Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Menyambut lebaran dengan Aftershock dipakai main Command & Conquer Generals Zero Hour 😄 Game yang sudah 20 tahun lebih usianya, tapi masih the best in the genre, anak-anak ikut jadi penggemar juga. Available di Steam dan EA App / Origin

54,249 Aufrufe • vor 2 Jahren •via X (Twitter)

10 Kommentare

Profilbild von Ainun Najib
Ainun Najibvor 2 Jahren

the best game ever

Profilbild von Political Jokes ID
Political Jokes IDvor 2 Jahren

wajib maen rise of nation juga gus anaknya... game jadul tapi top

Profilbild von average joe
average joevor 2 Jahren

Oh the memories

Profilbild von Tri Ahmad Irfan
Tri Ahmad Irfanvor 2 Jahren

Sekalian @AgeOfEmpires II cak, scenenya masih aktif 🙏🙏

Profilbild von Ainun Najib
Ainun Najibvor 2 Jahren

@AgeOfEmpires waini saya sendiri aja belum biasa main wkwkwk

Profilbild von FarLey’K
FarLey’Kvor 2 Jahren

Sniper tank andalan

Profilbild von Be Happy
Be Happyvor 2 Jahren

Kolonel Burton OP parah Tapi ambush GLA jg OP Tapi pencari cuan terbaik tetap hacker China Paling seneng kalo denger kata "Congratulation General, you have been promoted" hahaha

Profilbild von Ainun Najib
Ainun Najibvor 2 Jahren

“I will obey.” “I’m just a peasant.”

Profilbild von Your senpai
Your senpaivor 2 Jahren

Wah inii, coba ke red alert 2 pak. Ikut main storynya serasa belajar politik uni soviet vs us allied waktu perang dingin😁

Profilbild von KULI POCOK
KULI POCOKvor 2 Jahren

Legowo itu termasuk etika apa ndak pak?

Ähnliche Videos

Guys, ada yang cerita pengalaman kurang enak pas lagi nikmatin liburan bareng suami dan bayinya di sebuah hotel di Yogyakarta. Baru aja selesai check in sore hari, dia liat sekelompok anak anak berlarian di koridor hotel, jumlahnya sekitar enam sampai delapan orang. Karena masih sore dan dianggap masih waktu main, dia milih maklumin aja dan nggak negur. Tapi begitu malam tiba, suara anak anak itu makin ganggu. Mereka terus berlarian dan berteriak di koridor. Suaminya duluan yang negur biar berhenti lari dan nggak teriak. Setelah itu dia sendiri juga ikut negur, tapi perilaku mereka tetep aja nggak berubah. Masuk sekitar jam setengah 9 malam, dia mulai makin kesel karena bayinya beberapa kali kaget dan kebangun gara gara suara berisik dari luar kamar. Setelah seharian aktivitas liburan, dia berharap bayinya bisa istirahat tenang biar nggak sakit. Dia kemudian ngintip lewat lubang pintu dan liat jumlah anak yang main justru makin banyak, sekitar delapan sampai sepuluh orang. Menurut informasi yang dia denger, rombongan itu lagi ikutan acara yang berkaitan sama sepak bola. Situasi makin memanas waktu pihak resepsionis hotel akhirnya ikut negur anak anak itu. Tapi bukannya diterima baik, resepsionis malah dimarahin sama salah satu ibu dari anak anak tersebut karena dianggap negur anaknya. Menurutnya, orang tua seharusnya mendidik anak anaknya biar paham aturan dan jaga ketertiban di tempat umum, bukan biarin mereka ganggu kenyamanan tamu lain. Dia juga ngerasa nggak tepat kalau perilaku kayak gitu selalu dibenerin cuma karena masih anak anak. Baginya justru sejak kecil anak perlu diajarin batasan dan etika biar nggak ngerugiin orang lain. Menurut kalian, di situasi kayak gini siapa yang seharusnya lebih tanggung jawab jaga ketertiban di hotel, orang tua anak anaknya atau pihak hotel?

txt keabsurdan wni

40,096 Aufrufe • vor 1 Monat

zico bahas soal boynextdoor dari persiapan full album, kesan pesan as producer mereka yang udah debut 4 tahun, terus hal yang paling bikin zico bangga juga ke anak-anak... ( 👤: terus sekarang zico-nim sebagai produser boynextdoor kan mereka udah masuk tahun ke-4 debut nih, ada kesan pribadinya gitu gak 😺 : uh pertama-tama beneran...anak-anak bonedo kita sekarang lagi ngelakuin yang terbaik banget... 😺 : terus juga buat full album yang bakal keluar kali ini kita bener-bener lagi ngebut buat persiapannya 👤: katanya di full album itu ada produser bagus yang ikutan partisipasi juga ya 😺 : ah kalo itu beneran lowkey ya sekarang masih lowkey... 👤: makanya jangan diomongin dulu deh ya terlalu tau kan hal ini (JUJUR JANGGAL) 😺: pertama-tama full albumnya lagi dibikin dengan keren banget dan potensi anak-anak itu bener-bener luar biasa. Apa ya....aku ini udah ngelihat pertumbuhan anak-anak ini selama 4 tahun, pas 4 tahun lalu setelah ngediriin koz.... pas anak-anak ini jadi trainee dan kita seneng susah bareng, aku tuh gak pernah sekalipun ngeraguin potensi mereka dan sekarang mereka terus ngebuktiin kalo pemikiranku itu gak salah 👥: wow wow 👤: kalo gitu sebagai hyung dan juga produser dan juga sunbaenim, apa sih hal yang paling pengen kamu ajarin ke mereka? 😺: hm... hal yang paling pengen aku ajarin tuh lebih ke soal attitude gitu. Jadi bukannya cuma sekadar kesopanan atau tata krama yang kayak gitu ya, tapi kegigihan. Karena mereka udah jadiin ini sebagai pekerjaan, jadi gimana caranya biar gak terlalu kebawa emosi di sini tapi tetep gak kehilangan jati diri, gimana caranya ngatur napas mental, hal-hal kayak gitu yang lumayan banyak pengen aku ajarin 👤: terus kapan ngerasa paling bangga sama mereka? 👤: kayak "wah aku beneran bangga banget", misal pas lagi pergi ke tempat konser atau pas album keluar 😺 : saat paling bikin bangga tuh pas anak-anak di tempat kayak acara award terus dapet energi dari banyak banget orang, anak-anak yang tadinya ada di ruang latihan itu sekarang dapet sorotan lampu dan berinteraksi sama semua penonton dengan mewah, (dulu) ngebayangin doang gambaran mereka nunjukin energi mereka tapi sekarang aku bisa ngelihat itu beneran pakai mataku sendiri 😺: ah... terus tahun lalu anak-anak kan lumayan dapet banyak penghargaan ya, dapet banyak penghargaan terus aku juga beruntung banget bisa dapet penghargaan produser, nah momen-momen itu yang bikin aku ngerasain lagi rasa pencapaian, yang bikin aku punya perasaan (bangga) kayak gitu

sea🐰ྀི

75,232 Aufrufe • vor 4 Monaten

Media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah cerita yang bukan hanya memancing emosi, tapi juga mengguncang rasa kemanusiaan. Seorang TikToker membagikan dugaan tindakan tak bermoral yang melibatkan seorang bayi berusia 11 bulan usia yang bahkan belum memahami dunia, namun diduga sudah dijadikan objek seksual fetish dalam perilaku yang menyimpang Terduga pelaku adalah seorang asisten rumah tangga berusia 44 tahun, yang ironisnya sudah memiliki anak dewasa. Namun, alih-alih menunjukkan kedewasaan dan tanggung jawab, justru diduga melakukan tindakan yang sangat tidak pantas saat diberi kepercayaan mengasuh anak majikannya Dalam cerita yang beredar, ia melakukan panggilan video dengan seorang pria tak dikenal. Pria tersebut menunjukkan perilaku tidak senonoh, dan lebih parahnya lagi, diduga meminta agar bayi yang sedang diasuh itu diperlihatkan dalam situasi tersebut Ini bukan sekadar pelanggaran norma... ini adalah bentuk kegagalan moral yang serius!! Pertanyaannya, bagaimana mungkin seorang anak yang bahkan belum bisa berbicara justru terseret dalam situasi seperti ini? Kejadian ini membuka mata kita bahwa ancaman terhadap anak tidak selalu datang dari orang asing di luar sana, tapi bisa hadir dari orang yang justru diberi kepercayaan penuh di dalam rumah Jika benar terjadi, maka ini bukan hanya soal etika, tapi sudah menyentuh ranah hukum yang serius. Aparat penegak hukum harus segera turun tangan, mengusut tuntas, dan memberikan sanksi tegas tanpa kompromi Ini bukan sekadar “konten viral”, ini adalah alarm keras bahwa perlindungan terhadap anak masih memiliki celah yang berbahaya Karena jika kita masih diam, maka kita ikut memberi ruang bagi hal-hal seperti ini untuk terus terjadi!
3:30

Sensitive content

Media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah cerita yang bukan hanya memancing emosi, tapi juga mengguncang rasa kemanusiaan. Seorang TikToker membagikan dugaan tindakan tak bermoral yang melibatkan seorang bayi berusia 11 bulan usia yang bahkan belum memahami dunia, namun diduga sudah dijadikan objek seksual fetish dalam perilaku yang menyimpang Terduga pelaku adalah seorang asisten rumah tangga berusia 44 tahun, yang ironisnya sudah memiliki anak dewasa. Namun, alih-alih menunjukkan kedewasaan dan tanggung jawab, justru diduga melakukan tindakan yang sangat tidak pantas saat diberi kepercayaan mengasuh anak majikannya Dalam cerita yang beredar, ia melakukan panggilan video dengan seorang pria tak dikenal. Pria tersebut menunjukkan perilaku tidak senonoh, dan lebih parahnya lagi, diduga meminta agar bayi yang sedang diasuh itu diperlihatkan dalam situasi tersebut Ini bukan sekadar pelanggaran norma... ini adalah bentuk kegagalan moral yang serius!! Pertanyaannya, bagaimana mungkin seorang anak yang bahkan belum bisa berbicara justru terseret dalam situasi seperti ini? Kejadian ini membuka mata kita bahwa ancaman terhadap anak tidak selalu datang dari orang asing di luar sana, tapi bisa hadir dari orang yang justru diberi kepercayaan penuh di dalam rumah Jika benar terjadi, maka ini bukan hanya soal etika, tapi sudah menyentuh ranah hukum yang serius. Aparat penegak hukum harus segera turun tangan, mengusut tuntas, dan memberikan sanksi tegas tanpa kompromi Ini bukan sekadar “konten viral”, ini adalah alarm keras bahwa perlindungan terhadap anak masih memiliki celah yang berbahaya Karena jika kita masih diam, maka kita ikut memberi ruang bagi hal-hal seperti ini untuk terus terjadi!

Never

91,601 Aufrufe • vor 5 Monaten

udah selingkuh, ngehamili gak tanggung jawab, bahkan membvnuh selingkuhan sama neneknya sendiri dalam 1 waktu, asli ini ngeri sih pak. kenalin pelaku bernama doni (24) tahun, dia sudah berkeluarga dan sudah punya anak, dia merupakan cucu dari wanita lansia berinisial (K) yang termasuk salah satu korban dari aksinya. kronologi lengkapnya masih belum di ketahui secara pasti, karna kasus ini masih dalam penanganan polisi dan pelaku juga sudah di amankan. jadi pada jumat pagi hari 12/06/26, yang merupakan awal terungkapnya kasus ini, itu bermula dari kecurigaan warga yang melihat lampu rumah nenek (K) yang masih menyala hingga pagi hari, kondisi tersebut dianggap tidak biasa karena rumah tersebut dikenal selalu tertib dan penghuninya memiliki rutinitas yang teratur. kecurigaan semakin memuncak ketika tidak ada aktivitas yang terlihat dari dalam rumah, sejumlah warga kemudian berinisiatif memeriksa keadaan, salah seorang warga bahkan masuk melalui jendela samping untuk memastikan kondisi penghuni rumah. benar saja, di salah satu kamar di temukan seorang gadis remaja berinisial (AA) 18 tahun sudah dalam keadaan tidak berny4wa, penemuan tersebut membuat warga panik dan segera melakukan pencarian terhadap penghuni rumah lainnya. Namun, fakta yang lebih mengejutkan kembali terungkap saat warga memeriksa area belakang rumah, nenek (K) ditemukan berada di dalam sumur tua dengan kondisi MD secara memprihatinkan. dugaan awal kalo (AA) si remaja 18 tahun ini merupakan selingkuhan dari si doni yang tengah hamil dan menuntut tanggung jawab, karena doni sudah punya istri dan anak, terjadi pertengkaran hebat yang berujung gelap mata (doni membvn*h AA). kebetulan aksi tersebut di ketahui nenek (K) yang melihat korban sudah bersimpah d*r4h, sehingga doni juga membvn*h neneknya dan membuang j4sadnya ke sumur belakang rumah.
0:20

Sensitive content

udah selingkuh, ngehamili gak tanggung jawab, bahkan membvnuh selingkuhan sama neneknya sendiri dalam 1 waktu, asli ini ngeri sih pak. kenalin pelaku bernama doni (24) tahun, dia sudah berkeluarga dan sudah punya anak, dia merupakan cucu dari wanita lansia berinisial (K) yang termasuk salah satu korban dari aksinya. kronologi lengkapnya masih belum di ketahui secara pasti, karna kasus ini masih dalam penanganan polisi dan pelaku juga sudah di amankan. jadi pada jumat pagi hari 12/06/26, yang merupakan awal terungkapnya kasus ini, itu bermula dari kecurigaan warga yang melihat lampu rumah nenek (K) yang masih menyala hingga pagi hari, kondisi tersebut dianggap tidak biasa karena rumah tersebut dikenal selalu tertib dan penghuninya memiliki rutinitas yang teratur. kecurigaan semakin memuncak ketika tidak ada aktivitas yang terlihat dari dalam rumah, sejumlah warga kemudian berinisiatif memeriksa keadaan, salah seorang warga bahkan masuk melalui jendela samping untuk memastikan kondisi penghuni rumah. benar saja, di salah satu kamar di temukan seorang gadis remaja berinisial (AA) 18 tahun sudah dalam keadaan tidak berny4wa, penemuan tersebut membuat warga panik dan segera melakukan pencarian terhadap penghuni rumah lainnya. Namun, fakta yang lebih mengejutkan kembali terungkap saat warga memeriksa area belakang rumah, nenek (K) ditemukan berada di dalam sumur tua dengan kondisi MD secara memprihatinkan. dugaan awal kalo (AA) si remaja 18 tahun ini merupakan selingkuhan dari si doni yang tengah hamil dan menuntut tanggung jawab, karena doni sudah punya istri dan anak, terjadi pertengkaran hebat yang berujung gelap mata (doni membvn*h AA). kebetulan aksi tersebut di ketahui nenek (K) yang melihat korban sudah bersimpah d*r4h, sehingga doni juga membvn*h neneknya dan membuang j4sadnya ke sumur belakang rumah.

ladusseng

778,271 Aufrufe • vor 2 Monaten

🎥 Pidato lengkap j-hope di HOPE ON THE STAGE Jakarta sebelum encore 🐿️ Aku kembali ke Indonesia setelah sekian lama. Emang berbeda ya.. sangat penuh semangat dan responnya juga sangat panas sekali. Jadi ada berita menarik, bukan berita sebenarnya bisa dibilang sebuah informasi. Jadi kalau di Instagram aku ada data terkait followers dari tiap negara, kalian tau? Indonesia mantap. Indonesia ada di peringkat cukup atas. Mungkin itu alasannya respon kalian juga sangat panas. Aku benar-benar bisa merasakan cinta kalian semua. Jadi sebelum kesini saya berpikir, terakhir aku ke Indonesia berapa tahun yang lalu ya? Berarti terakhir dari tahun 2017, jadi sudah 8 tahun. Jadi karena sudah lama sekali juga tidak kesini, jadi aku berpikir untuk benar-benar memberikan yang tebaik untuk Indonesia. Aku juga ingin terlihat cantik tentunya dan memperlihatkan sisi terbaik ku. Apakah mau 1 TMI? Jadi pagi ini, tiba-tiba di dagu ku muncul sesuatu. Jadi karena aku ingin terlihat cantik hari ini, aku pencet tapi malah jadi bengkak. Itulah TMI kecil hari ini hahaha. Jadi karena sudah lama tidak ke Indonesia, aku ingin merasakan berbagai macam nuansa disini dan kemarin aku juga makan banyak makanan enak. Dan berkat energi itu, maka aku jadi semangat acara dengan kalian semuanya. Banyak sekali makanan enak. Apa itu namanya, sate? Woww.. enak banget. Seneng banget karena banyak sekali makanan enak. Tapi yang lebih menyenangkan lagi adalah hari ini. Jadi kalian juga yang sudah menikmatinya bersama, aku mau mengucapkan terima kasih dan aku cinta kalian. Tapi aku penasaran di lantai 2 dan 3 memang tidak berdiri keadaannya di atas sana ya? Bisa berdiri? Kalau gitu harusnya berdiri dari tadi dong. Lagu terakhir hari ini. Ayo nikmati bersama. Aku cinta kalian! Love you more, hobi 🫂♥️ HOPE ON THE STAGE IN JAKARTA J-HOPE MAHAKARYA TERINDAH #JHOPE #HOPE_ON_THE_STAGE_TOUR #HOPE_ON_THE_STAGE_TOUR_JAKARTA #JHOPE_TOUR #HOS_TOUR_JAKARTA_D1

j-hope Indonesia 🇮🇩

123,744 Aufrufe • vor 1 Jahr

Lagu Surti Tejo adalah karya original dari Jamrud yang rilis tahun 2000 dan sempat jadi hits besar di masanya. Berbeda dengan band rock Indonesia generasi sebelumnya yang cenderung puitis dan sastrawi, Jamrud tampil dengan gaya yang lebih dekat ke keseharian. Bahasa yang dipakai lugas, kasar, dan tanpa banyak penyaring. Lirik seperti ini muncul dari konteks zamannya. Di awal 2000-an, lagu tidak dibuat untuk diuji secara moral, tapi untuk dinikmati, diingat, dan laku di pasaran. Unsur humor dan sentuhan vulgar ringan justru jadi bagian dari strategi, bukan sesuatu yang dianggap menyimpang. Dalam lagu ini, Jamrud tidak menggurui. Mereka memakai pendekatan “show, don’t tell”, menampilkan kisah Surti dan Tejo tanpa memberi penilaian langsung. Pendengar dibiarkan menyaksikan cerita seperti rangkaian adegan. Konfliknya sederhana: Tejo pulang dari kota dengan perubahan, sementara Surti tetap memegang nilai-nilai desa. Dari situ muncul benturan—dua dunia yang tidak lagi berbicara dengan cara yang sama. Belakangan ini, ketika linimasa dipenuhi isu kekerasan dan pelecehan seksual, cara pandang publik ikut bergeser. Lagu Surti Tejo pun ikut terseret, dianggap vulgar, dipotong dari konteks, lalu dinilai seolah berdiri sendiri. Isu kekerasan seksual jelas harus disikapi serius dan berpihak pada korban. Tapi ketika karya dari konteks berbeda ditarik tanpa jarak, yang muncul bukan pemahaman utuh, melainkan penyederhanaan. Pada akhirnya, yang jadi persoalan bukan lagunya, tapi cara kita membacanya. Lagu ini tidak berubah sejak puluhan tahun lalu. Yang berubah adalah cara kita menilai—sering kali dengan cepat dan tanpa melihat konteksnya. Masih relevan buat didengar hari ini, atau justru memang sudah waktunya ditinggalkan? 👀

Cadas

18,585 Aufrufe • vor 4 Monaten

Raka (bukan nama sebenarnya) seorang lulusan S2 manajemen pada 2025 di salah satu PTN favorit di wilayah Jabodetabek. Hingga kini di usianya yang mencapai 31 tahun, ia masih kesulitan mencari pekerjaan purna waktu (full-time) meksipun sudah melamar ke ratusan lowongan pekerjaan. Ia juga mengaku saat ini hanya bertahan hidup dari pekerjaan lepas (freelance) yang sudah dikerjakan sejak ia menduduki kuliah S2. Beberapa freelance yang dikerjakan, seperti fotografi, data entry hingga melakukan freelance riset. "Relasi networking ada, cuma memang networking-nya kebetulan yang aku dapet ya—aku nggak tahu kalau yang teman-teman lain—kalau aku dapet modelnya lebih ke reference ya. Jadi bukan yang tipe yang networking yang langsung 'ya udah, kamu ikut deh, ikut kerja di aku', nggak gitu," jelas Raka kepada kumparan, Rabu (12/8). Sementara itu, Eka (nama samaran) yang berusia 28 tahun dan merupakan lulusan S1 Hukum di salah satu PTN di Jakarta yang lulus pada 2020 dan S2 Hukum Perdagangan Internasional di salah satu top PTN yang ada di Jabodetabek, kini pun belum mendapatkan pekerjaan. Ia sempat bekerja di di salah satu boutique law firm selama lima bulan, namun akhirnya memutuskan career break. Setelah career break, ia sudah mencoba hingga ribuan loker (lowongan pekerjaan) namun masih nihil. Ia pun aktif mengikuti pelatihan dengan sistem magang yang tidak dibayar. 📸: Dok. Antara, Shutterstock. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: focus | jurusannganggur | news | videonews | R158 | R134 | E053 | E380 | V165 #bicarafaktalewatberita #kumparan

kumparan

30,474 Aufrufe • vor 16 Tagen

SIMPLE and Cheers to Youth are a perfect portrayal of us who grew up in this cruel world. Dua lagu tentang proses berpikir Woozi sebagai anak muda yang terjebak di kotak kecilnya dan si dewasa dengan perayaan hidup di tempat yang sama. SIMPLE ditulis waktu Woozi masih 20 tahun. Tentang isi kepala anak muda yang terkungkung di proses pendewasaan, anak muda yang lihat dunia kayak labirin raksasa tanpa jalan keluar, yang di dalamnya cuma ada hitam dan putih aja, yang seluruh perniknya terlihat monoton dan membosankan. Pada akhirnya, ini adalah kita di awal perjalanan menuju dewasa, manusia yang bahunya terasa berat banget dengan mimpi sendiri dan ekspektasi orang lain, manusia yang isi kepalanya selalu ramai dan berisik. Kita nggak butuh apa pun, not even happiness. Yang kita perlu cuma sesederhana waktu istirahat yang cukup untuk rebah dan meluruskan kaki yang lelah, sesederhana malam yang tenang, jauh dari bisingnya keributan dunia. Sesederhana ingin hidup berjalan dengan semestinya. Dan Cheers to Youth tentang mereka yang perjalanannya sudah dekat dengan garis akhir pendewasaan. Ini tentang si dewasa yang tetap lelah, resah, dan gelisah akan hidup. Tentang kita yang bahunya berat dengan tuntutan, dengan mimpi yang gagal tercapai, dengan ekspektasi yang dirasa makin sulit tergapai, dengan sapa dan pamit para masalah yang berbeda-beda. Tentang kita yang waktu nyalanya lebih lama dari waktu tidurnya, tentang kita yang selalu penasaran dengan apa itu bahagia. Tapi pada akhirnya hidup akan terus begini, kayak pinata yang di dalamnya penuh dengan bunga juga luka. Sekeras apa pun menghindar, kejutan itu akan terus meletup. Dan lagu ini kayak perayaan untuk diri sendiri bahwa biarpun kita jatuh, terluka, lelah, bosan, tertawa, berbuat salah, menjadi keliru, dan terkadang lupa akan sesuatu.. Toh, ini pertama kalinya kita hidup. Ini pertama kalinya kita menyecap manis dan getirnya hidup. Ini pertama kalinya kita berkenalan dengan dunia. Ini pertama kalinya kita belajar bertahan dan berdamai. Kita nggak bersalah hanya karena sering merasa lelah dan kecewa. Kehidupan pertama kita dengan segala bahagia dan kedukaannya, layak untuk dirayakan. Tiap dengerin 'mereka', ada semacam kelegaan bahwa.. ”Gue nggak melewati proses ini sendirian. Gue bertumbuh bareng yang lain. Ada banyak makhluk berparu-paru lain yang menghadapi hal serupa kayak gue. Dia mengalami ini. CARATs juga sama.”

nasi.

14,282 Aufrufe • vor 5 Monaten

Ayah di Kendal, Jawa Tengah, perkosa anak kandungnya hingga hamil dan melahirkan. Bayi yang dilahirkan korban dalam kondisi sehat dan kini dititipkan di Panti Sosial Wiloso Tomo di Kota Salatiga. Kepala Dinas Sosial Kendal Muntoha mengatakan, bayi itu dititipkan di panti sosial lantaran pihak keluarga tidak ada yang mau menerima keberadaan bayi tersebut. Muntoha menjelaskan, bayi tersebut bisa diadopsi namun dengan syarat menunggu bayi berusia 1,5 tahun. Terkait kondisi ibu sang bayi, ia menyebut pihaknya masih melakukan pendampingan untuk memulihkan kondisi mentalnya. Sebelumnya, Polres Kendal menangkap pria bernama ANR (36) usai memperkosa anak kandungnya sendiri. Korban bahkan sudah hamil dan melahirkan. Korban diketahui diperkosa oleh ayah kandungnya sejak tahun 2024 hingga April 2026 atau sejak usianya masih 13 tahun. Kasus ini terbongkar setelah bayi mereka dibuang di kebun milik warga di Dusun Kedungwungu, Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, pada Rabu (13/05) lalu. Warga yang menemukan bayi lalu melapor ke polisi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengakui bayi itu memang anak kandungnya dengan sang ayah. Korban memang tinggal dengan pelaku setelah bercerai dengan istri atau ibu kandung korban. Perbuatan bejat pelaku dilakukan karena ia menyimpan dendam kepada mantan istri sekaligus ibu kandung korban. Sebelum bercerai, keduanya sering terlibat pertengkaran akibat masalah keuangan. Pelaku terancam pidana 20 tahun penjara. 📸: Dok. Shutterstock/Ilustrasi, Shutterstock AI/Ilustrasi, Polres Kendal. ⁠ Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ ⁠ 📝: newsupdate | update | news | videonews | R176 | E073 | V183 ⁠ #bicarafaktalewatberita #kumparan

kumparan

34,655 Aufrufe • vor 3 Monaten

video Audrey Bianca Callista ini muncul di fyp tiktok gue setelah sebelumnya gue nonton video soal party salah satu influencer yang kabarnya ngabisin 700jt dan jujur… gue langsung diem. di video ini Audrey cerita tentang desa Lete Palolo di Sumba yang bahkan nggak punya akses listrik. setiap matahari tenggelam, aktivitas mereka ikut berhenti. anak-anak nggak bisa belajar malam hari, ibu-ibu yang menenun juga nggak bisa melanjutkan aktivitasnya. bukan karena mereka nggak mau, tapi karena memang nggak ada listrik. tapi bagian yang bener-bener bikin gue sesek justru pas audrey nanya ke anak-anak, “mau belajar pake apa?“ mereka jawab serempak jawab “LAMPUUU” terus Audrey tanya lagi “berarti kalian mau ya ada listrik disini?” of course mereka jawab MAUUU!!! yang bikin gue sedih tuh pas ada satu anak kecil yang jawab, “emang bisa ya, kak?” ANJIRRRR… 😭 “emang bisa ya, kak?” tuh kalimat pendek tapi somehow nyakitin banget. karena buat kita belajar malam dengan lampu itu bukan sesuatu yang perlu ditanyain “bisa atau nggak”. tinggal pencet saklar, selesai. tapi buat anak ini, punya lampu buat belajar sampai malam bahkan terdengar seperti sesuatu yang terlalu jauh buat dibayangin. dan pas akhirnya listriknya nyala, lihat reaksi mereka tuh makin bikin gue terharu. sesederhana ada cahaya di malam hari, tapi kebahagiaannya sebesar itu. terus gue keinget video party 700jt yang baru aja gue lihat sebelumnya. again, bukan soal orang kaya nggak boleh menikmati uangnya. tapi dua video ini muncul berurutan di fyp gue dan literally bikin gue sadar kalau KETIMPANGAN SOSIAL ITU NYATA BANGET. di satu sisi ada orang yang bisa menghabiskan 700jt untuk satu malam, di sisi lain ada anak yang bahkan masih harus bertanya, “emang bisa ya, kak?” ketika ditawarin sesuatu yang buat kita adalah kebutuhan paling basic. Audrey yang sekarang jadi perwakilan Indonesia di Miss World 2026 lewat beauty with a purpose menurut gue jadi punya makna yang jauh lebih dalam setelah lihat video ini. because sometimes privilege is so invisible when you've always had it. kita nggak pernah mikir betapa beruntungnya bisa belajar di bawah lampu, karena dari kecil kita pikir itu memang seharusnya begitu. ternyata nggak semua anak punya kesempatan yang sama. dan kalimat “emang bisa ya, kak?” itu genuinely broke my heart. 😔

A͟d͟ᥱ͟ᥣ͟ᥲ͟ι͟d͟ᥱ

18,109 Aufrufe • vor 17 Tagen

Bagaimana Platform Mendeteksi Usia Tanpa Verifikasi ID? Saya sangat mendukung Kementerian Komunikasi dan Digital secara resmi menerbitkan Peraturan Menteri sebagai turunan dari PP Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas), yang menunda akses anak di bawah 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi termasuk media sosial dan layanan jejaring. Alasannya sudah disampaikan Menkomdigi. Clear. Itu problem besar kita. Negara lain, spt China, justru jauh lebih ketat dibanding Indonesia dan sudah melakukannya sejak lama. China tidak hanya melarang anak membuat akun medsos, tapi mengatur ekosistem digital anak secara menyeluruh dan berlapis, dari level konten, level platform, hingga level perangkat keras. China sebenarnya model referensi yang lebih relevan secara geopolitik untuk Indonesia dibanding Australia, keduanya negara non-Barat dengan populasi besar dan konteks digital yang mirip. Yang menarik, Indonesia justru melampaui China dalam satu hal, yakni melarang akun medsos secara eksplisit per platform berdasarkan usia, sesuatu yang belum dilakukan China secara langsung. Rencananya, implementasi dimulai secara bertahap pada 28 Maret 2026, mencakup YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, dan Roblox. Pertanyaan Besar Naaah.... yang jadi pertanyaan banyak netizen adalah: bagaimana teknis deteksi usianya? Pake KTP? Belum punya. Pake form tanggal lahir? Mudah dimanipulasi. TErkait teknis pembatasan, saya pernah bertanya ke perwakilan TikTok Indonesia. Apakah platform sebenarnya bisa mendeteksi usia anak, dari pola akses mereka, misal anak sekolah tidak akses pada jam2 sekolah, konten yang mereka buka, komentar yang mereka tuliskan? Dia bilang, Tiktok bisa tahu dari parameter2 ini. Bagaimana Platform Mendeteksi Usia? 🔴 TikTok — Paling agresif dalam video scanning TikTok telah mengonfirmasi bahwa mereka memindai video publik pengguna untuk menginferensi usia. Salah satu sinyal unik yang digunakan adalah dengan memindai komentar di posting ulang tahun ("Happy Birthday") di mana usia pengguna mungkin tersebut. Sistem TikTok menganalisis profil pengguna, video yang diposting, dan sinyal perilaku untuk memprediksi apakah akun tersebut milik pengguna di bawah umur. Setelah AI menandai akun, moderator manusia mereview akun-akun tersebut sebelum pemblokiran dilakukan — bukan otomatis ban langsung. Sistem ini mengidentifikasi pola yang mungkin mengindikasikan pengguna lebih muda dari yang diklaim, seperti nada video, sifat interaksi, atau sinyal keterlibatan lainnya. Untuk verifikasi lanjutan (saat akun diperdebatkan), TikTok bermitra dengan layanan seperti Yoti untuk estimasi usia berbasis biometrik wajah — sistem menganalisis karakteristik wajah untuk memperkirakan usia, tanpa menyimpan foto secara permanen. 🔵 Instagram/Meta — "Adult Classifier" AI paling canggih Sistem adult classifier Meta menganalisis sinyal perilaku untuk mengkategorikan pengguna sebagai di bawah atau di atas 18 tahun. AI memeriksa profil pengguna, daftar follower, interaksi konten, dan postingan seperti pesan ulang tahun dari teman. Misalnya, profil yang mengikuti influencer bertema remaja atau berinteraksi dengan konten terkait sekolah dapat memicu pemeriksaan lebih lanjut. Meta juga menandai akun yang dibuat dengan email atau device ID yang sama tetapi dengan tanggal lahir berbeda — ini mencegah remaja lolos dengan membuat akun baru. Jika teman pengguna memposting sesuatu seperti "Screaming happy 15th birthday to my best friend", tim evaluasi internal Meta akan melabeli pengguna tersebut sebagai remaja. Instagram juga menggunakan Natural Language Processing (NLP) untuk memindai caption dan pesan terhadap pola bahasa yang khas dari pengguna yang lebih muda. 🔴 YouTube/Google — Berbasis riwayat tontonan Sistem AI YouTube bergantung pada sinyal seperti jenis video yang dicari dan ditonton pengguna, serta sudah berapa lama akun aktif, untuk menentukan apakah mereka berusia di bawah 18 tahun. Pengguna dewasa yang salah diidentifikasi sebagai remaja harus mengunggah KTP, kartu kredit, atau selfie untuk membuktikan usia mereka. Google dan YouTube sangat mengandalkan sinyal perilaku yang terkait dengan riwayat tontonan dan aktivitas akun untuk menginferensi usia — baru kemudian meminta KTP atau kartu kredit ketika sistem merasa tidak yakin. 🟣 Facebook/Threads — Lintas platform Meta Facebook dan Threads menggunakan infrastruktur yang sama dengan Instagram. Instagram menyatakan bahwa mereka mungkin mencoba mencocokkan usia pengguna di Facebook dengan usia yang dinyatakan di Instagram, bersama dengan penggunaan "banyak sinyal lain" yang tidak diungkapkan. 🟡 Roblox — Orientasi pada perilaku anak di bawah umur Roblox secara khusus fokus pada deteksi perilaku anak. Mereka menganalisis pola chat, jenis game yang dimainkan, dan waktu sesi bermain. Perilaku khas anak (bahasa yang digunakan, pola waktu bermain di jam sekolah/malam) menjadi sinyal utama. ⚪ X (Twitter) & Bigo Live X saat ini paling lemah dalam deteksi usia berbasis perilaku — lebih mengandalkan laporan komunitas dan verifikasi manual. Bigo Live menggunakan moderasi konten live streaming secara real-time, termasuk deteksi wajah untuk usia. Keterbatasan Sistem Sistem-sistem ini gagal dengan cara yang dapat diprediksi. False positive sangat umum — platform mengidentifikasi orang dewasa dengan wajah muda, orang dewasa yang berbagi perangkat keluarga, atau memiliki penggunaan yang tidak biasa, sebagai remaja. Sementara false negative juga persisten — remaja dengan cepat belajar cara mengelabui sistem dengan meminjam KTP, berganti akun, atau menggunakan VPN. Bukan Sekadar Pembatasan, Perlu ada Substitusi Menurut saya, ini harus dimulai. Pasti ada kekurangan di awal. Yang penting terus disempurnakan sambil belajar dari yang sudah berhasil seperti China. Poin kunci yang membuat model China berbeda adalah mereka tidak hanya melarang, tapi menyediakan alternatif yang dikurasi secara aktif oleh negara. Douyin "Youth Mode" — fitur-fiturnya sangat spesifik: Fitur Youth Mode Douyin antara lain: jeda wajib lima detik antar video untuk mengurangi risiko adiksi, batas 40 menit per hari hanya antara jam 6 pagi sampai 10 malam, dan konten diganti dengan materi edukatif seperti eksperimen sains, pameran museum, dan penjelasan sejarah. Di sisi konten, mode remaja Douyin melarang berbagai jenis konten ditampilkan, termasuk video prank, "takhayul", dan konten tempat hiburan seperti klub dansa atau karaoke yang memang tidak boleh dimasuki remaja. Setiap akun juga dihubungkan ke identitas asli pengguna, dan teknologi pengenalan wajah digunakan untuk memantau pembuatan konten live streaming. Bahkan ada aplikasi anak tersendiri. ByteDance meluncurkan aplikasi khusus anak bernama Xiao Qu Xing ("Little Fun Star") — seperti Douyin tapi hanya berisi konten edukatif, dibatasi 40 menit per hari dengan default 30 menit di hari kerja, dan orang tua bisa menurunkan batas waktu hingga hanya 15 menit per hari. Kesimpulan Jadi konfirmasi dari perwakilan TikTok itu akurat dan berdasar — platform memang sudah jauh melampaui sekadar mengandalkan tanggal lahir yang diinput. Namun tantangan terbesarnya untuk konteks Indonesia adalah sinyal seperti "cross-platform account matching" dan "device ID linking" akan sangat efektif, tapi sinyal berbasis konten (bahasa, NLP) perlu dilatih ulang untuk Bahasa Indonesia dan dialek lokal agar akurasinya setara dengan deployment di pasar Barat. Harusnya ini ndak jadi masalah, mengingat perkembangan AI yang sudah sangat maju.

Ismail Fahmi

60,999 Aufrufe • vor 5 Monaten