Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

@ Ngayogyakarta Hadiningrat

49,050 Aufrufe • vor 11 Monaten •via X (Twitter)

5 Kommentare

Profilbild von new__
new__vor 11 Monaten

di yk bro?

Profilbild von Picho Teraphis
Picho Teraphisvor 11 Monaten

Iyaa bro

Profilbild von om picky
om pickyvor 11 Monaten

mntapp

Profilbild von Picho Teraphis
Picho Teraphisvor 11 Monaten

Info binor yg bisa di entot

Profilbild von Ari Oncom
Ari Oncomvor 11 Monaten

Info partner area Yogya

Ähnliche Videos

Makam kami, makam Brayat Ageng Kaweden (Sultan Ground) 3 Makam terdampak Proyek Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, berlokasi di titik Junction Sleman (Titik Pertemuan Tol Jogja-Solo, Jogja-Bawen dan Tol Jogja-YIA Serat Palilah dari Kawedanan Ageng Panitikismo Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk pemanfaatan Sultan Ground pada proyek tersebut sudah terbit Proses yang saat ini sedang berjalan adalah proses administrasi pengajuan izin pemanfaatan lokasi relokasi makam di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman, untuk selanjutnya menerbitkan surat rekomendasi atas lokasi relokasi makam yang sudah ditentukan dan disepakati serta dilanjutkan pembuatan Nota Dinas dari Bupati Sleman untuk penerbitan izin dari Gubernur DIY atas pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD) sebagai lokasi relokasi makam Belum nampak pekerjaan konstruksi makam di lokasi relokasi makam yang berlokasi di sebelah utara trase jalan tol (sebelah utara makam yang akan di pindah), baru dilakukan pengurukan lahan di lokasi tersebut Dengan terbitnya Serat Palilah dari Panitikismo Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat pemanfaatan lahan makam (Sultan Ground) untuk Proyek Tol Jogja-Solo sudah bisa dilaksanakan namun kesiapan lokasi relokasi makam serta kesiapan teknis dan mekanisme relokasi makam dari PPK (Pejabat Pembuat Komitmen pembebasan lahan) diharapkan dapat segera diselesaikan sehingga tidak menambah kekhawatiran warga apabila dalam waktu dekat terdapat anggota keluarga mereka yang meninggal dunia sehingga tidak dilakukan proses pemakaman yang berulang (dimakamkan di makam lama kemudian dipindahkan ke lokasi makam baru) Semoga menjadi perhatian dari pihak pihak terkait Terima kasih (Basori_anwar)

Merapi Uncover

20,447 Aufrufe • vor 10 Monaten

Bulan Agustus sudah berlalu, hari ini saya akan menuliskan kembali keresahan warga di lingkungan sekitar kami Makam kami, makam Brayat Ageng Kaweden (Sultan Ground) 3 Makam terdampak Proyek Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, berlokasi di titik Junction Sleman (Titik Pertemuan Tol Jogja-Solo, Jogja-Bawen dan Tol Jogja-YIA Serat Palilah dari Kawedanan Ageng Panitikismo Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk pemanfaatan Sultan Ground pada proyek tersebut sudah terbit Proses yang saat ini sedang berjalan adalah proses administrasi pengajuan izin pemanfaatan lokasi relokasi makam di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman, untuk selanjutnya menerbitkan surat rekomendasi atas lokasi relokasi makam yang sudah ditentukan dan disepakati serta dilanjutkan pembuatan Nota Dinas dari Bupati Sleman untuk penerbitan izin dari Gubernur DIY atas pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD) sebagai lokasi relokasi makam Belum nampak pekerjaan konstruksi makam di lokasi relokasi makam yang berlokasi di sebelah utara trase jalan tol (sebelah utara makam yang akan di pindah), baru dilakukan pengurukan lahan di lokasi tersebut, belum terdapat pondasi keliling, belum terdapat pagar Dengan terbitnya Serat Palilah dari Panitikismo Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat pemanfaatan lahan makam (Sultan Ground) untuk Proyek Tol Jogja-Solo sudah bisa dilaksanakan namun kesiapan lokasi relokasi makam serta kesiapan teknis dan mekanisme relokasi makam dari PPK (Pejabat Pembuat Komitmen pembebasan lahan) diharapkan dapat segera diselesaikan sehingga tidak menambah kekhawatiran warga apabila dalam waktu dekat terdapat anggota keluarga mereka yang meninggal dunia sehingga tidak dilakukan proses pemakaman yang berulang (dimakamkan di makam lama kemudian dipindahkan ke lokasi makam baru) Semoga menjadi perhatian dari pihak pihak terkait Terima kasih (Basori Anwar)

Merapi Uncover

25,494 Aufrufe • vor 9 Monaten

Neo PKI Imad mulai menyisir keluarga dan keturunan para Wali Songo. Gerombolan itu mulai mengusik keluarga Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Kelak pada gilirannya mereka juga akan mengusik keluarga dan keturunan Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim), Sunan Bonang (Makhdum Ibrahim), Sunan Drajat (Raden Qosim), Sunan Giri (Raden Paku), Sunan Kalijaga (Raden Said), Sunan Kudus (Ja’far Shodiq), Sunan Ampel (Raden Rahmat) dan Sunan Muria (Raden Umar Said). Kedoknya adalah Pembela Wali Songo, prakteknya menghancurkan Wali Songo. Sama persis dengan slogan-slogan palsu mereka lainnya, seperti Pembela Pancasila dan NKRI Harga Mati namun prakteknya mengkhianati Pancasila, UUD1945 dan NKRI. Jika mereka telah sampai pada misi menghancurkan peninggalan religius para Wali Songo, diujungnya nanti pasti mereka akan menghancurkan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (Yogyakarta) dan Kasunanan Surakarta (Keraton Surakarta Hadiningrat, Surakarta, Solo). Jika berhasil, maka seluruh warisan kekayaan leluhur Islam lainnya akan dihabisi hingga ke Kesultanan Demak (Raden Fatah, sekarang di Kabupaten Demak), Kesultanan Mataram Islam (Panembahan Senopati atau Sutawijaya) dan Kesultanan Pajang. Neo PKI hanya menargetkan Islam dan segala yang berbau Islam. Jika Islam telah selesai, maka Kristen, Katolik dan semua agama Samawi lainnya akan dengan mudah dihabisi dari bumi Nusantara. #WaspadaiNeoPKI “Tumpas Selagi Benih, Tebas Selagi Pucuk”.

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

25,242 Aufrufe • vor 10 Monaten

Sebuah makam kecil yang berada di trotoar pinggir jalan raya penghubung Solo–Sukoharjo, tepatnya di Desa Tanjunganom, Sukoharjo, menarik perhatian publik karena keunikannya. Makam berpenanda hitam dengan tulisan aksara Jawa itu diketahui sudah ada jauh sebelum jalan raya dibangun seperti sekarang. Menurut warga setempat, perubahan terjadi akibat proyek pembangunan jalan yang menggusur permukiman, sementara makam tetap dipertahankan hingga kini berada persis di tepi jalan. Berdasarkan cerita turun-temurun, makam tersebut merupakan makam seekor kucing Persia kesayangan Sinuhun Pakubuwono (PB) X, Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Warga menyebut tidak pernah terjadi kejadian aneh di sekitar makam, dan keberadaannya dijaga sebagai bagian dari nilai sejarah. Kerabat Keraton Surakarta, KGPH Puger, mengonfirmasi kucing itu bernama Nyai Sembro, sebagaimana tertulis dalam aksara Jawa di kijing makam. Nyai Sembro merupakan kucing klangenan PB X berjenis Persia, yang juga dikenal sebagai candramawa. Menurut kepercayaan, kucing jenis ini memiliki kemampuan khusus dan mata yang cerah. KGPH Puger menambahkan, kawasan tersebut dulunya merupakan pemakaman hewan, namun kini hanya makam Nyai Sembro yang tersisa setelah pembangunan jalan dan permukiman menghilangkan makam-makam lainnya. 📸: Dok. kumparan. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. #newsupdate #update #news #videonews #sinuhunpakubuwonoX #surakarta #solo #keraton #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan

kumparan

13,094 Aufrufe • vor 5 Monaten

Sakmeniko Keraton Surakarta Gadah kaleh Raja malih Internal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengukuhkan KGPH Mangkubumi sebagai Pakoe Buwono (PB) XIV. Keraton Solo diambang punya raja kembar setelah sebelumnya KGPAA Purbaya putra terkecil PB XIII telah mendeklarasikan diri penerus PB XIV pada tanggal 5 November. Dimana hasil rapat internal dipimpin Maha Menteri atau patih, Kanjeng Gusti Panembahan Tedjowulan menggelar di Sasana Handrawina, Kamis (13/11). Rapat internal keluarga tersebut dihadiri keluarga PB XII dan PB XIII, yakni KGPHPA Tedjowulan, GPH Suryo Wicaksono, GRAy Koes Moertiyah (Gusti Moeng), GRAy Koes Indriya, KGPH Puger, KGPH Hangabehi (Mangkubumi) hingga Wayah Dalem, Sentana Dalem sepuh. Sementara itu, keluarga pendukung KGPAA Purbaya jadi PB XIV tidak hadir mengikuti rapat internal tersebut. Putra PB XII GPH Suryo Wicaksono mengatakan pihaknya salah satu pihak yang menghadiri undangan patih. Rapat dimulai dengan pembacaan surat Kementerian Kebudayaan tanggal 10 November 2025 dan Kemendagri tanggal 21 April 2017 oleh Gusti Wandansari, di depan para sentono dan putri wayah PB XII dan satu putra PB XIII. “Pada rapat internal ini pelantikan putranya tertua PB XIII yaitu Gusti Mangkubumi sebagai pangeran patih atau raja,” ujar GPH Suryo. Ia mengatakan pada penobatan PB XIV yang disaksikan para sentono, kerabat PB XII dan para sesepuh keraton terjadi geger. Dimana putri sulung PB XIII Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai Kusuma Dewayani mendatangi lokasi acara, dengan menyebut acara ini bertentangan komunikasi yang sebelumnya dilakukan. “Penobatan Gusti Mangkubumi sebagai PB XIV terjadi geger. GKR Rumbai mendatangi lokasi acara, menyebut acara ini bertentangan komunikasi yang sebelumnya dilakukan,” kata dia. “Saya mengundurkan diri (walkout) karena terjadi perdebatan antara Gusti Rumbai dan Gusti Moeng terkait penobatan Gusti Mangkubumi sebagai PB XIV,” kata dia (IM). Selengkapnya ikuti dan baca:

Info Jateng

83,582 Aufrufe • vor 7 Monaten