Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

Lelaki memang tak perlu banyak bicara. Tapi terkadang ada hal² yg perlu diluruskan, Biar tak terjadi kesalahpahaman... ===================== Selamat HR Nyepi 🙏🏻 Besok Lebaran Idul Fitri 1 Syawal

93,118 views • 5 months ago •via X (Twitter)

0 Comments

No comments available

Comments from the original post will appear here

Related Videos

SELAMAT DATANG "1984" | Segala hal yg disampaikan Menkomdigi • Meutya Hafid Ansyah ini, adalah narasi resmi yg memang "manis" & tampak sempurna dipajang di etalase kekuasaan. Tapi, setidaknya ada 5 pertanyaan yg sampai saat ini, sy tak yakin akan dijawab oleh pihak terkait ; 1. Siapa pengelola data wajah ? 2. Apakah dipakai lintas lembaga ? 3. Jika bocor, siapa yg tanggung jawab ? 4. Berapa lama data tsb disimpan ? 5. Apakah kebijakan tsb bisa ditolak rakyat, tanpa kehilangan hak komunikasi ? Misalnya, ini misalnya ya 😁 Kalau toh pihak Kemkomdigi memberi jawaban tp jawabannya kabur, maka dapat dipastikan ini bukan kebijakan keamanan data, melainkan ; EKSPERIMEN KEKUASAAN, ARSITEKTUR PENGAWASAN, & KONTROL POPULASI DIGITAL. Perlu diingat, bhw validasi wajah, bukan soal administrasi biasa, tp loncatan kualitatif. Bro !! Krn yg "dikunci"; bukan nomor loe, tp tubuh loe. bukan identitas legal loe, tp identitas biologis loe, data statis, tp biometrik tak bisa loe ganti. Wajah, lokasi, waktu, komunikasi, jejaring sosial, hingga pola perilaku ada "di layar mata kekuasaan". NOMOR BOCOR BISA GANTI KARTU, KALAU WAJAH BOCOR ?! (Ganti wajah Joko "Jastip - Whoosh" Widodo ?) 😁 ___________ Sejarah selalu konsisten, bhw; kekuasaan tak takut pd orang yg bersenjata, kekuasaan justru paling takut pada orang yg tak bernama, tp bernalar. Anonimitas itu ruang aman berpikir, setidaknya menurut sy, sedangkan biometrik adalah akhir anonimitas. Jadi, registrasi SIM card dgn validasi wajah bukan solusi kejahatan, tp solusi kekuasaan thd rakyat yg suaranya "fals". Sekali lagi, SELAMAT DATANG "1984" Sugeng rawuh distopia permanen !!! . . Damn !!!!

| A K |

71,639 views • 7 months ago

INDONESIA (MEMANG) RAWAN BENCANA Dalam sidang di KPI, KPU RI tampil seperti penjaga museum artefak terkutuk. Seolah - olah jika publik bisa melihat ijazah "gaib" Drs. Ir. Joko 'Whoosh Widodo, maka bisa membongkar seluruh mitologi tentang "Nabi Jokowi". KPU bukan saja pasang badan, tapi spt pasang takhayul, bhw membuka tabir dokumen akademik itu adalah ritual pemanggilan setan yg bisa mengguncang stabilitas nasional. ___________ INDONESIA HARI INI | bukan saja rawan bencana ekologis, namun bangsa ini berada di tengah bencana akademik berskala nasional. Sebuah gempa intelektual, yg episentrumnya justru berada di simpul² kekuasaan. ___________________ ● KPU RI • KPU_ProvinsiDaerahKhususJakarta • KPU Kota Surakarta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi • Kemendikdasmen RI • UGM ● ___________________ Pada titik koordinat ini, "bencana akademik" bukan metafora, melainkan fenomena geologi intelektual, yg terjadi ketika kampus dibajak bandit pencitraan, manajer reputasi & para bangsawan akademik. Kebenaran akademik mengalami likuefaksi moral. Tanah etika yg gembur & subur, amblas ditindas beban kepentingan bedebah politik asal Solo. Pada akhirnya, negara ini menghadapi dua ancaman ; 1. Bencana ekologis, akibat rakusnya kuasa atas hutan dan sumber daya alam. 2. Bencana akademik, akibat kerakusan kuasa atas legitimasi. Yang pertama menumbangkan pohon dan merusak hutan. Yang kedua menumbangkan nalar & menghancurkan ingatan kolektif ttg apa yg disebut kebenaran. Indonesia tak kekurangan orang yg berijazah asli, tapi kekurangan keberanian utk menyatakan bhw kebenaran adalah hal yg tak perlu menghaburkan milyaran rupiah utk menyewa bodyguard ijazah. Karena ; KEBENARAN TAK PERLU PEMBELAAN SEMEWAH KEBOHONGAN. ________________ Bahkan, LISA pun dibungkam oleh para bangsawan akademik UGM, ia dilarang mengatakan kebenaran. Tampaknya LISA hanya boleh berkata benar tanpa benar - benar mengatakan kebenaran. . .

| A K |

10,781 views • 9 months ago

Sayang ya, kenapa diselipkan tuduhan "partai mana yg sekarang tidak tersandera oleh kekuasaan". Jika maksudnya Parpol yg punya kursi di Parlemen, kan tdk semua ada di pemerintahan 10 tahun belakangan ini. PKS dan Demokrat misal. Sejengkel2nya saya ke PKS, tak pernah sy tuduh mereka tersandera kekuasaan. Bahkan se-tak sukanya sy ke chief Anies Rasyid Baswedan yg demikian jumawa merendahkan Pak Prabowo dg beri nilai 11 dari 100, tetap saya bela saat anda difitnah Kurawa dgn tuduhan selama menjabat Gubernur telah menghancurkan banyak rumah ibadah/gereja. Tuduhan tanpa bukti itu adalah fitnah yg keji. Kecuali anda bisa buktikan seluruh Parpol itu tersandera. Apalah lagi, anda pernah menunggangi PKB dan PKS, juga NasDem, koq mau anda bersama2 parpol yg tersandera? Kata2 yg tak patut chief, karena secara tak langsung anda juga menuduh Parpol non Parlemen. Padahal jauh lebih apik ucapkan saja "masuk ke Parpol yg ada saat ini, belum tentu bisa sama dgn cita2 dan misi perubahan yg akan kita bawa". Selesai, tanpa perlu menyebar tuduhan, yg bisa jadi anda diminta membuktikan. Amatan saya, Chief Anies memang punya karakter menambah musuh dibanding menambah kawan. Berkawan hanya saat seiring, tapi saat berbeda, bersilang jalan, langsung bermusuhan. Hanya pintar memanfaatkan, tanpa mau memberi. Hati2 chief, jika takdirnya anda nanti bisa membuat partai baru, maka tetap saja anda butuh partai lain untuk berkoalisi menjadi kawan seiring. Bila belum apa2 sudah menuduh sana sani, nanti akan sulit partai lain berkoalisi, membangun kerjasama. Atau nanti akan diungkit2 kata2 tuduhan anda hari ini. Btw: Selamat mewujudkan cita2 mendirikan Ormas atau Partai baru chief. Kita tunggu, apa betul2 mampu mewujudkan, tak sekedar omon omon.

Ferry Koto

154,524 views • 2 years ago

## Anak Abah di Pilkada Jakarta, dan Pendukung Kotak Kosong di Surabaya, mbok Mikir ## Aneh anak2 Abah ini. Kenapa malah teriakan nama Anies? Padahal Anies kan tak diusung satu parpol pun, di Pilkada Jakarta. Saya paham di pasar Cipulir itu banyak urang awak, yg condong ke Anies saat Pilpres lalu. Tapi apa guna teriakan nama Anies? Mau permalukan Ridwan Kamil? Apa gunanya? Tak akan juga RK kalah hanya karena Anak Abah teriak-teriak nama Anies saat berkunjung ke pasar Cipulir tsb. Kalau teriak nama Pramono-Rano, baru ada dampaknya. Atau teriak nama Dharma. Artinya kalian mendukung Pram atau Dharma, bukan RK. Nanti salurkan suara ke mereka. Lha teriak Anies, buat apa? Tak ada pun namanya di kertas suara. Mau mempermalukan? Bagaimana kalau nanti Ridwan-Suswono yg menang? Siapa yg akan susah? Padahal pasar Cipulir itu milik Pemprov Jakarta lewat PD Pasar Jaya. Artinya apa? Artinya apa yg jadi aspirasi pedagang untuk pasar dan kemajuannya nanti, disalurkan ke Gubernur Jakarta, lewat kebijakannya. Tangan Gubernur Jakarta sangat diperlukan oleh para pedagang untuk kepentingan mereka. Sehingga aspirasi mereka harus disampaikan ke calon-calon Gubernur yg berlaga saat ini. Tak mau RK, ada Pramono atau calon independen, Dharma-Kun. Meneriakan Anies, apa gunanya? Apa dipikir Anies bisa memperjuangkan nasib pedagang Cipulir nanti. Gubernur bukan, menteri tidak, hanya narasumber dari seminar satu ke yang lain. ==== Sama dengan di Surabaya, ada gerakan menangkan kotak kosong, hanya karena calon Walkot-wawali Surabaya cuma Eri-Armuji. Lha, ndak salah ta? Kalian pikir Pilkada itu tujuan kita berdemokrasi? Bukan cak, tujuan berdemokrasi itu tak sekedar Pilkada dgn calon2 yg lebih dari satu. Pilkada itu hanya salah satu alat berdemokrasi, untuk rakyat memilih pemimpinnya, yg akan memperjuangkan nasib nya. Jika memang calonnya hanya satu, dan memang selama menjabat berkinerja baik, rakyat puas, parpol pun nilai demikian, kenapa ngotot harus ada calon lain? Kenapa gara2 calonnya hanya Eri lantas kalian hakimi bahwa dia buruk, maka yg harus dimenangkan kotak kosong. Apa tak salah cara pikirnya? Lain hal jika memang kinerja Eri buruk. Ya lawan. Dan tak ada juga Parpol yg tak akan usung calon lain jika kinerja Eri buruk. Kasus Surabaya ini memang harus diakui, pemimpin kota kita ini perfomnya baik selama menjabat. Tak kalah dengan Risma. Armuji sebagai wakil pun apik, suka turun ke bawah. Lha, siapa yg berani lawan pemimpin yg memang sudah dekat di hati rakyatnya? Buang2 uang, cak. Lagipula, andai kalian kampanyekan kotak kosong, jika menang? Apa kalian yakin Pejabat Walikota yg diusulkan Gubernur dan disetujui pemerintah pusat nanti, akan lebih baik kinerjanya dari Eri-Armuji? Apa kalian mau, selama 5 tahun, Suroboyo dipimpin oleh Wali yg bukan pilihan rakyat, tapi walikota rekom Gubernur. ----- Mikir, ojo jadikan Pilkada sebagai tujuan berdemokrasi. Jadikanlah sebagai alat semata untuk menghasilkan pemimpin yg dikehendaki rakyat, yg bisa bekerja untuk rakyat. Hemat ku.

Ferry Koto

89,973 views • 1 year ago

INDONESIA STADIUM 4 | Investor menahan diri, bahkan mungkin saja, ada yg sudah bergegas untuk menarik diri. ( Pasca rilis OCCRP ). Lalu, Indonesia jadi pembicaraan di kalangan Dubes negara - negara tetangga, yg tentunya mereka punya banyak mata dan telinga terkait hal ihwal lahirnya 'nepo baby, pun tentang bapak biologisnya yg mendunia, dengan daya rusaknya yg luar biasa, thd berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. . . Presiden Prabowo Subianto yg saya hormati; "PADI YANG DIPANEN HARI INI, TAK DITANAM KEMARIN SORE". . . ____________________ Lalu tiba - tiba terdengar suara ; Namanya kelapa sawit ya pohon, ya kan ? Kelapa sawit itu pohon, ada daunnya kan ? ____________________ Sungguh ironi, kalimat sebodoh itu , bisa keluar dari mulut Presiden Prabowo • yg notabene adalah seorang pembaca buku yg baik. Bagaimana mungkin penambahan penanaman sawit tak terkoneksi secara langsung dgn deforestasi ?!! LOL !. _________________ Sementara Menhut Raja Juli Antoni, MA., Ph.D. masih rutin "nyantri" di kediaman Ki Dalang Sprindik Mulyono Jagalnegoro di Solo. Tentu rakyat tak perlu berharap, ada kajian akademis hingga ada 'public hearing, terkait rencana pembukaan 20 juta Hektare lahan sawit. Kendati, ini seperti "operasi penjarahan kayu hutan" yang dilegalisasi. . . "Jadi jagalah para bupati, gubernur, TENTARA, POLISI, jagalah kebun kelapa sawit kita. Itu aset negara," kata Prabowo di Gedung Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/12/2024). . . . 😁☕️🚬 #MulyonoAibNasional

| A K |

23,138 views • 1 year ago