Video yükleniyor...

Video Yüklenemedi

Ana Sayfaya Dön

Pasangan pengantin India, Rishabh Rajput dan Sonali Chouksey, dicemooh warganet gara-gara perbedaan warna kulit mereka. Rishabh menyebut masih banyak orang India yang terobsesi dengan kulit putih. "Sudah saatnya kita mengubah pandangan itu," kata dia.

46,301 görüntüleme • 8 ay önce •via X (Twitter)

0 Yorum

Yorum bulunmuyor

Orijinal gönderinin yorumları burada görünecek

Benzer Videolar

Matanya, kulitnya dan darahnya macam kita, semuanya kita kena bersatu. Pesuruhjaya PAS Perak, Razman Zakaria membuat ucapan perkauman yang secara halus mengatakan orang Melayu mesti bersatu untuk melawan orang Cina. Yang saya pelik, dia nak kata yang mata sempit tu orang Cina, jadi yang mata bulat macam dia adalah Melayu. Saya tenung-tenung gambar dia dengan Ahli Parlimen Kuching: saya rasa mata mereka sama sempit dan semua bulat. Nak kata kulit dia gelap, tak de lah gelap sangat. Kulit dia lebih kurang sama je dengan rakyat Malaysia yang lain, sama ada Melayu atau Cina. Darah dia saya confirm warna merah, sama macam darah Anthony Loke. Tapi zaman sekarang, lebih mudah memainkan api perkauman untuk mendapat sokongan rakyat, lebih-lebih lagi atas nama melindungi Islam. Padahal Islam tidak pernah mengajar kita bermusuh atas saiz mata kita, atau warna kulit, atau warna darah kita. Saya malu sebab sejarah Islam di China lebih lama dari kita. Jumlah orang Islam di Cina, yang dijangka sekitar 30 - 50 juta orang, lebih ramai dari semua Bumiputra Islam di negara. Laksamana terkenal Dinasti Ming iaitu Cheng Ho, adalah seorang Islam dari Yunan yang terkenal di dunia sebagai laksamana terhebat sepanjang zaman. Saya tak terkejut yang si Razman terus buat kenyataan berbahaya seperti ini. Dia ada rekod buka mulut kena saman. Dengan PMX dia minta maaf. Dengan Lim Guan Eng kena bayar saman kerana memfitnah. Saya terkejut sebab PAS masih kekalkan dia sebagai pesuruhjaya PAS Perak. Rosak pemikiran anak muda ada wakil rakyat macam ni.

Rafizi Ramli

90,916 görüntüleme • 1 yıl önce

BUKTI-BUKTI ORANG KITA MASIH DIJAJAH MINDA MEREKA DENGAN KETUANAN PUTIH (WHITE SUPREMACY) Apabila kau berjaya kahwin dengan orang putih, ibu ayah, keluarga, dan diri sendiri berasa bangga macam menang trofi. Walhal orang putih tu hanyalah “loser”, “nerd” atau “broke” di negaranya. Bukan yang “awesome”. Macam biasa, yang “awesome” biasanya dah dimiliki awal. Bila orang putih datang bagi pembentangan (presentation), terdiam dan ternganga orang kita. Itu yang sampai ada syarikat sampai mengupah orang putih untuk buat “presentation”. Itu yang ramai penipu (scammer) menggunakan nama-nama dan watak-watak orang putih dalam barisan (line up) carta orgnisasi mereka. Masih ingat Bitclub Network? Uinvest? Geneva Gold? Kalau orang putih pandai cakap Bahasa Melayu pula, terus diangkat, dijulang, dilambung, diberi ruang dan peluang. Bila orang Melayu fasih berbahasa Inggeris, orang putih tak pernah kisah pun. Kan? Korang masih ingat Mat Dan? Ketika Mat Dan tinggal di Malaysia selama 7 tahun, dia pakai visa apa? Permit apa? Kalau ikut cerita dia, dia hanyalah “backpackers” yang nak pergi kerja di Australia. Kisahnya, dia habis sekolah (A-Level/ Year 12) terus dia mengembara dan tinggal di Malaysia. Kelulusan pendidikan pun rasanya tiada ijazah atau sijil profesional yang membenarkan dia tinggal dan bekerja di Malaysia. Aku tak nampak apa visa atau permit yang membolehkan dia bekerja di Malaysia. Sampai dia dilantik menjadi duta dan ada rancangan sendiri di kaca tv. Berapa ramai orang Bangladesh yang lancar dan fasih berbahasa Melayu, ada mendapat tempat di hati kita? Aku bukan cemburu atau apa pun tentang Mat Dan ni, aku tak kisah pun. Alhamdulillah, dia dah masuk Islam, berkahwin dan dapat PR. Cuma Mat Dan merupakan salah satu bukti-bukti yang betapa kuatnya jiwa dan minda kita dijajah dengan ketuanan putih bangsa kita ini. Ya, aku tau ada lagi beberapa orang putih yang berjaya menjadi pencipta kandungan (content creator) atau pempengaruh (influencer) yang mencari makan dan tinggal di Malaysia. Apa permit atau visa yang mereka pakai, aku pun tak pasti. Demikianlah bangsa kita yang sentiasa memandang tinggi bangsa orang putih ini, walhal mereka hanyalah “nobody” sahaja yang datang ke Malaysia. Korang ada jawapan tak kenapa orang kita jadi begini? ;)

Aliff Ahmad

1,372,778 görüntüleme • 2 yıl önce

🚨 Vincent Kompany (Kepala pelatih FC Bayern) mendukung Vini Jr. dan mengkritik komentar José Mourinho. “Ini adalah topik yang sulit. Saya menonton pertandingan itu dan benar-benar tertarik dengan apa yang terjadi. Ada dua komponen berbeda dalam cerita ini. Pertama, apa yang terjadi di lapangan... kedua, apa yang terjadi dengan para suporter. Lalu ada juga apa yang terjadi setelah pertandingan. Kita harus memisahkannya.” “Ketika melihat kejadian di lapangan dan bagaimana reaksi Vini, reaksi itu tidak bisa dibuat-buat. Terlihat jelas itu reaksi yang emosional. Saya tidak melihat ada keuntungan baginya untuk mendatangi wasit dan membawa semua beban itu di pundaknya. Pada momen itu dia merasa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.” “Kylian Mbappé biasanya selalu bersikap diplomatis, tetapi kali ini dia sangat jelas tentang apa yang dia lihat dan dengar.” “Lalu ada pemain Benfica yang menyembunyikan apa yang dia katakan dengan menutup mulutnya menggunakan bajunya. Di stadion juga terlihat ada orang-orang yang melakukan gestur monyet, itu ada di videonya.” “Bagi saya, yang terjadi setelah pertandingan bahkan lebih buruk. José Mourinho pada dasarnya menyerang karakter Vini Jr dengan membawa-bawa gaya selebrasi Vini untuk mendiskreditkan apa yang dia lakukan saat itu. Itu kesalahan besar dari sisi kepemimpinan.” “Selain itu, Mourinho menyebut nama Eusébio. Dia mengatakan Benfica tidak bisa rasis karena pemain terbaik mereka sepanjang masa adalah Eusébio. Tahukah Anda apa yang harus dialami para pemain kulit hitam di era 60-an? Apakah dia ikut bepergian bersama Eusébio di setiap laga tandang dan melihat apa yang dia alami? Menggunakan namanya hari ini untuk menyampaikan argumen tentang Vini Jr adalah hal yang tidak tepat.” “Sejujurnya, saya merasa tidak ingin terjebak dalam kubu mana pun dari berbagai hal yang terjadi saat ini. Saya bertemu dengan banyak orang yang pernah bekerja dengan José Mourinho, dan saya belum pernah mendengar satu pun mengatakan hal buruk tentangnya. Semua pemainnya mencintainya.” “Saya memahami pribadi seperti apa dia, saya tahu dia selalu membela klubnya. Saya yakin jauh di dalam dirinya dia orang yang baik. Saya tidak perlu menghakiminya soal itu.” “Tetapi saya juga tahu apa yang saya dengar. Saya memahami apa yang dia lakukan, tetapi dia membuat kesalahan. Semoga itu tidak terjadi lagi di masa depan, dan kita bisa melangkah maju bersama.” 👏 Bayern & Germany

Seputar Real Madrid

69,651 görüntüleme • 6 ay önce

Buat yang ngatain IU gak berpendidikan. Denger ya sayang, di kehidupan ini gak semua orang punya kesempatan dan pilihan yang sama kayak bias kamu. Setiap orang datang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang sejak lahir sudah terlahir kaya, ada juga yang dari kecil harus jadi tulang punggung keluarga. Posisi IU pada saat itu, keluarganya terlilit utang dan bangkrut. Kondisi ekonomi keluarganya gak stabil dan mungkin yang IU pikirkan saat itu adalah gimana caranya mengubah nasib lewat kecintaannya terhadap musik. Jadi pada saat itu dia gak punya kesempatan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi karena yang dipikirkannya adalah gimana caranya cari uang yang banyak supaya bisa mengubah perekonomian keluarganya. Sampai akhirnya jadilah IU yang sekarang. Tapi satu hal yang harus kalian dan kita semua tahu. Tidak berpendidikan bukan berarti tidak terdidik. Mungkin IU gak mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi, tapi semakin hari aku semakin melihat kalau IU itu adalah orang yang terdidik. Dari cara dia memperlakukan dan menghargai orang lain, dari cara dia berpikir, dari cara dia bicara ketika diajak bicara soal hal yang serius. IU tahu cara memanusiakan manusia--contohnya mungut sandal fans yang lepas, kasih hadiah untuk rekan kerja dan staff, minta naikin gaji staffnya saat perpanjang kontrak dengan agensi, dan masih banyak lagi. Pada akhirnya hidup itu kompleks sekali. Apa yang manusia pandang rendah dan gak berpendidikan, nyatanya kalau Tuhan berkehendak, dia bisa jadi sesukses ini dan banyak menginspirasi orang lain, bahkan idol K-Pop pun banyak yang kagum sama IU❤️ well good for you kalau memang bias kamu punya kesempatan untuk mengenyam pendidikan sampai ke perguruan tinggi, tapi jangan sekali-kali banding-bandingkan bias kamu sama IU, karena dari garis start-nya aja sudah beda. Sekian.

miw🐉🍀🐥

97,168 görüntüleme • 1 ay önce

Trump: Saya-lah yang Menempatkan Jolani Di video ini, Trump berkata, "Presiden Suriah, yang pada dasarnya saya tempatkan di sana, melakukan pekerjaan yang luar biasa. Dia orang yang keras; dia bukan anak baik-baik. Anak baik-baik tidak akan bisa melakukannya. Tetapi Suriah sedang bersatu, benar-benar bersatu dengan baik, dan sejauh ini dia sangat baik kepada Kurdi.” Siapa Presiden Suriah? Tak lain eks-ISIS (pernah dipenjara AS di Irak selama 4 tahun), lalu ke Suriah bergabung dengan Al Qaida dalam proyek penggulingan Bashar Assad. Nama aslinya konon Ahmed Al Sharaa, selama "berjihad" ia nama samaran Abu Mohammed al-Jolani. Awalnya, kelompoknya bernama Jabhah Al Nusra (Al Qaida cabang Suriah) dan resmi masuk daftar teroris oleh PBB. Lalu, JN ia ganti nama jadi Hay’at Tahrir al-Sham (HTS). Setelah akhirnya mereka menggulingkan rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, HTS ia bubarkan. Jihad dan khilafah apa kabar? Ya ga ada kabarlah. Dia ganti jubah jihadnya dengan jas dan dasi. Ia bersalaman dengan pemimpin negara-negara Barat. Sikap terhadap Israel? Kadang ngomel-ngomel dikit, karena Israel terus merangsek masuk menguasai sejumlah kawasan di Suriah, termasuk Dataran Tinggi Golan dan Gunung Hermon, dimana jarak tembak Israel dari sana cuma 40 km ke Damaskus. Tapi terhadap Israel, tidak ada jihad. "Suriah tidak bisa perang lagi, dan musuh yang dihadapi saat ini adalah Iran dan Hizbullah," kata Jolani ke wartawan. Saya (dan banyak rekan di medsos) sudah sejak lamaa.. sejak 2012 nulis soal agenda AS menggunakan proxi jihad ini. Banyak sekali tekanan dan kerugian yang saya dapatkan gara-gara terus menulis soal Suriah. Banyak sekali tekanan dan kerugian yang saya dapatkan gara-gara terus menulis soal Suriah. Awalnya, karena ada media online pendukung jihad menobatkan saya jadi "tokoh Syiah" dalam semalam, friend FB berkurang nyaris 2000. Lalu berlanjut tekanan dan intimidasi jahat, di dunia nyata maupun maya, bahkan juga kerugian bisnis. Tapi di saat yang sama, saya menemukan teman-teman sejati. Yang tetap setia, tetap mau berteman, dan memberikan dukungan dengan cara mereka masing-masing. Banyak yang bersama saya dan melindungi saya, dengan berani menggelar acara-acara bedah buku Prahara Suriah dan Salju di Aleppo, meski kemudian digeruduk fans "jihadis." Pernah minta tolong polisi di sebuah daerah, eh malah kami yang disuruh bubar. Untuk mereka semua, saya ucapkan terima kasih banyak. InsyaAllah semua kesulitan yang pernah kita lalu, ga sia-sia, pahalanya dicatat rapi oleh malaikat. Begitu juga, semua fitnah, caci-maki, dan kata-kata jahat kalian para Wahaboy, juga dicatat dan akan ada hitungannya di hari akhir nanti. Saya percaya, kebenaran pasti akan terungkap, cepat atau lambat. Sebenarnya sih kebenaran soal Suriah ini sudah lama terungkap, tapi masih banyak yang pura-pura ga tau. Sekarang setelah Trump mengaku, entah apa lagi alasan mereka. Sebenarnya, Trump ini sama saja dengan Bush, Obama & Biden; sama-sama diam-diam memanfaatkan Al Qaida untuk proyek mereka. Bedanya, Trump blak-blakan, sementara yang lain menutup-nutupi dengan jargon HAM & demokrasi. CATATAN: Saya mengungkap siapa yang berada di balik proyek Al Qaida & ISIS ini, tapi di saat yang sama, saya juga menyatakan bahwa MEMANG ADA umat Muslim yang bergabung atau fans organisasi teror berkedok jihad ini. Solusi untuk masalah ini, dalam pandangan saya, ada di dua level ini: kita menyebarluaskan pemahaman antiradikalisme tapi juga memahami peran AS & Israel dalam proyek terorisme ini. Jadi, beda ya, dengan "pejuang antiradikalisme" versi genk Tel Aviv, yang sok iye aja teriak-teriak soal "toleransi," tapi giliran terorisme Israel dikritik, mereka berbalik ngatain saya "pendukung terorisme Hamas." Yang mau mempelajari apa yang terjadi di Suriah, bagaiman peran para "jihadis" dan AS dan Israel, baca buku saya, unduh di

Dina Sulaeman

13,338 görüntüleme • 6 ay önce

Bila bercakap tentang masyarakat India, kebiasaannya perbincangan akan tertumpu kepada berapa banyak program khas yang diumumkan, berapa ramai menteri India yang dilantik, atau agensi mana yang diwujudkan untuk menjaga kepentingan komuniti itu. Saya faham kenapa pendekatan itu popular. Tetapi saya juga rasa sudah sampai masanya kita bercakap secara jujur tentang sama ada pendekatan itu benar-benar menyelesaikan masalah. Pandangan saya mungkin tidak disenangi semua pihak. Kita kena ubah budaya yang menyebabkan rakyat terpaksa "memohon". Sepatutnya, kalau dah benar-benar susah, golongan ini patut secara automatik mendapat bantuan. Seorang keluarga India yang miskin tidak sepatutnya memerlukan program khas untuk membuktikan mereka layak dibantu. Begitu juga keluarga Cina yang miskin, keluarga Melayu yang miskin, atau mana-mana rakyat yang sedang bergelut untuk meneruskan kehidupan. Fokus kerajaan sepatutnya bukan kepada siapa yang paling kuat mendakwa mewakili sesuatu kaum. Fokus kerajaan mesti kepada siapa yang memerlukan bantuan dan memastikan mereka benar-benar menerima bantuan itu. Mudah untuk mengatakan dasar perlu berasaskan keperluan. Ramai yang pernah mengatakannya. Cabaran sebenar ialah pelaksanaannya. Sebab itu saya percaya kerajaan perlu berani menjawab satu soalan yang sering dielakkan: apakah sebenarnya yang dimaksudkan dengan "berasaskan keperluan"? Apakah ukurannya? Siapa yang layak? Bagaimana kita memastikan bantuan sampai kepada mereka yang memerlukan, tanpa mengira kaum? Kita perlu berani mengadakan perbincangan ini secara terbuka dan jujur dan mencari cara baru untuk memastikan rakyat yang benar-benar memerlukan menerima bantuan. Pada akhirnya, rakyat tidak peduli siapa mendapat kredit politik kerana mereka mahu tahu sama ada kehidupan mereka menjadi lebih baik.

Rafizi Ramli

18,099 görüntüleme • 2 ay önce

Gilang Dirga menyampaikan pendapat-nya melalui video yang ia unggah di Threads. 1.⁠ ⁠Gilang menyampaikan pendapat pribadinya mengenai kondisi Indonesia saat ini, khususnya terkait orang-orang yang merasa Indonesia belum sepenuhnya merdeka. 2.⁠ ⁠Ia menyinggung adanya sebagian orang yang tidak mengibarkan bendera Merah Putih, termasuk kasus di Aceh ketika bendera Aceh dikibarkan menggantikan Merah Putih. 3.⁠ ⁠Ia memahami bahwa masyarakat memiliki pandangan yang berbeda mengenai apakah Indonesia sudah benar-benar merdeka atau belum. 4.⁠ ⁠Menurutnya, bendera Merah Putih tetap harus dikibarkan meskipun seseorang sedang kecewa terhadap pemerintah. 5.⁠ ⁠Mengibarkan Merah Putih bagi dirinya merupakan bentuk kecintaan kepada Indonesia, bukan berarti mendukung pemerintah atau seluruh kebijakannya. 6.⁠ ⁠Ia tetap menghargai orang-orang yang memiliki pandangan berbeda mengenai persoalan tersebut. 7.⁠ ⁠Menurutnya, Merah Putih merupakan simbol Indonesia yang tetap layak diperjuangkan dan dikibarkan, minimal di depan rumah. 8.⁠ ⁠Ia mengakui bahwa banyak masyarakat ingin Indonesia maju, tetapi kemajuan tersebut terkadang terhambat oleh oknum-oknum tertentu. 9.⁠ ⁠Ia mencontohkan adanya dugaan oknum di tingkat desa yang menghambat pembangunan jalan karena memiliki kepentingan pribadi. 10.⁠ ⁠Menurutnya, mentalitas seperti itu masih banyak terjadi dan membuat masyarakat kecewa terhadap kondisi Indonesia. 11.⁠ ⁠Ia menegaskan bahwa kekecewaan terhadap pemerintah atau oknum tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan rasa cinta kepada Indonesia. 12.⁠ ⁠Gilang menilai perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang sehat selama disampaikan dengan argumen yang tepat. 13.⁠ ⁠Ia mengingatkan bahwa para founding fathers Indonesia juga memiliki banyak perbedaan pendapat mengenai cara mengelola negara. 14.⁠ ⁠Ia mengajak masyarakat untuk berdiskusi secara sehat dan tidak mudah terprovokasi hingga menimbulkan keributan. 15.⁠ ⁠Ia berharap orang-orang yang tidak mengibarkan Merah Putih karena kecewa tidak langsung dimarahi atau dibentak, tetapi diberikan pemahaman dengan cara yang baik. 16.⁠ ⁠Namun, menurutnya, ketika bendera Merah Putih diturunkan dan digantikan dengan bendera lain, hal tersebut merupakan sesuatu yang perlu dipertanyakan. 17.⁠ ⁠Bagi Gilang, 17 Agustus tetap merupakan momen yang spesial karena ia lahir sebagai orang Indonesia dan mencintai negaranya. 18.⁠ ⁠Ia tetap mencintai Indonesia meskipun kecewa terhadap perilaku oknum, baik pejabat tinggi maupun pihak-pihak di tingkat bawah. 19.⁠ ⁠Ia mendoakan agar Indonesia menjadi lebih baik dan masyarakat dapat menghadapi perbedaan dengan cara yang lebih bijak. 20.⁠ ⁠Ia menegaskan bahwa dirinya merasa perlu menyampaikan pendapat tersebut sebagai bentuk kecintaannya kepada Indonesia.

folkative

247,245 görüntüleme • 9 gün önce

ada pernyataan yang menarik banget dari seorang pengacara spesialis hukum, park joongkwang yang juga dikenal sebagai penggemar sejarah, speakup terkait kontroversi hayoung. "tanggung jawab leluhur yang melakukan tindakan pro-jepang dan penilaian terhadap keturunannya tentu saja harus dipisahkan. korea juga melarang hukuman berdasarkan keturunan melalui konstitusi. tetapi orang yang sedang menjadi masalah sekarang adalah hayoung. di korea masih banyak keturunan orang-orang yang pro-jepang. mereka masih ada dan akan terus ada. kita sebenarnya tahu siapa orang orang itu, tetapi kita tidak mempermasalahkan semuanya. kenapa? karena mereka menunjukkan sikap yang tepat. setidaknya mereka tahu bagaimana merasa malu atas hal itu. dan melakukan sesuatu terhadap mereka sekarang sama sekali tidak akan membantu perkembangan masyarakat. karena itulah kita membiarkannya begitu saja. kita bisa memberikan banyak contoh. tentu saja ada konglomerat yang memiliki sejarah pro-jepang. salah satu contoh yang paling terkenal adalah doosan. perusahaan itu bermula dari sebuah perusahaan yang tidak diragukan lagi memiliki sejarah pro-jepang, kemudian berkembang menjadi konglomerat. tetapi bukan berarti sekarang kita akan menjadikan doosan sebagai perusahaan milik negara. itu tidak boleh dilakukan. perusahaan yang paling terkenal lainnya tentu hyundai motor, tetapi bagaimana dengan sk hynix? apakah semuanya harus dikembalikan kepada negara? saya bisa memahami keinginan untuk menyita harta tersebut. tetapi daripada menyita dan menjualnya, kita memilih untuk membiarkannya tetap ada dan memilih jalan yang memungkinkan masyarakat kita berkembang lebih jauh. bukan karena kita menyukai mereka. negara saat itu sudah menjadi reruntuhan akibat perang. masyarakat harus segera mencari nafkah dan belajar agar bisa menghasilkan bahkan satu dolar lebih banyak. dalam kondisi yang begitu mendesak, masyarakat memilih jalan tersebut. masyarakat sebenarnya tahu, tetapi memilih untuk memaafkan dan membiarkannya karena percaya bahwa kekayaan tersebut pada akhirnya akan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi korea selatan. namun, ketika seseorang tidak memahami hal itu lalu keluar dan membicarakannya dengan bangga, tentu menjadi masalah. karena itu, sebenarnya hayoung sebagai seorang selebritas hanya perlu menunjukkan sikap yang tepat. bukan berarti tidak ada contoh sebelumnya. ada banyak kasus serupa. kalau dia mengikuti contoh-contoh yang sudah ada, sebenarnya situasi ini sama sekali tidak perlu menjadi masalah. banyak selebritas juga memiliki leluhur yang pro-jepang. misalnya kang dong-won, dan lee jiah juga pernah menjadi sorotan serta meminta maaf. apa perbedaannya? mereka merasa malu terhadap hal tersebut. lee jiah dan kang dongwon menunjukkan contoh yang sangat baik tentang bagaimana seorang selebritas dengan leluhur pro-jepang seharusnya bersikap. mereka bisa menjadi teladan. sedangkan dalam kasus hayoung, dia tidak menunjukkan sikap seperti itu, sehingga akhirnya menjadi masalah. ada unsur ‘gweisimjoe’, rasa kesal masyarakat karena sikapnya dianggap tidak pantas dalam kontroversi ini. apalagi ini terjadi menjelang gwangbokjeol (hari pembebasan korea) sudah banyak orang yang meminta maaf karena leluhurnya. jadi sekali lagi, ini adalah masalah sikap. saya ingin menegaskan bahwa hayoung bukan dihujat karena kesalahan leluhurnya. dia dihujat karena sikapnya sendiri. dan ketika kita membicarakan persoalan pro-jepang, menurut saya pesan yang ingin kita tegaskan kali ini adalah: ‘kami tidak akan menyita hartamu, tetapi jangan membanggakannya. kami tidak mengambil uangmu dari masyarakat, tetapi itu juga bukan berarti kami memberikan kehormatan kepadamu.’ saya rasa itulah sesuatu yang kembali kita tegaskan melalui kontroversi ini."

덕질일기 | buzzer 👻

28,760 görüntüleme • 8 gün önce

Pray for tapteng🥀 Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya di Kecamatan Tukka dan Badiri, saya turut prihatin yang mendalam atas musibah banjir yang kembali melanda pemukiman kita. Kita semua tahu dan melihat sendiri bahwa tanggul yang jebol menjadi pemicu utama air masuk dan merendam rumah-rumah warga. Untuk masyarakat sekalian, mari kita tetap berdoa atas ujian yang diberikan Tuhan ini. Sebab, jika kita mulai bicara soal bagaimana kinerja pemerintah dalam menanggulangi banjir agar tanggul tidak jebol lagi, mereka dan para pendukungnya pasti akan kompak menjawab, "salahkan alam" atau bahkan menyebut ini "karena dosa". Biarlah mereka berkata demikian. Mungkin karena bukan mereka yang merasakan langsung sedih, lelah, dan sakitnya saat air kotor masuk ke dalam rumah. Kepada warga, jika hujan sudah mulai turun, alangkah baiknya kita segera bersiap menghadapi segala kemungkinan. Jangan menunggu air membesar baru mengungsi. Lebih baik mengamankan diri ke tempat yang lebih aman sejak awal. Selain itu, ada baiknya beberapa perwakilan warga ikut memantau kondisi tanggul buatan Pemkab saat hujan turun. Jika kondisinya sudah mengkhawatirkan, segera imbau warga lain. Kita tahu sendiri, pemerintah biasanya baru datang saat banjir sudah merendam, bukan turun langsung untuk memberikan imbauan antisipasi. Tidak usah mempertanyakan lagi bagaimana kinerja pemerintah, biarlah seperti itu. Kita semua tahu apa yang sudah mereka kerjakan atau lebih tepatnya, yang gagal mereka kerjakan. Tanggul seperti apa yang dibuat? Penanggulangan bencana macam apa yang disiapkan? Jika kita protes, akan banyak orang yang mendadak buta fakta dan membela dengan dalih "semua karena faktor alam". Padahal, jika benar-benar bekerja, hasilnya pasti kelihatan secara nyata, bukan malah menyalahkan alam. Apa hasil kerja mereka sampai detik ini? Jawablah di dalam hati masing-masing. Jika kita mengkritik Pemkab, orang-orang bodoh akan selalu berdalih soal alam. Lalu bagaimana dengan Jaminan Hidup (Jadup), dana stimulan, dan hunian tetap? Apakah itu semua juga urusan alam? Jelas tidak, tapi kenapa prosesnya sangat lambat? Cukuplah semua omong kosong ini. Mari kita sadar mulai detik ini. Jujur, saya adalah salah satu orang yang memilih Pemkab yang sekarang. Namun melihat kondisi lapangan dan hasil kerja yang berantakan seperti ini, saya tidak akan mau menjadi buta untuk membela mereka. Semoga kita semua selalu dilindungi oleh Tuhan dari marabahaya. Ingat, ini sudah memasuki musim penghujan. Siapkan dan simpan barang-barang berharga dengan baik di tempat yang aman. Jadi, jika banjir kembali datang, kita bisa langsung menyelamatkan diri dengan cepat. Jangan berharap pada pemerintah itu semua omong kosong. Berdoalah kepada Tuhan, karena jika kita menuntut pemerintah, kita sudah tahu jawaban klise mereka: "ALAM". Tapi jika ditanya soal kinerja nyata, mereka tidak akan pernah bisa menjawabnya. Semoga Tuhan melindungi kalian semua di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Sumatera Adil & Federal

11,385 görüntüleme • 1 ay önce

Guys, ada yang cerita pengalaman kurang enak pas lagi nikmatin liburan bareng suami dan bayinya di sebuah hotel di Yogyakarta. Baru aja selesai check in sore hari, dia liat sekelompok anak anak berlarian di koridor hotel, jumlahnya sekitar enam sampai delapan orang. Karena masih sore dan dianggap masih waktu main, dia milih maklumin aja dan nggak negur. Tapi begitu malam tiba, suara anak anak itu makin ganggu. Mereka terus berlarian dan berteriak di koridor. Suaminya duluan yang negur biar berhenti lari dan nggak teriak. Setelah itu dia sendiri juga ikut negur, tapi perilaku mereka tetep aja nggak berubah. Masuk sekitar jam setengah 9 malam, dia mulai makin kesel karena bayinya beberapa kali kaget dan kebangun gara gara suara berisik dari luar kamar. Setelah seharian aktivitas liburan, dia berharap bayinya bisa istirahat tenang biar nggak sakit. Dia kemudian ngintip lewat lubang pintu dan liat jumlah anak yang main justru makin banyak, sekitar delapan sampai sepuluh orang. Menurut informasi yang dia denger, rombongan itu lagi ikutan acara yang berkaitan sama sepak bola. Situasi makin memanas waktu pihak resepsionis hotel akhirnya ikut negur anak anak itu. Tapi bukannya diterima baik, resepsionis malah dimarahin sama salah satu ibu dari anak anak tersebut karena dianggap negur anaknya. Menurutnya, orang tua seharusnya mendidik anak anaknya biar paham aturan dan jaga ketertiban di tempat umum, bukan biarin mereka ganggu kenyamanan tamu lain. Dia juga ngerasa nggak tepat kalau perilaku kayak gitu selalu dibenerin cuma karena masih anak anak. Baginya justru sejak kecil anak perlu diajarin batasan dan etika biar nggak ngerugiin orang lain. Menurut kalian, di situasi kayak gini siapa yang seharusnya lebih tanggung jawab jaga ketertiban di hotel, orang tua anak anaknya atau pihak hotel?

txt keabsurdan wni

39,864 görüntüleme • 1 ay önce

1874, Perjanjian Pangkor. Tanah Melayu masa itu pun belum ada sistem pendidikan yang teratur. British datang dengan sekitar 100 orang askar sahaja, tetapi sudah mampu mengawal seluruh negeri. Pendidikan hampir tiada. Konsep untuk mentadbir negara sendiri pun belum wujud. Tetapi dalam tempoh 83 tahun, masyarakat kita membuat lonjakan yang luar biasa. Daripada ramai yang tidak tahu membaca, daripada hidup serba kekurangan, kita akhirnya membina sistem pentadbiran sendiri, melahirkan peguam, dan menanam cita cita untuk merdeka. Menjelang 1957, kita sudah mampu mentadbir negara sendiri. 83 tahun. Itulah lonjakan generasi sebelum kita. Sekarang, sudah hampir 70 tahun sejak Merdeka. Tetapi cara fikir kita masih lebih kurang sama. Dari tahun 70 an dan 80 an sampai hari ini, kita masih bergaduh tentang perkara yang sama. Masih mengejar benda yang sama. Masih bercakap tentang isu yang sama. Sedangkan negara jiran seperti Vietnam sudah membuat lonjakan yang suatu ketika dahulu pernah kita lakukan sebelum Merdeka. Itulah yang merisaukan saya. Sebab itu saya berada dalam politik. Kalau bukan kerana tokoh seperti Za'ba, Pak Sako, Tunku Abdul Rahman atau Tun Razak, kalau mereka tidak mempunyai cita cita besar yang dianggap “gila” pada zaman mereka, kita tidak akan berada di tahap hari ini. Saya pasti pada zaman Za'ba pun ada orang yang memperlekehkan beliau. Pasti ada yang berkata, “Apalah yang dia merepek ni.” Itu memang lumrah. Tetapi pemikiran seperti itulah yang akhirnya membawa perubahan. Saya rasa tidak salah untuk bermimpi tentang sesuatu yang jauh lebih baik untuk generasi selepas kita. Kalau kita masuk politik, itulah satu satunya kemuliaan sebenar yang politik boleh tawarkan. Bukan harta. Bukan pangkat. Tetapi keupayaan untuk membayangkan sesuatu yang jauh lebih besar daripada diri sendiri. Dan kerja itu masih belum selesai. Selagi kita percaya negara ini boleh jadi lebih baik untuk generasi akan datang, selagi itu kita patut terus berusaha. Tonton kupasan penuh isu ini di Podcast YBM Episod 48:

Rafizi Ramli

17,244 görüntüleme • 3 ay önce