正在加载视频...
视频加载失败
Mongol pun bilang sudah kebablasan
116,941 次观看 • 16 天前 •via X (Twitter)
5 条评论

Mengapa ada yang takut pada beginian? Karna anak anak bangsa sudah pada gak ngugemi budaya leluhur; JELANGKUNG

😄

Alumni aja udah bilang gini

Yang bikin ribut bukan cuma kostum horornya. Yang lebih parah: panitia ngaku menyesal karena “kurang literasi”, artinya mereka nyalin visual dari karnaval lain tanpa paham simbol yang dipakai. Kalau cuma parade seram, Indonesia sudah biasa. Yang beda di Pekalongan ini penumpukan visualnya: peti, pentagram, jubah lancip, nuansa darah, formasi mengelilingi satu objek. Itu bukan motif capung atau barongan. Itu paket estetika yang di internet memang sering dikaitkan dengan ritual okult. Jadi wajar orang kaget. Apalagi kalau acaranya dekat momentum keagamaan. Tapi dari “mirip” ke “ini karnaval satanic sungguhan” masih loncat jauh. MUI setempat sendiri bilang belum ketemu praktik pemujaan. Tim Simone juga ngaku nyontek ide, bukan mengaku jadi jemaat. Dua hal itu harus dipisah. Kalau semua yang pakai pentagram langsung divonis penyembah setan, kita bakal sibuk menghakimi dekor Halloween, film horor, sama anak band. Yang masuk akal dituntut justru ini: 1. Panitia publik harus punya filter simbol, bukan asal viral. 2. Kalau sudah minta maaf, ya perbaiki kurasi tahun depan. 3. Jangan sampai TV dan medsos membesar-besarkan seolah sudah ketahuan ada sekte, padahal yang ada baru kemiripan visual plus ketidaktahuan. Mongol bilang kebablasan, menurutku tepat di titik itu. Bukan karena otomatis ada ritual gelap di belakang panggung, tapi karena orang dewasa menggelar acara rakyat sambil meminjam simbol yang mereka sendiri tidak mengerti. Itu bukan keberanian artistik. Itu asal comot.

Utk aksi teatrikalnya siapa yg koreografinya dan kostumnya siapa yg punya? 🤔
