正在加载视频...

视频加载失败

61,163 次观看 • 2 年前 •via X (Twitter)

0 条评论

暂无评论

原始帖子的评论将显示在这里

相关视频

Operation Aqsa Flood : Dimana Kuasa Negara Islam? [Part 7] 1. 20 negara Islam termasuk Malaysia pernah mengadakan latihan ketenteraan berpangkalan di UAE, yang dikenali sebagai 'Ex North Thunder' pada tahun 2016. 2. 'Ex North Thunder' mendapat reaksi pelbagai pihak, dan menjadi antara latihan tentera terbesar di rantau Arab (dan negara Islam) 3. Kenapa tak serang saja Israel kalau kita pernah buat 'Ex North Thunder'? 4. Negara timur tengah ada banyak hubungan dengan Israel & US. Hubungan ekonomi, hubungan politik dan sebagainya. Sebab itu mereka tidak mampu untuk menyerang Israel. 5. Sejarah membuktikan bahawa Israel pernah diserang oleh Syria, Mesir dan Jordan selama 6 hari, dan hal ini menjadi saksi bahawa hanya pemimpin yang berani akan cuba membebaskan tanah suci tersebut. 6. Kalau negara Arab tak mahu bantu, kenapa negara islam yang Non-Arab tidak membantu? 7. Hal ini agak teknikal. Sebagai contoh, jika Malaysia, Indonesia,Brunei bertekad untuk melawan Isrel bagi membantu Palestin, tentera Msia memerlukan satu pangkalan (forward base) khas di timur tengah untuk landing jet, heli, dan tentera. 8. Jika tiada negara yang sudi sediakan Forwad Base kepada tentera Msia, Indonesia & Brunei, maka kita akan balik awal jet dan kereta perisai kita tak cukup minyak nak dihantar dari asia tenggara ke timur tengah. 9. Jika Iraq dan Libya tidak diserang dan tidak menjadi 'fail state', mungkin dua negara ini akan jadi Forward Base bagi membantu Palestin. 10. Kalau kita fikir balik, negara terkini yang hampir di Timur Tengah dan tidak tunduk kepada Isrel adalah Afghanistan. 11. Bayangkan jika satu hari nnti Afghanistan membuka 'Forward Base' di sana, dan mengajak semua negara Islam berkumpul di sana untuk menyerang Isrel...mungkin kita sangat hampir dengan kiamat. 10. Negara Islam secara umumnya mempunyai kemampuan untuk berperang, namun terbatas dari segi perlaksanaanya atas faktor politik dan ekonomi. 11. Sebenarnya banyak juga black ops yang dibuat khas untuk membantu pejuang Palestine dari pelbagai negara seperti pemberian senjata dan latihan ketenteraan khas. 12. Kepada Allah SWT kita serahkan batang leher musuh kita untuk dibinasakan. 13. Radio silent

Projek Hitam

550,220 次观看 • 2 年前

𝗧𝗘𝗚𝗨𝗥 𝗞𝗔𝗪𝗔𝗡 𝗟𝗔𝗚𝗜 𝗦𝗨𝗦𝗔𝗛 𝗗𝗔𝗥𝗜 𝗧𝗘𝗚𝗨𝗥 𝗟𝗔𝗪𝗔𝗡 Semua tak puas hati dengan saya sekarang. Yang dalam kepimpinan PKR, bila saya bagi pandangan, ramai yang kepanasan. Setiausaha Agung, Fuziah Salleh siap keluar memo lagi konon bila kami bangkit isu badan kehakiman, itu sama macam hilang kepercayaan kepada Perdana Menteri. Yang dalam PAS, bila saya usik pendirian mereka yang berubah-ubah, pun pakat serang ramai-ramai. Tapi dalam bab ini yang dalam PKR dan PAS sebenarnya ada satu persamaan. Mereka akan ungkit kenapa tidak membantah semasa kamu dalam kerajaan. Saya pasti pimpinan PAS ada jawapan yang sama dengan saya. Sebab mereka pernah berdepan dengan keadaan yang sama semasa dalam kerajaan dulu. Dulu, kerajaan semasa Tan Sri Muhyiddin Yassin jadi Perdana Menteri telah menaikkan cabutan loteri kepada 22 kali setahun berbanding 8 kali sebelum itu. Kecoh satu negara. Macam mana kerajaan yang ada parti Islam tetapi menaikkan cabutan loteri. Saya pasti PAS dah berbincang dalaman, dah suarakan dan dah bantah dalam Kabinet Muhyiddin Yassin. Samalah bila ada isu yang saya tidak bersetuju, sudah tentu saya nyatakan kepada Perdana Menteri atau suarakan dalam Kabinet. Tapi akhirnya Menteri tertakluk kepada keputusan akhir PM ataupun Jemaah Menteri. Bezanya saya dengan PAS begini; walaupun saya diminta kekal dalam Kabinet, bila saya rasa sudah tidak serasi atau pandangan saya tidak boleh dipertimbangkan oleh Perdana Menteri, maka saya letak jawatanlah. PAS lain sedikit. Walaupun di luar menjerit anti-judi dan mahu mengangkat syiar Islam, selepas di dalam bersuara masih lagi kekal sampai ke sudah. Loteri naik 3 kali ganda pun tak apalah asalkan ana kekal jadi Menteri. Sebab itu bagi saya, ujian sebenar seorang pemimpin bukanlah lantangnya dia semasa berhadapan dengan lawan. Ujian sebenar ialah istiqamahnya menegur kawan dalam parti dan kerajaan. Kerana menegur kawan itu lebih susah dari menegur lawan.

Rafizi Ramli

58,645 次观看 • 1 年前

SAWAH BIKIN PETANI SEJAHTERA, TAPI DI BANTEN OLEH PIK-2 DIDUKUNG PEJABAT DAN APARAT JUSTRU MENGGUSUR RAKYAT Oleh : Muhammad Said Didu Lewat rekaman ini saya coba menunjukkan ke publik bahwa usaha pertanian padi bisa membuat rakyat sejahtera dan bahagia. Dari segi ekonomi, pertanian teknis dg teknologi modern mampu memberikan hasil padi sekitar Rp 100 juta per tahun. Jika petani menggarap 2 hektar, maka penghasilan mereka Rp 200 juta per tahun. Maka jangan heran, jika di bawah rumah mereka akan parkir berbagai jenis merek mobil dan ribuan orang yg pergi umrah serta untuk naik haji, lama antri sudah mendekati 100 tahun. Pertanyaan saya, kenapa penguasa dan aparat tega jadi kacung pengembang PIK-2 untuk menggusur petani di Banten dengan harga yang sangat murah (Rp 35.000 - Rp 50.000 per meter). Harga sawah di Pinrang antara Rp 600.000 - Rp 1.000.000 per meter - sangat jauh dari harga pemerasan pengembang PIK-2 yg dibantu oleh aparat. Dari segi ekonomi, jika sawah di Banten (Tangerang dan Serang) dikelola dg teknologi dan pertanian modern seperti di Pinrang maka luas lahan yg akan digusur sktr 70.000 Ha akan menghasilkan ratusan hektar Gabah Kering Panen sktr 500.000 ton per panen atau minimal 1.000.000 ton GKP per tahun - nilainya Rp 7 - 10 trilyun. Sementara jika sawah tersebut dibeli oleh perampas asset PIK-2 maka nilai belinya hanya sktr Rp 25 - 35 trilyun atau hanya senilai 3 tahun hasil tanam padi oleh rakyat. Sementara pengembang PIK-2 menjual tanah tersebut ke konsumen rata-rata Rp 30 juta per meter - artinya akan menghasilkan sktr Rp 1.500 trilyun setelah dikurangi biaya dan fasum dan fasos. Artinya pengembang PIK-2 untuk sktr Rp 1.450 trilyun. Dengan gambaran tersebut, saya tidak bisa membayangkan terbuat apa hati aparat dan tokoh yg tega menjadi kacung pengembang PIK-2 menggusur rakyat Banten. Demikian juga yg terjadi di Rempang, Morowali, Makassar dan berbagai daerah lain

Muhammad Said Didu

32,947 次观看 • 1 年前

Soal saya kononnya merajuk ditanyakan di Podcast YBM Episod 26. Saya perhati satu penyakit lama yang tak pernah baik: bila parti jadi kerajaan, kita pakai “topi pemerintah” sahja. Kita tengok semua benda dari lensa kita. Lepas tu kita hairan kenapa rakyat tak ikut cara kita fikir. Hakikatnya, rakyat tak ambil port pun drama dalaman kita. Rakyat bukan duduk kira “siapa merajuk”, “siapa narsisis”, “siapa betul”. Rakyat fikir satu benda: hidup dia makin senang ke makin sempit? Institusi negara makin elok ke makin rosak? Sebab tu saya kata “survey” dan data tu penting. Mustahil kita nak teka apa dalam kepala 30 juta rakyat. Data sama ada “nationwide survey”, atau “big data sentiment”dia tolong kita keluar dari gelembung sendiri. Satu lagi, tolonglah jangan main serangan peribadi macam “merajuk” ni sembarangan. Golongan muda yang tak melalui peristiwa 1998 mungkin tak nampak implikasinya. Kalau naratif “merajuk-narsisis” tu kita pakai balik kepada Anwar pada tahun 1998, lagi sedap orang tembak. “16 tahun dalam kerajaan, tak pernah bangkang… tiba-tiba reformasi?” Itu dialog yang saya dengar masa muda dulu. Sebab jawapan saya dari dulu sampai sekarang sama: "this is not about Anwar Ibrahim the person". Ini pasal keruntuhan kredibiliti institusi bila kuasa digunakan untuk selesaikan saingan politik. Kalau benda itu boleh dibuat pada seorang TPM, tidak ada seorang pun selamat. Sekarang Anwar jadi PM, lagi besar tanggungjawab dia untuk dengar teguran supaya reformasi yang kita jerit sejak 98 tu bukan tinggal slogan. Kalau PKR/PH pilih budaya defensif, tak jawab isu, tak betulkan kelemahan, pergi serang orang, itu jalan Najib dulu. Cybertrooper, tangkap, saman, akhirnya? Kita tahu hujung cerita. Malah, jangan juga silap, sesuatu isu jadi besar bukan sebab saya. Dia jadi besar sebab isu itu dekat dengan rakyat, sebab ada rakyat yang memang fikir benda sama, cuma tak ada medium. Jadi ini bukan soal “Rafizi merajuk tak merajuk”. Ini soal kerajaan dan kalau terus lari dari masalah, malapetaka lain pula akan datang. Dua tahun sebelum Parlimen bubar pun boleh hangus kalau strategi politik masih “sangat-sangat ke laut”.

Rafizi Ramli

31,349 次观看 • 7 个月前

𝘎𝘢𝘦𝘴 𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘵𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘐𝘺𝘺𝘢𝘴 𝘚𝘶𝘣𝘪𝘢𝘬𝘵𝘰 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘺𝘢... 𝐈𝐍𝐃𝐎𝐍𝐄𝐒𝐈𝐀 𝐇𝐀𝐑𝐔𝐒 𝐌𝐄𝐋𝐀𝐍𝐉𝐔𝐓𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐔𝐍𝐘𝐀 𝐏𝐑𝐄𝐒𝐈𝐃𝐄𝐍 𝐘𝐆 𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐄𝐓𝐔𝐆𝐀𝐒 𝐏𝐀𝐑𝐓𝐀𝐈. Telah beredar isu bahwa Jokowi seperti zaman orde baru. Ternyata itu keluar dari mulut seorang Megawati yg lagi panik. Dia lupa, 2009 dia yang ngajak PS gandengan nyapres dengan perjanjian Batu Tulis, padahal saat itu PS baru 9 tahun kembali dari pelariannya, dan darah Orbanya sebagai menantu Soeharto masih mendidih karena kekuasaannya tergusur. Saat ini, PS ditangan Jokowi dan di pasangkan dgn Gibran. Resiko ini tak mudah. Dimakan mati emak, ga dimakan mati bapak. Tapi PS sudah 25 tahun sejak kepulangannya, apa dia sudah berubah. Wallahu a'lam. Kami harus memilih siapa pemimpin yg amanah, didepan mata hanya Jokowi yg bisa di tauladani. Megawati apanya yg mau di tauladani. Jadi presiden saja ternyata lengserin Gusdur. Saat Megawati jadi presiden, apa ga pakai tangan orba untuk menjual Indosat dan keputusan BLBI yg banyak merugikan negara? Kalau apa yg disampaikan Ade Armando, ada seorang petugas partai bertemu dgn gerombolan Mamarika disatu tempat di Arab meminta agar capresnya dibantu utk menang dgn menggadaikan hilirisasi mineral akan di hentikan. Apakah ini ga lebih parah dari orba? Bejat kuadrat namanya. Mungkin ini juga yg mendasari kenapa Jokowi harus mengambil sikap tidak menjadi petugas partai yg "jinak" karena emaknya dianggap tidak bisa menjadi emak yg bisa disimak. PDIP itu terbiasa dgn ketidak konsistenannya, ngomongnya kerap dibantah sendiri. Contoh Adian Napitupulu bilang Jokowi marah karena minta jadi presiden 3 x ga dikasi. Padahal dalam video yg lain dia sendiri yg mengatakan Jokowi tidak pernah meminta jadi presiden 3x karena melawan konstitusi. Gibran dikatai anak ingusan tak ada pengalaman. Lihat sana di Wonogiri Jateng. Bertebaran baliho Pinkan yg baru berumur 25 tahun anaknya Puan yg ga pernah ingusan ikut nyaleg DPR RI dgn nomor urut 1. Katanya ga boleh buat dinasti... mikir!!! Kita bisa merasakan perasaan Jokowi dan keluarganya bagaimana seorang presiden yg dipilih rakyat mau dijadikan keset oleh partai yg arogan dan penuh kebohongan. Kalian ga perlu serang Jokowi, Gibran, Kaesang dan ibu Iriana, tunjukkan aja kalau kalian lebih hebat dan lebih kuat dari Jokowi. Kami tau ikut Jokowi memilih PS dan Gibran ada resiko besar dgn gaya dia memimpin. Tapi kami masih ada harapan karena disana akan ada Jokowi dan Gibran. Jangan sebut Jokowi tidak berdaya jika PS sudah jadi presiden. Kita masih menuju kesana, bung. Faktanya belum ada. Mana yg lebih berbahaya: kalian jual Indonesia ke Mamarika itu atau Indonesia di pimpin PS dan GRR? Bantah itu statement AA, bantah itu temuan intelejen. Itu sebab Jokowi merombak semua jajaran petinggi angkatan dan ketua BIN, ini semua buat Indonesia kedepan, bukan buat partai agar tambah mapan dan arogan. Jadi mari bertanding, jgn pakai bising, teriak2 playing victim, merasa di zholimi, apa ga sadar 9 tahun sudah mendzolomi presiden? Kalian ga usah teriak "lawan", Kamilah yg punya hak untuk teriak "kami akan lawan kalian". The End.

ʀᴇᴍɪɴɢᴛᴏɴ ꜱᴛᴇᴇʟᴇ

83,236 次观看 • 2 年前