Sensitive content

This media may contain sensitive content.

正在加载视频...

视频加载失败

387,443 次观看 • 9 个月前 •via X (Twitter)

0 条评论

暂无评论

原始帖子的评论将显示在这里

相关视频

kimochiberlian
0:01

Sensitive content

kimochiberlian

KisssDong

154,063 次观看 • 1 年前

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan permintaan maaf soal pernyataannya yang merespon terkait tuntutan 17+8. Ia menyebut dirinya sebagai pejabat baru dan menteri kagetan. Pernyataan itu ia sampaikan setelah melakukan serah terima jabatan (sertijab) dari menteri keuangan (menkeu) lama Sri Mulyani di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jakarta, Selasa (9/9). Purbaya meminta maaf jika ada salah ucap karena masih menyesuaikan diri dengan peran barunya. "Gaya saya koboi, di LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) tidak ada monitor. Di Sini, salah ngomong diplintir sana sini, saya mohon maaf," ujarnya. Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait tuntutan 17+8 yang disuarakan masyarakat. Hal ini disampaikan Purbaya setelah dirinya resmi ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Purbaya mengatakan belum mempelajari secara keseluruhan tuntutan tersebut. Dia menilai tuntutan itu datang dari sebagian kecil rakyat yang hidupnya terganggu. "Itu suara sebagian kecil rakyat kita, kenapa? Mungkin sebagian ngerasa keganggu hidupnya, masih kurang ya," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (8/9). Menurut Purbaya, tuntutan itu akan hilang jika ia berhasil menciptakan pertumbuhan ekonomi 6-7%, masyarakat dinilai tidak akan demo karena sibuk bekerja dan makan enak. "Jika saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6%, 7%, itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo," ucapnya.

Radio Elshinta

597,421 次观看 • 10 个月前