正在加载视频...

视频加载失败

27,280 次观看 • 21 天前 •via X (Twitter)

0 条评论

暂无评论

原始帖子的评论将显示在这里

相关视频

Jika umat Islam terus dijejali kata-kata "kiamat sebentar lagi" atau "ini akhir zaman", maka tak akan ada ilmuwan-ilmuwan muslim yang hebat yang akan memimpin ilmu pengetahuan di masa depan. Umat Islam tak akan mau tahu bagaimana kehidupan manusia di masa depan yang mungkin masih ribuan tahun bahkan jutaan tahun lagi. Umat Islam tak akan mau berpikir tentang nasib Islam sendiri di masa depan. Bagaimana cara ibadah jika manusia tak lagi hidup di bumi? Salat menghadap ke mana, puasa hitungan waktunya bagaimana, haji harus pergi ke mana? Semua pertanyaan itu semacam "dimatikan" di pendidikan Islam dengan ucapan "kiamat sebentar lagi". Beres. Andai manusia hidup di Mars, hitungan 1 tahun di sana adalah 687 hari. Puasanya gimana coba? Setahun puasa 30 hari atau jadi 60 hari? Tapi diskusi hal-hal seperti itu tak akan kita temukan di dalam forum pendidikan Islam. Yang kita temukan dalam kajian Islam masih seputar hal-hal remeh yang itu harusnya sudah masuk dalam hukum kesepakatan antar-manusia, bukan hukum agama. Coba perhatikan kajian-kajian Islam yang seperti ini: - hukum perempuan mencari ilmu dan bekerja di luar rumah - hukum istri ambil uang di saku suami tanpa izin - hukum menjelekkan kantor eks-tempat kerja - hukum membuka aib pasangan - hukum mencukur bulu kemaluan - hukum melakukan hubungan seks dengan gaya ini dan itu... - dll. Bayangkan, hal-hal seperti itu dibahas dalam konteks agama di media-media publik. Islam itu mengajarkan akhlak baik. Akhlak baik itu sesuai apa yang sufah kita sepakati. Masak urusan menjelekkan kantor lama saja harus ditanyakan apakah itu baik atau tidak menurut Islam? Kapan umat Islam memikir kehidupan di masa depan jika merasa harus mengembalikan peradaban seperti 14 abad yang lalu? Di saat umat manusia di luar sana berpikir tentang bagaimana cara bisa hidup di luar bumi, kita umat Islam masih ada yang ingin kembali berjual beli memakai dinar dan dirham. Ya Allah ya Tuhanku... Sampai abad 20 kemarin, bolehlah kita ngotot beragama dengan memahami dalil secara tekstual. Namun di abad 21 ini, zaman sudah benar-benar berubah. Sampai tahun 1980-an lalu mungkin kita masih bisa gagah menyuarakan hukum negara bisa dikembalikan seperti hukum di abad ke-7, namun sekarang, Anda masih mau mengajak orang lain menerapkan hukum potong tangan? Semua kitab-kitab ulama besar yang sekarang dijadikan sandaran umat Islam, ditulis sudah berabad-abad yang lalu. Para ulama besar itu menulis teori dan menafsirkan Quran Hadis dengan didasarkan logika manusia saat itu. Sudah saatnya umat Islam sekarang menafsirkan kembali ajaran Islam untyk #islammasadepan

Hasyim Muhammad

35,901 次观看 • 2 年前