Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

Kemenangan 58% hasil manipulasi?

44,616 просмотров • 1 месяц назад •via X (Twitter)

Комментарии: 0

Нет доступных комментариев

Здесь появятся комментарии из оригинального поста

Похожие видео

"Omong Kosong PDIP" Saya mengkritisi hasil MK (yang jadi jalan pintas Gibran) itu karena memang pendapat saya dari dulu. Mau jadi cawapres Prabowo/Ganjar, saya tetap akan anggap langkah Gibran itu "melewati batas". Ini beda dengan PDIP yang pura-pura kaget dengan Putusan MK. Ketika PDIP sekarang "ikut-ikutan" menyerang Gibran dengan sebutan memanipulasi hukum atau politik dinasti, itu sebenarnya lebih dikarenakan mereka nggak dipilih sama Gibran. Jelas-jelas PDIP sempat ingin Gibran menjadi cawapres Ganjar juga. Jelas-jelas PDIP sempat menunggu hasil Putusan MK agar meloloskan Gibran. Lha kok ketika Putusan MK sudah keluar dan Gibran memilih jadi cawapres Prabowo, tiba-tiba menuding ada manipulasi hukum. Andai Gibran jadi cawapres Ganjar, tuduhan manipulasi hukum dan politik dinasti pasti tidak ada. Megawati pun tak akan pidato (pakai teks) tentang manipulasi hukum. Jadi, kalau yang ngomong masalah pelanggaran etika, manipulasi hukum, atau politik dinasti adalah pihak PDIP (termasuk ketumnya), maaf bagi saya itu cuma dagelan saja. Apalagi ada yang pakai akting nangis segala. Itu bukan menangis karena hukum dimanipulasi, tapi karena dia tak menjadi bagian dari yang ikut menikmati hasil manipulasi. Makanya, saya selalu bilang bahwa alasan memilih Ganjar-Mahfud itu sangat banyak, namun sayang seribu sayang: ada PDIP di sana. Saya tetap pada pendirian saya bahwa Putusan MK itu akan jadi akhir buruk bagi pemerintahan Jokowi. Tapi kalau yang ngomong itu orang PDIP atau pendukungnya, menurut saya itu nggak perlu didengerin. Karena itu hanya omong kosong.

Hasyim Muhammad

356,580 просмотров • 2 лет назад