Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

45,422 views • 2 years ago •via X (Twitter)

0 Comments

No comments available

Comments from the original post will appear here

Related Videos

Ketika Bencana Bertemu Politik: Strategi Pengalihan Perhatian di Tengah Kegagalan Negara Dalam kajian ilmu politik dan studi kebencanaan, terdapat fenomena yang dikenal sebagai diversionary politics atau agenda shifting. Fenomena ini merujuk pada upaya sebagian pemerintah mengalihkan perhatian publik dari kegagalan penanganan bencana dengan mengangkat isu lain—terutama keamanan, konflik, atau stabilitas nasional. Strategi ini bukanlah hukum pasti, namun memiliki dasar analitis yang kuat dan terbukti muncul dalam kondisi tertentu. Pengalihan perhatian biasanya terjadi ketika respons negara terhadap bencana lambat atau gagal, kemarahan publik meningkat, legitimasi pemerintah melemah, serta media dan opini publik sulit dikendalikan. Dalam situasi tersebut, negara cenderung memperbesar isu keamanan, mengangkat ancaman separatisme atau instabilitas, membangun narasi ketertiban, serta membatasi simbol solidaritas dan ekspresi publik. Tujuan utamanya adalah menggeser fokus masyarakat dari kegagalan negara ke ancaman lain yang dianggap lebih mendesak, demi mempertahankan legitimasi kekuasaan. Sejarah menunjukkan pola ini dalam berbagai konteks global. Myanmar pasca Cyclone Nargis (2008) menunjukkan kegagalan respons bencana yang diikuti pembatasan bantuan internasional, pengetatan keamanan, dan sensor media. Sri Lanka pasca Tsunami 2004 memperlihatkan distribusi bantuan yang timpang disertai penguatan isu konflik separatis LTTE, yang memperburuk ketegangan etnis. Pakistan saat banjir besar 2010 menampilkan pergeseran narasi dari kritik terhadap pemerintah ke isu stabilitas dan keamanan nasional. Amerika Serikat pasca Hurricane Katrina 2005 memperlihatkan sekuritisasi isu melalui penekanan pada kekacauan dan penjarahan, yang mengalihkan sorotan dari kegagalan negara. Kasus-kasus tersebut memperlihatkan pola serupa: ketika penanganan bencana buruk, isu keamanan sering dijadikan alat untuk menyelamatkan citra pemerintah. Strategi ini mungkin efektif dalam jangka pendek, namun berisiko memperparah ketegangan sosial dan merusak kepercayaan publik dalam jangka panjang. Dalam konteks Aceh, yang memiliki sejarah konflik dan bencana besar seperti tsunami 2004, fenomena ini sangat relevan. Frustrasi masyarakat pascabencana dapat dengan mudah dibingkai sebagai ancaman keamanan jika pendekatan negara terlalu menekankan aspek represif. Pengalaman internasional menunjukkan bahwa pendekatan terbaik adalah humanitarian-first approach, di mana keamanan berfungsi mendukung distribusi bantuan, bukan menggantikannya. Kesimpulannya, bencana bukan semata peristiwa alam, tetapi juga arena politik. Memahami konsep diversionary politics penting untuk mendorong respons negara yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemanusiaan, serta untuk mencegah konflik sosial yang tidak perlu di tengah penderitaan masyarakat. - ib

Aceh 🇮🇩🇹🇷🇵🇸

25,313 views • 7 months ago