正在加载视频...

视频加载失败

92,763 次观看 • 1 年前 •via X (Twitter)

0 条评论

暂无评论

原始帖子的评论将显示在这里

相关视频

Penyerangan terhadap masyarakat Pulau Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau ini terjadi pada Rabu (18/12/2024), sekitar pukul 00.50 WIB. Mereka diserang puluhan orang yang diduga pegawai PT Makmur Elok Graha (MEG). Menurut keterangan tim Solidaritas Nasional untuk Rempang, delapan warga mengalami luka dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat. “Empat orang mengalami luka sobek di bagian kepala, satu orang luka berat, satu warga terkena panah, satu warga mengalami patah tangan, dan satu warga luka ringan,” tulis Tim Solidaritas Nasional untuk Rempang yang diterima Narasi, Rabu (18/12/2024). Sejumlah posko milik warga juga dirusak yakni, Posko di Kampung Sembulang Hulu dan Kampung Sei Buluh, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang. Selain itu, belasan kendaraan bermotor milik warga juga dirusak. Untuk diketahui, konflik di Pulau Rempang bermula ketika wilayah ini masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) pada 2023 sebagai Rempang Eco City. Proyek ini memiliki nilai investasi yang ditaksir mencapai Rp381 triliun hingga 2080. Diharapkan memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi (spillover effect) bagi Kota Batam serta kabupaten atau kota lain di Provinsi Kepulauan Riau. Proyek tersebut memicu konflik agraria lantaran masyarakat adat Pulau Rempang yang bertempat tinggal di 16 kampung tua menolak relokasi pembangunan Eco City itu. Warga menilai kampung mereka memiliki nilai historis dan budaya yang kuat, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Mereka menolak wilayah tersebut direlokasi. | Narasi Daily

Narasi Newsroom

61,906 次观看 • 1 年前

Meninggal Dunia Ketika Mencari Nafkah, Rider Ditemui Tidak Bernyawa Atas Motosikal Oleh Mynewshub Kredit Video: batamnews BATAM – Seorang pemandu ojek dalam talian (di Malaysia sering disebut rider) ditemukan meninggal dunia ketika sedang berusaha mencari rezeki untuk keluarganya dalam satu kejadian menyentuh hati di Batam, Indonesia, lewat malam Ahad. Mangsa yang dikenali sebagai Asep ditemui tidak bernyawa dalam keadaan tertunduk di atas motosikalnya di hadapan sebuah deretan rumah kedai di kawasan Palm Spring, Batam Kota, sekitar jam 11.30 malam pada Ahad (15 Februari 2026). Ketika ditemui orang awam, mangsa masih mengenakan jaket rasmi Gojek dan berada di atas sebuah motosikal Honda Beat Street yang diparkir di lokasi kejadian, menimbulkan rasa pilu dalam kalangan saksi yang menyedari keadaan tersebut. Pihak berkuasa kemudiannya tiba di lokasi dan menjalankan proses evakuasi sebelum membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lanjut. Menurut maklumat awal, tiada unsur jenayah ditemui di tempat kejadian. Punca kematian mangsa disyaki akibat keletihan melampau atau masalah kesihatan, namun pengesahan rasmi masih menunggu laporan perubatan daripada pihak hospital. Insiden ini sekali lagi membuka mata masyarakat mengenai realiti getir yang dihadapi pekerja gig, khususnya pemandu ojol, yang sanggup berjuang siang dan malam demi menyara keluarga, sering kali mengorbankan kesihatan dan keselamatan diri. - MYNEWSHUB

MYNEWSHUB

55,404 次观看 • 6 个月前

DPO bandar narkoba sekaligus pengelola tempat hiburan malam HH Club, Planet 3.0 Pub & KTV Batam, Basri Lewaimang, tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (20/8). Basri tiba sekitar pukul 17.18 WIB. Ia terlihat mengenakan baju lengan panjang berwarna hitam dengan kedua tangan diborgol saat digiring masuk ke Gedung Bareskrim Polri. Basri tidak mengucapkan sepatah kata pun saat digiring masuk ke ruang pemeriksaan. Kanit III Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kompol Drago mengatakan sebelumnya Basri diamankan sekitar pukul 00.30 waktu Malaysia. Untuk peran Basri sendiri, penyidik masih mendalami. Namun penyidik menduga Basri merupakan koordinator di tiga tempat hiburan malam, yakni HH Club, P1, dan P2. Sebelumnya Basri masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Ia merupakan pengelola tempat hiburan malam HH Club, Planet 3.0 Pub & KTV Batam, Kepulauan Riau. Tempat hiburan malam tersebut diduga menjadi tempat transaksi jual beli narkotika sebelum digerebek Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri pada Senin (10/8) dini hari. Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan 32 orang yang terdiri atas pengedar, penyuplai, dan pihak manajemen. Polisi juga menyita lebih dari 700 butir obat terlarang dari berbagai merek serta uang lebih dari Rp 200 juta yang diduga merupakan hasil penjualan narkotika. 📸: Dok. kumparan/Kevin Daniel. ⁠ Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ ⁠ 📝: newsupdate | update | news | vidol | R375 | R099 | E067 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan

kumparan

17,660 次观看 • 21 天前

BUBARKAN REPUBLIK INI JIKA REMPANG TERUS DITINDAS 🚨🚨🚨⏳️ REMPANG MELAWAN Menolak Punah di Tanah Sendiri Ketika Doa dan Dada Telanjang Menjadi Benteng Terakhir Warga dari Kezaliman BP Batam Hari ini, perlawanan warga Rempang, khususnya masyarakat Kampung Pantai Melayu, memasuki babak yang kian memilukan sekaligus heroik. Anak-anak, kaum ibu, hingga para tetua adat terpaksa memasang PAGAR BETIS membarikade jalan menuju tanah kelahiran mereka sendiri dari ancaman penggusuran. Di sepanjang jalan kampung, suara zikir dan doa bersama bergaung, memohon keadilan atas ketidakadilan yang dilakukan oleh BP Batam dan jejaring proyeknya. Rempang bukan sekadar titik koordinat investasi. Rempang adalah tanah ulayat, ruang hidup, dan sejarah identitas yang tak bisa dinilai dengan angka rupiah. Mari kita otopsi ketimpangan dalam konflik ini wak 1. Perang Asimetris= Negara & Pemodal vs Rakyat Kecil Ketika instrumen kekuasaan dan regulasi dikerahkan untuk memuluskan mega proyek, rakyat kecil sering kali hanya disodori dua pilihan, menyerah atau digusur. Pagar betis dan doa bersama yang dilakukan warga Pantai Melayu adalah bentuk pertahanan diri paling sakral ketika dialog dan keadilan hukum sudah tak lagi memihak mereka. 2. Pembangunan untuk Siapa? Slogan DEMI PERTUMBUHAN EKONOMI dan INVESTASI terus digaungkan. Namun, jika sebuah proyek harus mengusir warga dari tanah leluhurnya, mencabut akar budaya, dan menyisakan ketakutan trauma berkepanjangan pada anak-anak, untuk siapa sebenarnya pembangunan itu dibuat? Pembangunan yang memanusiakan manusia tidak boleh berdiri di atas air mata dan reruntuhan rumah rakyatnya sendiri. 3. Ketegaran Doa vs Kecongkakan Kekuasaan Sejarah mencatat, kekuasaan dan modal boleh saja memiliki kekuatan aparat dan alat berat. Namun, doa orang-orang yang terzalimi dan perlawanan rakyat yang memperjuangkan hak atas tanahnya memiliki daya tahan moral yang tidak akan pernah bisa ditundukkan oleh intimidasi fisik. Konflik Rempang harus menjadi cermin bagi pemerintah pusat dan BP Batam - Hentikan pendekatan represif dan paksaan dalam memuluskan proyek. - Hormati hak atas ruang hidup, tanah adat, dan keberlanjutan masa depan warga lokal. - Dengarkan aspirasi rakyat secara bermartabat, bukan sekadar menjadikan mereka objek relokasi paksa. Tanah kelahiran bukan barang dagangan. Membela tanah air dan ruang hidup adalah hak mendasar setiap warga negara yang dilindungi undang-undang dan nurani. Bagaimana pandangan kalian wak? Sampai kapan hak atas ruang hidup warga lokal harus dikorbankan atas nama EFISIENSI INVESTASI?

Sumatera Adil & Federal

33,776 次观看 • 28 天前

*Siaran Pers* Masyaraka Rempang kembali Diserang, Banyak Korban Luka, Kendaraan Dirusak BATAM, 18 Desember 2024-Untuk kesekian kalinya, masyarakat Pulau Rempang menjadi korban kekerasan. Kali ini, mereka diserang puluhan orang yang terindikasi sebagai pegawai PT Makmur Elok Graha (MEG). Peristiwanya terjadi pada Selasa (18/12/2024) dini hari sekitar pukul 00.50 WIB. Data sementara yang berhasil dihimpun, ada beberapa posko milik warga yang dirusak. Yakni Posko di Kampung Sembulang Hulu dan Kampung Sei Buluh, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang. Data sementara yang berhasil dihimpun, setidaknya ada delapan warga yang mengalami luka dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Dengan perincian, empat orang mengalami luka sobek di bagian kepala; satu orang luka berat; satu warga terkena panah; satu warga mengalami patah tangan; dan satu warga luka ringan. Selain itu, belasan kendaraan bermotor milik warga juga dirusak. Atas kejadian yang berulang ini, masyarakat Kampung Tua di Rempang bersama organisasi masyarakat sipil yang bersolidaritas menyerukan: 1. Presiden Prabowo dan DPR RI untuk memastikan perlindungan kepada masyarakat adat dan tempatan Rempang atas wilayah adatnya. Sekaligus dengan tegas membatalkan seluruh rencana pengembangan PSN Tempang Eco-city; 2. Kapolri untuk memerintahkan jajarannya melakukan peenegakan hukum secara serius dan tegas atas seluruh peristiwa intimidasi dan kekerasan yang dilakukan kepada masyarakat Rempang; 3. Komnas HAM mengawasi dan bertindak tegas atas rentetan pelanggaran HAM yng terjadi di Rempang, sekaligus mengkoordinasikan dan memastikan skema-skema perlindungan kepada seluruh masyarakat adat dan di Rempang. Tim Solidaritas Nasional untuk Rempang Narahubung : 1. LBH Pekanbaru (+62 812 6643 8036) 2. WALHI Riau (+62 822 8824 5828) #SaveRempang #SaveRempang

Maria A. Alkaff

238,232 次观看 • 1 年前