Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

Jampidsus Febrie Adriansyah menegaskan tidak tahu keterkaitan antara dirinya dengan proses hukum Polri di perkara dugaan korupsi batu bara yang memicu blackout. Pernyataan itu disampaikan Febrie menjawab pertanyaan wartawan soal penyidikan kasus dugaan korupsi batu bara pemicu blackout di sejumlah wilayah di Indonesia, yang belakangan santer dikaitkan dengan namanya....

19,891 views • 2 months ago •via X (Twitter)

5 Comments

GuyubRukunKini&Nanti(Klepon)'s profile picture
GuyubRukunKini&Nanti(Klepon)2 months ago

Ayo Polri buktikan. @CNNIndonesia cari siapa yg nyuruh Densus 88 menguntit febri&siapa yg menyuruh brimob konvoi ke kejaksaan. Padahal waktu itu kabareskrim bilang tidak ada perintah. Dan apa isi HP anggota Densus 88. Dan kenapa waktu itu pada lari Densus nya, masa Densus lari🤭

Sambel.'s profile picture
Sambel.2 months ago

Seharusnya,itu udah Lgsg Turun jabatan. Malah konpres?

don solitude's profile picture
don solitude2 months ago

🤣🤣🤣🤣🤣

dedy's profile picture
dedy2 months ago

maling kok konpers. negeri yang aneh.

Penjolola's profile picture
Penjolola2 months ago

Gembong nya korupsi . . !!

Related Videos

PERANG BINTANG? Berawal dari mati lampu yg terjadi di banyak wilayah Indonesia beberapa waktu terakhir. Kortastipidkor Polri mengusut dugaan korupsi dan TPPU dalam pengadaan serta pemenuhan pasokan batu bara untuk sejumlah PLTU periode 2018–2026. Penyidik menduga terdapat penyimpangan dalam kontrak, kualitas, kuantitas, hingga aliran dana yang diperkirakan menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar. Dalam pengembangan perkara itu, pada 8 Juli 2026 penyidik menggeledah sebuah kafe di Cipete yang disebut berkaitan dengan Febrie Adriansyah. Dari lokasi tersebut ditemukan sebuah brankas besar yang kini disita untuk kepentingan penyidikan. Hingga saat ini, penyidik belum mengumumkan isi brankas maupun menjelaskan hubungan barang bukti itu dengan konstruksi perkara. Peristiwa ini langsung menyita perhatian karena Febrie bukan sosok biasa. Sebagai Jampidsus di Kejaksaan Agung, ia memimpin pengusutan sejumlah perkara korupsi besar seperti Korupsi BTS 4G Kominfo, Korupsi tata niaga timah, Korupsi tata kelola minyak mentah Pertamina, Korupsi fasilitas ekspor CPO, hingga terakhir kasus pengadaan Chromebook Nadiem Makarim. Karena itu, perhatian publik kini tidak hanya tertuju pada perkara batu bara, tetapi juga pada relasi antarlembaga penegak hukum. Di satu sisi, Polri melalui Kortastipidkor menangani penyidikan ini. Di sisi lain, Kejaksaan Agung di bawah kepemimpinan Jampidsus selama ini justru menjadi ujung tombak pengungkapan korupsi besar. Publik tentu berharap proses hukum berjalan berdasarkan alat bukti, transparan, dan bebas dari pengaruh rivalitas maupun kepentingan politik. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Kita tunggu info selanjut, lagi panas ini… Sumber video: Metro TV

Faizal

205,968 views • 2 months ago

Deretan karangan bunga berisi dukungan kepada Polri tampak berjajar di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Kamis (9/7). Karangan bunga ini muncul di tengah pengusutan tiga kasus korupsi, salah satunya kasus dugaan korupsi batu bara yang menyebabkan blackout di sejumlah wilayah, yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri. Pantauan kumparan di lokasi, terdapat tiga karangan bunga yang dipasang di halaman depan gedung. Ketiganya memuat pesan dukungan terhadap institusi Polri. Karangan bunga tersebut masing-masing bertuliskan, “Bravo Polri Rakyat Bersama Polri”, “Jangan Mundur Rakyat Bersama Polri”, dan “Presiden Prabowo Bersama Polri”. Sebelumnya, Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi di kawasan Jakarta hingga Bogor pada Rabu (8/7). Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan sejumlah perkara yang tengah ditangani penyidik meliputi dugaan korupsi dan TPPU dalam pengadaan batu bara untuk sejumlah PLTU periode 2018-2026, perkara Asabri pada 2020-2025, serta dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI pada 2020-2025. 📸: Dok. kumparan/Nauval Pratama. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: newsupdate | update | news | vidol | R374 | R120 | E053 #bicarafaktalewatberita #kumparan

kumparan

13,246 views • 2 months ago