Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

Jahat begini dan begitu byk korban, cuma minta maaf?🤦 Efek jeranya dimana? Listyo Sigit Prabowo Humas Polri Viral 2 Siswa SMA di Surabaya Akui Sebar Video Teman ke Bandar.

204,446 views • 2 months ago •via X (Twitter)

0 Comments

No comments available

Comments from the original post will appear here

Related Videos

HOTMAN PARIS BACOL JUGA🤭 Akhirnya ciut juga tuh nyali wak, Hotman Paris mendadak lempar permohonan maaf ke publik. Semua ini bermula dari keputusannya jadi kuasa hukum Eks Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Langkah ini dianggap publik sebagai blunder terbesar dalam kariernya. Kenapa netizen dan publik bisa se-GERAM itu sama Hotman Paris dalam kasus ini? Ini poin-poin utamanya: 1. BERADA DI SISI YANG SALAH Febrie Adriansyah disorot tajam terkait rentetan kasus besar. Publik kecewa berat karena Hotman yang biasanya membela korban ketidakadilan, sekarang malah pasang badan buat mantan pejabat ring atas yang sarat kontroversi. 2. LOGO "PENGACARA RAKYAT KECIL" RUNTOH Publik merasa dikhianati. Branding KOPI JOHNNY yang melekat sebagai tempat ngadu rakyat miskin seketika sirna. Netizen menilai Hotman akhirnya kembali ke setelan pabrik, uang dan kekuasaan di atas segalanya. 3. BLUNDER NARASI DI MEDIA Alih-alih bersikap netral sebagai penasihat hukum, narasi-narasi awal yang dilempar Hotman terkesan terlalu defensif dan menyerang balik kritik publik. Hal ini justru memancing minyak ke dalam api emosi netizen. 4. MINTA MAAF KARENA PASAR, BUKAN KARENA SADAR Netizen X langsung mengendus bau kepalsuan. Permintaan maaf Hotman dinilai bukan karena dia merasa salah secara moral, tapi murni kalkulasi bisnis, takut kehilangan panggung, pamor, dan boikot massal terhadap lini bisnisnya. Gerakan cancel culture emang gak main-main. Sekelas Hotman Paris pun terpaksa turunkan ego dan minta maaf demi menyelamatkan mukanya di depan publik. Apakah permohonan maaf ini tulus atau cuma taktik humas biasa? Lu melupakan atau tetep cancel nih?

Sumatera Adil & Federal

56,964 views • 1 month ago

Maling ketangkap warga, dibawa ke Polsek malah disuruh dilepas oleh pakpol Viral di Sosial Media , Oknum Polisi Diduga Minta Pelaku Pencurian Motor Dilepas di Cikarang Utara Ramai di Instagram Wanita Penggiat Medsos CIKARANG UTARA,KABUPATEN BEKASI – Adanya Unggahan Video Via Instastory Penggiat Medsos bernama evaperw***** Yang Viral di mana perdebatan tersebut terjadi pada warga juga korban dengan seorang oknum anggota polisi di Mako Polsek Cikarang Utara menjadi sorotan publik. Dalam rekaman yang beredar, oknum polisi diduga menyarankan agar terduga pencuri motor yang sebelumnya diamankan warga dilepaskan begitu saja. Peristiwa bermula ketika warga Kampung Kongsi RT 03/09 berhasil menggagalkan aksi pencurian sepeda motor sekitar pukul 04.00 WIB Waktu subuh Selasa (9/9/2025). Pelaku sudah sempat mengeluarkan dua unit kendaraan sebelum dipergoki dan akhirnya ditangkap ramai ramai warga. Namun, ketika korban dan warga melaporkan kejadian ke kantor polisi, muncul pernyataan dari salah satu oknum anggota yang menimbulkan kekecewaan korban dan warga . Dalam video yang beredar, terdengar keluhan warga : *“jawaban polisinya, suruh di lepasin aja katanya… di gaji rakyat malah begini.”* Pernyataan itu sontak memicu kemarahan masyarakat yang di mana korban memvideokan oknum polisi tersebut , karena dianggap tidak mencerminkan sikap tegas aparat dalam memberantas kriminalitas. Warga menilai polisi seharusnya hadir melindungi, bukan justru terkesan meremehkan laporan masyarakat yang di mana masyarakat sudah berhasil membantu menangkap kriminalitas di Area cikarang utara. Hingga kini, pihak Polsek Cikarang Utara belum memberikan klarifikasi resmi terkait rekaman tersebut. Kasus ini pun viral di media sosial dan memicu kritik luas warganet dan warga terhadap kinerja aparat kepolisian di tingkat Polsek.

Never

169,006 views • 11 months ago

Pencari Bekicot Jadi Korban Salah Tangkap Nasib sial menimpa Kusyanto (38) warga Dusun Kuwojo Desa Dimoro Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Oknum Polisi Cekik dan Ancam Pencari Bekicot, Korban Disuruh Ngaku Mencuri (6/3/2025) Kronologi Saat sedang beristirahat di tepi sungai usai mencari bekicot tiba tiba ia didatangi sejumlah orang salah satunya oknum anggota polisi berinisial IR. Saat sedang beristirahat di tepi sungai usai mencari bekicot tiba tiba ia didatangi sejumlah orang salah satunya oknum anggota polisi berinisial IR. Oleh sejumlah orang yang mendatanginya, Kusyanto dituduh mencuri pompa air milik warga. Peristiwa itu terjadi Minggu, (2/3) malam di Desa Suru Kecamatan Geyer. Tanpa bukti, kedua tanganya langsung diikat dan dinaikan sepeda motor untuk dibawa ke Desa Ngleses Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali. Karena merasa tidak melakukan perbuatan tersebut, korban tidak melakukan perlawanan. "Karena saya tidak mencuri, saya nurut dibawa kemanapun, saya dibonceng pakai sepeda motor dan diapit oleh polisi," ungkap Yanto, Kamis (6/3). Sesampainya di Desa Ngleses, beber Kusyanto, dia diajak masuk ke salah satu rumah untuk diinterograsi dan dipaksa mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya. Bersikukuh tak mengaku, Kusyanto dan sebuah karung berisikan bekecot serta sepeda motor miliiknya dibawa ke Polsek Geyer. Dalam video berdurasi 27 detik yang sempat viral di medsos, korban tampak mendapat perlakuan kasar dan dipaksa mengakui perbuatan yang tidak ia lakukan. "Ayo ngaku gak, ngaku gak," ucap IR sambil menunjuk nunjuk muka korban. Terpisah, Kapolsek Geyer AKP Bambang Dwi Ranto tidak menafikan adanya peristiwa tersebut. Kusyanto sempat digelandang ke Mapolsek Geyer. Namun, karena tidak ada bukti ia kemudian diserahkan pada keluarganya disaksikan oleh kepala desa disertai berita acara penyerahan. "Berita acara penyerahan kepada keluarganya juga kita buatkan. Peristiwa ini sudah kami laporkan ke pimpinan dan sedang ditangani propam,"terang Bambang. Sementara itu, Kasi Humas Polres Grobogan AKP Danang Esanto mengatakan atas nama Polres Grobogan pihaknya meminta maaf atas peristiwa yang menimpa korban.

Miss Tweet |

2,192,061 views • 1 year ago

Pencari Bekicot Jadi Korban Salah Tangkap Nasib sial menimpa Kusyanto (38) warga Dusun Kuwojo Desa Dimoro Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Oknum Polisi Cekik dan Ancam Pencari Bekicot, Korban Disuruh Ngaku Mencuri (6/3/2025) Kronologi Saat sedang beristirahat di tepi sungai usai mencari bekicot tiba tiba ia didatangi sejumlah orang salah satunya oknum anggota polisi berinisial IR. Saat sedang beristirahat di tepi sungai usai mencari bekicot tiba tiba ia didatangi sejumlah orang salah satunya oknum anggota polisi berinisial IR. Oleh sejumlah orang yang mendatanginya, Kusyanto dituduh mencuri pompa air milik warga. Peristiwa itu terjadi Minggu, (2/3) malam di Desa Suru Kecamatan Geyer. Tanpa bukti, kedua tanganya langsung diikat dan dinaikan sepeda motor untuk dibawa ke Desa Ngleses Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali. Karena merasa tidak melakukan perbuatan tersebut, korban tidak melakukan perlawanan. "Karena saya tidak mencuri, saya nurut dibawa kemanapun, saya dibonceng pakai sepeda motor dan diapit oleh polisi," ungkap Yanto, Kamis (6/3). Sesampainya di Desa Ngleses, beber Kusyanto, dia diajak masuk ke salah satu rumah untuk diinterograsi dan dipaksa mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya. Bersikukuh tak mengaku, Kusyanto dan sebuah karung berisikan bekecot serta sepeda motor miliiknya dibawa ke Polsek Geyer. Dalam video berdurasi 27 detik yang sempat viral di medsos, korban tampak mendapat perlakuan kasar dan dipaksa mengakui perbuatan yang tidak ia lakukan. "Ayo ngaku gak, ngaku gak," ucap IR sambil menunjuk nunjuk muka korban. Terpisah, Kapolsek Geyer AKP Bambang Dwi Ranto tidak menafikan adanya peristiwa tersebut. Kusyanto sempat digelandang ke Mapolsek Geyer. Namun, karena tidak ada bukti ia kemudian diserahkan pada keluarganya disaksikan oleh kepala desa disertai berita acara penyerahan. "Berita acara penyerahan kepada keluarganya juga kita buatkan. Peristiwa ini sudah kami laporkan ke pimpinan dan sedang ditangani propam,"terang Bambang. Sementara itu, Kasi Humas Polres Grobogan AKP Danang Esanto mengatakan atas nama Polres Grobogan pihaknya meminta maaf atas peristiwa yang menimpa korban.

Info Jateng

1,956,968 views • 1 year ago

Busyet Bang main templeng bae,kepala orang itu 😢 Semarang - Pewarta Foto Indonesia Semarang dan Aliansi Jurnalis Independen Semarang mengecam kekerasan jurnalis oleh ajudan Kapolri Peristiwa itu terjadi ketika para jurnalis meliput agenda Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau arus balik di Stasiun Tawang Kota Semarang pada Sabtu, 5 April 2025 petang. Kejadian bermula saat Kapolri menyapa seorang penumpang yang duduk di kursi roda. Kala itu sejumlah jurnalis dan humas berbagai lembaga mengambil gambar dari jarak yang wajar. Namun, salah satu ajudan Kapolri kemudian meminta para jurnalis dan humas mundur dengan cara mendorong dengan cukup kasar. Mengetahui hal itu, seorang pewarta foto dari Kantor Berita Antara Foto @antarafotocom , Makna Zaezar @kulomakna , menyingkir dari lokasi tersebut menuju sekitar peron. Sesampainya di situ, ajudan tersebut menghampiri Makna kemudian melakukan kekerasan dengan cara memukul kepala Makna. Usai pemukulan itu, ajudan tersebut terdengar mengeluarkan ancaman kepada beberapa jurnalis dengan mengatakan, "kalian pers, saya tempeleng satu-satu." Sejumlah jurnalis lain juga mengaku mengalami dorongan dan intimidasi fisik, salah satunya bahkan sempat dicekik. Tindakan tersebut menimbulkan trauma, rasa sakit hati, dan perasaan direndahkan bagi korban, serta keresahan di kalangan jurnalis lainnya yang merasa ruang kerja mereka tidak aman. Peristiwa kekerasan tersebut merupakan pelanggaran Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. PFI Semarang dan AJI Semarang menyatakan sikap: 1. Mengecam keras tindakan kekerasan oleh ajudan Kapolri kepada jurnalis dan segala bentuk penghalangan terhadap kerja jurnalistik. 2. Menuntut permintaan maaf terbuka dari pelaku kekerasan terhadap jurnalis. 3. Polri harus memberikan sanksi kepada anggota pelaku kekerasan terhadap jurnalis tersebut. 4. Polri harus mau belajar agar tak mengulangi kesalahan serupa. 5. Menyerukan kepada seluruh media, organisasi jurnalis, dan masyarakat sipil untuk turut mengawal kasus ini. Ketua PFI Semarang, Dhana Kencana Ketua Divisi Advokasi AJI Semarang, Daffy Yusuf • via @pfismg

Never

52,143 views • 1 year ago

GEGARA TAK DIKASIH UANG DUA RIBU, ISTRI HISTERIS LANTARAN SUAMINYA DIANIAYA PEMUNGUT UANG JALANAN👀‼ Seorang pria yang keseharian sebagai sopir travel diduga menjadi korban pemukulan oleh oknum pungli hanya karena tidak memberikan uang Rp2 ribu saat melintas di jalur bekas longsor Merek-Sidikalang, tepatnya di kawasan Lae Pondom, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, Kamis (16/10/2025). Kejadian tersebut viral, setelah video sang istri menangis histeris beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, ia berteriak penuh emosi, “Dipukuli suamiku cuma gara-gara uang dua ribu suamiku tidak ngasih!” Menurut laporan yang telah dibuat korban ke Polsek Sumbul, insiden bermula saat sang supir melintasi lokasi dan tidak memberikan uang kepada pria yang biasa meminta uang dengan kardus. Tak disangka, ia langsung dimaki dengan kata kasar. Merasa tersinggung, sang suami turun dari mobil dan menanyakan alasan makian tersebut. Namun, bukannya mendapat penjelasan, ia justru didorong dan dipukul oleh pelaku yang berkata, “Kenapa..? Anggar jago kau..?” Istrinya yang mencoba merekam kejadian dengan ponsel pun tak luput dari aksi kekerasan. Ponselnya sempat dilempar ke tanah, dan rekaman awal tidak memiliki suara karena kondisi panik. Korban diketahui merupakan supir travel yang rutin melintasi jalur tersebut. Ia mengaku selama ini tidak pernah mengalami masalah meski kadang tidak memberi uang. Pelaku pemukulan disebut baru pertama kali terlihat di lokasi, berbeda dengan peminta uang lain yang sudah dikenal dan tidak pernah bersikap agresif. Divisi Humas Polri Via IG: medankabar #elshintaviral

Radio Elshinta

16,683 views • 10 months ago