Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

kehilangan identitas pakaian Adat😭🤣🙏🏽

1,386,175 Aufrufe • vor 2 Jahren •via X (Twitter)

9 Kommentare

Profilbild von TXT DARI JAKARTA
TXT DARI JAKARTAvor 2 Jahren

Jaktim gak bawa banner Evi Parfum kah

Profilbild von TXT DARI JAKARTA
TXT DARI JAKARTAvor 2 Jahren

Jakbar ga bawa spanduk bakmie kah

Profilbild von TXT DARI JAKARTA
TXT DARI JAKARTAvor 2 Jahren

bawa banner evi parfum ternyata🤣

Profilbild von TXT DARI JAKARTA
TXT DARI JAKARTAvor 2 Jahren

ni jamet bkt sama flyover pasar rebo ga ke shoot? wkwk

Profilbild von bellian
bellianvor 2 Jahren

ih bukan jaksel itu, kan harus ada tatto-tatto kecil sama sepatu docmart dong.

Profilbild von ain't
ain'tvor 2 Jahren

kok ga ada yang cosplay jadi pemuda pancasila

Profilbild von Bintang Putra
Bintang Putravor 2 Jahren

Versi full ya min 😆

Profilbild von riri
ririvor 2 Jahren

Kepulauan seribu yang gak diajak.

Profilbild von Esteh Indonesia, Nyata Sejuknya!
Esteh Indonesia, Nyata Sejuknya!vor 2 Jahren

Wkwk tapi ini bener banget lagii serba serbi Jakarta😭😭

Ähnliche Videos

MENTERI AGAMA KALI INI OFFSIDE Sebagian masyarakat dan pemerhati adat budaya Aceh menyampaikan sikap keberatan resmi kepada Menteri Agama RI terkait penggunaan pakaian adat Aceh dalam penyampaian ucapan yang berkaitan dengan simbol dan perayaan keagamaan non muslim. Menurut mereka, hal itu menimbulkan keresahan dan ketersinggungan, karena pakaian adat Aceh memiliki makna mendalam yang tak terpisahkan dari nilai budaya, sejarah, dan syariat Islam. Pernyataan sikap dan keberatan itu tertuang dalam surat terbuka yang ditandatangani Tgk. Moch JQ Aminullah, BcHk., atas nama masyarakat dan pemerhati adat Aceh, tertanggal 10 Mei 2026, yang ditujukan langsung kepada Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.Adi, di Jakarta. Surat ini juga ditembuskan kepada Presiden RI, Ketua DPR RI, Menteri Dalam Negeri, Majelis Adat Aceh, MPU Aceh, serta Ombudsman RI. Dalam suratnya, para pemerhati adat menegaskan bahwa bagi masyarakat Aceh, pakaian adat bukan sekadar busana seremonial, melainkan simbol kehormatan, identitas sejarah, nilai syariat, dan marwah Aceh sebagai Serambi Mekkah. Penggunaannya harus memegang teguh etika, penghormatan budaya, dan sensitivitas sosial. “Kami memahami dan menjunjung tinggi keberagaman serta toleransi beragama sesuai konstitusi. Namun, penggunaan atribut adat Aceh dalam konteks ucapan keagamaan tertentu tanpa mempertimbangkan nilai dan sensitivitas budaya daerah telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Aceh,” tegas isi surat tersebut. Keberatan ini didasarkan pada landasan hukum, budaya, dan agama yang kuat, antara lain Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 yang mengakui hak masyarakat hukum adat, serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang menjamin kekhususan adat dan budaya berlandaskan syariat Islam

Sumatera Adil & Federal

176,354 Aufrufe • vor 1 Monat

Jagat maya kembali dihebohkan dengan viralnya video pasangan sesama jenis yang diketahui merupakan tenaga kerja wanita (TKW) di Hong Kong. Keduanya memicu gelombang kemarahan publik usai merayakan hari jadi hubungan mereka dengan mengenakan pakaian adat Lampung. Dalam video yang diunggah di platform TikTok, tampak pasangan ini dengan bangga mengenakan pakaian adat pengantin Lampung. Namun, aksi ini justru menuai kecaman dari berbagai kalangan, khususnya masyarakat Lampung, yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap nilai-nilai budaya dan adat istiadat. Adat Lampung sendiri dikenal sangat sakral. Busana adat tersebut selama ini digunakan dalam prosesi pernikahan yang mengikat antara laki-laki dan perempuan, bukan sebagai atribut hiburan atau properti konten media sosial. Setelah viral, pasangan tersebut akhirnya muncul dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Mereka mengaku tidak memiliki maksud menyinggung atau merendahkan budaya Lampung, dan hanya ingin mengenakan pakaian adat untuk sesi foto peringatan hubungan mereka. Namun gelombang protes tak berhenti di situ. Banyak warganet juga menyoroti penyedia jasa sewa pakaian adat, yang dinilai lalai memahami filosofi dan batas etika pemakaian busana tradisional yang disewakan. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya memahami dan menghargai warisan budaya, agar nilai-nilai leluhur tak tergeser oleh tren digital yang kerap abai terhadap norma dan kearifan lokal.

Gondrrong

635,913 Aufrufe • vor 1 Jahr