正在加载视频...

视频加载失败

Level keakraban dengan Abang Galon.

406,355 次观看 • 2 年前 •via X (Twitter)

10 条评论

ふ 的头像
2 年前

sticker WAnya, a🙏🏼

yanjiro 的头像
yanjiro2 年前

Bisa?

21.02 的头像
21.022 年前

hehe

Ganesha Zaki Kautsar 的头像
Ganesha Zaki Kautsar2 年前

Gak kebayang kalo udah akrab 10 tahun mah. Kayaknya abang galonnya gak perlu di chat lagi, soalnya udah buka cabang di dalem rumah.

захра 的头像
захра2 年前

Lebih langgeng hubungan sama kang galon drpd sama mantanmu yg redflag itu

Rijal Muharram 的头像
Rijal Muharram2 年前

Kalo ini sama laundry setrika. Sampe dibuat sendiri stickernya.

Dudidam | Aralus Studio 的头像
Dudidam | Aralus Studio2 年前

Di gw sampe dianter duluan, bayar belakangan. Salut ama para abang galon

🧶🐈 的头像
🧶🐈2 年前

Wkwk

bilaa 的头像
bilaa2 年前

Langganan dah setaun, mau kirim stiker galon tp blm punya😂

Kitchen Nymph 的头像
Kitchen Nymph2 年前

baru nanya harga dah langsung dikirim aja 😌, ga sampe 10 menit dah nongol depan pintu orangnya 😂😂😂. cuma bisa mlongo lah loh lah loh 😅.

相关视频

Konyol namanya kalo sampe malsuin kebutuhan utama warga. ⚠️Hati hati air Mineral palsu ⚠️ Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi membongkar praktek produksi air minum galon palsu merek Le Minerale di sebuah depot air isi ulang yang berlokasi di Kampung Burangkeng RT 04/12, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Galon diisi oleh dengan menggunakan air dari sumur bor yang tercemar bakteri. Aksi kejahatan ini dibongkar oleh Unit Kriminal Khusus pada Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi. Pemilik depot, SST (40), ditangkap. Dalam menjalankan aksinya, pelaku membeli galon bekas beserta tutupnya. Dia pun memesan segel dan merek galon Le Minerale. Barang-barang itu dia dapatkan dari para pengepul serta toko daring. Seperangkat kemasan galon itu dibeli dengan harga Rp 2.500. Selanjutnya, galon diisi menggunakan air dari sumur bor. Air mentah itu lantas disaring dengan ala kadarnya sebelum masuk galon. Ironisnya, praktik ini telah dilakukan setiap hari sejak 2023. Bahkan setiap hari SST bisa memproduksi hingga 50 galon. “Pelaku memproduksi sekitar 50 galon per hari dengan air tanah dari sumur bor tanpa izin. Air hanya disaring seadanya lalu dikemas ulang dengan galon, segel, dan label palsu bermerek Le Minerale,” ucapnya. Galon bermerek Le Mineral palsu itu kemudian dijual ke warung-warung di wilayah Kabupaten Bekasi seharga Rp 15.000 per galon, jauh lebih murah dibanding harga resmi produk asli yang berkisar Rp 18.000-Rp 19.000. “Pelaku menjalankan usaha ilegal ini selama dua tahun, dibantu dua orang karyawan. Omzetnya diperkirakan mencapai Rp 70 juta,” kata Mustofa Sumber : Pikiran Rakyat

TxtdariBekasy 🇵🇸

117,050 次观看 • 10 个月前