Video wird geladen...
Video konnte nicht geladen werden
Miris banget 😫
314,224 Aufrufe • vor 1 Jahr •via X (Twitter)
17 Kommentare

Sc video ig : bang_anca97

Aku sedih banget liat ini, perbandingannya jelas2 jauh berbeda dengan dulu, memang sih lain dulu lain sekarang, tapi menurutku ini kemerosotan bukan kemajuan, aku serach di "grok" ternyata ga jauh beda sama pemikiranku, ga tau kalau pemikiran kalen genk.

Fenomena ini bisa dilihat dari beberapa sudut pandang, dan ada beberapa faktor yang mungkin berkontribusi:

• Pengaruh Media Sosial dan Tren Digital: Anak-anak zaman sekarang terpapar konten media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube yang menonjolkan tren joget, tantangan viral, atau hiburan cepat.

Konten ini lebih menarik dan mudah diakses dibandingkan pelajaran akademik yang sering dianggap membosankan atau sulit. Algoritma platform ini juga cenderung mempromosikan konten ringan, sehingga anak lebih sering terpapar tren daripada materi edukasi.

• Sistem Pendidikan dan Cara Pengajaran: Sistem pendidikan di Indonesia masih banyak berfokus pada hafalan dan kurang menekankan pada pembelajaran yang interaktif atau relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Hal ini membuat anak-anak kurang termotivasi untuk mendalami pelajaran. Sebaliknya, joget atau tren di media sosial terasa lebih langsung memberikan kepuasan (instant gratification).

• Prioritas dan Budaya Populer: Budaya populer saat ini sering mengglorifikasi ketenaran instan, seperti menjadi influencer atau konten kreator, yang tampak lebih "keren" dan mudah dicapai dibandingkan prestasi akademik yang membutuhkan waktu dan usaha.

Anak-anak mungkin melihat joget atau mengikuti tren sebagai cara untuk diterima di lingkungan sosial mereka.

• Akses dan Kualitas Pendidikan: Tidak semua anak di Indonesia memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas. Di beberapa daerah, fasilitas sekolah, kualitas guru, atau sumber belajar terbatas.

Hal ini membuat sebagian anak sulit bersaing secara akademik, sehingga mereka beralih ke hiburan yang lebih mudah diakses.

• Peran Orang Tua dan Lingkungan: Orang tua dan lingkungan juga memainkan peran besar. Jika orang tua kurang mendorong pentingnya pendidikan atau terlalu permisif dengan penggunaan gadget, anak cenderung menghabiskan waktu untuk hiburan daripada belajar.

Namun, penting untuk tidak menggeneralisasi. Banyak anak Indonesia yang tetap berprestasi akademik meski aktif di media sosial.

Solusinya mungkin ada pada pendekatan pendidikan yang lebih menarik, seperti mengintegrasikan teknologi atau tren populer ke dalam pembelajaran, serta peran aktif orang tua dan sekolah untuk menyeimbangkan hiburan dan akademik.

Misalnya, guru bisa memanfaatkan media sosial untuk membuat konten edukasi yang menarik, sehingga anak-anak belajar tanpa merasa terbebani.

Sekian dan terimakasih.

- All I Knew
Ähnliche Videos
Sensitive content
Miris banget 🥲 Semoga pelakunya segera ditangkap
Maudy Asmara
175,203 Aufrufe • vor 1 Jahr
Sensitive content
Miris banget ya lihat ini. Jual BARITO (Bawang, Rica dan Tomat) aja gak boleh.
𝕸𝖔𝖓𝖎𝖈𝖆 ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ
157,465 Aufrufe • vor 1 Monat
Sensitive content
Ngilu banget liatnya 😫
marka
372,319 Aufrufe • vor 15 Tagen
