Video yükleniyor...

Video Yüklenemedi

Ana Sayfaya Dön

28,443 görüntüleme • 3 ay önce •via X (Twitter)

0 Yorum

Yorum bulunmuyor

Orijinal gönderinin yorumları burada görünecek

Benzer Videolar

Raja Juli Tidak Dilibatkan (Lagi)? Ada yang menarik saat rapat penanganan Karhutla pada Senin kemarin. Berdasarkan daftar hadir peserta rapat yang dibacakan Seskab Teddy, tidak ada nama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebagai peserta rapat terbatas. Padahal, Menhut lah yang seharusnya jadi aktor utama dalam penanganan karhutla selain kepala BNPB. Menhut pula yang seharusnya punya data lahan mana saja yang terbakar, lahan mana saja yang masih terselamatkan, termasuk sawit2 mana yang masih aman. Ini bukan pertama kali Menhut tidak dilibatkan. Bahkan dalam berbagai kesempatan, Raja Juli tidak dilibatkan oleh presiden. Mulai dari pelantikan2, pertemuan terbatas sampai kebijakan strategis. Kalo dalam tongkrongan, Raja Juli seperti orang yang "dianggap ga penting." Ada atau gak ada, peranannya sama aja. Kalopun ada, biasanya pendapatnya gak dianggap cuma bertugas menambah suara "hahahaha" sekalipun jokes kawan2nya gak lucu. Apalagi Raja Juli juga sudah dibentak2 saat rapat di DPR agar mundur, dilema betul jadi Raja Juli. Di Kabinet gak dianggap, di DPR disuduh mundur. Sama sekali gak ada wibawa sebagai Menteri. Padahal, Menteri Kehutanan adalah salah satu posisi strategis di republik ini. Namanya tak sebesar kuasanya. "Raja" di nametag rompi kebanggaannya setiap blusukan, nyatanya cuma jadi anak bawang di kabinet, itupun bawang busuk. Raja Juli, andai masih punya "kehormatan", sudah seharusnya mundur karena sudah 3 bulan karhutla tidak teratasi. Alangkah memalukan bagi pejabat masih bertahan di kekuasaannya padahal gagalnya udah berkali-kali, gak dianggap pula. Mundur akan menjadikanmu terhormat, bukan pengemis kehormatan dan pengakuan. Apalagi status sebagai sekjend Partai politik, rasa-rasanya memalukan sekali ada sekjend yang ga tau malu dan tidak punya rasa hormat.

Jhon Sitorus

87,717 görüntüleme • 17 gün önce