Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

MONITOR KETUA Dari setnya sih ala-ala sidang DPR gitu kali yaaa. Ada berbagai Komisi yg singkatannya lucu-lucu. Mulai tayang 9 Februari, langsung stripping Senin-Jumat lagi.

32,817 просмотров • 5 месяцев назад •via X (Twitter)

Комментарии: 0

Нет доступных комментариев

Здесь появятся комментарии из оригинального поста

Похожие видео

Gue komen dua hari lalu justru karena udah nonton, tabel slide yg di ss Ardianto Satriawan gak ada dalam tayangan rapat Komisi 10 DPR tanggal 12 Februari lalu, gue udah nonton sepanjang 2 jam 39 menit. Gue hitung ada 33 slide tabel yang ditampilkan. 32 slide oleh 3 mentri dan 1 slide komisi 10. Lo sendiri udah nonton? Pasti belom makanya ngegas. Itu gue kasih video yg singkat durasi 4 menit, kelewatan kalau mager nyimak juga. Di YouTube rapat 2 jam setengah itu, menit ke 23:28-39:26 Menteri Kemendiktisaintek sepanjang penjelasannya cuma pakai satu slide tabel. Makanya Ardianto Satriawan gak jawab komen gue di menit ke berapa tabel yg dia posting itu tayang. Kalau nonton video rapat itu sampai habis dan baca PPT nya utuh, gue yg lulusan SMA aja ngerti maksud tabel itu. Di foto tabel halaman 11 yg tayang di rapat Komisi 10, yg coba gue edit kasih warna bukan untuk ngajarin kalian, tapi biar clear maksudnya. 🔵 Pagu awal 🟣 Pagu anggaran yg oleh Dirjen Anggaran Kemenkeu nominal dan persentase di-efisiensi 🟡 Usulan kementerian supaya jangan kena efisiensi, tetap kayak pagu awal. 0% di situ bukan anggarannya beasiswa habis jadi nol, tapi 0% yg di-efisiensi alias alokasi anggaran utuh. 🔴 Tabel halaman 12-13 itu yg gue kasih tanda panah maksudnya kalau Dirjen Anggaran tetap minta efisiensi maka akibatnya seperti kolom yg di ss & di-posting Dosen Ardianto itu. Ini yg gue maksud postingan Pak Dosen melepas konteks foto tabel pas share ke publik bikin para siswa, mahasiswa, dan banyak orang tua kepalanya jadi pusing, orang jadi marah-marah dan saling caci maki. Padahal dampak yg di kolom itu lah yang ditolak kementerian dan seluruh fraksi DPR pas rapat tanggal 12 Februari lalu pukul 18:30 saat kesimpulan rapat. Pak Dosen Ardianto posting foto screenshot dari tabel itu pukul 21:51 malam tanggal 12 Februari 2025. Yg gue heran sejak beberapa hari lalu, kok bisa-bisanya sarjana pendidikan tinggi sekaligus dosen malah menyimpulkan 0% di tabel itu artinya anggaran beasiswa habis? Karena tweet-nya gitu semua. Apa beliau keliru baca tabel PPT? Atau beliau gak ngerti maksud dari efisiensi tidak sama dengan pemotongan? Namanya efisiensi ya dana anggarannya tetap ada di tempatnya, bukan dananya hilang. Efisiensi kan dananya dikeluarkan untuk program prioritas yg gak kena efisiensi. ➡️ Ini buat temen-temen yang mau baca utuh PPT nya Gue ngetweet ini untuk respon kalian yg caci maki gue atau mikir gue minta suapin info menitnya.

Mazzini

220,604 просмотров • 1 год назад

abang : "nah, kebiasaan jelek bolos gua itu keterusan, sampe suatu hari pas jam makan siang, kan kantin sekolah rame banget tuh, sedangkan sekolah gua itu lokasinya di tengah kota. dulu ada tempat parkir motor yang bayarnya cuma 5 baht di samping sekolah. gua sama temen-temen gua yang lain gak mau makan di kantin. kita punya 'gerbang rahasia' sendiri yang pagarnya bisa agak dibuka. kita keluar buat makan di luar supaya keliatan keren. ​pas lagi enak-enaknya makan, tiba-tiba gua liat ada orang lewat di depan resto yang mukanya mirip banget sama nyokap." 💭 : "LAH, kebetulan banget!" abang : "nyokap emang sering aktivitas di daerah situ soalnya temennya di sana. perasaan gua langsung gak enak—merinding. gua pikir nyokap sudah lewat, jadi gua langsung buru-buru makan. gua bilang ke temen 'cepat habisin makannya, kayaknya tadi gua liat nyokap gua'. pas kita udah bayar dan baru mau naik motor berangkat, tiba-tiba... 'Tin! Tin! Tin!' (suara klakson mobil) mau ke mana kamu? keluar dari sekolah lewat mana?!' disitu aduh gua gak bisa kabur lagi kalo udah sama nyokap. gua gak dipukul sih, tapi gua disuruh ninggalin motor di situ, terus gua sama yang lain disuruh masuk ke mobil. gua dianter langsung sampai ke depan pintu ruang BK!" 💭 : "buset, langsung diserahin!" abang : "iya phi, gua gak pernah ketangkep sama guru atau satpam selama bertahun-tahun, tapi sekali ketangkep langsung sama nyokap sendiri. akhirnya gua sama yang lain kena hukuman disuruh mungutin sampah di selokan depan sekolah selama sebulan!" WKWKWK hari sial emang gak ada di tanggal bang ☝🏻☺️ mana lucu bangett lagi, senakal-nakalnya abang kalo udah sama mae nya langsung ciutt. udah gitu langsung dianter ke BK pula 😭😭😭 #kratingg

chloe

15,803 просмотров • 2 месяцев назад

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka digugat secara perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait ijazah SMA yang digunakan sebagai syarat pencalonan wakil presiden. Gugatan itu teregister dengan nomor perkara 583/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst, diajukan oleh seorang warga bernama Subhan. Selain Gibran, Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga menjadi turut tergugat dalam perkara ini. Subhan menilai ijazah SMA yang diperoleh Gibran dari luar negeri tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Pemilu dan Peraturan KPU. Menurutnya, syarat minimal pendidikan calon presiden maupun wakil presiden adalah tamat SMA, SMK, MA, atau sederajat di Indonesia. Ia pun meminta agar Gibran dinyatakan tidak sah sebagai Wakil Presiden dan menggugat ganti rugi sebesar Rp125 triliun, yang disebutnya sebagai kompensasi kerugian immateriil masyarakat Indonesia. Sidang perdana digelar di PN Jakarta Pusat pada Senin (8/9). Subhan hadir langsung bersama perwakilan KPU, sementara Gibran diwakili oleh jaksa pengacara negara (JPN). Namun, Subhan keberatan karena menilai gugatan ini ditujukan kepada pribadi Gibran, bukan jabatannya. Majelis hakim kemudian menunda sidang selama sepekan untuk melanjutkan agenda berikutnya. 📸: Dok. Istimewa, Shutterstock/Ilustrasi. Jaga Indonesia lewat fakta sebuah gerakan kolaboratif untuk mendorong masyarakat lebih kritis, bijak, dan selalu berpegang pada fakta dalam menyikapi isu-isu serta persoalan bangsa. Seluruh masyarakat indonesia harus berperan aktif menjaga Indonesia dari berbagai sisi, mulai dari ekonomi, politik, pendidikan, pangan, energi, lingkungan, hingga kebudayaan.⁠ ⁠ Mari bersama jaga Indonesia lewat fakta.⁠ ⁠ #newsupdate #update #news #videonews #politik #gibran #wapres #pnjakpus #pengadilan #gugatan #ijazah #kabarpilpres #beritapolitik #info #infoterkini #berita #beritaterkini #jagaindonesia #bicarafaktalewatberita #kumparan #JagaIndonesiaLewatFakta

kumparan

11,922 просмотров • 10 месяцев назад

MISTERI PESAN WA YANG MEMICU KEGADUHAN SUASANA MUNAS-KONBES. Kediri—Kegaduhan yang mewarnai Sidang Pleno Munas dan Konbes di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri (22/6/2026) terkait penetapan Lokasi Muktamar ke-35 menarik perhatian banyak pihak. Potongan video yang beredar sejak Senin (22/6/2026) siang telah diedit dan dibingkai sedemikian rupa, dengan dua tujuan utama: (1) mendiskreditkan Rais Aam PBNU sebagai “figure otoriter” karena mencabut keputusan sepihak dan tergesa-gesa oleh Pimpinan Sidang Pleno Munas-Konbes, dan (2) mendiskreditkan peserta yang protes sebagai tidak punya adab di hadapan masyayikh. Tapi, potongan video itu terbantahkan jika kita simak rekaman utuh sesi pembacaan putusan Sidang Komisi Organisasi terkait usulan calon Lokasi Muktamar ke-35 oleh Prof. Dr. KH. Asrorun Ni’am Sholeh berikut ini. Dalam rekaman video berdurasi 10 menit 11 detik ini, kita akan mendapatkan gambaran utuh tentang apa yang terjadi sebelum KH. Akhmad Said Asrori selaku Pimpinan Sidang Pleno men-“torpedo” putusan Sidang Komisi Organisasi dan memicu kegaduhan di akhir sesi. Perhatikan dengan seksama video ini. Pada menit ke 02:22 (di sela kerawuhan KH. Nurul Huda Jazuli), ada seseorang dari sisi kanan panggung yang meminta KH Miftah Faqih untuk membuka HP. KH. Miftah Faqih pun menoleh ke kanan dan sesaat kemudian mengecek HP-nya. Sumber terpercaya menyebutkan, orang tersebut berinisial AAH (salah satu Katib Syuriyah PBNU). Setelah itu, cermati apa yang terjadi sejak saat itu. Pada menit ke 03:28, KH. Miftah Faqih menunjukkan pesan WA kepada KH. Akhmad Said Asrori. Sejak pertama kali membaca pesan WA, yang tampak dalam rekaman adalah, keduanya sangat tegang dan lebih sibuk membahas pesan WA tersebut daripada mendengarkan paparan Prof. Asrorun Niam Sholeh. Perhatikan lagi apa yang terjadi pada menit 07:02 sampai 07.12. Bahkan, ketika masih belum selesai mengucapkan kalimat “Yang kedua, hari ini, pondok yang layak untuk Muktamar itu hanya Lirboyo…”, tangan kanan KH. Akhmad Said Asrori telah meraih palu dan siap mengetokkannya. Tampak sekali, upaya untuk melakukan fait accompli putusan Sidang Pleno Munas-Konbes, karena tidak memberikan jeda kepada peserta untuk menyampaikan tanggapannya. Sekretaris SC yang mencoba mengingatkan dengan mengamankan palu sidang pun diabaikan. Di situlah ketegangan mulai muncul. Parahnya, argumentasi yang disampaikan oleh KH. Akhmad Said Asrori saat mengetok palu untuk kedua kalinya pada menit ke 07.45 pun melenceng dari argumentasi dan keputusan Sidang Komisi Organisasi yang telah dipaparkan oleh Prof. Dr. Asrorun Niam Sholeh. Hal itu “dapat dipahami” (meski tidak dapat dibenarkan), karena patokan yang dipakai sepertinya Adalah pesan WA, bukan paparan yang disampaikan di Sidang Pleno. Saat forum mulai gaduh, Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar kemudian maju dan naik ke panggung untuk menenangkan suasana, dengan menyampaikan penjelasan yang beliau terima dari Hasil Sidang Komisi Organisasi pada malam harinya. Rais Aam menegaskan, hingga Ahad (21/6/2026) pukul 12 malam, laporan yang beliau terima adalah bahwa keputusan atas lima calon lokasi Muktamar dikembalikan kepada PBNU. Kemudian, Rais Aam pun mencabut keputusan sepihak KH. Akhmad Said Asrori. Jadi, siapa yang sebenarnya otoriter dalam kasus ini? Katib Aam atau Rais Aam? Jawabannya jelas, Rais Aam hanya mengembalikan putusan Sidang Pleno dari pembajakan oleh KH. Akhmad Said Asrori selaku Pimpinan Sidang. Pertanyaan berikutnya, apa isi pesan WA yang diterima KH. Miftah Faqih? Siapa pengirim pesan yang membuat keduanya tampak sangat tegang? Tampak jelas, keduanya sangat tegang, berbeda dengan dua orang di samping kanan dan kiri mereka yang tampak relaks dan tenang. Sebagai penutup, perhatikan juga bahasa tubuh KH. Akhmad Said Asrori sesaat sebelum menyampaikan putusan sepihak soal lokasi Muktamar di menit 05:51. Kiai Said spontan mengelus hidungnya. Ini adalah pertanda psikologis bagi orang yang melakukan penyangkalan terhadap kebenaran. (red) Nahdlatul Ulama Dr. H.M. Asrorun Ni'am Sholeh, MA

Radio Elshinta

55,466 просмотров • 20 дней назад

Melihat manajer Kopdes Merah Putih wajib latihan militer mengingatkan gue dengan ospek mahasiswa di politeknik. Militer sudah lama masuk ke ranah pendidikan dengan embel-embel bela negara. Ospek di politeknik itu dibagi dua: di kampus dan barak militer. Kalau Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) kerja sama dengan Rindam Jaya. Mahasiswa baru harus menginap 3 hari di Condet atau Gunung Bunder. Pas era gue kebetulan PNJ lagi kerja sama dengan Paskhas. Jadi, semua maba diangkut pakai tronton TNI dari Depok ke Halim. Kami menginap 3 hari dengan segala aktivitas yang sangat mirip tentara. Buat yang cowok sih kerasa banget vibes halo dek karena kami harus cukur cepak 121 ala militer. Mana semuanya wajib pakai baju loreng dan tidurnya juga di tenda. Minusnya paling gak dikasih pegang senjata. Materi yang dipelajari sebenarnya basic kek wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan bela negara. Ya mirip-mirip Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pas di sekolah. Gak ngerti juga kenapa harus TNI (?) Jujur, gue lupa apakah ada aturan resmi dari Kemendiktisaintek yang mengharuskan semua politeknik wajib ospek di barak militer. Tapi setahu gue semua politeknik di Indonesia pasti ada kegiatan bela negara bareng TNI. Barusan gue nanya Grok karena ada UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Katanya, setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara. Gak harus dalam bentuk latihan militer sih. Pasal 9 ayat (2) ngasih 4 opsi, yakni lewat pendidikan kewarganegaraan; pelatihan dasar kemiliteran secara wajib; pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib; dan pengabdian sesuai dengan profesi. Kalau gue saat itu menjalaninya sebagai hiburan karena ada outbound gitu hehehe. Gak terlalu kaget juga sama baris-berbaris, ke mana-mana harus bareng peleton, yel-yel ala Terpesona, dan makan cepat karena pas SMA pernah ikut Paskibra. Lu gimana? Pernah juga gak menjalani pendidikan atau pelatihan militer? Share dong pendapat lu soal segala aspek di Indonesia yang dibalut dengan militer kek retreat Kabinet Prabowo. Sumber video: YT PNJ

Media Sabtu Minggu

70,967 просмотров • 27 дней назад

Guys, ini video YouTube Short yang bikin gue langsung pause dan mikir: "Ini serius atau cuma prank gila aja?" Ada akun yang lagi viral di Tiktok gara-gara training sekumpulan gagak liar supaya tiap hari bawa duit buat dia. Bukan main-main, dia beneran mau ngumpulin uang lewat burung-burung pintar ini. Coba baca kronologisnya dibawah: Awalnya dia cuma temenan sama gagak-gagak liar. Kasih makan tiap kali mereka sentuh uang. Minggu pertama, gagak-gagak ini mulai ngerti: "Sentuh uang = dapet makanan enak." Beberapa hari kemudian? Mereka udah mulai nyolong dollar dari dia sendiri, lalu dikasih lagi demi dapet makanan Minggu berikutnya, dia ajarin mereka masukin koin ke gelas. Polanya sama, masukin koin = dapet makan. Langkah akhir? Dia kirim sekumpulan gagak ini keluar berburu duit ke mana-mana dengan harapan gagak ini kembali membawa dollar dan bawa pulang ke dia. Tapi ini bukan cuma konten lucu soal burung pintar. Ini cerminan ambisi manusia yang gila-gilaan plus kecerdasan gagak yang underrated banget. Gagak itu binatang paling pintar di dunia — mereka bisa ingat muka orang, ngajarin anaknya, bahkan bikin tools. Gagak itu bukan burung biasa. Mereka punya otak selevel primata, ingatan jangka panjang gila-gilaan, dan watak yang super hitam-putih soal manusia. Kalau lo kasih makan? Mereka bisa jadi temen setia seumur hidup. Gagak nggak cuma dateng tiap hari. Mereka nginget muka lo selamanya. Mereka anggap lo bagian dari “keluarga” mereka. Banyak kasus dokumentasi di mana gagak balas kasih “hadiah” — kancing, manik-manik, kunci rumah, pecahan kaca mengkilap, bahkan separuh kalung hati. Kalau lo melukai atau bikin mereka kesel? Entah ngejar, nembak, nangkep, atau bahkan cuma bikin mereka takut sekali — mereka nginget muka lo selamanya. Bukan cuma dia, tapi seluruh kawanan. Bahkan anak-anaknya yang belum lahir waktu kejadian pun bakal diajarin untuk langsung nyerang: jerit-jerit, mobbing, dive-bombing ke orang yg melukai mereka. Ini hasil penelitian ilmiah John Marzluff dari University of Washington yang udah puluhan tahun ngulik gagak. Kembali ke konteks video, cowok ini ngajarin mereka "touch money = reward". Bayangin kalau sistem ini works beneran? Dia bakal punya pasukan gagak yang terbang ke seluruh kota, ngambil koin, uang jatuh, bahkan duit di ATM yang lupa ditutup orang? Apa yang bakal terjadi selanjutnya kalau ini beneran lepas kendali? Pertama, duit yang mereka bawa pasti bukan cuma "uang jatuh di jalan". Gagak liar ini bisa nyolong dari dompet orang, dari meja kafe, dari mobil yang kaca setengah turun. Bayangin lo lagi duduk di warung kopi, tiba-tiba gagak mendarat, ambil recehan lo, dan terbang pergi. Thats why its illegal to pet crow in certain country Kedua, yang paling bikin gue merinding: efek domino ke gagak-gagak itu sendiri. Mereka udah belajar "uang = makanan". Kalau si cowok berhenti kasih reward? Mereka bakal tetap nyari duit sendiri. Bahkan ngajarin anak-anak gagaknya. Generasi maling berbulu hitam yang turun-temurun. Kota bakal punya "crow mafia" kecil-kecilan. Dan yang paling seru sekaligus bahaya: ini bukti manusia selalu cari jalan pintas buat kaya cepet. Bukan kerja keras, bukan usaha biasa — tapi manfaatin kecerdasan hewan buat kerja kotor. Lucu di video, tapi di dunia nyata? Bisa jadi inspirasi buat orang lain yang lebih nekat. "Kalau gagak bisa, kenapa nggak monyet atau anjing liar?" Gagak yang dia latih bisa ingat muka. Kalau suatu hari dia nggak kasih makan lagi, atau dia pindah rumah… burung-burung itu tahu di mana dia tinggal. Balas dendam ala gagak? Bisa jadi horor ringan. Intinya, video ini bukan cuma hiburan 60 detik. Ini gambaran kecil dari sifat manusia: kreatif, nekat, bodoh, dan tidak berpikir konsekuensi kedepan.

goods stuff

49,554 просмотров • 2 месяцев назад

HARI INI KAMI KEMALINGAN hari ini aku resmi jadi detektif dadakan. ceritanya, kakakku yang pertama ngirimin makanan ke kost, dan kayak biasa, bapak gojeknya nyantolin makanannya di pagar depan. aku sempet lihat dari balik pagar terus si ama, kembaranku, minta aku ambil. tapi karena aku masih di telfon sama dia dan ngerasa aman2 aja, aku sempet ke kamar mandi bentar. serius, cuma dua menit. pas keluar, aku lihat ada tangan asing ambil plastik makanan itu. awalnya aku kira driver-nya lagi mindahin tempat naruh. aku cek ga ada makanan, ilang dan ada cewe pake hoodie pink, karna jalanan kost sepi, dan cuma beliau aja disitu tapi kok jalannya buruz banget? aku langsung bilang ke ama, “ma, makanan kita diambil orang.” dia awalnya ga percaya, tapi akhirnya naik juga dan coba bantu nyusul. tapi jujur aja, dia nggak bisa ngimbangin langkahku dia bilang langkahku cepet banget kayak ngejar masa depan. aku terus ngikutin orang itu sampe ke terminal. mungkin dia pikir udah aman karena ngerasa jauh dari tempat kejadian. tapi dia nggak tahu, aku ada di belakangnya. dia masuk ke halte transjogja, dan aku ikut masuk. pas situasi agak sepi dan tenang, aku deketin, terus pelan2, ternyata ibu2, pakai masker, aku bilang, “ibu, maaf... itu tadi ibu ambil makanan yang dicantolin di pagar kost kami ya? kami ngikutin ibu dari kost.” langsung panik. matanya kelihatan kaget, ketangkap basah. suasana halte yang tadinya biasa aja, langsung kayak jeda napas. orang-orang mulai nengok. ibu itu buru2 minta maaf dan balikin makanan kami. aku cuma jawab, “gapapa bu... tapi jangan diulang lagi ya" aku cuma geleng2 keluar dari halte, itu petugas dan orang2 di situ ngeliatin. karena sebenernya bukan soal makanannya, bisa di order ulang, tapi soal moralnya. kalau hal kecil kayak gini dibiarkan, nanti jadi kebiasaan. dan hari ini aku lumayan kesal ya, karna aku ngejar jg ga pake pakaiaan yang proper jg, hahaha dan sebenernya tadi kejar ibunya bukan untuk ngajak ribut, tapi kalau hari ini aku diam aja dengan kebiasaan seperti ini, besok bisa2 semua orang lupa cara menghargai batas dan hak orang lain. dan iya, alhamdulillah... makanannya balik. lengkap sama bumbu cerita lucu yang bakal lama banget aku ingat.😭🤣 dan sepertinya ini bukan sekali dua kali ibunya lakukan ini, karna udah beberapa kali jg ilang orderan kami. (Acheypark)

Merapi Uncover

52,267 просмотров • 1 год назад

Masha Allah Tabarakallah ✨😭😭 lagi-lagi tidak lupa mengucap syukur Alhamdulillah benar adanya ucapan itu adalah doa, dulu tiap ditanya "kenapa sih mau ambil job peternakan sapi, resikonya banyak paling kecil aja mungkin kaki kamu keinjek sapi" aku selalu jawab "iya gapapa aku pengen belajar mengoperasikan alat berat" dan Masha Allah terwujudddd😭😭😭😭😭😭😭😭 seperti yang dikutip dari buku sang alkemis, yang isinya : "ketika kamu benar-benar menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta akan bekerja sama untuk membantumu mencapainya." 😭😭😭😭 jadi dihari jumat yang santui si bapak dateng terus bilang " roda noreruno? (kamu bisa naik loader ga?) aku jawab ngga, trrus muka dia kusut nah aku sibocah yg selalu memanfaatkan peluang yang ada langsung buru2 nyamber " eh tapi kalo kamu ajarain pasti aku bisa " terus dia bilang : yaudah aku ajarin, : kapan? : hari ini, kalo kerjaanmu beres gassslahhh kita belajar, wallahi dredeggg poll rek. aku sama sekali dalam hidup ini belum pernah mengendarai mobil sendiri. paling banter main mario cart di round one ( sejenis timezone ) teruussss gak cuma itu, track belajarnya anti maenstream, APA ITU BELAJAR DILAPANGAN LUAS langsung praktek di medan jalan yang kaco😭 jalan sempit, udah gitu naik turun mundur dikit joglangan (mini jurang) wess pokok e josss tapi Alhamdulillah aku bisa sekali coba 😭 itu sambil ngangkat pasir si sapi, pp 5x (kalo gasalah) udah mantep banget di renshu (latihan) hari kedua 4x pp masih didampingi bapak, yang terakhir aku jalan sendiri 😭😭 bayangin, mundur bawa loader. 2 hari itu aku merasa jadi manusia super keren😭😭😭 Masha Allah Tabarakallah next aku mau minta ajarin forklift, bego, pokok semua kendaraan berat yang dia punya Bismillah ✨ itulah gaess kenapa kalo ditanya worth it gak sih kerja di jepang? TENTU WORTH IT, bukan cuma perihal gaji. tapi ilmu, pengalaman dan banyak hal baik lain yg bisa kita coba bayangin jika aku gk memberanikan diri mencoba pergi ke jepang, dalam kesempatan apa seorang ibu tunggal sepeeti aku yang lulusan SMK bisa berkesempatan mengendarai loader ? jadiii gak ada salahnya mencoba, btw jangan di zoom ye muke saya😭 gembel banget kalo lagi kerja 😭 wassalam

🐢💨

32,254 просмотров • 2 месяцев назад

pertanyaan : "pertama kali dalam hidup memiliki utang di usia berapa?" "bagi gua, itu kayaknya pas mobil pertama gua. waktu itu baru pertama kali jadi aktor di Ch3. ceritanya berawal dari sebelum itu, gua gak punya manajer. gua gak tau kalo sebenernya disediain mobil jemputan dari lokasi syuting. wah, gua pergi sendiri, phi. ​gua pernah pergi syuting project nya Om Pa-Daeng, itu project pertama gua. lokasi syutingnya di Suphan Buri, di semacam pasar lama gitu. gua mulai perjalanan dari mana tahu gak, phi? gua harus pergi dari Monumen (Anvictory Monument) naik mobil van umum. tapi itu belum sampe di pasarnya. terus gua tanya ke petugasnya, abang : 'phi, saya harus ke mana lagi?' 💭 : 'nah, nanti berdiri saja di barisan ini, nanti ada bus lewat, tinggal lambaikan tangan aja.' ​abis itu busnya gua stop phi. gua berdiri pegangan di bagian depan bus selama 40 menit. gua bayar 80 baht (kurs hari ini : Rp. 43.6k) baru sampe. wah itu perjalanannya capek banget. jadi gua bilang ke nyokap, 'mae, nanti aku mau beli mobil ya, rasanya perjalanannya capek banget, gak kuat sama macetnya, harus ganti-ganti angkutan, buang waktu juga, terus harus bangun subuh banget.' lebih ke gua kayak minta dibeliin mobil sih yaa. terus nyokap jawab, 'ya udah, nanti uang tabungan mae pakai buat uang mukanya, sisanya kamu cicil sendiri.' ​wah, waktu itu kita mikirnya bakal sanggup. project yang gua ambil itu kan peran sebagai guest role waktu itu. gua pikir setidaknya bakal dapat sekitar 400.000 baht (kurs hari ini : Rp. 218jt) sampe 500.000 baht (kurs hari ini : Rp. 272.5jt) lah—mikir dalem hati. pas ambil uang (gaji), mimpi gua langsung buyar, phi! jatuh berkeping-keping wkwk." ​💭 : "emang dapet berapa waktu itu?" abang : "wah, waktu itu per episodenya cuma dapat 10.000 baht (kurs hari ini : Rp. 5.54jt) lebih." 💭 : "terus main berapa episode?" abang : "gua main cuma 3 episode! WKWKWK. kocak banget dah. dalam hati gua mikir... waktu itu bener-bener gak tahu apa-apa ya." 💭 : "gak tau ya? dikira bakal dapat 300.000 baht-400.000 baht?" abang : "iya, ini kisah nyata. mikir sendiri, berasumsi sendiri. ya udah, berakhirlah jadi punya utang. terus, gua kan ikut kelas akting di stasiun TV, di Ch3. gua harus terima kasih sama phi-phi di lantai 9 sih. orang lain kan punya manajer semua, kadang mereka pesen makanan ini-itu dari luar. kalo ada nasi kotak yang sisa, itu jadi jatah gua semua. wah phi, makanan sisa itu menumpuk segini banyak, bisa buat makan beberapa hari. ​terus gua catet, misalnya hari Sabtu gua dapet makanan, gua kan kelasnya Sabtu-Minggu. - gua catet hari Sabtu tanggal sekian, terus gua masukin kulkas. - hari Minggu dapet lagi, gua catet lagi. gua itung beneran—3 hari, 3 hari, demi menghemat uang buat bayar cicilan mobil. padahal gua udah telanjur bilang ke nyokap, 'mae, gak usah kirim uang lagi ya, sekarang aku udah punya pekerjaan. mae gak perlu khawatir lagi.' eh, ternyata masih ada biaya kondominium, biaya mobil lagi WKWKWK dulu waktu zaman main basket, taruhan 500 baht (kurs hari ini : Rp. 272.5k) sampe 1.000 baht (kurs hari ini : Rp. 545k) pun gua jabanin. kalah 500, menang 1.000. kadang di beberapa tempat yang gua datengi buat tanding, mereka gak punya uang, jadi mereka kasih lotre sebagai gantinya dan gak pernah ada yang tembus (menang). beneran, inget banget waktu tanding di Phanat Nikhom. ongkos mobil van gua aja sudah 80 Baht, phi. terus hari itu kalah. gua pikir taruhannya 500 baht—waktu itu umur saya masih 17-18 tahun. pas kalah 500, mereka malah kasih tiket lotre, gak menang pula. wah, boncos banget ronde itu. kesempatannya kan kecil banget. itu sama aja minus. ongkos bolak-balik aja udah 160 baht (kurs hari ini : Rp. 87.2k)" 😭😭😭 abang beneran banyak banget yang bisa diceritain—entah suka and duka tuh cukup complicated. gua juga jadi sadar abang udah laluin banyak hal sebelum sampe dititik sekarang ini... fiks gua siap banget duduk mendengarkan abang cerita seharian ☺️🤍 #kratingg

chloe

13,958 просмотров • 1 месяц назад

bisnis itu tentang mencari pola pola marketing yg terbaik untuk produk kita organik atau pake ads? atau kolaborasi diantara keduanya? pola beriklan yg efisien seperti apa? pola bisnis yg terbukti profit seperti apa? pola beriklan yg bisa bertahan untuk jangka waktu yg panjang seperti apa? pola bales chat yg works seperti apa? pola riset produk yg efektif seperti apa? pola follow up yg bisa kita kerjakan bagaimana? pola membuat SOP untuk tim yg bisa dijalankan seperti apa? pola mengontrol tim yg cocok buat kita seperti apa? pola scale up yg masih bisa kita bisa manage resiko baik dari budget dan kesiapan tim kita seperti apa? setiap orang memiliki pola "winningnya" masing2, pola2 ini hanya bisa kita dapatkan dengan mencoba sebanyak mungkin, testing sebanyak mungkin kadang2 pola orang lain gak cocok di kita begitupun sebaliknya.... nah pertanyaannya sudahkah kamu dapat pola terbaik di bisnis/freelance/apapun untuk cari cuan online? kalau blm menemukan, mungkin yg kita coba kurang banyak. pola bisnis model saya di facebook ads secara sederhana: 1. cari di shopee produk random (bisa barang dan kategori apapun) yg penting terjual ribuan, kalau bisa minimal 5 ribu terjual. ulasan diatas 4.5. kalau baru mulai saya sarankan modal harga barang Rp 40.000-70.000an. save smua video dan gambar, nanti kita upload di facebook ads. mau lebih mahal? ingat resikonya ya, semakin jual lebih mahal semakin sulit closingnya. idealnya kalau saya kasih margin profit Rp 120.000 - Rp 150.000 dengan kasih diskon ongkir Rp 30.000-50.000. boleh kalau mau lebih besar tergantung kualitas dan harga barang. mau pake bonus? boleh, enggak jg gpp 2. kalau modal Rp 40.000-70.000an dijual di facebook ads kira2 di angka Rp 150.000-Rp 199.000 kasih diskon ongkir Rp 30.000- Rp 50.000. 3. stok atau dropship? sama aja. boleh dropship kalau memang supplier bersedia. kalau mau stok nunggu laku dulu aja, misalnya senin closing, selasa baru kita order ke supplier kirim ke kita, rabu/kamis kirim ke customer. dengan cara seperti itu kita mengurangi resiko deadstok, syaratnya posisi supplier sama kita berdekatan (pengiriman 1-2 hari) 4. testing minimal 3 produk, 1 produk 1 campaign, dengan formasi 1 campaign 1 adset 1 ads. jadi kalau ngiklan 3 produk, total 3 campaign, dengan budget per campaign Rp 35.000. pake carousel semua di upload baik poto atau gambar. tujuan kampanye sales/penjualan, dibagian set iklan target kinerja maksimalkan jumlah percakapan, broad aja interest dan lokasi untuk testing. langsung ke WA, harus pake WA bisnis ya. saya tidak menggunakan landing page, hemat cost domain dan hosting 5. running berapa hari? kalau ada campaign yg profit dan potensial, hari kedua scale up langsung gpp, kalau msh ragu2 boleh diterusin 3-7 hari untuk liat bagaimana perkembangan campaign. variabel penilaian? - profit - closing - biaya perhasil dibawah Rp 3000 atau dibawah Rp 2000 - cpm dibawah 10.000 - cpc biaya per klik tautan dibawah Rp 1.000 6. hasil jelek? matiin campaignnya. campaign bagus? scale up. kalau jelek semua? ganti produk lain. kita tidak pernah tau akan menemukan winning produk kapan, buat target budget testing setiap bulan, kalau bulan ini blm dapet, coba bulan depannya, sabar... semua akan terbayar kalau kita menemukan winning produk 7. gimana cara scale up saya? duplikat campaign yg ada, variasikan antara konten, interest dan lokasi. 1 produk budget harian maksimal Rp 200.000-300.000 aja (total setelah diduplikat) kalau budget per campaign gak usah dinaikan, agar kecenderungan performa stabil 8. udah profit gimana? ambil sebagian profit untuk testing barang lain, cari terus winning produk... pelan2.. kita harus sabar kalau mau bisnis untuk jangka panjang... mungkin gak nanti saya ganti pola? mungkin aja, karna bisnis itu harus terus belajar dan beradaptasi terhadap keadaan. memang bisnis itu dinamis dan stressful, untuk orang yg terbiasa dengan kondisi yg stabil ini akan sangat menantang pola2 diatas saya dapat setelah spending milyaran rupiah ads dan berbagai pola, akhirnya ketika terbukti works, saya terus menduplikasi pola tersebut, ngajarin tim dan dijalankan oleh tim, ini jg saya masih ngontrol setiap hari, bukan ditinggal gitu aja, karena sekali lagi, ads itu bisnis yg beresiko ya kita harus punya sistem yg rapih dan efisien kalau mau bener2 ditinggalin. tapi bisa gak saya tinggal? ya bisa2 aja, tapi saya memilih untuk terus mengontrol dan mendampingi, karena saya suka jg sih basicnya ngulik ads dan produk LANJUT TIPS-NYA???

Bardan - Digital Marketer

47,171 просмотров • 2 лет назад

Kendaraan berotator masih kerap melintas di sejumlah ruas jalan Jakarta, termasuk yang berpelat sipil. Fenomena ini menuai keluhan dari masyarakat karena dianggap mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain. Hilman (40), salah satu warga, menilai penggunaan rotator memberi kesan ada pengendara yang diistimewakan. Meski enggan memberi jalan, ia sering kali terpaksa mengalah karena khawatir terjadi keributan di jalan. Senada dengan Hilman, Yudi (34), seorang kurir paket, menilai tidak semua kendaraan berotator layak didahulukan. Beberapa pekerja swasta, seperti Vedro (25) dan Ari (26), juga mengaku terganggu dengan lampu strobo dan sirene yang kerap digunakan tanpa alasan mendesak, bahkan menimbulkan silau dan keresahan. Akbar, pengguna jalan lain, menyebut suara sirene justru membuatnya pusing, meski akhirnya tetap memberi jalan. "Ya, kalau menurut saya tat-tot gitu agak mengganggu ya. Apalagi kalau jalanan lagi macet, denger tat-tot, tat-tot pusing juga kadang," ucap Akbar kepada kumparan Jumat (19/9). Protes masyarakat terhadap fenomena ini melahirkan gerakan “Stop Tot Tot Wuk Wuk di Jalan” yang ramai di media sosial. Publik bahkan membuat stiker bertuliskan “Stop Sirene dan Strobo” hingga “Penggunaan sirene dan strobo hanya diperbolehkan untuk ambulans dan Damkar” sebagai bentuk penolakan atas penggunaan rotator yang tidak semestinya. 📸: Dok. kumparan/Rayyan, kumparan/Jonathan. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #focus #sirenestrobo #news #videonews #sirene #strobo #lalulintas #pejabat #rotator #protokol #info #beritaterkini #berita #infoterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan

kumparan

29,067 просмотров • 9 месяцев назад

✍🏻 Kasus Khariq Anhar ini ibarat dagelan yg tidak lucu. Bayangkan, seorang mahasiswa ditangkap dan dipenjara selama hampir 5 bulan (29 Agustus 2025 – 23 Januari 2026), tapi ternyata di akhir cerita, Majelis Hakim bilang, “Ini kasusnya gak jelas, batal demi hukum.” Ini bukan soal pengacara Khariq yg hebat, tapi ini soal aparat (Polisi dan Jaksa) yg kerjanya ugal-ugalan. Coba deh kita bedah pakai logika sederhana, pertama penangkapan oleh polisi, Khariq ini dituduh soal “omongan” atau tulisan (pendapat) yg ditafsirkan provokasi, kok penangkapannya spt nangkap begal, maling motor, perampok bank, atau pembunuh berdarah dingin...? Biasanya, kalau kasus “kata-kata” alias menyampaikan pendapat, orangnya dipanggil dulu, dikirim surat dulu, ditanya baik-baik, “Mas, maksud tulisan panjenengan niku opo..?” Tapi di kasus ini pak polisi main langsung tangkap tanpa permisi (surat panggilan). Seolah-olah Khariq ini teroris yg mau meledakkan kota. Padahal barang buktinya cuma ada di HP atau internet, yg gak mungkin lari ke mana-mana. Ini negara hukum, bukan negara “hukum rimba”. Kalau menangkap aktivis caranya sama kayak menangkap begal, apa bedanya aparat dengan preman berseragam..? Dan bagian paling konyolnya lagi, Jaksa terima pelimpahan P21, Khariq disidang. Saat sidang Jaksanya bingung sendiri, Khariq ini dakwaan salahnya pakai alat bukti apa. Kalau ibarat menuduh orang mencuri, harus jelas, misalnya “Dia mencuri ayam jago warna merah pakai karung goni.” Tapi pada kasus ini, Jaksa dakwa Khariq bersalah, tapi waktu ditanya “Dia pakai aplikasi apa..?”, Jaksa jawabnya muter-muter. Bisa WhatsApp, bisa Twitter, bisa apa saja terserah Jaksa. Majelis hakim jengkel, ini bukan kuis tebak-tebakan. Masak terdakwa disuruh membela diri dari tuduhan yg gak jelas. Ujung-ujungnya majelis hakim membebaskan Khariq karena Jaksa dianggap tidak profesional. Sekarang mari coba kita hitung kerugiannya. Khariq dipenjara sekitar 147 hari. Ia selama 147 hari, dia tidak bisa kuliah, dia dipisahkan dari keluarga, tidur di sel sempit. Dan semua itu terjadi hanya karena Polisi buru-buru menangkap dan Jaksa asal-asalan bikin dakwaan. Ketika Hakim ketok palu “Bebas Demi Hukum”, apakah waktu 147 hari itu bisa dikembalikan…?? Tidak..!!. Kalau ini terjadi di negara maju, di negara yg hukumnya sudah matang (seperti di Eropa atau Amerika), kalau polisi salah tangkap dan jaksa ngawur sampai bikin orang tak bersalah masuk penjara, negara WAJIB BAYAR GANTI RUGI (kompensasi) yg nilainya miliaran rupiah. Polisi dan Jaksanya bisa dipecat atau digugat balik karena merusak hidup orang. Tapi di sini..? Dengan entengnya cuma dianggap “Ya sudah, nasibmu nak…”. Boro-boro ada ganti rugi otomatis, sekedar permintaan maaf terbuka pun tidak. Khariq pulang dng membawa trauma, sementara aparat yg salah tangkap tetap gajian seperti biasa. Bagaimana menurut kalian, B*ngs*t sekali bukan…? Ini adalah fakta realitas kualitas Peradilan dan Penegak Hukum kita, nggak perlu kirim buzzer akun netes untuk bela di kolom komentar pake narasi “Aparat Penegak Hukum kita bekerja profesional berdasarkan konstitusi, percayalah, dengan memberi dukungan pada APH, kita akan menyongsong Indonesia Emas tahun 2045..” Terima saja kenyataannya, kasus Khariq Anhar adalah bukti nyata bahwa aparat kita sedang malas mikir, malas bikin surat panggilan, malas cari bukti spesifik, tapi rajin memenjarakan orang sambil joget-joget oke gas.. oke gas sampai titik darah penghabisan..!!. Kebebasan warga negara dirampas bukan karena dia jahat, tapi karena penegak hukumnya “Gibran”, alias TIDAK BECUS BEKERJA..!!. ///////______________________ ** “Jum’at mubarrak, selamat menjemput datangnya bulan Ramadhan, mohon maaf lahir & bathin atas segala salah kata dan khilaf tulisan..” ——————/////

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

61,521 просмотров • 5 месяцев назад

"Halah, cuma karakter 2D fiksi ini, bebas lah mau diapain juga." "Saya tidak pernah dengar suaranya, apalagi beli bantalnya, gesek-gesek [kelamin] saya sambil nonton, saya ga pernah, JADI STOP HIPOKRIT!" Kalimat-kalimat di atas jujur bikin darahku mendidih. Sebagai orang yang hidup di dua dunia sekaligus, yaitu sebagai VTuber dan juga seorang sutradara, opini kayak gitu enggak cuma salah kaprah secara logika, tapi juga nyenggol ranah personal aku. Aku tahu gimana rasanya berdarah-darah bangun persona di balik avatar. Berapa jam yang abis buat persiapan, seberapa terkurasnya energi tiap kali live, dan seberapa nyatanya ikatan yang kebentuk sama penonton. Avatar itu bukan tembok pembatas antara fiksi dan realita. Justru sebaliknya, itu jembatannya. Makanya, pembelaan Dera itu bener-bener enggak masuk akal. Buat yang ketinggalan info, kemarin Dera ini bikin tier list VTuber Indonesia. Masalahnya, ini bukan tier list soal kualitas konten atau skill streaming. Kategorinya beneran seksual secara terang-terangan, bahkan Dera memperlakukan avatar & art vtubernya dengan tidak pantas. Pas komunitas VTuber protes, dia malah bikin live stream "klarifikasi" yang sama sekali gak bikin suasana adem, isinya malah makin ngaco. Di stream itu, argumen dia intinya bilang kalau ini kan cuma karakter 2 dimensi, dia enggak pernah ngelakuin hal aneh-aneh pas nonton mereka, dan malah nuduh netizen yang nonton VTuber tuh sebenernya gooner semua, dan dia yang benar. Dilanjut dengan instagram story dengan isi serupa, video terlampir. Pertama, yang Dera lakukan itu namanya logical fallacy tu quoque, atau dalam bahasa yang lebih membumi: "kamu juga begitu." Argumen "kalian juga gooner" tidak membuat tindakannya jadi benar. Lagipula, banyak sekali vtuber dan viewers yang kontennya jauh dari hal-hal seksual sekarang. Sebagian besar konten VTuber yang beredar sekarang, apalagi di skena vtuber Indonesia, isinya tuh main game bareng penonton, belajar bahasa asing sambil ngasbun, masak-masakan, atau sekadar ngobrol santai tentang hari yang berat. Ada VTuber yang jadiin channel-nya tempat belajar sejarah. Ada yang fokus ke komedi murni. Bahkan ada para v-doctor, baik dokter biasa, dokter gigi, dan dokter hewan, bahas soal kesehatan. Kebanyakan bahkan enggak pernah sekalipun nyentuh topik dewasa, karena memang bukan itu yang ingin mereka bangun. Penonton dateng bukan karena libido. Mereka dateng karena butuh temen ngobrol jam dua pagi, karena pengen ketawa setelah hari yang melelahkan, atau karena ada kreator yang bikin mereka merasa diterima tanpa harus jadi siapa-siapa dulu. Menyamaratakan semua itu sebagai "gooner" bukan cuma salah secara faktual, itu juga penghinaan terhadap jutaan orang yang menemukan sesuatu yang genuine di skena ini. Kedua, soal "cuma 2D." Sebagai sutradara, waktu aku nulis naskah, karakter di atas kertas itu emang fiksi murni. Aku bebas mau matiin karakternya, mau disiksa, atau mau diapain aja, karena mereka enggak punya perasaan, enggak punya jadwal, dan enggak punya penonton yang nungguin tiap minggu. VTuber itu beda. Avatar 2D itu lebih mirip kostum panggung daripada karakter fiksi. Di baliknya ada talent nyata, manusia beneran yang membangun reputasi bertahun-tahun, menanggung konsekuensi psikologis dan finansial kalau nama baiknya rusak, serta punya relasi parasosial yang nyata sama audiensnya. Bedanya sama karakter anime biasa jelas banget. Naruto enggak punya jadwal live streaming. Rem dari Re:Zero enggak bakal bales komentar lu pas lagi mabar. Tapi VTuber itu interaktif dan nyata. Ketika kamu bikin konten seksual tanpa consent atau izin pake identitas mereka, yang kena dampaknya bukan cuma piksel di layar, tapi manusia di baliknya. Ini Namanya Pembunuhan Karakter Orang yang baru pertama kali denger nama si VTuber lewat tier list mesum itu bakal langsung punya persepsi buruk. Mereka bakal inget si VTuber dari cap seksualnya, bukan dari karya, skill, atau konten aslinya. Ini beneran pembunuhan karakter secara harfiah. Lebih parahnya lagi, hal ini memicu normalisasi pelecehan. Penonton yang ngerasa konten begitu "lucu" atau "biasa aja" bakal bawa kebiasaan itu ke mana-mana. Mereka bakal nge-chat mesum di kolom komentar streamer lain, bikin jokes enggak pantes di forum, dan ngerasa itu hal yang wajar Normalisasi itu enggak dateng tiba-tiba kayak meteor; dia menjalar pelan-pelan akibat pembiaran dan kebiasaan. Klaim dia yang bilang "cuma mau membuka mata penonton" juga kocak sih. Mau buka mata soal apa? Sisi gelap parasosial di dunia VTuber? Bahasan itu sih udah sering didiskusiin sama orang-orang dengan cara yang jauh lebih berkelas dan elegan. Membuat tier list seksual cuma ragebait murahan yang dibungkus dengan pembenaran biar kelihatan lebih baik dari orang yang dia hina. Komunitas terbentuk dari apa yang kita normalisasi bersama. Setiap hal yang kita tertawakan, setiap konten yang kita biarkan lewat tanpa reaksi, setiap kreator yang kita pilih untuk didukung atau tidak, itu semua adalah suara. Dan suara-suara kecil itu, kalau cukup banyak yang searah, bisa membentuk seperti apa industri ini di masa depan.
0:58

Sensitive content

"Halah, cuma karakter 2D fiksi ini, bebas lah mau diapain juga." "Saya tidak pernah dengar suaranya, apalagi beli bantalnya, gesek-gesek [kelamin] saya sambil nonton, saya ga pernah, JADI STOP HIPOKRIT!" Kalimat-kalimat di atas jujur bikin darahku mendidih. Sebagai orang yang hidup di dua dunia sekaligus, yaitu sebagai VTuber dan juga seorang sutradara, opini kayak gitu enggak cuma salah kaprah secara logika, tapi juga nyenggol ranah personal aku. Aku tahu gimana rasanya berdarah-darah bangun persona di balik avatar. Berapa jam yang abis buat persiapan, seberapa terkurasnya energi tiap kali live, dan seberapa nyatanya ikatan yang kebentuk sama penonton. Avatar itu bukan tembok pembatas antara fiksi dan realita. Justru sebaliknya, itu jembatannya. Makanya, pembelaan Dera itu bener-bener enggak masuk akal. Buat yang ketinggalan info, kemarin Dera ini bikin tier list VTuber Indonesia. Masalahnya, ini bukan tier list soal kualitas konten atau skill streaming. Kategorinya beneran seksual secara terang-terangan, bahkan Dera memperlakukan avatar & art vtubernya dengan tidak pantas. Pas komunitas VTuber protes, dia malah bikin live stream "klarifikasi" yang sama sekali gak bikin suasana adem, isinya malah makin ngaco. Di stream itu, argumen dia intinya bilang kalau ini kan cuma karakter 2 dimensi, dia enggak pernah ngelakuin hal aneh-aneh pas nonton mereka, dan malah nuduh netizen yang nonton VTuber tuh sebenernya gooner semua, dan dia yang benar. Dilanjut dengan instagram story dengan isi serupa, video terlampir. Pertama, yang Dera lakukan itu namanya logical fallacy tu quoque, atau dalam bahasa yang lebih membumi: "kamu juga begitu." Argumen "kalian juga gooner" tidak membuat tindakannya jadi benar. Lagipula, banyak sekali vtuber dan viewers yang kontennya jauh dari hal-hal seksual sekarang. Sebagian besar konten VTuber yang beredar sekarang, apalagi di skena vtuber Indonesia, isinya tuh main game bareng penonton, belajar bahasa asing sambil ngasbun, masak-masakan, atau sekadar ngobrol santai tentang hari yang berat. Ada VTuber yang jadiin channel-nya tempat belajar sejarah. Ada yang fokus ke komedi murni. Bahkan ada para v-doctor, baik dokter biasa, dokter gigi, dan dokter hewan, bahas soal kesehatan. Kebanyakan bahkan enggak pernah sekalipun nyentuh topik dewasa, karena memang bukan itu yang ingin mereka bangun. Penonton dateng bukan karena libido. Mereka dateng karena butuh temen ngobrol jam dua pagi, karena pengen ketawa setelah hari yang melelahkan, atau karena ada kreator yang bikin mereka merasa diterima tanpa harus jadi siapa-siapa dulu. Menyamaratakan semua itu sebagai "gooner" bukan cuma salah secara faktual, itu juga penghinaan terhadap jutaan orang yang menemukan sesuatu yang genuine di skena ini. Kedua, soal "cuma 2D." Sebagai sutradara, waktu aku nulis naskah, karakter di atas kertas itu emang fiksi murni. Aku bebas mau matiin karakternya, mau disiksa, atau mau diapain aja, karena mereka enggak punya perasaan, enggak punya jadwal, dan enggak punya penonton yang nungguin tiap minggu. VTuber itu beda. Avatar 2D itu lebih mirip kostum panggung daripada karakter fiksi. Di baliknya ada talent nyata, manusia beneran yang membangun reputasi bertahun-tahun, menanggung konsekuensi psikologis dan finansial kalau nama baiknya rusak, serta punya relasi parasosial yang nyata sama audiensnya. Bedanya sama karakter anime biasa jelas banget. Naruto enggak punya jadwal live streaming. Rem dari Re:Zero enggak bakal bales komentar lu pas lagi mabar. Tapi VTuber itu interaktif dan nyata. Ketika kamu bikin konten seksual tanpa consent atau izin pake identitas mereka, yang kena dampaknya bukan cuma piksel di layar, tapi manusia di baliknya. Ini Namanya Pembunuhan Karakter Orang yang baru pertama kali denger nama si VTuber lewat tier list mesum itu bakal langsung punya persepsi buruk. Mereka bakal inget si VTuber dari cap seksualnya, bukan dari karya, skill, atau konten aslinya. Ini beneran pembunuhan karakter secara harfiah. Lebih parahnya lagi, hal ini memicu normalisasi pelecehan. Penonton yang ngerasa konten begitu "lucu" atau "biasa aja" bakal bawa kebiasaan itu ke mana-mana. Mereka bakal nge-chat mesum di kolom komentar streamer lain, bikin jokes enggak pantes di forum, dan ngerasa itu hal yang wajar Normalisasi itu enggak dateng tiba-tiba kayak meteor; dia menjalar pelan-pelan akibat pembiaran dan kebiasaan. Klaim dia yang bilang "cuma mau membuka mata penonton" juga kocak sih. Mau buka mata soal apa? Sisi gelap parasosial di dunia VTuber? Bahasan itu sih udah sering didiskusiin sama orang-orang dengan cara yang jauh lebih berkelas dan elegan. Membuat tier list seksual cuma ragebait murahan yang dibungkus dengan pembenaran biar kelihatan lebih baik dari orang yang dia hina. Komunitas terbentuk dari apa yang kita normalisasi bersama. Setiap hal yang kita tertawakan, setiap konten yang kita biarkan lewat tanpa reaksi, setiap kreator yang kita pilih untuk didukung atau tidak, itu semua adalah suara. Dan suara-suara kecil itu, kalau cukup banyak yang searah, bisa membentuk seperti apa industri ini di masa depan.

Kalanara Mahardika 🎬✨

315,585 просмотров • 1 месяц назад

TIPS BOKONG BUBBLE BUTT ALA DHEO🍑 jadi aku legday itu dibagi 2, quads (paha depan) di hari Selasa, terus Jumat latihan hamsting & glutes yah! BIAR APA? biar latihannya lebih santai tapi fokus dan kalo doms ga sakit semua kakinya🥰 gerakan untuk hamsting dan glutes antara lain. Deadlift -> kalo aku pake beban yang sedang aja. INGAT INI BARU GERAKAN PERTAMA! masalah saat deadlift itu adalah tulang punggung melengkung, terus gimana atasinya? pakai sabuk. TIPS DEADLIFT: pada saat posisi awal (jongkok) ketika mau angkat, bayangin kaki kalian dorong ke lantai dan punggung dikunci biar ga melengkung, pastikan bar tetap didekat tulang kaki yah. terus pas sampai atas pantatnya di squeeze ke depan. pas turun, pantat dimundurin aja, punggung tetep dikunci. lakukan sebanyak 3 set untuk repetisi sekuatnya yaaa. Bulgarian Split Squad -> untuk BSS ada 2 angle badan, a. badan tegak lurus = buat quads atau paha depan b. badan condong depan = buat hamstring dan glutes. divideo kali ini pakai smith ya, bisa juga pakai dumbell. tergantung yang sepi kalau aku. BSS untuk hamsting dan glutes ini ambil jarak kakinya agak jauh yaa, biar menciptakan posisi badan condong ke depan. PASTIKAN lutut yang kakinya dilipat harus hampir menyentuh lantai ya. lakukan sebanyak 3 set x 10 repetisi, btw, muntah aku ga tanggungjawab yah🫣🙏 Sumo Squad -> bisa pakai smith, alat sumo squad atau alat leg press. kebetulan di video ga kerekam. tapi kunci dari sumo squad itu kaki dibuka lebih lebar dari bahu dan posisi telapak kaki wajib ke arah luar. terkadang sumo squad ini malah pada kena lower back, terus gimana caranya biar kena hamstring glutes? posisi badan agak condong ke depan. jadi pantat itu posisi di belakang bar smith. leg curl -> kalau ini pakai variasi single terus double ya, biar lebih PANAS🔥langkahnya sebagai berikut. a. single leg curl -> pakai beban yang ringan aja 10-20kg, tiap kaki 10 repetisi b. double leg curl -> ini sistemnya drop set tapi cuma 2x drop beban ya, contoh beban 1 itu 30kg 10 repetisi, lanjut beban 2 20kg 12 repetisi. TIPS: gerakan pelan aja, jangan buru-buru. kalo ga kuat tahan brrt keberatan. karena makin pelan DIJAMIN PANASSSS MENYALA🔥 hip thrust -> TIPS: pakai mesin leg curl + papan penyangga, biar ga capek bolak balikin beban🫣. langkah pertama adalah letakkan busa silinder leg curl pada posisi tertinggi, posisikan badan kalian di mesin leg curl, posisikan tulang belikat berada di atas busa leg curl untuk badan (lihat di video). untuk posisi kaki, lutut membentuk 90° sebagai kuda kuda saat melakukan gerakan. putar busa silinder menuju pinggang. lalu angkat dan tahan pada saat posisi di atas. pada saat turun, pastikan beban tidak menyentuh beban yang lain (tidak bunyi) lalu angkat lagi. oh iya posisi kepala harus hadap depan, no dangak dangak ya… abduction -> buat bokong sebagai menu penutup. gerakan dilakukan 3set x 15 repetisi. TIPS: posisi badan condong ke depan dan bokong tetap ditempat ya, ga boleh angkat bokong sedikit pun. ini nanti kena di otot bokong bagian samping, dijamin bokong makin bulatttt🍑 ini semua berdasarkan pengalamanku, jadi kalau ada yang kurang tepat boleh dikoreksi yaaa!

Dheo

17,246 просмотров • 1 месяц назад