Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

Memperbaiki pipa yang rusak.

955,484 views • 5 months ago •via X (Twitter)

0 Comments

No comments available

Comments from the original post will appear here

Related Videos

ACEH DITIPU LAGI? Ketika rakyat masih berjuang memperbaiki jalan yang rusak akibat bencana, pertanyaan tentang ke mana sebenarnya negara hadir kembali muncul. Ratusan warga Bener Meriah turun ke jalan, bergotong royong memperbaiki jalan kabupaten yang rusak parah akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh. Video ini direkam Sabtu, 12 September 2026. Warga dari 4 kecamatan ikut turun tangan: Bandar Mesidah Bener Kelipah Syiah Utama Mereka memperbaiki sendiri jalan yang kondisinya sudah membahayakan pengguna jalan. Ironisnya, kerusakan tersebut bukan baru terjadi kemarin. Jalan ini sudah diterjang banjir dan longsor sejak bencana akhir tahun lalu. Hampir setahun berlalu, tetapi warga masih harus berjibaku dengan jalan yang rusak. Untuk melintasinya saja disebut butuh skill khusus. Ini bukan sekadar jalan berlubang. Kalau dibiarkan terus, tinggal menunggu waktu sampai kecelakaan dan korban berjatuhan. Yang lebih menyedihkan, kerusakan jalan ternyata bukan hanya mengganggu mobilitas masyarakat. Pelayanan publik di kecamatan-kecamatan tersebut ikut terganggu. Sekarang rakyat memilih turun tangan sendiri. Mereka bergotong royong. Mereka mengumpulkan tenaga. Mereka memperbaiki akses yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Lalu kita harus bertanya: DI MANA NEGARA? Pemerintah pusat punya program dan anggaran untuk pemulihan serta rehabilitasi pascabencana. Tetapi kalau pelaksanaannya terlalu tersentralisasi sehingga pemerintah daerah kesulitan bergerak cepat, yang merasakan dampaknya tetap rakyat. Rakyat tidak bisa menunggu birokrasi selesai rapat. Rakyat tidak bisa menunggu surat berpindah dari satu meja ke meja lainnya. Rakyat butuh jalan yang bisa dilewati. Rakyat butuh akses pelayanan publik. Rakyat butuh keselamatan. Aceh kembali berada dalam situasi yang menyakitkan. Ketika bencana datang, rakyat menjadi korban. Ketika proses pemulihan lambat, rakyat kembali menjadi korban. Dan ketika pemerintah belum mampu memperbaiki akses yang rusak, rakyat pula yang akhirnya turun tangan. Jangan sampai gotong royong rakyat justru menjadi alasan pemerintah merasa masalah sudah selesai. Gotong royong adalah kekuatan masyarakat. Tapi memperbaiki infrastruktur pascabencana bukan semestinya dibebankan kepada rakyat. Ini tugas pemerintah. Kalau jalan kabupaten sudah rusak berbulan-bulan setelah bencana dan warga sampai harus memperbaikinya sendiri karena khawatir ada korban, maka ini bukan lagi sekadar persoalan jalan. INI SOAL KEHADIRAN NEGARA. Aceh jangan cuma datang ke pemerintah pusat ketika butuh perhatian. Pemerintah pusat juga jangan datang ke Aceh hanya ketika butuh menunjukkan bahwa negara hadir. Yang dibutuhkan rakyat Aceh bukan seremoni. BUKAN FOTO. BUKAN JANJI. Tapi jalan yang aman, anggaran yang jelas, dan pemulihan yang benar-benar sampai ke masyarakat. Kalau rakyat sudah turun tangan memperbaiki jalan karena pemerintah terlalu lambat bergerak, lalu sebenarnya siapa yang sedang bekerja untuk rakyat? ACEH BUTUH PEMULIHAN, BUKAN SEKADAR JANJI PEMULIHAN.

Sumatera Adil & Federal

16,322 views • 12 days ago