Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Inilah suara si sofiatul penista agama islam. Si sofiatul ini harus segera ditangkap dan dipenjarakan serta diblokir semua videonya di youtube dan tiktok, krn memprovokasi mengadu domba antar umat beragama di indonesia! Tapi mengapa si sofiatul belum juga ditangkap?

92,826 Aufrufe • vor 2 Jahren •via X (Twitter)

0 Kommentare

Keine Kommentare verfügbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

Ähnliche Videos

Musibah banjir menggugah kepedulian umat beragama untuk menolong korban, tanpa memandang SARA. Hal ini pula yang ditunjukkan pengelola Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Tanjungkarang Kurung, Kecamatan Jati, Kudus. Gereja GKMI sendiri berada di wilayah terdampak banjir namun terbebas dari genangan air shg membuat pengelola gereja membuka tempat ibadah tersebut sebagai titik pengungsian umum bagi warga terdampak banjir. GKMI Tanjungkarang mulai membuka tempat pengungsian banjir semenjak sekitar tahun 1980-an. Karena memang di daerah tsb sudah puluhan tahun terdampak banjir tahunan jk curah hujan tinggi atau terdampak banjir kiriman krn berada di daerah rendah. Kota Kudus terkenal dengan kota yang tinggi tingkat toleransinya. Tak terkecuali di Desa Tanjungkarang Kec. Jati. Toleransi umat beragama di desa setempat memang cukup bagus, sudah banyak kegiatan yang dilaksanakan bersama dari berbagai umat beragama. Mereka hidup penuh dengan toleransi beragama, hidup rukun, dan berdampingan. Ada gereja, masjid, dan klenteng yang saling berdekatan, mereka rukun saling mendukung dan saling menjaga toleransi. Menjadi tempat pengungsian, pihak gereja tidak hanya menyediakan tempat agar pengungsi bisa tidur nyaman, tetapi pengelola gereja juga menyediakan kebutuhan makan sahur dan berbuka puasa selama pengungsi tinggal di bulan ramadhan ini. Tak terkecuali pihak gereja jg menyediakan tempat khusus salat dan terawih berjamaah. Karena mayoritas pengungsi merupakan umat Muslim. Ada sekitar 70% pengungsi ini adalah umat muslim dan sisanya 30 % merupakan jemaat gereja GKMI dan umat beragama lain. Inilah seklumit kisah toleransi antar umat beragama yang ada di Indonesia dan Kota Kudus pada khususnya.

DwiOktariyadi

12,264 Aufrufe • vor 2 Jahren

Ada yang ingin vurwl, bantu viralkan genk Viral Pria Asal Aceh Hina Nabi Muhammad di Medsos, Polisi Diminta Turun Tangan Banda Aceh - Video seorang pria asal Aceh diduga menghina Nabi Muhammad dan mualaf viral di media sosial. Pria itu mengaku telah menganut agama Kristen. Dilihat detikSumut, Kamis (9/10/2025), pria itu mengunggah videonya di akun TikTok @tersadarkan5758. Saat itu, dia menjelaskan alasannya pindah agama dari Islam ke Kristen. Dalam video itu yang ditonton 1,9 juta kali itulah dia diduga menghina Nabi Muhammad dan para mualaf. Video itu ramai dibagikan netizen serta dibanjiri komentar. "Fenomena ini sangat memprihatinkan. Aceh dikenal sebagai Serambi Mekkah, tapi justru dari sini muncul konten yang menistakan agama dan mempermainkan simbol-simbol keislaman. Ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi juga cermin krisis moral dan pemahaman agama yang serius," kata Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Banda Aceh, Saiful Amri dalam keterangannya. Saiful menilai, tindakan pelaku bukan hanya melanggar norma sosial dan nilai keislaman, tetapi juga dapat menimbulkan kegaduhan dan perpecahan di tengah masyarakat. Menurutnya, kebebasan berekspresi di ruang digital tidak boleh disalahgunakan untuk menyerang keyakinan agama orang lain. "Kami mendukung kebebasan berpendapat, tapi bukan kebebasan untuk menghina agama. Jika dibiarkan, hal seperti ini akan menciptakan efek domino generasi muda bisa menganggap wajar untuk memperolok hal-hal sakral," jelasnya. "Kami minta Polda Aceh bertindak cepat. Jangan sampai keresahan masyarakat semakin meluas. Penegakan hukum yang tegas akan menjadi pembelajaran dan efek jera bagi siapa pun yang mencoba menistakan agama," lanjut Saiful. Saiful mengimbau seluruh masyarakat agar tidak terpancing emosi dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat berwenang. Dia mengajak generasi muda untuk memperkuat literasi digital serta menanamkan kembali nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan bermedia sosial. "Kita harus introspeksi. Mengapa dari Aceh, yang dikenal dengan Syariat Islam-nya, bisa muncul konten seperti ini? Ini sinyal bahwa kita perlu memperkuat pendidikan agama dan karakter, terutama di kalangan anak muda," tutur Saiful. Sumber:

Never

74,593 Aufrufe • vor 11 Monaten