Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

MIRIS!! GURU DIPUKUL DAN DITENDANG MURUID SENDIRI SAMPAI BERDARAH Seorang guru di SMP Negeri 1 Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, diduga menjadi korban penganiayaan oleh muridnya sendiri yang bolos saat jam belajar, Senin 26 Januari 2026. Peristiwa tersebut terjadi saat jam pelajaran berlangsung. Guru bernama Arpan Lisman awalnya melakukan...

123,852 просмотров • 6 месяцев назад •via X (Twitter)

Комментарии: 0

Нет доступных комментариев

Здесь появятся комментарии из оригинального поста

Похожие видео

berawal dari saling ejek doang, ujungnya siswa sampe patah tulang dan ternyata ini bukan kejadian pertama di sekolah itu ⚠️ TW: kekerasan, bullying video perkelahian antar siswa di lingkungan sekolah viral di medsos. peristiwa ini terjadi di SMPN Satu Atap 5 Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. dari rekaman yang beredar, keliatan dua siswa terlibat adu fisik di dalam kelas. siswa yang pake kaus olahraga merah-hitam terlihat saling dorong sama siswa lainnya, sampe salah satu siswa terjatuh setelah dibanting. beberapa siswa lain di lokasi cuma nyaksiin, bahkan ada yang malah ngerekam kejadian itu pake hp. akibatnya, seorang siswa berinisial DF mengalami patah tulang di bagian tangan serta luka di beberapa bagian tubuh. orang tua korban, Solekan, membenarkan kondisi anaknya. katanya, kejadian bermula dari saling ejek antar siswa di dalam kelas sampe berujung perkelahian, dan sempat dilerai guru. “benar, anak saya mengalami patah tangan. awalnya mereka saling mengejek di dalam kelas, kemudian berkelahi,” kata Solekan. tapi masalahnya belum berhenti di situ pas jam pulang sekolah, korban kembali didatangi siswa yang diduga terlibat konflik, di area parkir sepeda motor sekolah. dalam kejadian itu, DF diduga kembali ngalamin kekerasan fisik sampe cedera makin serius di tangannya. warga Kampung Dente Makmur, Ponirin, ungkap ini bukan kejadian pertama di sekolah itu. “sudah beberapa kali terjadi perkelahian dan dugaan bullying. bahkan pada Sabtu (18/7), ada siswa yang diduga jadi korban perundungan di dalam kelas dan videonya juga sempat beredar,” ujarnya. dia berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang bareng pihak sekolah bisa lakuin evaluasi menyeluruh biar kejadian serupa gak terus berulang, dan lingkungan belajar bisa jadi lebih aman buat semua siswa. semoga DF cepet pulih, dan semoga ada tindakan nyata biar sekolah bener-bener jadi tempat yang aman buat anak-anak belajar 🙏

𐙚 Cherie ⋆ ✩

118,750 просмотров • 21 дней назад

Bengkulu- Dugaan tindak pidana pemerk0saan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Seluma. Korban merupakan seorang remaja putri berinisial CS (14) siswi kelas III SMP asal salah satu desa di Kecamatan Seluma Timur. Saat ini, korban dilaporkan mengalami trauma berat setelah diduga disekap dan diperk*sa di sebuah pondok kebun kelapa sawit. Peristiwa tersebut telah dilaporkan secara resmi ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Seluma. Korban datang melapor dengan didampingi kedua orang tuanya untuk meminta perlindungan dan penanganan hukum atas kejadian yang dialaminya. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026 malam yang lalu. Saat itu, korban tengah berada di rumah temannya di wilayah Kecamatan Seluma Selatan. Sekitar pukul 21.00 WIB, korban dijemput oleh teman perempuannya berinisial AJ yang datang bersama dua pria berinisial ME dan YE. Dengan alasan hendak diajak jalan-jalan berkeliling Kota Tais, korban pun bersedia ikut. Saat itu korban dibonceng menggunakan sepeda motor bersama dua pria yang baru dikenalnya tersebut. Namun setelah berkeliling, korban justru dibawa menuju sebuah anjung atau pondok di area perkebunan kelapa sawit yang berada di dekat balai adat dan jauh dari permukiman warga. Setibanya di lokasi, korban dan teman perempuannya dipisahkan ke pondok yang berbeda namun berdekatan. Di dalam pondok itulah korban mengaku mengalami tindakan keker*san seksval. Korban menyebut dirinya berada dalam tekanan dan ancaman dari salah satu terduga pelaku berinisial YE. Sehingga tidak berani melawan ataupun berteriak meminta pertolongan. Usai kejadian, korban baru pulang ke rumah pada keesokan harinya. Awalnya korban memilih diam dan menyimpan peristiwa tersebut seorang diri. Namun setelah didesak ayahnya karena melihat perubahan sikap korban, akhirnya korban menceritakan kejadian tersebut kepada neneknya, yang kemudian diteruskan kepada pihak keluarga lainnya hingga akhirnya diputuskan untuk melapor ke polisi. Akibat peristiwa itu, kondisi psikologis korban terguncang. Koranradarseluma. Net

Never

32,470 просмотров • 5 месяцев назад

Oknum Guru di Jambi Adu Jotos dengan Siswa, Begini Pengakuannya Agus Saputra, guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, dikeroyok oleh sejumlah siswanya. Pengeroyokan itu terjadi di lingkungan sekolah saat masih jam kegiatan belajar. Video sang guru dikeroyok oleh siswanya itu viral di media sosial. Bahkan, dalam video lain sang guru tersebut sempat membubarkan siswanya dengan mengacungkan celurit untuk membubarkan siswanya. Agus mengatakan kejadian itu terjadi pada Selasa (13/1/2026) pagi saat kegiatan belajar berlangsung. Ketika itu, kata Agus, dirinya sedang berjalan di depan kelas dan mendengar salah satunya siswanya menegurnya dengan kata-kata tidak pantas. "Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas di saat belajar ada guru, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar," kata Agus, Rabu (14/1/2026). Mendengar ucapan itu, Agus masuk ke dalam kelas. Dia meminta siswa di kelas tersebut untuk mengaku siapa yang mengucapkan kalimat tersebut. Salah satu siswanya pun mengaku. Menurut Agus, saat itu siswanya malah menantang dirinya. Sehingga, Agus mengakui melakukan tindakan menampar siswanya itu. "Saya masuk ke kelas memanggil siapa yang meneriakkan saya seperti itu. Dia langsung menantang saya, akhir saya refleks menampar muka dia," ujarnya. Menurut Agus, tindakan itu sebagai bentuk pendidikan moral. Namun, sang siswa bereaksi marah. Kejadian bergulir sampai dimediasi oleh guru-guru lainnya. Sementara itu, di sisi lain sejumlah siswa mengaku Agus telah menghina salah satu murid dengan perkataan 'miskin' yang memicu keributan tersebut. Namun, menurut Agus, perkataan itu konteks motivasi dan tidak bermaksud menghina. "Iya saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek. Saya menceritakan secara umum. Saya mengatakan, 'kalau kita kurang mampu, kalau bisa jangan bertingkah macam-macam'. Itu secara motivasi pembicaraan," ungkapnya. Saat mediasi itu, Agus memberi pilihan kepada siswanya untuk membuat petisi jika tidak menginginkan dirinya mengajar lagi sana. Atau, kata dia, dia meminta siswanya berubah. Akan tetapi, di sisi lain, siswa meminta Agus meminta maaf. Mediasi itu pun menemui jalan buntu. Hingga akhirnya, ketika berjalan menuju ruang guru, Agus dikeroyok oleh sejumlah siswanya. "Setelah mediasi itu, saya diajak komite ke kantor. Di saat itulah terjadi pengeroyokan oleh saya," ujarnya. Keributan itu pun berlanjut hingga jam belajar selesai di sore hari. Para siswa yang tidak terima mengancam Agus hingga melemparinya dengan batu. Agus mengaku memang sempat bereaksi mengacungkan celurit sebagaimana videonya yang beredar. Namun, kata dia, hal itu sebagai gertakan agar para peserta didiknya itu membubarkan diri. "Kebetulan kami itu SMK pertanian, memang kayak cangkul dan celurit lainnya memang tersedia di kantor. Kenapa saya memakai itu? Agar mereka bubar, tidak ada niat lain saya untuk itu. Pada kenyataannya mereka juga tidak bubar, malah melempari saya dengan batu," terang Agus. Usai kejadian itu, Agus sendiri mengadukan persoalan itu ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Dia berharap pihak dinas bisa menengahkan kejadian ini. Dari pengeroyokan itu, Agus mengalami memar di badan dan pipinya. sc detiknews

b3'doel

315,685 просмотров • 7 месяцев назад

SISWA SMKN KORBAN PERUNDUNGAN HARUS JALANI OPERASI KARENA RAHANGNYA PATAH👀‼ Seorang siswa kelas 10 di SMK Negeri 1 Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi berinisial AAI (16) jadi korban perundungan atau bullying diduga dilakukan oleh belasan kakak kelasnya. Akibatnya, rahang kiri korban patah hingga harus menjalani operasi bedah mulut di rumah sakit. Menurut orang tua siswa (korban) Indra Prahasta (41) peristiwa yang dialami putranya itu bermula pada Selasa (02/09/2025) siang. Korban yang merupakan siswa di kelas 10 di sekolah tersebut sedang istirahat kemudian dipanggil oleh sejumlah kakak kelasnya dan di bawa ke lapangan bola dibelakang sekolah. Korban dipaksa berjongkok dengan wajah menatap ke langit, lalu dipukul secara bergantian lebih dari 10 orang. “Mereka berjejer, mukulin anak saya satu per satu. Satu orang bisa mukul sampai delapan kali. Setelah selesai, bergeser, lalu giliran lain,” ujar Indra saat ditemui dirumahnya di Kampung Cibitung, Kelurahan Telagaasih, Kecamatan Cikarang Barat, Rabu (17/9/2025). Kata Indra, dari pengakuan putranya, alasan perundungan itu terbilang sepele, yakni adanya aturan tidak tertulis yang dibuat oleh para siswa kelas 12 yang melarang siswa baru masuk ke kelas jurusan lain atau berfoto dengan siswi lintas jurusan. Akibat peristiwa perundungan itu, korban mengalami luka serius. Hasil rontgen rumah sakit menunjukkan rahang sebelah kiri patah, serta terdapat sobekan di rongga mulut, hingga harus menjalani operasi bedah mulut di RSUD Kota Bekasi pada 5 September 2025. Indra menyayangkan pihak sekolah yang tidak kooperatif dan terkesan menutup-nutupi kasus perundungan yang menimpa putranya, seakan demi menjaga nama baik sekolah. Pihak keluarga juga mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Cikarang Barat sejak Kamis (4/9/2025), dan kasusnya pun saat ini dalam penanganan unit Reskrim Polsek Cikarang Barat. Kapolsek Cikarang Barat AKP Tri Baskoro Bintang Wijaya saat dikonfirmasi mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih memproses laporan korban, dan hingga saat ini korban belum bisa dimintai keterangan lantaran kondisi kesehatannya yang masih belum stabil paska operasi. Rabu (17/09/2025). kemdikbud go id Divisi Humas Polri 🎥jurnalperistiwa_official #elshintaviral

Radio Elshinta

15,497 просмотров • 11 месяцев назад

Ibu Supriyani, S.Pd. Guru SDN Baito, Konawe Selatan. Ditahan Polisi karena menegur siswa yang nakal. Orang Tua siswa tersebut adalah oknum Polisi. Mohon doa dan bantuannya Ibu Supriyani, S.Pd seorang guru honor yg sedang dalam masa pemberkasan P3K setelah honor bertahun2. Kronologi yang diperoleh dari pihak sekolah sebagai berikut: 1. Kejadian ini sebetulnya sdh lama. Berawal siswa luka goresan di paha. Dia lapor sm ortu dipukvl. Padahal gurunya hanya menegur tdk memvkul. Tp ortunya tdk terima. Drpd panjang masalah guru & KS datang ke rumah minta maaf. Permintaan maaf diterima ternyata itu jebakan, krn ortu siswa seorang polisi, permintaan maaf guru di anggap mengakui kesalahan. Ternyata diam diam masalah ini diproses, Sampai akhirnya guru dpt panggilan di Polda sampai disana katanya mau dimintai keterangan ternyata langsung ditahan, Suaminya disuruh pulang. Padahal ini guru masi Honor punya anak kecil, sudah beberapa malam ditahan di Polda. 2. Waktu datang ke rumah minta maaf ortu siswa minta 50jt dan orang tua siswa meminta kepada pihak sekolah agar guru tersebut dikeluarkan dari sekolah. Tp karena guru tersebut tdk merasa melakukan jd tdk mau membayar dan pihak sekolah tidak mau mengeluarkan siswa tersebut. 3. Siswa tersebut nakal, kemudian menurut info siswa ini dijewer, tapi masih batas wajar dan guru yang bersangkutan sdh meminta maaf kepada orang tua siswa (korban) dikira yang bersangkutan guru persoalan sudah selesai akan tetapi tiba-tiba ada panggilan dari kejaksaan dan guru yang bersangkutan langsung ditahan karena berkas perkara tiba tiba sudah lengkap.

Never

3,185,125 просмотров • 1 год назад

Siswa SMP di Indramayu Bolos Terjaring Razia, Ada yang Tak bisa Baca hingga Ikut Grup VCS Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso mengaku miris dengan temuannya saat menjaring siswa bolos. Pasalnya, ada siswa SMP tidak bisa membaca sama sekali, selain itu ada pula siswa SMA tidak bisa matematika dasar, hingga temuan grup WhatsApp soal Video C4ll S*x (VCS) pada ponsel salah satu pelajar SMP. Dalam penjaringan tersebut sedikitnya ada 10 siswa tingkat SMP dan SMA yang terjaring razia Satpol PP karena bolos sekolah. Petugas mendapati mereka tengah nongkrong di komplek pemakaman Makam Selawe di Kecamatan Sindang sekira pukul 09.00 WIB pagi tadi. Dari 10 siswa itu, dua di antaranya merupakan siswi perempuan. Mereka pun dibawa ke Kantor Satpol PP dan Damkar Indramayu untuk dilakukan pembinaan. Petugas juga memanggil orang tua dan guru tempat mereka bersekolah. Temuan ada anak SMP tidak bisa membaca ini berawal saat petugas memintanya untuk membaca daftar absen. Siswa itu kemudian mengaku tidak bisa membaca. “Dari SD gak bisa baca, sayanya malas,” ujar siswa tersebut. Tidak hanya itu, petugas juga mengetes salah satu siswa SMA yang juga ikut terjaring razia, walau sudah kelas XII tapi siswa tersebut rupanya tidak bisa matematika dasar seperti tambah, kurang, kali, bagi. Teguh menyampaikan, pembinaan yang dilakukan pihaknya hari ini tidak ada maksud menjelekkan siswa tersebut di hadapan orang tua maupun guru mereka. Melainkan mengajak kepada orang tua dan pihak sekolah untuk bersama-sama mencari solusi soal kondisi tersebut. Anak-anak yang hari ini terjaring razia, mencerminkan pendidikan di Indramayu masih jauh dari harapan. artikel: kompas

Never

48,924 просмотров • 1 год назад