Sensitive content

This media may contain sensitive content.

Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

Maen gamelan wkwk

19,389 просмотров • 3 лет назад •via X (Twitter)

Комментарии: 0

Нет доступных комментариев

Здесь появятся комментарии из оригинального поста

Похожие видео

Miyos Gangsa adalah sebuah prosesi atau ritual adat yang diselenggarakan oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai tanda dimulainya rangkaian acara Sekaten, yaitu perayaan tahunan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Istilah “Miyos Gangsa” berasal dari bahasa Jawa Krama Inggil. •Miyos berarti “keluar” atau “lahir”. •Gangsa merujuk pada alat musik gamelan. Dengan demikian, Miyos Gangsa secara harfiah berarti “keluarnya gamelan”. Makna dan Pelaksanaan Prosesi Dalam prosesi ini, dua set gamelan pusaka Keraton Yogyakarta yang sangat sakral, yaitu Kyai Guntur Madu dan Kyai Nogo Wilogo, dikeluarkan dari keraton. Kedua gamelan tersebut kemudian dikirab menuju Bangsal Pagongan di halaman Masjid Gedhe Kauman. Setelah ditempatkan di bangsal masing-masing (satu di utara dan satu di selatan), gamelan akan ditabuh secara bergantian selama tujuh hari berturut-turut. Tabuhan gamelan ini menjadi tanda dimulainya perayaan Sekaten yang selalu menarik ribuan masyarakat dari berbagai daerah. Tujuan utama prosesi Miyos Gangsa dan seluruh rangkaian Sekaten adalah sebagai media syiar agama Islam. Dahulu, hal ini digunakan para wali untuk menarik perhatian masyarakat agar datang ke masjid. Setelah gamelan ditabuh selama sepekan penuh, rangkaian Sekaten ditutup dengan prosesi Kondur Gangsa, yaitu upacara mengembalikan kedua gamelan pusaka tersebut kembali ke dalam keraton. (direktoriwisatajogja)

Merapi Uncover

30,789 просмотров • 9 месяцев назад