Sensitive content

This media may contain sensitive content.

Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

131,177 views • 9 months ago •via X (Twitter)

0 Comments

No comments available

Comments from the original post will appear here

Related Videos

Shanti Rahayu / manataudapat
0:30

Sensitive content

Shanti Rahayu / manataudapat

wangy wangy

267,370 views • 11 months ago

kompilasi dly chan ekslusif 🥵 full konten cek bio
2:02

Sensitive content

kompilasi dly chan ekslusif 🥵 full konten cek bio

keynacecia

90,401 views • 1 day ago

Pada aksi di Jogja (28/10), juga terdapat elemen Supporter yang turun ke jalan, bahkan bisa dibilang mayoritas dari aksi kemarin di Jogja kemarin adalah kelompok supporter, dan ternyata berlangsung secara alot, bahkan friksi mereka tak hanya dengan Polisi, melainkan (Supporter Jogja pasti ngeh).. rivalitas diantara mereka tanggalkan, dan boom! kalian liat sendiri kemarin bagaimana mereka "mengorganisir" diri, baik dari pra hingga pasca aksi. Sepertinya, para supporter di Indonesia mulai perlu bersatu untuk membentuk aksi kolektif guna menyuarakan apa yang perlu disuarakan, di Jogja terbukti untuk setidaknya melakukan perlawanan, bahkan hingga dinihari. Skill adaptif para supporter ini di atas rata-rata, dengan polemik dan segala hiruk pikuknya, mereka tetap bisa lewati mengapa supporter bola merupakan elemen yang supperior? jika ditilik dari percakapan Pangeran dan Zen Rs ada benarnya >Suporter secara konsisten melakukan kerja-kerja kolektif setiap minggu, jauh lebih intens dibanding banyak kelompok masyarakat sipil lainnya >Hal ini mencakup urusan logistik yang kompleks seperti mengatur transportasi untuk away days (melintasi daerah konflik atau berurusan dengan biaya), berkoordinasi dengan sesama anggota, hingga manajemen rute perjalanan >Kelompok suporter memiliki kesadaran kolektif yang sangat tajam dalam mengelola dinamika di stadion. Mereka memiliki cara sendiri untuk menjaga solidaritas dan menjalankan aksi di tribun, termasuk taktik untuk membawa atribut (seperti flare atau spanduk) melewati pemeriksaan keamanan yang ketat >Tidak seperti kelompok lain yang mungkin memerlukan stimulus finansial atau instruksi top-down, suporter bergerak berdasarkan common identity (identitas bersama). Mereka memanfaatkan waktu luang mereka untuk kepentingan yang mereka sadari sendiri >praktik seperti ini menciptakan sistem jaringan yang tulus dan sulit dikontrol oleh pihak eksternal karena tidak adanya "tanah perjanjian" atau janji imbalan formal di luar kecintaan terhadap klub setuju dengan perkataan Zen Rs tentang masyarakat sipil yang ingin membentuk front pergerakan, tapi masih belum melirik supporter, maka perlu diperhitungkan ulang.

Reftif

128,113 views • 1 day ago