Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

23,332 views • 1 year ago •via X (Twitter)

8 Comments

Rayy𐙚⋆ | inactive's profile picture
Rayy𐙚⋆ | inactive1 year ago

ini beneran gue gakan denger loren ipsum lagi?🥹🥹 sedih bgt huhu thankyou so much pakcik atas ilmu ilmunyaa, semoga bisa meet di ui yaaa! sekali lagi makasi pakcik jangan lupa ttp bahagia yaa🥹🫶🏻

Solar Heavy's profile picture
Solar Heavy1 year ago

take the journey

iddddddy's profile picture
iddddddy1 year ago

dadah sir dhinen...

fay || gap²⁴ 🍥's profile picture
fay || gap²⁴ 🍥1 year ago

seeing u holding back your tears are making me more sad 😿😿 thank youuuu so much sir! please be happy and stay healthy!

nayess.'s profile picture
nayess.1 year ago

limper kah

ikis freetag's profile picture
ikis freetag1 year ago

danke pakcikk, belajar jadi chill abiez bersama sir captain lorem ipsum 🤩🫰 see u tapi jangan di zoom lagi ketemunya 😥 (aamiin)

ay🅰️²⁵'s profile picture
ay🅰️²⁵1 year ago

:(((

.'s profile picture
.1 year ago

Thanks pak ci

Related Videos

Duka di SMAN 1 Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara. Siswa bernama Arjuman dikenal sosok yg sangat ceria menghembuskan nafas terakhir setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya yaitu tumor otak yg selama ini dia keep sendiri. Terungkap sudah dan viral membuat semua rekannya mengetahui bahwa Arjuman menderita tumor otak. Arjuman anak yatim piatu yg sudah ditinggal oleh ayahnya sejak usia 5 tahun dan ibunya saat hendak masuk SD. Selama ini dia tinggal bersama abangnya yg sudah berkeluarga. Rekannya di sekolah tidak mengetahui dan menyangka bhwa keceriaan yang dia berikan selama ini sebagai cara untuk menutupi penderitaan sakit tumor otak yang dia rasakan. Sejak kelas 2 SMA, kelakuannya mengikat kepalanya dengn dasi atau karet dan saat itu teman²nya mengira tindakan dia itu hanya candaan saja. Kami pikir dia bercanda ternyata cara itu dilakukan untuk mengurangi rasa sakit luar biasa di kepalanya ungkap dari salah satu temannya. Kondisi semakin memburuk saat masuk kelas 3 SMA. Sebelum wafat perjuangan medis penuh dgn cobaan. Arjuman sempat ditolak oleh 2 rumah sakit sebelum akhirnya diterima di rumah sakit yang ketiga. Disinilah kondisi Arjuman koma dan menjalani perawatan intensif ICU. Tapi takdir Arjuman berkata lain. Arjuman wafat tepatnya pada jam 3 sore menjelang ashar. Tangis rekan Arjunmam pecah di sekolah saat kabar duka bahwa dia sudah meninggalkan kita semua 😭😭 Selamat jalan Arjuman. Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun 🎥📌radarsumedang

Yuk Berisik

38,251 views • 7 months ago

Laporan mendalam tvOne News hari ini menyajikan kenyataan pahit yang makin tak terbantahkan: masyarakat Indonesia resmi bergeser dari fase "Makan Tabungan" menuju taraf yang jauh lebih mengerikan, yaitu "MAKAN UTANG" demi sekadar menyambung hidup sehari-hari. Ketika Istana terus mengagungkan klaim pertumbuhan ekonomi di atas kertas, data riil di lapangan membongkar borok yang menghancurkan kelas menengah-bawah : 1. Utang Konsumtif Tembus Rp156 Triliun. Akumulasi utang rakyat lewat pinjaman online (pinjol) dan paylater melonjak fantastis menembus angka Rp156 Triliun. Ekonom senior INDEF (Tauhid Ahmad) menegaskan ini bukan lagi untuk belanja modal atau gaya hidup, melainkan murni untuk membiayai beras, minyak goreng, dan telur akibat pendapatan riil yang tak lagi cukup. 2. Tabungan Ludes, Terjebak Bom Waktu Bunga Pinjol. Setelah tabungan keluarga terkuras habis selama 2 tahun terakhir dihantam inflasi pangan, rakyat kini dipaksa masuk ke lubang utang ber bunga tinggi dan denda akumulatif yang menciptakan bom waktu finansial massal. 3. Disparitas Upah vs Inflasi Pangan akibat Ugal-ugalan Fiskal. Pemicu utamanya sangat jelas: gaji/upah stagnan, tetapi harga kebutuhan pokok terus merangkak naik. Di saat yang sama, APBN justru dibakar ratusan triliun untuk proyek-proyek sentralistis pemborosan (seperti MBG & Kopdes), sementara kelas menengah dibiarkan terjepit tanpa jaringan pengaman sosial. Vonis untuk Pengelola Negara: Mengelola ekonomi itu diukur dari terisinya piring dan isi dompet rakyat di akar rumput, bukan dari retorika pidato dan manipulasi angka statistik! Ketika rakyat harus berutang pinjol hanya untuk makan beras, di situ rezim telah gagal total menjaga kedaulatan ekonomi warga. Stop pemborosan APBN demi proyek kosmetik, tekan inflasi pangan, dan kembalikan daya beli rakyat sebelum krisis utang konsumtif ini meledak menjadi krisis finansial nasional.

kiv z

207,915 views • 15 days ago

Video² flexing keluarga pejabat Nepal memantik ; A M O K . Itu cermin paling "bugil" bhw; pentas kemewahan para pejabat & keluarganya, di tengah rakyat lapar, bukan sekedar pamer, melainkan; PROVOKASI KELAS. Bbrp hari jelang demonstrasi, pada Senin 8/9/2025 di Nepal, tagar spt; #PoliticiansNepoBabyNepal, #NepoKids, dan #NepoBaby menjadi trending di TikTok, Reddit, dan di platform media sosial lainnya. Itu menggambarkan 1 hal, bhw ; ● GENERASI PEJABAT TAK MELAHIRKAN NEGARAWAN, MELAINKAN DINASTI PRIVILEGE. Mereka hidup di dunia paralel, di mana gaya hidup mewah jadi bahasa sehari - hari, sementara rakyat kecil harus menawar seikat kangkung di pasar tradisional, dgn receh terakhir. ____________ Ironinya, di republik ini, pemerintah menjawab masalah² publik dengan; RITUAL RETRET PEJABAT. Acara berbiaya miliaran Rupiah, yg lebih mirip anak kecil main "tentara - tentaraan". Lalu, dijual dgn narasi; "Membangun Solidaritas & Menyatukan Visi". Padahal, rakyat kecil yg waras, hanya melihat "rotrat retret" pejabat itu hanya; tontonan kemewahan pejabat negara, yg sedang pura - pura sederhana. Ritual "tentara - tentaraan" pejabat itu mahal dan sia-sia. Jadi, kalau Presiden Prabowo Subianto mau efisiensi anggaran, sekaligus "cuci otak" para menteri dan pejabat lainnya, cukup bikin; NOBAR AMOK NEPAL secara terjadwal. . . Biar mereka menginsafi bhw: PEJABAT BUKAN TUAN, TAPI PELAYAN RAKYAT. Pun, agar mereka memahami, bhw; ketika rakyat lapar dan muak, rumah mewah dan barang² mewah para pejabat negara bisa jadi bara, dan "anak pejabat" bisa jadi simbol paling dibenci dlm sejarah. . . #FufafafaAibNasional #AdiliJokowi | DPR RI

| A K |

32,247 views • 1 year ago

Seorang guru SD berinisial AIK diarak bersama suaminya berinisial D (37 tahun) oleh massa karena dituduh melakukan pencabulan terhadap muridnya, laki-laki kelas 5 SD (12 tahun). Polisi membenarkan tuduhan ini dan mengatakan tindakan pencabulan dilakukan oleh D terhadap murid yatim piatu tersebut sejak tujuh bulan terakhir. "Bukan baru sekalilah ini tindak pidananya. Jadi secara pastinya belum bisa dipastikan anak itu. Kalau penjelasan dari korban kemarin itu sekitar 7 bulanlah. Sejak mulai awal tahun gambaran waktunya. Bukan berarti terus, istilahnya kayak setiap hari bukan, atau rutin bukan. Tapi pernah beberapa kali gitu," kata Kasat Reskrim Polres Tanjung Balai, Iptu Benjamin Silaban, Jumat (24/7). Polisi pun belum mengetahui motif D sebab ia tidak mengakui perbuatannya, namun polisi tetap menetapkannya menjadi tersangka. Sementara itu, istrinya yang merupakan guru SD korban masih berstatus saksi karena mengaku tidak mengetahui ada peristiwa pelecehan seksual tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara pihak kepolisian, diketahui modus terduga pelaku membujuk korban dengan meminjamkan handphone miliknya untuk bermain game. Kemudian, saat korban lengah, pelaku melancarkan aksinya dengan membuka pakaian korban dan melakukan sodomi. Catatan redaksi: Konten menampilkan beberapa visual yang telah diblur, mengikuti kondisi aset asli dari sumber yang memang sudah diblur. 📸: Dok. Istimewa. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | news | svl | R176 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan
1:08

Sensitive content

Seorang guru SD berinisial AIK diarak bersama suaminya berinisial D (37 tahun) oleh massa karena dituduh melakukan pencabulan terhadap muridnya, laki-laki kelas 5 SD (12 tahun). Polisi membenarkan tuduhan ini dan mengatakan tindakan pencabulan dilakukan oleh D terhadap murid yatim piatu tersebut sejak tujuh bulan terakhir. "Bukan baru sekalilah ini tindak pidananya. Jadi secara pastinya belum bisa dipastikan anak itu. Kalau penjelasan dari korban kemarin itu sekitar 7 bulanlah. Sejak mulai awal tahun gambaran waktunya. Bukan berarti terus, istilahnya kayak setiap hari bukan, atau rutin bukan. Tapi pernah beberapa kali gitu," kata Kasat Reskrim Polres Tanjung Balai, Iptu Benjamin Silaban, Jumat (24/7). Polisi pun belum mengetahui motif D sebab ia tidak mengakui perbuatannya, namun polisi tetap menetapkannya menjadi tersangka. Sementara itu, istrinya yang merupakan guru SD korban masih berstatus saksi karena mengaku tidak mengetahui ada peristiwa pelecehan seksual tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara pihak kepolisian, diketahui modus terduga pelaku membujuk korban dengan meminjamkan handphone miliknya untuk bermain game. Kemudian, saat korban lengah, pelaku melancarkan aksinya dengan membuka pakaian korban dan melakukan sodomi. Catatan redaksi: Konten menampilkan beberapa visual yang telah diblur, mengikuti kondisi aset asli dari sumber yang memang sudah diblur. 📸: Dok. Istimewa. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | news | svl | R176 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan

kumparan

52,647 views • 1 month ago

Seorang karyawan yang rajin. Pribadi yang santun. Bahkan terlihat dari chatnya, betapa santunnya beliau ini. Datang dengan keluhan nyeri dada. Juga stamina yang mudah menurun. Gampang sakit-sakitan. Itu terjadi setelah pemberian dosis ketiga. Setelah dipastikan gaya hidupnya sehat. Bukan pelaku seks bebas. Saya anjurkan untuk dilakukan pemeriksaan CD4/ CD8. Sesuai dengan perkiraan angka CD4 jeblok dibawah angka 300. Namun dengan lugunya dia cerita klo petugas lab yg memeriksa mengatakan itu pemeriksaan CD4 itu utk diagnosa AIDS. Apakah saya bisa tertular HIV walau gaya hidup saya sehat dan tidak riwayat transfusi tiga terakhir, tanyanya Saya jawab, anda tidak tertular HIV. Anda terkena VAIDS, ( vaccine associated immune deficiency syndrome ). Kondisi penurunan sistem imun yg diakibatkan pemberian vax berulang. Hingga, meski angka CD4 nya jeblok, tes serologi ataupun PCR nya negatif. Kondisi ini pertama kali diprediksikan oleh Prof Luc Montagnier, penerima hadiah Nobel untuk temuan virus HIV, pada tahun 2020. Sayang tidak lama setelah itu beliau meninggal. Itu disampaikan dalam sebuah wawancara dengan sebuah saluran televisi. Beliau memprediksikan angka kejadian ini muncul terutama setelah pemberian dosis ketiga dengan antigen yg sama. Tapi nyatanya, temuan pribadi, ada juga yang mengalami kondisi ini setelah pemberian kedua. Anda bukan yang pertama mengalami kondisi yang mendaftar di kelas pendampingan autofagi. Apakah bisa sembuh dok?, tanyanya dengan cemas. Tentu saja bisa. ALLOH tidak akan membiarkan kezholiman di atas bumi ini. Terutama jika manusianya mulai sadar atas kezholiman tersebut.

Mang Idik

61,636 views • 1 year ago

Statementmu ini yg memperumit keadaan, playing victim! Ini pak Ted ngomong di H+23, kalau ucapanmu ini di H+3 tp dinyinyirin masih bisa diterima dan dibela. Seka iler mu di tepi bibir, jijik. Paragraf penutup analogi yg kubuat menggambarkan apa yg kalian sajikan ke publik Ini aku beli centang biru biar counter narasi ibukotamu yg penuh dgn ABS, bagiku langkah bijak utk protes kebijakan dan tingkah polah kalian yg menyoroti kawasan bencana dr menara gading. Inilah sikap paling bijak saat ini untuk bantu SELURUH korban terdampak, bukan sebagian. Ego mas Prabs mu yg bikin ini makin rumit, clear ya kalian gk berhasil bikin ini melandai masih banyak korban yg menjalani hidup di bawah standar. Udah tiga pekan lebih. Hingga sore ini temanku bawa bantuan dari organisasi tidak berhasil tembus ke daerah yg dituju karena terisolir. Dan itu satu titik ya yaitu Tamiang, belum lg Aceh Tengah, Gayo, Nagan, Pijay dan lainnya. (video terakhir Ferry Irwandi lebih komprehensif). Video satu lagi dari komunitas teman ku tembus daerah yg masih ada buayanya, terpaksa diakses krn darat masih putus. Ketika H+5 sorot utama fokus di Tapteng sementara Tamiang tak tersentuh. Begitu jg H+16 semua mata ke Tamiang namun pemberitaan ttg Takengon masih minim (AHY H+6 udah ke sana tp hanya bisa cover bbrp posko saja, efek kunjungannya tdk booming dan fenomena warga jalan kaki berkilometer belum massif terjadi dan belum terekspos). Maka, tervalidasi kali ini Presiden dan kakitangan nya dinobatkan terburuk dalam menangani bencana pasca reformasi. Padahal zamannya teknologi lebih canggih ketimbang pendahulu2nya. Andai H+2 (Jumat) Kepala BNPB mengatakan yg sebenarnya ttg beratnya kondisi lapangan beserta nauzubillah nya skala dampak siklon #Senyar tentu penetapan status #BencanaNasional jd hal yg rasional. Namun gk abis pikir kita sekaliber jenderal gk tau rasio, malah blunder bilang hanya mencekam di sosmed. Jangan menihilkan protes, relawan punya keterbatasan di lapangan. Ada yg pulang dr sana sebagian kecil sakit dan lelah fisik namun sebagian besar lelah psikis krn gk nyangka kawasan yg diabaikan masih sebanyak itu ditambah ucapan para pejabat yg bikin miris mengiris hati. Relawan murni swadaya sendiri2, inisiatif masing-masing, BERDIKARI serta minim info, yg diharap alat negara bisa dimanfaatkan pemerintah malah sebaliknya yg terjadi. Relawan yg bantu pemerintah, bukan pemerintah yg fasilitasi relawan. Kalau dikatakan upaya pemerintah sudah maksimal namun hasilnya masih begini ya artinya butuh bantuan asing! Minimal tetangga terdekat! Contoh ya pak Ted, anandamu punya PR berjumlah 10 mata pelajaran dari sekolahnya namun anandamu hanya mampu kerjakan 4 dari 10. Dibilang gk ngerjain PR kan gk tepat, tp apa 6 sisanya dianggap selesai? Kan tidak, itu nyawa manusia yg dipertaruhkan! Balik ke analogi, apa PR itu gk ada tenggang waktu? Ini yg terjadi, kalian buat H+1 dengan H+5 itu tidak berbeda. Apa pantas PR anandamu di kelas 1 dikumpulkannya di kelas 5?. Udah la gagal maksimal di fase kritis H+0 hingga H+4, fase pemulihan pun tidak serentak. Seolah Tapteng dengan Tamiang berada pada dimensi berbeda. Berikut jg usul temanku yg Medan-Tamiang udah 2x seminggu, perahu karet untuk jembatan yg putus!! Mohon teman2 giatkan lagi donasi, bencana kali ini next level. Semoga diperluas rezeki materi dan imateri kita, pemerintah kita menyedihkan dan bikin malu di mata internasional.

OhKinantan!

29,710 views • 9 months ago