Video yükleniyor...

Video Yüklenemedi

Ana Sayfaya Dön

21,584 görüntüleme • 4 ay önce •via X (Twitter)

0 Yorum

Yorum bulunmuyor

Orijinal gönderinin yorumları burada görünecek

Benzer Videolar

Persoalan pembuangan limbah kuah atau kaldu bakso di saluran got depan rumah warga yang diduga dilakukan oleh pedagang Bakso Bintang 2, Banyumanik, Semarang, ini patut mendapat sorotan serius. Praktik tersebut awalnya masih ditanggapi biasa oleh pemilik rumah. Namun, seiring berjalannya waktu, kebiasaan itu justru semakin mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Bagaimana tidak? Kuah dan sisa kaldu yang dibuang ke saluran air berpotensi menimbulkan bau tidak sedap ketika membusuk, sementara kandungan lemaknya dapat menumpuk dan mengganggu kelancaran saluran. Ini bukan sekadar persoalan membuang air bekas dagangan, melainkan soal kebersihan lingkungan dan hak orang lain untuk menikmati rumahnya sendiri tanpa harus menanggung dampak limbah usaha tetangga. Jangan sampai keuntungan usaha dinikmati sendiri, tetapi bau, kotoran, dan dampak buruknya justru diwariskan kepada orang lain! Yang lebih disayangkan, ketika persoalan ini dipermasalahkan, pihak pemilik usaha justru disebut bersikap ngotot, bukannya menunjukkan itikad baik untuk meminta maaf dan mencari solusi. Kalau memang setiap hari menghasilkan limbah dari aktivitas berjualan, mengapa pengelolaannya tidak menjadi tanggung jawab sendiri? Jangan menjadikan saluran got di depan rumah warga sebagai tempat pembuangan gratis hanya karena dianggap paling mudah. Warga bukan penampung limbah usaha, dan kesabaran pemilik rumah bukan berarti mereka harus terus-menerus menerima gangguan. Yang lebih heran lagi, bangunan bakso tersebut tertutup cor jadi mereka beralasan membuang kaldu didepan rumah orang lain. Selasa 03 November 2026

Info Jateng

292,184 görüntüleme • 23 saat önce