正在加载视频...
视频加载失败
ketika jubir mbgerindra kena skakmat
4,189,190 次观看 • 4 个月前 •via X (Twitter)
35 条评论

Bro merasa dirinya tenang, padahal lagi nahan malu cacat logikanya. 🤣

Jadi dokter tidak perlu punya background kedokteran. Indahnya hidup di Indonesia. Kamu masih komplain?

Saya tidak mendukung siapa², tapi kompetensi & spesialisasi dalam suatu bidang itu penting dalam membangun peradaban

Sah, Kompetensi dan Moralitas tidak diperlukan di Pemerintahan Prabowo. Syaratnya Harus bodoh dan penjilat. Coba kita buat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir.. ApaMau para Elit prabowo yang bodoh dan tolol-tolol itu ditempatkan di Pembangkit Listrik Nuklir Tersebut?.

Premis 1: bu nanik bekgroundnya wartawan, bukan gizi. Premis 2: harusnya kepala bgn linear urus gizi. Kesimpulan seharusnya: bu nanik gak relevan krn beckgroung gak linear. Jubir embege: “jadi wartawan gak kompeten?” ?????????? 😭😭😭 ini waktu ujian TPA dia nih gimanasi.

Ok wartawan tidak paham soal gizi? Lalu wartawan paham gitu soal supply chain management? Paham soal psikologis anak2? Paham soal kembang tumbuh anak? Yang mana itu semua hrs dijalankan di MBG. Lalu para tentara dan polisi yg jd wakil BGN juga kompeten? Hanya loyalitas

yg dihighligt malah "ohh jadi wartawan gk kompeten?" which is OOT BGT bajinhannn berasa ribut sm ngab twitter. nangkep gagasan aja ga becus sial

udah ketahuan problematik sejak tahun lalu

SEMOGA PRESIDEN BERKENAN DEBAT TERBUKA DGN BEM & MAHASISWA UGM, SEMOGA DISEGERAKAN

😅😅😅😅😅 Sang Jubir berusaha terlihat Tenang, padahal logika nya kalah telak

lari ke menej supply chain, tata kelola dll, tetep aja gak kompeten 😭

Dengan logika yang sama, maka seorang guru sejarah gak perlu pendidikan kedokteran dan spesialis untuk bisa melakukan operasi usus buntu 🤣🤣🤣 Semua bidang mewakili kompetensinya kan? Yaudah, mau gak dibelah perutnya sama mereka yang bukan dokter?? Hayoo 🤣🤣🤣

Dulu ada salah 1 capres yg ngasih program 1kk 1sarjana utk keluarga miskin ehhh kalian2 nyoblos nya 02 dgn alasan Gemoy, skrg program 03 di implementasikan sm Kepala Daerah Bangkalan yg dr PDIP, Keren Coy

Jadi guru harus dari FKIP. Jadi praktisi hukum harus lulusan FH. Jadi kepala BGN enggak harus dari pakar gizi. Pantas !

Direzim Prabowo, Kompetensi dan Moralitas TIDAK DIPERLUKAN, yg diperlukan hny Loyalitas berbasis transaksional kepentingan kelompok. - Presiden pny cacat moralitas - Wapres pny cacat Kompetensi, Moralitas dan Legalitas - Ketua BGN cacat Moralitas dan Kompetensi ! Pjbt lainnya ?

Seandainya dia lmyn pinter, dia akan pilih org yg bener2 kompeten utk program andalan dia, krn ini menyangkut nama baik dn reputasi dia sndiri. But, i am afraid to say that he is not. Jd wajar aja secara kualitas bnyk yg komplain even keracunan. I am so desperate about him.

dalam hati om jubir, apa gue ajak dia gabung aja ya, kasih jabatan, uang dan fasilitas, kira kira dia bakal belok ga ya, ntar dah abis acara ini gue tanyain, kali aja dia mau, ga ada salahnya juga ngajak yang idealis idelis kayak gini ikut gabung..

Semoga Mas Tiyo tetap teguh pada Keadilan. Karena saya punya seorang teman yg getol mengkritisi kebijakan pemerintah semasa kuliah namun sekarang justru malah menjadi pro pemerintah. Teu sapira, dia hanya diberi 3 dapur oleh Wapres dan pudar sudah idealisme pro rakyatnya. 🥲

Meme yang cocok ini

Gue yakin dia itu mau menjawab hanya untuk masalah diksi. Dia lupa bahwa tidak semua orang bisa dimanipulasi sesuai keinginan dia. Pemirsa offlinenya mahasiswa semua loh. Masak bisa disetir begitu? HAHAHHAHA

Bahaya pola pikir demikian diaplikasikan di seluruh tata kehidupan mah🤣 dimana-mana justru pentolan utama kudu sejalur sama bidang yg dibutuhkan. Masa misal klinik kesehatan lagi cari orang yg diutamain duluan justru lulusan non-kesehatan ketimbang yg kesehatan? Kocakk kocak

Bener BEM UGM elu yg berkumis simak dong omongannya......... Jadi penjilat itu berat meskipun salah tetep harus di bela jd mendingan lurus ga ada beban

Mahasiswa itu meng-KO politisi gk ada isi itu di romde pertama dari rencana 12 ronde Politisi TANPA ISI Kalah berharga dari TAHU ISI Kompetensi ❌ Moralitas ❌ Loyalitas ✅ => jadi pejabat di rezim 02 👆👎🏿

"yang diperlukan adalah bagaimana menjalankan program ini" bagaimana mau menjalankan jika dasar-dasarnya saja tidak paham, pak? jika bukan orang yang ahli, program tersebut mau jalan kemana? apa hanya jalan saja tanpa tujuan dan tanpa memikirkan ini itu? yang penting cuan dapat?

Si kumis berusaha memelintir seolah2 wartawan ga punya kompetensi.. Padahal konteknya si Nanik.

"Tidak perlu menjalankan program BGN itu, harus menjadi ahli gizi" Lol loh loh..?, BGN kan "Badan Gizi Nasional", Nasional loh skalanya, Ibaratnya semua tentang gizi di suatu negara itu ya kiblatnya ke seorang BGN, Pantes banyak pejabat yang gak sesuai sama keahliannya, gila" 👏

pantesan banyak keracunan, tolol juga ternyata, cuihh, korupsi aja di gedein, anying

mas nanti jangan heran kalo istri anda mau lahiran terus yang jadi bidan bilang "tunggu ya bapak saya liat tutor youtube dulu buat persalinan bayi nya untuk sementara tahan dulu" damn, amit amit ketemu manusia gak kopeten kek gini, ini contoh loh ya 🤣

😂😂😂

Bawahan bawahan persyaratan tetek bengek, eh ini loyalitas😭 kudu belajar spreadsheet dkk alhamdulillah bisa mantau keuangann sendiri

Buat yang setuju sama si kumis. Halo perkenalkan saya Aldy sarjana seni, kalau kalian sakit silahkan dateng ke saya, saya siap bekerja dan melayani kalian secara gratis. Dateng aje dulu soal obat-obatan mah paham kok, kalian tinggal minum. Percaya aja yang penting saya niat.

eit mau gaslighting tp lawan bicaranya tidak kena :p

Kritik tapi tidak menyodorkan solusi, harus nya siapa yg menurut adek cocok jadi ketua BGN 😂

Belajar dari presidential threshold, mereka akan bikin koalisi. Atau pinjam nama lembaga besar, yayasan besar, atau pakai nama ordal. Semua orang tahu siapa ordal pemegang SPPG terbesar, atau yayasan dan ormas pemegang SPPG terbesar. Ayo mainkan.. OK gas.. Ok gas..

Kl pake duit pribadi utk jabatan2 pribadi, monggo ga usah kompetensi2an. Tp Ketua BGN digaji pake APBN yg 80% lbh berasal dr uang pajak. Yg mbayar pajak mustinya berhak dong menanyakan keahlian seseorang yang ditaruh di jabatan publik. Astaga. Naas bener jd pembayar pajak.
