Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Ini kritik yang bagus dan membangun! Pemerintah harus memprioritaskan program yang lebih urgent dan dibutuhkan masyarakat Cadas Fatimah Azzahra 😎🔥

16,749 Aufrufe • vor 2 Monaten •via X (Twitter)

14 Kommentare

Profilbild von Muso Bandi
Muso Bandivor 2 Monaten

Percuma ngumpulin para professor kalo nggak tahu mana yang urgent dan penting untuk masyarakat. Kebanyakan joget-joget sih.

Profilbild von Maudy Asmara
Maudy Asmaravor 2 Monaten

Betul, gelar akademik tinggi harusnya sejalan dengan kepekaan sosial terhadap prioritas rakyat.

Profilbild von nico delanoHenry@P.
nico delanoHenry@P.vor 2 Monaten

Cerdas bagus demi negara.. Di Indonesia masih kental budaya RISMON... Awal2 bringas... Eehh.. belakangan lembek. Selamat sore, mba @Mdy_Asmara1701

Profilbild von Maudy Asmara
Maudy Asmaravor 2 Monaten

Selamat sore pak

Profilbild von nico delanoHenry@P.
nico delanoHenry@P.vor 2 Monaten

🙏🙏🙏

Profilbild von Town
Townvor 2 Monaten

Iy pa pemerintah, itung dong kebutuhan rehab korban Aceh, Sumut, Sumbar ..trus kebut bangun. Minta ja tu pakde basuki yg kerjain. Minimal uang kop mp di geser dulu itu ..

Profilbild von mábia noana
mábia noanavor 2 Monaten

Bener banget, kritik yang membangun tuh penting. Aku biasanya catat ide-ide kayak gini di notebook biar gak lupa.

Profilbild von 🌱kimfull
🌱kimfullvor 2 Monaten

Orang tua nya pasti bangga banget punya anak yang cerdas seperti ini , masya Allah lanjutkan girls

Profilbild von ® rebound!
® rebound!vor 2 Monaten

Akun roebanie ditangguhkan Kak 😁

Profilbild von pahruddin Lubis SE
pahruddin Lubis SEvor 2 Monaten

luar biasa anak ini.. semoga tetap istiqomah

Profilbild von Rian Hermana
Rian Hermanavor 2 Monaten

jadi seharusnya menggunakan ISO 31000 untuk kritik pemerintah

Profilbild von AiniMuhamad
AiniMuhamadvor 2 Monaten

Mahasiswa yg cerdas, cara menyampaikan komunikasinya juga lancar dan cerdas, enak di liat dan di dengar, mestinya kepala Bakom belajar dari dia, membela kekuasaan juga mestinya harus lancar dan cerdas, jgn asal bela lalu kelihatan tdk cerdas.

Profilbild von Beta
Betavor 2 Monaten

Kualitas kodari jauh dibawah rata2 anak UI

Profilbild von Rian Hermana
Rian Hermanavor 2 Monaten

Manajemen risiko terjadinya penurunan kecerdasan karena kekurangan gizi : 1. eliminasi kekurangan gizi, Prospek 90-97 % tetap cerdas. 2. subtitusi kekurangan gizi, Prospek 70-80% tetap cerdas. 3. enginering control kekurangan gizi, Prospek 60-70% 4. aturan 5. PPE. dibawah 60%

Ähnliche Videos

BANYAK KASUS KERACUNAN MBG, KOK YANG DISALAHKAN MALAH “PARA PEMBENCI PRABOWO”? Setiap kali muncul kasus dugaan keracunan dalam program MBG, selalu saja ada komentar yang arahnya ke mana-mana. "MBG disabotase." “Ini ulah pembenci Prabowo.” “Yang kalah Pilpres.” “Soros.” “Anteknya asing.” Dan berbagai kambing hitam lainnya. Lho... Kalau memang ada masalah dalam pelaksanaan program pemerintah, kenapa tidak mulai dari hal paling sederhana? NGACA. Program pemerintah dijalankan oleh pemerintah. Kalau ada makanan yang bermasalah, standar keamanan pangan harus diperiksa. Kalau distribusinya bermasalah, evaluasi distribusinya. Kalau dapurnya bermasalah, periksa pengelolaannya. Kalau pengawasannya lemah, perbaiki pengawasannya. Kalau ada pihak yang lalai, tindak sesuai aturan. Sesederhana itu. Jangan setiap ada kegagalan langsung mencari musuh politik. Pemerintah itu bukan kelompok komentator di media sosial. Pemerintah punya kewenangan, punya anggaran, punya aparat, punya lembaga, punya sistem pengawasan, dan punya tanggung jawab. Jadi ketika muncul masalah, publik wajar bertanya: SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB? Bukan malah sibuk mencari siapa yang bisa dituduh sebagai penyabotase. Kalau semua kritik dijawab dengan PEMBENCI PRABOWO, lalu kapan pemerintah mau mengevaluasi dirinya sendiri? Kalau semua persoalan dilempar ke lawan politik, Soros, asing, atau kelompok tertentu, kapan kita bicara soal kualitas pelaksanaan program? Jangan sampai kegagalan sistem malah ditutup dengan fanatisme politik. Hari ini yang harus dilindungi bukan nama baik pemerintah. YANG HARUS DILINDUNGI ADALAH ANAK-ANAK YANG MAKAN MBG. Program sebesar MBG harusnya punya standar keamanan yang jauh lebih serius daripada sekadar membangun citra dan membela siapa yang sedang berkuasa. Kalau ada dugaan keracunan, investigasi harus terbuka. Penyebabnya harus dicari. Prosedurnya harus diperiksa. Pengawasan harus diperketat. Dan kalau memang ada kelalaian, harus ada yang bertanggung jawab. Bukan malah: “INI SABOTASE!” “INI POLITIK!” “INI ULah PEMBENCI!” Itu bukan solusi. Itu namanya menghindar dari persoalan. Pemerintah yang kuat bukan pemerintah yang selalu merasa diserang. Pemerintah yang kuat adalah pemerintah yang mampu menerima kritik, mengakui kalau ada yang salah, lalu memperbaikinya. Bukannya ngaca, malah nyalahin kiri, kanan, depan, belakang. Emang kualitas tai pemerintah kalau setiap masalah selalu dicari kambing hitamnya. Dan satu lagi. Ndak anaknya Soekarno. Ndak anaknya Gus Dur. Ndak anaknya SBY. Ndak anaknya Jokowi. Ndak anaknya Cak Nun. Termasuk Gus dan Habib. Nama besar orang tua bukan sertifikat kualitas untuk anaknya. Kalau kualitas dirinya masih dinilai hanya karena dia anaknya seseorang, ya dia masih bukan siapa-siapa. Yang membuat seseorang layak dihormati itu bukan darah keturunannya. Bukan nama belakangnya. Bukan siapa bapaknya. Bukan siapa yang mendukungnya. Tapi KUALITAS DIRINYA. Jabatan bisa diwariskan. Nama bisa diwariskan. Koneksi bisa diwariskan. Tapi kualitas, integritas, kemampuan, dan tanggung jawab? ITU HARUS DIBUKTIKAN SENDIRI. Begitu juga dengan pemerintah. Jangan minta rakyat percaya hanya karena yang memimpin punya nama besar. BUKTIKAN DENGAN KINERJA. Kalau benar programnya bagus, pertahankan. Kalau ada yang salah, akui. Kalau ada yang lalai, tindak. Kalau ada yang keracunan, jangan buru-buru cari kambing hitam. SELAMATKAN DULU RAKYATNYA. SETELAH ITU, CARI APA YANG SALAH.

Sumatera Adil & Federal

15,786 Aufrufe • vor 9 Tagen