Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

Kiw kiw cukurukuk kukgeruuuu

116,669 просмотров • 3 лет назад •via X (Twitter)

Комментарии: 11

Фото профиля RON!
RON!3 лет назад

Slowly

Фото профиля skr💙
skr💙3 лет назад

Kecendiken 😆

Фото профиля Txt Dari Jogja
Txt Dari Jogja3 лет назад

Keduwuren..

Фото профиля 🎲
🎲3 лет назад

Kurang duwur iku

Фото профиля mk.anam
mk.anam3 лет назад

yang pertama punya ide lomba begini siapa sih 🤣

Фото профиля $𝖆𝖓𝖉𝖆𝖑 𝕵𝖊𝖕𝖎𝖙 🕊️
$𝖆𝖓𝖉𝖆𝖑 𝕵𝖊𝖕𝖎𝖙 🕊️3 лет назад

Asyeeek...

Фото профиля Palestine Is Winning🔻
Palestine Is Winning🔻3 лет назад

Londo jaman semonow vs Londo jaman now

Фото профиля seren
seren3 лет назад

@fajriarchive @eyyizaa

Фото профиля Bunga Calantha MUA Jogja
Bunga Calantha MUA Jogja3 лет назад

Bule nya mencoba untuk tetep stay cool🤣

Фото профиля doyanmieayam
doyanmieayam3 лет назад

Bule ne kok gelem yo kon melu lomba ngono kuwi

Фото профиля Txt Dari Jogja
Txt Dari Jogja3 лет назад

Mbuh kui kok le teko manut

Похожие видео

Yth. Bapak Sudaryono selaku Kepala BGN. Izinkan kami memberikan saran dengan sesantun-santunnya bahasa, sesuatu yang sangat amat jarang kami lakukan, namun kali ini, kami merasa sangat perlu untuk melakukannya. Dengan bahasa santun, mungkin Bapak berkenan untuk menaruh atensi, berkenan untuk membaca. Bapak, tolong hentikan drama murahan Bapak. Dulu, Ibu Nanik juga kerap menangis tersedu-sedu setiap kali memergoki SPPG yang tata kelolanya buruk dan berpotensi menyebabkan keracunan, ia juga menangis pada korban-korban keracunan di klinik-klinik, bahkan juga menangis karena sebab yang tidak jelas, di depan khalayak, di depan kamera. Apakah Bapak kira kami peduli? Apakah Bapak kira kami menganggap tindakan tersebut murni sebab nuraninya yang tergugah? Sebab empatinya yang membuncah? Tidak, Pak. Maaf ya, Pak, kami harus menyampaikan kalau baik Bapak, maupun kepala-kepala BGN sebelumnya, itu sangat buta dan tuli, padahal kami meyakini Bapak memiliki kuasa dan kekuatan besar untuk mengubah total arah angin pergerakan BGN. Tapi apa? Yang Bapak dan pimpinan-pimpinan sebelumnya lakukan hanyalah tindakan-tindakan nirguna dan nirdampak. Berapa kali kawan-kawan MBG Watch melakukan unjuk rasa di depan kantor Bapak? Pernahkah barang 1x saja Bapak menemui mereka? Pernahkah Bapak membuka ruang dialog? Bukannya di antara salah satu pengunjuk rasa itu ada juga yang bernasib seperti Ibu-Ibu yang memarahi Bapak? Yang anak-anaknya juga keracunan. Mohon beri atensi pada tuntutan kami apabila Bapak sungguh-sungguh ingin kejadian keracunan seperti ini tidak terjadi lagi, Pak. Kami mohon. Kami menuntut agar: 1. Stop total dulu MBG selama sedikit-sedikitinya 6 (enam) bulan. Selama 6 bulan itu silakan Bapak dan jajaran Bapak mengkaji betul-betul bagaimana agar tata kelola MBG bisa berjalan dengan sangat baik. Libatkanlah ahli, libatkanlah orang-orang berpengalaman. 2. Setelah 6 bulan mengkaji, lakukanlah voting kepada calon penerima manfaat yang konon jumlahnya 60jt++ itu untuk mengumpulkan data, berapa banyak orang tua yang masih mau menerima MBG dan berapa yang tidak mau menerima. Hormati keputusan yang tidak menerima. Berikan sanksi yang tegas apabila ada pihak-pihak tertentu yang melakukan pemaksaan. 3. Hapus sistem SPPG yang dikelola oleh swasta. Swasta mungkin membantu, tetapi jarak antar bangunan berpotensi besar terjadinya kontaminasi pada panganan. Bangunlah dapur-dapur MBG di sekolah-sekolah. 4. TUTUP PERMANEN dapur-dapur yang memiliki rekam jejak meracuni lebih dari 50 korban keracunan. Tiada ampun. Umumkan di media sosial resmi BGN. Jika hasil investigasi dari polisi terbukti kalau dapur menjadi penyebab keracunan, maka WAJIB untuk diberi garis polisi. Lalu dapur dengan rekam jejak tutup permanen tidak boleh diberi ruang untuk beroperasi kembali. Jika tidak bisa memenuhi poin 1 hingga 4, kami mohon dengan sesantun-santunnya SILAKAN BAPAK MUNDUR. Kami mohon. Mohon atensi ya, Pak. Kami sudah berusaha sesantun mungkin untuk menyampaikan ini kepada Bapak. Kami beri waktu 1 (satu) pekan sejak permohonan ini kami terbitkan untuk Bapak memikirkan tuntutan-tuntutan kami. Apabila selama satu pekan tidak terjadi apa-apa, maaf, maka kami akan kembali pada setelan bahasa seperti biasanya. Tidak ada ruang hormat sedikitpun dari kami kepada Bapak. Kami akan kembali mencaci dan mencemooh dengan keras setiap kali terjadi penyimpangan tata kelola MBG. Akan kami seret Bapak dan kami paksa untuk mundur. Terima kasih banyak atas atensinya, Pak Sudaryono. Semoga senantiasa sehat selalu. Salam hormat (untuk saat ini) dari kami yang muak dengan drama pejabat-pejabat BGN, Tim Menu Embege Jelek.

MBG Jelek

171,667 просмотров • 1 день назад

Kemerdekaan itu memang sangat jarang, hampir nggak pernah, sesuatu yang diberikan secara sukarela oleh penjajah, penguasa atau para elit… Sejarah menunjukkan bahwa kemerdekaan itu – termasuk merdeka dari tekanan ekonomi/tekanan keuangan, merdeka dari intimidasi atau kekerasan, merdeka untuk berekspresi dan berkarya – itu sesuatu yang harus diperjuangkan dan bahkan direbut… Daron Acemoglu dan James Robinson menggambarkan realita ini dengan sangat baik dalam buku mereka “The Narrow Corridor” atau “Perlintasan yang Sempit”… Mereka pemenang penghargaan Nobel bidang perekonomian… Selamat Hari Kemerdekaan ke-81 Bangsa Indonesia, yang sudah lama saya yakini adalah salah satu bangsa terbaik di dunia… 🇮🇩🇮🇩❤️ Independence or Freedom is very rarely, almost never, something that is given voluntarily by imperialists, potentates or elites… History shows that freedom – including freedom from economic pressures and financial distress, from intimidation and violence, and the freedom to express ourselves and to achieve – this is something that has to be fought for and ultimately seized… The Nobel Prize-winning economists Daron Acemoglu and James Robinson provide an excellent explanation of this historic reality in their book “The Narrow Corridor”… Happy 81st Independence Day, Indonesia, a peoples that for a long time I’ve deeply believed are among the greatest peoples in the world… 🇮🇩🇮🇩🙏🏼

Tom Lembong

59,372 просмотров • 1 день назад