Sensitive content

This media may contain sensitive content.

正在加载视频...

视频加载失败

58,448 次观看 • 5 个月前 •via X (Twitter)

0 条评论

暂无评论

原始帖子的评论将显示在这里

相关视频

In this economy 2juta kaga kyk ga ada apa"nya pak😌
1:12

Sensitive content

In this economy 2juta kaga kyk ga ada apa"nya pak😌

Scorpions

1,275,210 次观看 • 3 天前

maka terima lah diriku, kita akan bahagia selamanya-
1:01

Sensitive content

maka terima lah diriku, kita akan bahagia selamanya-

gregg

441,559 次观看 • 3 天前

Cerita Fatmawati sebut Anak Ditemb4k Polisi, Mengaku Diintimidasi saat Mau Menjenguk Fatmawati (42) tidak pernah membayangkan harus mencari anaknya melalui media sosial, lalu berhadapan dengan pintu-pintu tertutup di kantor polisi. Anaknya, FS (19), ditangkap dan dit3mbak oleh aparat kepolisian pada Februari 2026. Sejak itu, ia mengaku kesulitan mendapatkan akses untuk bertemu. “Saya sering dibentak saat bertanya,” kata Fatmawati. Ia mengetahui penangkapan anaknya bukan dari aparat, melainkan dari informasi yang beredar di media sosial. Sejak saat itu, ia berulang kali mendatangi kantor polisi, membawa makanan dan pakaian. Namun ia tidak pernah yakin apakah barang tersebut sampai ke tangan anaknya. Bahkan ketika datang bersama pengacara, ia mengaku tetap dihadapkan pada penolakan. “Sulit sekali menjumpai anak saya,” ujarnya. Selain akses, kondisi medis FS juga menjadi kekhawatiran. Menurut Fatmawati, selama lebih dari sebulan, anaknya tidak mendapatkan perawatan yang layak, meski mengalami luka tembak di kedua kaki. KontraS Sumatera Utara menilai kondisi ini sebagai bentuk pelanggaran hak dasar, termasuk hak atas pendampingan hukum dan layanan kesehatan. Kasus ini kini telah dilaporkan ke Propam Polda Sumut, serta akan dibawa ke Komnas HAM dan LPSK. Di ruang perawatan RS Bhayangkara Medan, FS masih menahan nyeri. Dua peluru disebut masih tertinggal di dalam kakinya—menjadi penanda luka yang belum selesai, baik secara fisik maupun hukum.

Never

47,893 次观看 • 3 个月前