perlu motongin daging secukupnya terus dikasih ke pelanggan aja, tapi makchang tuh minyaknya nyiprat-nyiprat banget makanya sakit loh. terus juga ngebersihin noda minyaknya itu…. kalian tau kan orang-orang biasanya makan nasi goreng dengan cara ditekan-tekan ke panci. nah nyuci peralatan makan bekas itu bener-bener gak main-main susahnya 👤: kita mendingan gak usah makan nasi goreng yang ditekan-tekan ke panci lagi kali ya😂😅😅 tapi padahal banyak banget pekerja part time yang kesusahan gara-gara itu, emangnya belum ada cara yang bagus ya? 🐶: kalau di kedai tempat aku kerja dulu sih belum. tapi karena pancinya harus buru-buru dibalikin buat dipakai lagi makanya semuanya itu harus dikerok pakai tangan. banyak orang yang mungkin mikir kalau kerjaan part time kayak bongkar muat barang atau kerja di lokasi konstruksi atau kuli angkut batu bara yang pernah aku lakuin itu bakal jauh lebih berat, tapi kerjaan kayak gitu tuh di luar dugaan cuannya lumayan banget. soalnya gaji per jamnya tinggi 🐈: ini beneran suara dari lapangan langsung ya 👤 cuma orang yang pernah ngelakuin sendiri yang bisa ngomong kayak gini loh 🐶: kalau kerjaan yang emang berat tuh kan kalau kita berangkat dengan siap mental bisa ditahan sebentar terus dapet bayaran yang setimpal gitu loh, tapi kalo kedai ice cream tuh karena harus dilakuin terus-terusan jadinya pergelangan tangan sakit banget pas lagi ngescoopnya 🐈: emang beneran gak ada kerjaan yang gampang satupun ya 🐶: di dunia ini tuh gak ada kerjaan yang gampang satupun. uang yang dikasih ke kita ya sesuai lah

sea🐰ྀི

30,574 Aufrufe • vor 2 Monaten

Teman-teman semua, Hari ini kita menerima kabar final yang melegakan. Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, telah memberikan abolisi kepada Tom Lembong atas persetujuan DPR. Dengan itu, bukan hanya hukuman dibatalkan, tapi seluruh perkara dianggap tak pernah ada. Nama Tom bersih. Tak pernah bersalah. Bebas sepenuhnya. Ini tentu kabar baik bagi Tom dan bagi keluarganya yang telah berpisah sejak akhir Oktober tahun lalu. Setelah sembilan bulan yang panjang, malam ini ia kembali ke rumah. Kepada istri, anak-anak, dan keluarganya yang selama ini menanggung rindu. Sebagai sahabat, saya amat bersyukur. Saya ikut bahagia melihat Tom hari ini bebas. Maka saya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bapak Presiden beserta DPR yang telah menggunakan kewenangannya untuk mengakhiri ketidakadilan ini. Namun, kita juga tahu, ini bukan kemenangan dari ruang sidang. Ini adalah penyelesaian ekstra yudisial melalui jalur konstitusional yang menjadi hak Presiden. Keputusan ini memang menghapus perkara, tapi sesungguhnya tidak menghapus pertanyaan. Tidak menghapus keprihatinan kita atas proses hukum yang begitu banyak dipertanyakan sejak awal. Mulai dari sangkaan yang dipaksakan oleh jaksa, hingga putusan hakim yang menafikan nalar. Karena itu, meskipun hari ini adalah akhir dari penahanan Tom, ini bukan akhir dari tanggung jawab kita. Justru ini harus jadi titik refleksi yang lebih dalam tentang sistem hukum negara kita, tentang bagaimana hukum seharusnya bekerja. Juga, tentang bagaimana keadilan tidak boleh datang hanya kepada mereka yang tenar, punya jaringan, dan mendapat sorotan. Karena untuk satu Tom yang bebas hari ini, mungkin masih ada ribuan lainnya yang terjerat kriminalisasi, tanpa suara, tanpa sorotan. Negara ini terlalu besar untuk menyisakan keadilan hanya bagi mereka yang dikenal dan mendapat dukungan amat luas dari publik. Maka, hukum di Republik ini harus menjadi pelindung bagi semua, alih-alih menjadi alat tekanan. Harus memberi ketenangan, alih-alih menebar kecemasan. Hari ini adalah kemenangan pribadi bagi Tom. Tapi perjuangan menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat belum selesai. Masih panjang dan masih harus terus kita jalani bersama. Tentu juga, masih perlu terus mendapat perhatian serius dari para pemimpin dan penyelenggara negara ini. Semoga kita bisa menuntaskannya. Izinkan saya menyampaikan apresiasi tinggi dan rasa terima kasih kepada tim hukum, kepada para sahabat dan pendukung yang setia hadir di setiap persidangan, kepada para tokoh dan publik luas yang menyuarakan harapan di tengah gelapnya proses hukum. Di negeri ini, keadilan sering butuh suara lantang. Hari ini, suara itu berbuah untuk Tom. Kepada Tom kita sampaikan selamat pulang ke rumah. Waktu yang hilang tak bisa kembali, tapi hari esok selalu bisa dimenangkan. Kita yakin, pengalaman yang Tom lalui tak akan melemahkan, justru menguatkan. Pun kita optimis, Tom akan kembali melangkah, lebih tegap, lebih matang, dan lebih tajam memperjuangkan kebaikan bagi negeri yang ia cintai tanpa syarat ini. Welcome home, Tom.

Anies Rasyid Baswedan

709,902 Aufrufe • vor 1 Jahr

Trump: Saya-lah yang Menempatkan Jolani Di video ini, Trump berkata, "Presiden Suriah, yang pada dasarnya saya tempatkan di sana, melakukan pekerjaan yang luar biasa. Dia orang yang keras; dia bukan anak baik-baik. Anak baik-baik tidak akan bisa melakukannya. Tetapi Suriah sedang bersatu, benar-benar bersatu dengan baik, dan sejauh ini dia sangat baik kepada Kurdi.” Siapa Presiden Suriah? Tak lain eks-ISIS (pernah dipenjara AS di Irak selama 4 tahun), lalu ke Suriah bergabung dengan Al Qaida dalam proyek penggulingan Bashar Assad. Nama aslinya konon Ahmed Al Sharaa, selama "berjihad" ia nama samaran Abu Mohammed al-Jolani. Awalnya, kelompoknya bernama Jabhah Al Nusra (Al Qaida cabang Suriah) dan resmi masuk daftar teroris oleh PBB. Lalu, JN ia ganti nama jadi Hay’at Tahrir al-Sham (HTS). Setelah akhirnya mereka menggulingkan rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, HTS ia bubarkan. Jihad dan khilafah apa kabar? Ya ga ada kabarlah. Dia ganti jubah jihadnya dengan jas dan dasi. Ia bersalaman dengan pemimpin negara-negara Barat. Sikap terhadap Israel? Kadang ngomel-ngomel dikit, karena Israel terus merangsek masuk menguasai sejumlah kawasan di Suriah, termasuk Dataran Tinggi Golan dan Gunung Hermon, dimana jarak tembak Israel dari sana cuma 40 km ke Damaskus. Tapi terhadap Israel, tidak ada jihad. "Suriah tidak bisa perang lagi, dan musuh yang dihadapi saat ini adalah Iran dan Hizbullah," kata Jolani ke wartawan. Saya (dan banyak rekan di medsos) sudah sejak lamaa.. sejak 2012 nulis soal agenda AS menggunakan proxi jihad ini. Banyak sekali tekanan dan kerugian yang saya dapatkan gara-gara terus menulis soal Suriah. Banyak sekali tekanan dan kerugian yang saya dapatkan gara-gara terus menulis soal Suriah. Awalnya, karena ada media online pendukung jihad menobatkan saya jadi "tokoh Syiah" dalam semalam, friend FB berkurang nyaris 2000. Lalu berlanjut tekanan dan intimidasi jahat, di dunia nyata maupun maya, bahkan juga kerugian bisnis. Tapi di saat yang sama, saya menemukan teman-teman sejati. Yang tetap setia, tetap mau berteman, dan memberikan dukungan dengan cara mereka masing-masing. Banyak yang bersama saya dan melindungi saya, dengan berani menggelar acara-acara bedah buku Prahara Suriah dan Salju di Aleppo, meski kemudian digeruduk fans "jihadis." Pernah minta tolong polisi di sebuah daerah, eh malah kami yang disuruh bubar. Untuk mereka semua, saya ucapkan terima kasih banyak. InsyaAllah semua kesulitan yang pernah kita lalu, ga sia-sia, pahalanya dicatat rapi oleh malaikat. Begitu juga, semua fitnah, caci-maki, dan kata-kata jahat kalian para Wahaboy, juga dicatat dan akan ada hitungannya di hari akhir nanti. Saya percaya, kebenaran pasti akan terungkap, cepat atau lambat. Sebenarnya sih kebenaran soal Suriah ini sudah lama terungkap, tapi masih banyak yang pura-pura ga tau. Sekarang setelah Trump mengaku, entah apa lagi alasan mereka. Sebenarnya, Trump ini sama saja dengan Bush, Obama & Biden; sama-sama diam-diam memanfaatkan Al Qaida untuk proyek mereka. Bedanya, Trump blak-blakan, sementara yang lain menutup-nutupi dengan jargon HAM & demokrasi. CATATAN: Saya mengungkap siapa yang berada di balik proyek Al Qaida & ISIS ini, tapi di saat yang sama, saya juga menyatakan bahwa MEMANG ADA umat Muslim yang bergabung atau fans organisasi teror berkedok jihad ini. Solusi untuk masalah ini, dalam pandangan saya, ada di dua level ini: kita menyebarluaskan pemahaman antiradikalisme tapi juga memahami peran AS & Israel dalam proyek terorisme ini. Jadi, beda ya, dengan "pejuang antiradikalisme" versi genk Tel Aviv, yang sok iye aja teriak-teriak soal "toleransi," tapi giliran terorisme Israel dikritik, mereka berbalik ngatain saya "pendukung terorisme Hamas." Yang mau mempelajari apa yang terjadi di Suriah, bagaiman peran para "jihadis" dan AS dan Israel, baca buku saya, unduh di

Dina Sulaeman

13,338 Aufrufe • vor 6 Monaten

Untuk kali ini gw gak simpatik sama densu, kali ini dia terlalu tendensius dan agak berlebihan percaya dirinya justru dia menunjukkan kekurangannya dan mengajarkan semua utk sadar diri klo bukan bidangnya itu jgn sotoy Agak jijay dikit dgn gestur kesotoyan dia komen soal pertumbuhan ekonomi yg naik 5 persen dlm mindset minimalis otaknya dia bilang gak berpengaruh, Masih dalam hal yg sama otak minimalis dia mindsetnya setiap pendapatan harusnya bisa digunakan utk "membayar" atau mengurangi utang😏 (dikira keuangan negara spt transaksi ojol setiap ada pemasukan dipotong biaya komisi dan bop) Lebih parah lagi liat sikap songong si densi gak paham soal ratio utang ke pdb (gedek banget liat mukanya sotoy nya jd mikir org2 gak paham tapi sotoy apa rerata komuknya seperti ini ya😄) Sudut pandang aja udh beda jauh Si densi cuma liat "penurunan utang" itu artinya jumlah utang berkurang Sedangkan menkeu Purbaya dan ahli ekonomi fokus pada ratio penurunan utang, dimana utang bisa naik atau turun tetap dibandingkan dgn ukuran ekonomi atau pdb porsinya mengecil Analogi sederhana dr ucapan menkeu, soal pernah turun ratio utang thd pdb meskipun belum pernah menurunkan utang Mindset si densi ini ambil contoh Utang 100 juta, penghasilan 10 juta per bulan Jika ucapan menkeu purbaya dianalogikan Utang awal 100 jadi bertambah menjadi 110 juta tapi penghasilan naik menjadi 20jt /bln Utang memang naik tapi kemampuan membayar utang tambah bersamaan dgn naiknya pendapatan. Nah itu yg jadi fokus pemerintah Prabowo Subianto menurunkan ratio utang thd pdb Pembodohan soal utang negara ini begitu mengakar, sedangkan penjelasan tentang bagaimana pemerintah mengelola fiskal dan moneter secara hati2 sering kali kalah dgn narasi akrobat manusia2 gak paham tapi sotoy

Laksmi

69,710 Aufrufe • vor 2 Monaten

"Bodohnya Kroco Ijazah Palsu" Nunjukin ijazah yang diminta itu nunjukin ke siapa sih maksudnya? Nunjukin ijazah di alun-alun? Atau harus dipajang di Monas? Atau harus diteliti PBB, CIA, KGB, MI6, Interpol, FBI, NYPD? Jokowi itu proletar yang bisa jadi presiden tanpa darah biru. Memangnya orang seperti itu (yang bukan siapa-siapa), untuk mengaku lulusan S1 saja harus pakai ijazah palsu? Orang pakai ijazah palsu UGM, bisa jadi karyawan Pertamina saja sudah super-superhebat. Lha ini bisa jadi Wali Kota, Gubernur, Presiden, apa ya mungkin ijazah S1 saja, palsu? Ijazah S1 lho!!!! Misalnya dia nggak lulus S1 dan mau memalsu ijazah, ngapain nggak beli saja di perguruan tinggi swasta ecek-ecek di Solo yang memang bisa dibeli. Bisa aja sambil jualan mebel tiba-tiba dapat ijazah Sarjana Hukum dari kampus ecek-ecek. Lha ngapain orang baru bangun karir politik, kok memalsu ijazah UGM?? Bodoh sekali yang bisa mengira bisa memalsu ijazah UGM dan berpikir bahwa UGM nantinya bakal mengakui ijazah palsu itu. Serius, hanya orang yang SANGAT BODOH yang percaya itu. Sekali lagi: SANGAT BODOH. Kenapa? Karena orang pintar pun yang berseberangan dengan Jokowi pun nggak akan percaya itu. Coba tanya Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo. Tak mungkin mereka ikut bahas ijazah ini. Hanya pembenci di level kroco yang terus menuduh ijazah palsu ini. Karena kalau memang palsu, Harian Kompas, Jawa Pos, Tempo, Media Indonesia, akan membahas itu di halaman pertama. Karena kalau memang palsu, anggota DPR RI dari partai oposisi ya pasti akan bersuara. Akan pakai hak angket, ataupun hak-hak mereka yang lain untuk angkat skandal besar ini kalau memang betul palsu. Musuh politik Jokowi itu sangat banyak sejak 2014. Tak terhitung. Coba lihat keadaan sekarang, kenapa hanya di level Roy Suryo dan dokter perempuan nggak jelas itu saja yang muncul bersuara? Bahkan Amien Rais pun muncul cuma sebentar habis itu menghilang. Sangat mungkin dia sudah sadar ijazah palsu UGM itu nggak mungkin terjadi. Kita "mungkin" bisa menyuap 1-2 dosen untuk "membantu" kita lulus dari kampus ternama selevel UI, ITB, UGM, Unair atau ITS. Tapi kalau menyuap secara lembaga hingga orang nggak lulus jadi dianggap lulus, apalagi tanpa kuliah, ya nggak masuk akal banget. Kasus S3 Bahlil di UI saja langsung dikoreksi dan dibatalkan. Secara lembaga, nggak mungkin UI akan meluluskan orang curang. Bahkan di pernyataan terakhir, UI menyebut Bahlil memang belum (pernah) berstatus lulus S3 dari UI. Nggak mungkin kita bisa beli ijazah di perguruan tinggi Top 5. Ya cuma orang yang biasa beli ijazah di perguruan tinggi ecek-ecek yang menganggap bisa beli ijazah di UGM. Akhirnya, para kroco itu akan terus nggak dipercaya akan ijazah Jokowi. Karena dengan percaya, berarti mereka akan memgakui kebodohannya selama ini. Untuk itu, narasinya akan terus dibangun. Ujungnya: pengadilan akhirat pun dipakai narasi. Akhirnya, ijazah Jokowi palsu adalah sebuah keyakinan. Keyakinan itu ya nggak mungkin dipaksa, bahkan oleh fakta ilmiah sekalipun. Yang diributkan foto Jokowi di ijazah. Bahas kaca mata. Bahas gigi. Dan bahas segala hal yang nggak penting. Lha kalau memang niat memalsukan kenapa nggak pakai fotonya sendiri? Lalu ada lagi yang nuduh Jokowi nggak lulus SMA. Anda nilai sendiri level kebodohannya orang itu. Kroco memang harus bodoh sih menurut saya.

Hasyim Muhammad

230,711 Aufrufe • vor 1 Jahr

Hi ENGENE, Berikut adalah PESAN JUNGWON saat LIVE di WEVERSE yang wajib kamu pahami dan ketahui: 1. Posisi ENHYPEN saat jelas, ditegaskan oleh JUNGWON, bahwa mereka adalah grup 6 member saat ini dan seterusnya. Setiap ENGENE harus menghormati hal ini. 2. Terkait Fan Chant versi "lama" yang masih banyak dilakukan oleh beberapa oknum "fans" di venue konser, adalah hal yang seharusnya tidak dilakukan, karena itu sangat mengganggu ENGENE lainnya. 3. Berhenti memperdebatkan jumlah member, karena posisi ENHYPEN telah jelas. Bagi mereka yang menyukai ENHYPEN, mereka akan tau bagaimana cara bertindak. Berikut adalah transkrip lengkapnya: Halo semuanya.... ada sesuatu yang benar-benar ingin aku sampaikan. Sejujurnya, inilah alasan aku memulai siaran langsung ini. Menurutku, ini bukan sesuatu yang bisa kita abaikan begitu saja, apalagi sekarang terjemahan di Weverse sudah tersedia. Aku tahu ada banyak orang yang sangat menyayangi masa lalu kami, dan aku mengerti itu. Banyak orang yang masih mencintai ENHYPEN seperti dulu. Tapi di saat yang sama, sepertinya masih banyak juga yang terus menyangkal ENHYPEN yang sekarang atau tidak mau menerima siapa kami saat ini. Karena sebelumnya kami belum pernah menyampaikan hal ini dengan jelas, ada yang mengatakan bahwa kami tidak pernah memberikan pernyataan resmi, sehingga pembahasan tentang jumlah anggota terus diangkat. Tentu saja, aku memahami perasaan orang-orang yang mencintai ENHYPEN di masa lalu. Tapi sekarang... ENHYPEN adalah enam (6) anggota, semuanya. ENHYPEN adalah enam anggota. Aku juga mengerti kenapa masih ada orang yang melakukan fan chant tertentu saat konser, karena memang sampai sekarang kami belum pernah menyampaikan hal ini secara jelas. Aku paham itu. Tapi sangat menyedihkan melihat ENGENE saling bertengkar karena masalah ini. Sejujurnya, hal itu juga mengganggu penampilan kami. Benar-benar mengganggu. "Karena hari ini aku sudah menyampaikannya dengan jelas, aku rasa siapa pun yang benar-benar menyukai ENHYPEN dan mendukung kami pasti tahu bagaimana seharusnya bersikap ke depannya." Aku akan berbicara dengan sangat jelas karena aku tidak ingin lagi menyampaikan hal ini secara samar. Ketika orang-orang terus mengatakan hal-hal seperti "ENHYPEN itu tujuh orang," yang terjadi hanyalah pertengkaran di dalam fandom kami. Tidak ada yang ingin ENGENE saling bertengkar. Perusahaan tidak menginginkannya. ENGENE juga tidak menginginkannya. Dan yang paling penting, kami berenam juga tidak menginginkannya. Mulai sekarang, secara pribadi aku tidak akan menganggap orang-orang yang terus memicu konflik seperti ini sebagai penggemar. Sejujurnya, inilah alasan utama aku memulai siaran langsung ini. Aku datang mewakili para anggota. Aku sudah berbicara dengan mereka, dan aku menyampaikan ini atas nama kami semua. Lima anggota lainnya juga memiliki perasaan yang sama. Jadi, aku sungguh berharap semua ini bisa berhenti. Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, hal ini benar-benar sangat mengganggu saat konser. Banyak orang menghabiskan uang dan waktu untuk datang menemui kami. Tiket konser tidak murah, dan itu juga tidak adil bagi para penggemar yang datang untuk menikmati pertunjukan. Jadi... aku benar-benar berharap semua orang berhenti melakukan hal seperti ini. Sekarang terjemahannya sudah tersedia, jadi aku rasa semua orang bisa memahami apa yang sedang kusampaikan. Dan untuk memperjelas, aku tidak mengatakan bahwa konser kami di Brasil dan Peru buruk. Konser-konser itu luar biasa. Penampilan kami benar-benar sangat baik. Aku juga sangat menantikan konser kami yang akan datang di Meksiko. Aku sudah menyampaikan posisi kami dengan sangat jelas. Aku mengatakan ini sebagai perwakilan ENHYPEN. Semua anggota lainnya juga memiliki pendapat yang sama. Tolong hentikan hal ini, dan aku berharap semua orang mau meluangkan waktu untuk memikirkannya dengan serius. Pada akhirnya, kami adalah orang-orang yang bekerja dan tampil untuk ENGENE. Dan sejujurnya... melihat semua ini bukanlah sesuatu yang menyenangkan bagi kami. Diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh ENHYPEN ASIA Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh ENHYPEN INDONESIA

ENHYPEN INDONESIA

35,801 Aufrufe • vor 1 Monat

FAKTA SEJARAH! Cebong dan Kampret lahir di X-Twitter, bukan di Instagram, bukan di Facebook bukan pula lahir di Tiktok dan itu menjadi bukti The Real Netizen Militan Pendukung Prabowo itu lahir di X-Twitter ( 2014-2019) Kalau bicara tentang pendukung militan Prabowo, #AnakTwitterLaman punya cerita sendiri. Pilpres 2014 dan 2019, meskipun Prabowo kalah, tapi di era itu Prabowo melahirkan Pendukung militan di Sosial media, 2014 - 2019 Medan pertempuran politik hanya masif x , Netizen pendukung Prabowo atau dikenal 08 ikut membangun percakapan, membela, berdebat, meluruskan isu, bahkan bertahan siang dan malam Pilpres 2024 Medan Perang Prabowo mulai bergeser ke BERBAGAI PALTFORM LAIN termasuk IG dan Tiktok serta mendapat dukungan dari kelompok JKW dan silent majority. Setelah Prabowo menang, ruang dukungan bergeser masif ke TikTok dan Instagram, sementara “semut merah” di X seolah mulai ditinggalkan. Jangan heran jika hari ini suara pembelaan organik terasa makin sunyi.‼️ Padahal Dalam politik, jangan hanya mengandalkan panggung besar dan influencer, pedagang kecil di gang-gang sempit justru yang membuat dagangan sampai ke pintu rumah ( Akun-akun Follower kecil Ceruk-ceruk Sosial media). Setiap Anak x Twitter pendukung 08 ( 2014 2019 ) mayoritas pasti punya Tiktok dan IG tapi bukan seorang selebgram atau selebtiktok BAKOM RI saat ini lebih tepat disebut Badan Komunikasi Selebgram dan selebtiktok, isinya para Jenderal tanpa anak buah ( tanpa anak2 Twitter 2014 2019) , berperang di panggung tinggi tapi kaki2 rapuh karena tidak punya penyeimbang di kolom komentar. Kini belum sampai setengah jalan Pemerintahan, tiba-tiba muncul survei yang menunjukkan penurunan dukungan. Yang lebih menarik melihat kolom komentar di Instagram dan TikTok. Narasi negatif begitu deras, sementara diskursus yang secara organik membela Prabowo terasa tidak semasif dulu. Pertanyaannya sederhana: ke mana orang-orang ( Netizen X-Twitter 2014-2019) yang dulu berdiri paling depan? Dulu anak-anak X-Twitter pendukung 08 kompak bersatu, Sekarang Influencer Prabowo lebih sibuk sendiri di TikTok dan Instagram bersama circle masing-masing, menyemburkan konten2 berdaging , Narasi2 keren tapi lagi2 RAPUH DI KOLOM KOMENTAR! Sementara itu “semut merah” yang dulu ikut membangun dari bawah ( di X Twitter) justru seperti tidak lagi dianggap penting dan tidak dilibatkan mengisi ruang2 kosong di kolom komentar IG Dan Tiktok atau Facebook bahkan Youtube Padahal dalam komunikasi politik, jangan hanya mengandalkan panggung besar dan influencer dengan ratusan ribu pengikut , ruang2 diskusi di kolom komentarpun harus diisi oleh komen2 positif yang mendukung dari narasi besar sang Influencer. Ibarat jualan, kalau mau dagangan benar-benar sampai ke masyarakat, jangan cuma mengandalkan SPG kinclong di mall. Libatkan juga pedagang kecil yang setiap hari keluar-masuk gang, menyapa warga, dan tahu persis apa yang dirasakan orang di bawah (Ceruk Kolom Komentar) karena disitulah opini / konten diuji ( diperdebatkan, dipertahankan ) Dukungan politik udara Jangan hanya sekedar Posting konten di akun2 besar tiktok dan Ig lalu sudah begitu saja, Masuk juga ke lorong-lorong percakapan rakyat (Kolom Komentar) . Dengarkan dan diskusi dengan mereka yang selama ini menjadi penyambung suara di akar rumput. Kalau tidak, jangan kaget ketika warga di gang-gang sempit yang dulu ramai-ramai mendukung, perlahan memilih diam.( Ceruk sosial media) Bukan karena mereka tiba-tiba membenci. Bisa jadi karena mereka merasa sudah tidak dianggap penting. Dan anak-anak X/Twitter lama? Mungkin sekarang cuma bisa tersenyum sambil berkata: “Kan sudah pernah diingatkan.”

Miss tweet

35,584 Aufrufe • vor 18 Tagen

Bagi saya, PIK2 adalah monumen kerja nyata (sekalipun digarap oleh imperialis oligarki swasta), tapi (saat ini) bukan negara dalam negara. Ada batasan tafsir antara “Kenyamanan” dengan “Kedaulatan.” Narasi “Negara dalam Negara” hanyalah opini subyektif yg dipicu oleh emosional spontan saat melihat keteraturan yg gagal diciptakan oleh birokrasi pemerintah, namun berhasil diwujudkan oleh tangan swasta. Faktanya, secara hukum (de jure) dan fakta (de facto), PIK2 masih di bawah bendera Indonesia. Polisi, pajak, dan izinnya masih produk pemerintah. Jika di sana lebih teratur, lebih mewah, dan lebih disiplin, itu adalah manajemen kawasan komunitas, bukan pemisahan kedaulatan. Sebuah pandangan absurd menganggap keteraturan sebagai pengkhianatan nasional hanya karena sebagian besar orang terbiasa dengan kesemrawutan. PIK2 adalah manifestasi dari “Perjuangan Mewujudkan Impian” oleh sekelompok orang yg bergerak membangunnya sendiri, disaat negara dianggap lambat menyediakan standar hidup yang ideal. Mereka bahkan sama sekali tidak protes, tapi mereka membangun impian. Bahwa didalamnya ada misi jangka panjang, menengah, pendek, keuntungan ekonomi yg besar, rencana politik tersembunyi dan lain sebagainya, itu mungkin-mungkin saja. Tapi perkara PIK2 pada akhirnya terwujud sebagai sebuah “Karya Nyata”, itu merupakan kerja real dari pihak-pihak yg mewujudkan impiannya. Bukankah hal yg sama pula yg kini hendak dilakukan Amerika dan Israel terhadap “New Gaza” melalui konsorsium BoP-nya..? Jadi point pentingnya adalah sebuah “Kesadaran”. Yakni sadar bahwa “Keteraturan” itu mahal harganya, butuh kerja keras dan pengorbanan. Dalam kasus PIK2, pengorbanan oligarki itu adalah IKN yg dibayar dengan PSN (walaupun pada akhirnya dicabut di era pemerintah Presiden Prabowo), bukan hasil dari rapat-rapat retorik tanpa aksi. Dalam banyak hal, “Impian” dapat diwujudkan dengan spirit berjuang dengan keras dan sungguh-sungguh, termasuk hal-hal yg menyangkut impian membangun hukum, konstitusi, demokrasi serta ekonomi yg madani. Fakta hari ini, PIK2 merupakan produk dari hasil “Perjuangan Mewujudkan Impian” dalam “Keteraturan dan Kemewahan” didalamnya. Ia adalah prasasti fisik yang menampar wajah para pemimpi di siang bolong. Jika pun kelak dikemudian hari impian itu menuju kepada “Kedaulatan dan Otoritas Pemerintah Eksklusif”, boleh jadi juga akan terwujud, sepanjang intensitas kekuatan semangat yg sama dalam “Perjuangan Mewujudkan Impian” tersebut dengan segala pengorbanannya ditunaikan oleh para pihak yg hendak mewujudkannya. Intinya tidak ada perwujudan impian yg gratis, kecuali impian “bunga tidur” dari para pecundang yg ngelindur. PIK2 sejatinya adalah monumen yang dapat dijadikan tonggak pengingat, bahwa Impian hanya bisa diwujudkan dengan “Perjuangan dan Pengorbanan”, bukan sekedar omon omon dan omon di medsos, namun enol kosong didunia nyata. Ingat, kekalahan dan keterpurukan itu bukan karena orang jahat itu hebat dan kuat, tapi karena orang baik tidak mau bangkit, kompak, berjuang dan berkorban mewujudkan impiannya.

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

28,379 Aufrufe • vor 4 Monaten