Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

20,063 Aufrufe • vor 2 Monaten •via X (Twitter)

0 Kommentare

Keine Kommentare verfügbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

Ähnliche Videos

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF SEMPAT PERANG SARUNG, INI PENYEBAB PELAJAR KUNINGAN YANG TEWAS DI TPU Kuningan - Kasus tewasnya pelajar SMP bernama Muhammad Hilman Herdian (14) yang jasadnya ditemukan di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Caringin Kurung, Kelurahan Cirendang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan pada Kamis (6/3/2025) pagi kini memasuki babak baru. Penyidik Polres Kuningan telah menerima hasil autopsi jenazah Hilman dan disimpulkan penyebab kematiannya bukan akibat penganiayaan. Kapolres Kuningan AKBP Willy Andrian mengungkapkan, dalam kasus tewasnya pelajar kelas 2 SMPN Cigugur ini pihaknya telah melakukan sejumlah rangkaian penyelidikan termasuk membongkar kuburan Hilman dan membawa jenazahnya ke RS Bhayangkara Losarang, Indramayu, untuk dilakukan autopsi. Polisi juga memanggil sejumlah rekan-rekan korban yang sempat bersama sebelum kejadian untuk dimintai keterangan. Total ada 20 remaja yang diperiksa dan semuanya masih berstatus pelajar yang berusia rata-rata 14 dan 15 tahun. "Diperoleh informasi, ternyata awal mulanya memang sempat terjadi perang sarung antara anak RT 01 dan 09, hingga ada salah satu kelompok yang kalah dan melarikan diri hingga tercerai berai. Kemudian kelompok yang kalah ini kembali berkumpul dan ternyata tidak mendapati korban, sehingga bersama-sama mereka melakukan pencarian. Ternyata pada Kamis pagi korban ditemukan di area pemakaman sudah dalam keadaan meninggal dunia," papar Willy kepada awak media di Mapolres Kuningan, Jumat (7/3). Atas kejadian itu, Willy melanjutkan, pihaknya segera melakukan sejumlah rangkaian penyelidikan dan melakukan autopsi terhadap jenazah Hilman. Dari hasil otopsi, kata Willy, ternyata benar ditemukan sejumlah luka di antaranya di bagian dahi, lecet di pipi dan luka lengan. "Tapi hasil keterangan dari dokter forensik menyimpulkan luka tersebut tidak menyebabkan kematian. Dan, kami juga sudah menanyakan apakah ada luka memar di bagian wajah, kepala dan di badan, dinyatakan oleh dokter forensik tidak ada. Sehingga bisa diartikan korban ini meninggal bukan akibat penganiayaan," ungkap Willy. Adapun penyebab kematiannya, menurut Willy, kemungkinan akibat korban terjatuh saat dalam upaya pelarian dari perang sarung tadi. "Karena dari hasil autopsi menyatakan bahwa luka di bagian dahi, wajah dan lengan korban bukan menyebabkan kematian dan tidak ada bekas luka memar di bagian kepala, wajah dan badan korban. Mungkin saat korban melarikan diri ini terjatuh sehingga langsung meninggal dunia," jelasnya. Terlebih, kata Willy, ada informasi dari pihak keluarga bahwa korban Hilman ini ternyata juga punya riwayat penyakit bawaan yang kerap kambuh. "Bahkan di saat mengalami kelelahan bisa membuatnya pingsan. Mungkin penyakit bawaan ini juga sebagai salah satu pemicunya," ungkap Willy. Namun demikian, Willy mengatakan, kasus meninggalnya Hilman ini masih dalam penanganan anggota Satreskrim Polres Kuningan termasuk melakukan pemeriksaan terhadap anak-anak yang terlibat dalam perang sarung yang menjadi pemicu kejadian di Kelurahan Cirendang tersebut. Keterlibatan anak-anak yang masih di bawah umur, kata Willy, mengharuskan penanganan kasus ini secara khusus dengan melibatkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan instansi terkait. "Ini patut menjadi perhatian bersama tidak hanya kepolisian, namun juga pemerintah daerah, tenaga pendidik, pemerintah desa dan kecamatan terutama para orang tua untuk mengawasi para remaja yang masih duduk di bangku SMP dan SMA agar jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Di bulan Ramadan ini, sebaiknya anak-anak bisa diarahkan untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat seperti mengaji, pesantren kilat dan lainnya. Anak-anak jangan dibiarkan keluar rumah pada malam hari sehingga mereka bisa melakukan kegiatan negatif yang dapat meresahkan masyarakat," imbau Willy. SUMBER: DETIK JABAR

CREEPY ROOM

242,431 Aufrufe • vor 1 Jahr

Tofauti na mitazamo ya baadhi ya wanachama wa CCM na wachambuzi wa siasa waliokuwa wakidai kuwa CHADEMA imepoteza mvuto na inaelekea ukingoni mwa siasa za Tanzania, ziara ya viongozi wake wakuu katika mikoa ya Mbeya na Njombe imeonesha picha tofauti baada ya maelfu ya wananchi kujitokeza katika mikutano ya hadhara iliyofanyika katika maeneo mbalimbali ya mikoa hiyo. Ziara hiyo inayoongozwa na Makamu Mwenyekiti wa CHADEMA Bara John Heche pamoja na Makamu Mwenyekiti wa chama hicho Zanzibar, imevutia umati mkubwa wa wananchi waliofurika katika viwanja vya mikutano tangu saa kadhaa kabla ya viongozi hao kuwasili. Katika baadhi ya maeneo, wananchi walionekana wakisongamana kandokando ya barabara na viwanja vya mikutano ili kupata nafasi ya kusikiliza ujumbe wa viongozi hao. Mbali na mahudhurio makubwa, jambo lililoibua mjadala ni mwitikio wa wananchi katika uchangishaji wa fedha za chama kupitia kampeni ya “Tone Tone”, mamia ya wananchi wakionekana kujitokeza kwa hiari kutoa michango yao, huku wengine wakisukumana kuelekea jukwaani ili kukabidhi michango yao mbele ya viongozi wa chama hicho. Baadhi ya wananchi waliozungumza baada ya mikutano hiyo walisema wamehamasishwa na ujumbe wa viongozi wa CHADEMA kuhusu demokrasia, uwajibikaji na mustakabali wa taifa, hali iliyowafanya waone umuhimu wa kuchangia shughuli za chama. Walisema michango yao, licha ya kuwa midogo kwa baadhi yao, ni ishara ya kuunga mkono harakati wanazoamini kuwa zina manufaa kwa jamii. Wachambuzi wa masuala ya kisiasa wanasema mwitikio huo katika mikutano ya Mbeya na Njombe unaonesha kuwa ushindani wa kisiasa nchini unaendelea kuwa hai, huku vyama vya upinzani vikionesha uwezo wa kuhamasisha wananchi na kukusanya rasilimali kupitia michango ya wanachama na wafuasi wao.

Royal Media

14,694 Aufrufe • vor 5 Tagen