Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

kehilangan identitas pakaian Adat😭🤣🙏🏽

1,386,301 просмотров • 3 лет назад •via X (Twitter)

Комментарии: 9

Фото профиля TXT DARI JAKARTA
TXT DARI JAKARTA3 лет назад

Jaktim gak bawa banner Evi Parfum kah

Фото профиля TXT DARI JAKARTA
TXT DARI JAKARTA3 лет назад

Jakbar ga bawa spanduk bakmie kah

Фото профиля TXT DARI JAKARTA
TXT DARI JAKARTA3 лет назад

bawa banner evi parfum ternyata🤣

Фото профиля TXT DARI JAKARTA
TXT DARI JAKARTA3 лет назад

ni jamet bkt sama flyover pasar rebo ga ke shoot? wkwk

Фото профиля bellian
bellian3 лет назад

ih bukan jaksel itu, kan harus ada tatto-tatto kecil sama sepatu docmart dong.

Фото профиля ain't
ain't3 лет назад

kok ga ada yang cosplay jadi pemuda pancasila

Фото профиля Bintang Putra
Bintang Putra3 лет назад

Versi full ya min 😆

Фото профиля riri
riri3 лет назад

Kepulauan seribu yang gak diajak.

Фото профиля Esteh Indonesia, Nyata Sejuknya!
Esteh Indonesia, Nyata Sejuknya!3 лет назад

Wkwk tapi ini bener banget lagii serba serbi Jakarta😭😭

Похожие видео

MENTERI AGAMA KALI INI OFFSIDE Sebagian masyarakat dan pemerhati adat budaya Aceh menyampaikan sikap keberatan resmi kepada Menteri Agama RI terkait penggunaan pakaian adat Aceh dalam penyampaian ucapan yang berkaitan dengan simbol dan perayaan keagamaan non muslim. Menurut mereka, hal itu menimbulkan keresahan dan ketersinggungan, karena pakaian adat Aceh memiliki makna mendalam yang tak terpisahkan dari nilai budaya, sejarah, dan syariat Islam. Pernyataan sikap dan keberatan itu tertuang dalam surat terbuka yang ditandatangani Tgk. Moch JQ Aminullah, BcHk., atas nama masyarakat dan pemerhati adat Aceh, tertanggal 10 Mei 2026, yang ditujukan langsung kepada Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.Adi, di Jakarta. Surat ini juga ditembuskan kepada Presiden RI, Ketua DPR RI, Menteri Dalam Negeri, Majelis Adat Aceh, MPU Aceh, serta Ombudsman RI. Dalam suratnya, para pemerhati adat menegaskan bahwa bagi masyarakat Aceh, pakaian adat bukan sekadar busana seremonial, melainkan simbol kehormatan, identitas sejarah, nilai syariat, dan marwah Aceh sebagai Serambi Mekkah. Penggunaannya harus memegang teguh etika, penghormatan budaya, dan sensitivitas sosial. “Kami memahami dan menjunjung tinggi keberagaman serta toleransi beragama sesuai konstitusi. Namun, penggunaan atribut adat Aceh dalam konteks ucapan keagamaan tertentu tanpa mempertimbangkan nilai dan sensitivitas budaya daerah telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Aceh,” tegas isi surat tersebut. Keberatan ini didasarkan pada landasan hukum, budaya, dan agama yang kuat, antara lain Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 yang mengakui hak masyarakat hukum adat, serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang menjamin kekhususan adat dan budaya berlandaskan syariat Islam

Sumatera Adil & Federal

176,851 просмотров • 3 месяцев назад