Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

12,500 views • 10 months ago •via X (Twitter)

0 Comments

No comments available

Comments from the original post will appear here

Related Videos

Ini tetek nya yg kegedean apa bh nya yg kekecilan #tobrut
0:12

Sensitive content

Ini tetek nya yg kegedean apa bh nya yg kekecilan #tobrut

BAND4R 5U5U

98,191 views • 2 years ago

Ini teruntuk cewe-cewe di luar sana, soalnya kalian ini nih pemegang kuncinya. Tanpa kalian, ga bakal bisa anak-anak lahir ke dunia. Gue mau terjemahin hasil riset soal fatherlessness di Amerika. Anak-anak dari rumah tanpa ayah di Amerika Serikat itu ada sekitar 18,4 juta. Dari semua anak-anak tunawisma, 90% ga punya ayah. Dari semua remaja-remaja pembunuh, 75% ga punya ayah. Dari semua anak-anak DO, 71% ga punya ayah. Dari semua anak-anak yang dipenjara, 70% ga punya ayah. Dari semua kasuh bunuh diri di bawah umur, 63% ga punya ayah. Dari semua pemerkosa, 60% ga punya ayah. If a man's greatest gift to his children is to love their mother, a woman's greatest gift to his children would be to love the right man. Kurang-kurangin ngasih anak ke laki yang ga jelas juntrungannya, PLIS. Yang ngancem-ngancem elu kalo ga diewe, yang rajin browsing open BO, yang setiap kecamatan cemcemannya ada tiga. Yang kayak begitu u sepongin. 😩 Gue ngerti sebagai perempuan kita juga berhak buat gatel. Ngerti. Gue juga dulu aktif kok di dunia entotainment. Tapi, mbok ya, it wouldn't kill to be a little selective. Sudah saatnya laki-laki blingsatan di luar sana itu dihindarin, anggap mereka ini wabah. Biar seumur hidupnya cuma bisa ngewe kalo bayar. Kaga bisa punya keturunan karena kaga ada yang mau ngasih. Sekali lagi, DEMI ANAK MASA DEPAN ELO. Lo mau tetek lo lagi bengkak perih-perihnya lagi netein anak eh mata lo malah berair nangisin lakik lo yang serahim ama dakjal? Sudah banyak beredar cerita-cerita di luar sana, wahai Nurlela. Serem. 😖 Jadi bisa kan, ya? Ngasih anak ke cowo yang pantes aja. Tengkyuuuuuu.

Bu Ustajah Anti Saru 🛸👽

634,865 views • 3 years ago

Ketika Bencana Bertemu Politik: Strategi Pengalihan Perhatian di Tengah Kegagalan Negara Dalam kajian ilmu politik dan studi kebencanaan, terdapat fenomena yang dikenal sebagai diversionary politics atau agenda shifting. Fenomena ini merujuk pada upaya sebagian pemerintah mengalihkan perhatian publik dari kegagalan penanganan bencana dengan mengangkat isu lain—terutama keamanan, konflik, atau stabilitas nasional. Strategi ini bukanlah hukum pasti, namun memiliki dasar analitis yang kuat dan terbukti muncul dalam kondisi tertentu. Pengalihan perhatian biasanya terjadi ketika respons negara terhadap bencana lambat atau gagal, kemarahan publik meningkat, legitimasi pemerintah melemah, serta media dan opini publik sulit dikendalikan. Dalam situasi tersebut, negara cenderung memperbesar isu keamanan, mengangkat ancaman separatisme atau instabilitas, membangun narasi ketertiban, serta membatasi simbol solidaritas dan ekspresi publik. Tujuan utamanya adalah menggeser fokus masyarakat dari kegagalan negara ke ancaman lain yang dianggap lebih mendesak, demi mempertahankan legitimasi kekuasaan. Sejarah menunjukkan pola ini dalam berbagai konteks global. Myanmar pasca Cyclone Nargis (2008) menunjukkan kegagalan respons bencana yang diikuti pembatasan bantuan internasional, pengetatan keamanan, dan sensor media. Sri Lanka pasca Tsunami 2004 memperlihatkan distribusi bantuan yang timpang disertai penguatan isu konflik separatis LTTE, yang memperburuk ketegangan etnis. Pakistan saat banjir besar 2010 menampilkan pergeseran narasi dari kritik terhadap pemerintah ke isu stabilitas dan keamanan nasional. Amerika Serikat pasca Hurricane Katrina 2005 memperlihatkan sekuritisasi isu melalui penekanan pada kekacauan dan penjarahan, yang mengalihkan sorotan dari kegagalan negara. Kasus-kasus tersebut memperlihatkan pola serupa: ketika penanganan bencana buruk, isu keamanan sering dijadikan alat untuk menyelamatkan citra pemerintah. Strategi ini mungkin efektif dalam jangka pendek, namun berisiko memperparah ketegangan sosial dan merusak kepercayaan publik dalam jangka panjang. Dalam konteks Aceh, yang memiliki sejarah konflik dan bencana besar seperti tsunami 2004, fenomena ini sangat relevan. Frustrasi masyarakat pascabencana dapat dengan mudah dibingkai sebagai ancaman keamanan jika pendekatan negara terlalu menekankan aspek represif. Pengalaman internasional menunjukkan bahwa pendekatan terbaik adalah humanitarian-first approach, di mana keamanan berfungsi mendukung distribusi bantuan, bukan menggantikannya. Kesimpulannya, bencana bukan semata peristiwa alam, tetapi juga arena politik. Memahami konsep diversionary politics penting untuk mendorong respons negara yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemanusiaan, serta untuk mencegah konflik sosial yang tidak perlu di tengah penderitaan masyarakat. - ib

Aceh 🇮🇩🇹🇷🇵🇸

25,245 views • 6 months ago