Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Pemain datang dan pergi tapi loyalitas Bruno Moreira Soares menemani jatuh bangun Persebaya selama tiga musim terakhir layak diganjar perpanjang kontrak. Apalagi hari ini ia mencatatkan dua gol dan satu assist sekaligus menjadi musim tertajamnya di 🐊 Manajemen dan coach BT lebih tahu mana yang terbaik, tapi performa dan...

17,429 Aufrufe • vor 4 Monaten •via X (Twitter)

0 Kommentare

Keine Kommentare verfügbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

Ähnliche Videos

Kalau ngomongin soal pemain sepak bola yang berhati emas, tapi punya kisah hidup tragis, nama Piermario Morosini akan saya taruh di urutan pertama. Kisahnya dimulai saat dia berusia 15 tahun, ketika harus kehilangan ibunya untuk selamanya. Dua tahun kemudian, di usia 17 tahun, ayahnya juga meninggal dunia. Belum selesai dengan semua kehilangan itu, Morosini kembali harus kehilangan saudara laki-lakinya yang merupakan penyandang disabilitas. Dengan hati yang dipenuhi kesedihan, Morosini pun harus memikul tanggung jawab besar. Dia harus menjadi tulang punggung keluarga, mencari nafkah sekaligus merawat saudara perempuannya yang juga merupakan penyandang disabilitas. Sepak bola jadi salah satu jalan perjuangannya. Morosini terus berlatih sampe akhirnya menjadi pesepak bola profesional dan salah satu klub yang dia bela adalah AS Livorno. Tapi, takdir ternyata masih menyimpan satu pukulan terakhir yang sangat kejam. 14 April 2012, saat Livorno menghadapi Pescara, Morosini tiba-tiba terjatuh di atas lapangan setelah mengalami serangan jantung (cardiac arrest). Saat itu, usianya baru 25 tahun. Mungkin dia bukan pemain terbesar dalam sejarah sepak bola (bahkan bukan pemain besar untuk Serie A), gak pernah menang Ballon d'Or, apalagi mengangkat trofi Liga Champions. Tapi, yang kita semua tahu...Piermario Morosini adalah seorang pejuang. Seseorang yang sudah merasakan begitu banyak kehilangan dan penderitaan, tetapi tetap memilih untuk bangkit dan mengejar mimpinya. 🥀 Morosini meninggalkan saudara perempuannya. Tapi, Antonio Di Natale kemudian mengambil tanggung jawab untuk merawatnya.

Mimbar

35,448 Aufrufe • vor 1 Monat

#LaporSS 45 MENIT SETELAH LAPOR SS, PENDENGAR BANTU WARGA DILI TIMOR LESTE TEMUKAN ADIKNYA YANG SUDAH DELAPAN TAHUN HILANG KONTAK Terima kasih banyak atas bantuannya, Kawan. Tereshina, warga Dili, Timor Leste menemukan adik laki-lakinya yang sudah delapan tahun tidak ada kabar. Terakhir kali keluarga berkomunikasi dengannya pada tahun 2016, setelah pemakaman ayah mereka di Dili. Muslim (nama masa kecil: Demano), kelahiran 1983 (usia sekitar 43 tahun), dibawa ke Surabaya sejak usia 8 tahun oleh seorang ustaz saat terjadi konflik di Dili. Ia besar di pondok pesantren di Jawa Timur, dan sempat beberapa kali pulang ke Timor Leste sebelum akhirnya hilang kontak setelah kembali ke Surabaya tahun 2016. Nama panggilannya di Surabaya adalah Muslim. Menurut Tereshina, kabar terakhir yang dia tahu, adiknya bekerja di bidang aluminium. Namun, ia tidak pernah menyebutkan secara detail lokasi kerjanya atau tempat tinggalnya di Surabaya. Sejak 2016, seluruh kontak terputus dan nomor teleponnya tidak bisa dihubungi. Saat ini, Tereshina sudah berada di Surabaya selama dua bulan untuk mencari keberadaan Muslim, atas permintaan ibu mereka yang sudah sepuh dan sangat merindukan anak bungsu dan laki-laki satu-satunya. Beberapa pendengar yang mendengar kabar pencarian Muslim di Radio Suara Surabaya pun saling memberikan masukan. Mulai dari menghubungi komunitas Timor Leste yang ada di Jawa Timur, juga beberapa nama toko aluminium di Surabaya. Sampai masuklah pesan WA dari pendengar bernama Sumarno Farel. Ia memberikan nomor telepon orang Timor Leste yang ada di Surabaya, namanya Ustaz Hamzah. Suara Surabaya menghubungi Ustaz Hamzah dan mengirimkan foto Muslim. Sontak Ustaz Hamzah langsung mengenali. Mereka baru saja selesai sholat Ashar bersama. Keduanya berasal dari Kabupaten Baukau, Timor Leste, tumbuh bersama di sebuah pondok pesantren di Jombang dan sama-sama pindah ke Surabaya. Saat ini Muslim sudah menikah dan tinggal di Benowo, Surabaya. Empat puluh lima menit setelah kabar pencariannya diudarakan di Suara Surabaya, keberadaan Muslim sudah diketahui. Tereshina saat ini sudah bertemu adik bungsunya. Saat mengudara, Tereshina mengaku mengetahui Suara Surabaya dari pengemudi taksi online yang mengantarkan dia dan suaminya berobat ke sebuah rumah sakit di Surabaya.(SS-IS)

Radio Suara Surabaya

50,926 Aufrufe • vor 1 Jahr

Setelah Sisca Saras dengan Pesawat Kertas 365 Hari-nya, ada lagi lagu JKT48 yang viralitasnya keluar fandom. Bahkan kali ini sampai ke fandom sebelah. Dan yap, Pia Meraleo dengan After Rain yang dibawakan di showcase solonya bulan lalu ramai TikTok. Sound lagu ini dipakai oleh fans, normies, dan fandom lain. Teriakan yang tajam dan cengkok khas Pia saat menyanyi membuat lagu After Rain jadi terasa lebih hidup dan kena di hati. Sepertinya tidak berlebihan kalau After Rain menjadi 'lagu-nya' Pia. Perjalanan lagu "After Rain-nya Pia" ini cukup unik. Lagunya viral setelah nyaris satu bulan showcase solo Pia berlangsung. Awalnya fans memakai lagu ini untuk konten no context tentang member atau peristiwa yang membawa mereka masuk di fandom ini. Sebagian besar konten ini berasal dari orang-orang yang kesepian yang akhirnya mendapatkan 'teman' atau mereka yang mencari pelarian karena patah hati. Setelahnya, sound lagu ini dipakai untuk konten perjalanan member dari trainee hingga saat ini. Ada beberapa fanbase yang juga menggunakan lagu ini untuk menceritakan journey oshi-nya. Lewat lagu ini, terlihat jelas bagaimana proses member dari awal, belajar, dan bertumbuh menjadi idol. Perjalanan bertahun-tahun itu dirangkum dengan sangat baik di durasi kurang dari 1 menit itu. Tidak sampai di situ, Zayyan, anggota boyband Kpop Xodiac menggunakan sound ini. Sepertinya ini satu-satunya lagu JKT48 yang ada di TikTok Xodiac. Kita tahu kalau Zayyan tahu JKT48 dan lagu-lagunya, tetapi tidak dengan fansnya. Mungkin ada, tapi tidak semua. Dan yap, responsnya BAGUS! BAGUS BANGET!!! Lewat Zayyan, lagu After Rain Pia ini menyentuh orang-orang yang nyaris kehilangan harapan. Magis! Menarik sekali kalau melihat dari satu lagu 'After Rain' bisa mewakili banyak kalangan; orang-orang yang kesepian, cerita sebuah usaha dan perjuangan, serta harapan seseorang yang kembali dinyalakan. Di sisi lain, tidak ada formula khusus bagaimana member dan lagu JKT48 bisa viral. Sekalinya viral, formulanya tidak bisa di-copy. Ada banyak lagu-lagu JKT48 yang liriknya bagus dan dalam, tetapi baru Pesawat Kertas Sisca dan After Rain Pia yang bisa menembus batas. Keduanya viral dengan cara yang berbeda yang tidak pernah disangkakan. Sisca dan Pia bisa dibilang beruntung, tapi mereka bukan pemula. Keduanya tidak hanya bisa bernyanyi, tidak hanya cinta menyanyi, tetapi juga sangat cakap saat menyanyi. Kemampuan seperti ini tidak lahir dari 1-2 kali latihan, bisa jadi hasil dari konsistensi belajar dan berlatih bertahun-tahun. Di SOLO 3D SHOW berdurasi 1 jam itu, Pia menyanyikan 11 lagu secara open mic. Coba dengarkan kalau tidak percaya, dari awal sampai akhir show terasa sekali energi yang disampaikan Pia. Dan tidak ada yang menyangka kalau dari 11 lagu itu, lagu After Rain menjadi dinamit yang siap meledak. Benar saja, setelah nyaris 1 bulan, Pia dan lagu After Rain-nya jadi terkenal banget. Sekali lagi, Pia dan After Rain jadi bukti kalau cinta, usaha, konsistensi, dan keberuntungan bisa ada di satu momentum. Saat semuanya terjadi, efeknya benar-benar magis. Benar-benar menemnus langit. After Rain yang dinyanyikan Pia tidak sekadar menghibur, tetapi menghidupkan kembali harapan yang nyaris menghilang. Lewat lagu ini, menyerah bukan jadi pilihan. Good job, Pia ❤️

Gigiiih 🍀💎🦖

27,654 Aufrufe • vor 1 Jahr

Bukan salah Presiden Macron, Ibu Negara Prancis Brigitte Macron, dan Letkol Teddy.. Mungkin dari mereka tidak tahu bahwa melakukan mitos Kunto Bimo sudah tidak diperbolehkan lagi di Candi Borobudur ‼️ Kami sangat respect dengan teman-teman @konservasiborobudur khususnya Dr. Hari Setyawan yang memberikan edukasi video bahwa mitos memegang jari Rupang Buddha didalam stupa akan membawa harapan terkabul atau yang dikenal oleh masyarakat sekitar adalah mitos Kunto Bimo itu hanyalah memiliki dampak buruk terhadap pelestarian Candi Borobudur.. Para pemandu wisatawan di Candi Borobudur yang bernaung dibawah Jack Lumber.id TWC BOROBUDUR sangatlah baik dan informatif untuk membantu para wisatawan saat ini untuk menghormati stupa Candi Borobudur dengan tidak menaiki atau bersikap tidak hormat seperti menduduki, dimana Stupa-stupa yang ada di Candi Borobudur adalah objek suci pemujaan umat Buddha. Para wisatawan dan pengunjung semua mematuhi hal ini dalam wujud rasa cinta dan peduli akan Candi Borobudur guna bisa lestari hingga dapat diwariskan kepada anak cucu kita 🙏 Seharusnya peraturan pelestarian ini tidak tebang pilih agar kita semua tetap care kepada Candi Borobudur sebagai objek destinasi wisata religi 🥰 Sudah menjadi kewajiban kita bangsa Indonesia sendiri khususnya umat agama Buddha untuk menjaga asset negeri ini seperti Candi Borobudur yang menjadi kebanggaan kita semua.. Semoga kita kedepan bisa kompak dalam satu kepentingan untuk menjaga Candi Borobudur 🙏

Young Buddhist Association

1,055,973 Aufrufe • vor 1 Jahr

Aksi Heroik yang Berakhir Tragis: Ketika Seekor Tokek Pantang Menyerah Menolong Temannya Dunia hewan seringkali menyuguhkan pemandangan yang tak terduga, melampaui insting bertahan hidup yang biasa kita ketahui. Baru-baru ini, sebuah rekaman video amatir menangkap momen yang sangat menyentuh sekaligus menegangkan: seekor tokek yang berusaha keras menyelamatkan temannya dari bahaya, meski akhirnya takdir berkata lain. Momen Ketegangan di Atas Kusen Jendela Kejadian bermula ketika seekor tokek terlihat dalam posisi yang sangat sulit. Tubuhnya tergantung bebas di udara, hanya tertahan oleh cengkeraman mulut temannya yang berada di posisi lebih aman di atas dinding. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas upaya luar biasa dari sang "penyelamat". Ia tidak melepaskan gigitannya, mencoba sekuat tenaga menahan beban tubuh temannya yang terus berayun tertiup angin atau karena gravitasi. Pemandangan ini seolah menunjukkan adanya empati dan solidaritas yang kuat, bahkan di dunia reptil yang sering dianggap dingin. Perjuangan Melawan Gravitasi Selama beberapa detik yang terasa sangat lama, terjadi adegan tarik-menarik yang dramatis: • Sang Penyelamat: Berusaha mencari pijakan yang lebih kokoh di dinding beton yang licin. • Sang Korban: Terus bergerak gelisah, yang justru memperberat beban temannya yang menahan di atas. • Ketegangan: Penonton yang melihat kejadian ini pasti ikut menahan napas, berharap ada keajaiban yang membuat keduanya bisa kembali ke posisi aman. Akhir yang Tak Terelakkan Sayangnya, kekuatan otot dan cengkeraman ada batasnya. Beban yang terlalu berat dan posisi yang tidak menguntungkan membuat sang penyelamat akhirnya kehilangan keseimbangan. Dalam satu gerakan cepat, keduanya pun terlepas dari dinding dan terjatuh bersama-sama ke bawah. Meskipun berakhir dengan keduanya jatuh, momen ini memberikan kita pelajaran berharga tentang kesetiaan. Tokek di atas tidak memilih untuk membiarkan temannya jatuh demi keselamatannya sendiri; ia memilih untuk mencoba menolong hingga detik terakhir, bahkan jika itu artinya ia harus ikut terjatuh. "Di alam liar, persahabatan mungkin tidak selalu berakhir dengan keberhasilan, tapi keberanian untuk menolong adalah sesuatu yang universal." Momen ini menjadi pengingat bahwa alam semesta penuh dengan kejutan emosional, membuktikan bahwa kasih kawan bukan hanya milik manusia saja.

Merapi Uncover

42,377 Aufrufe • vor 7 Monaten

BUBARKAN REPUBLIK INI JIKA REMPANG TERUS DITINDAS 🚨🚨🚨⏳️ REMPANG MELAWAN Menolak Punah di Tanah Sendiri Ketika Doa dan Dada Telanjang Menjadi Benteng Terakhir Warga dari Kezaliman BP Batam Hari ini, perlawanan warga Rempang, khususnya masyarakat Kampung Pantai Melayu, memasuki babak yang kian memilukan sekaligus heroik. Anak-anak, kaum ibu, hingga para tetua adat terpaksa memasang PAGAR BETIS membarikade jalan menuju tanah kelahiran mereka sendiri dari ancaman penggusuran. Di sepanjang jalan kampung, suara zikir dan doa bersama bergaung, memohon keadilan atas ketidakadilan yang dilakukan oleh BP Batam dan jejaring proyeknya. Rempang bukan sekadar titik koordinat investasi. Rempang adalah tanah ulayat, ruang hidup, dan sejarah identitas yang tak bisa dinilai dengan angka rupiah. Mari kita otopsi ketimpangan dalam konflik ini wak 1. Perang Asimetris= Negara & Pemodal vs Rakyat Kecil Ketika instrumen kekuasaan dan regulasi dikerahkan untuk memuluskan mega proyek, rakyat kecil sering kali hanya disodori dua pilihan, menyerah atau digusur. Pagar betis dan doa bersama yang dilakukan warga Pantai Melayu adalah bentuk pertahanan diri paling sakral ketika dialog dan keadilan hukum sudah tak lagi memihak mereka. 2. Pembangunan untuk Siapa? Slogan DEMI PERTUMBUHAN EKONOMI dan INVESTASI terus digaungkan. Namun, jika sebuah proyek harus mengusir warga dari tanah leluhurnya, mencabut akar budaya, dan menyisakan ketakutan trauma berkepanjangan pada anak-anak, untuk siapa sebenarnya pembangunan itu dibuat? Pembangunan yang memanusiakan manusia tidak boleh berdiri di atas air mata dan reruntuhan rumah rakyatnya sendiri. 3. Ketegaran Doa vs Kecongkakan Kekuasaan Sejarah mencatat, kekuasaan dan modal boleh saja memiliki kekuatan aparat dan alat berat. Namun, doa orang-orang yang terzalimi dan perlawanan rakyat yang memperjuangkan hak atas tanahnya memiliki daya tahan moral yang tidak akan pernah bisa ditundukkan oleh intimidasi fisik. Konflik Rempang harus menjadi cermin bagi pemerintah pusat dan BP Batam - Hentikan pendekatan represif dan paksaan dalam memuluskan proyek. - Hormati hak atas ruang hidup, tanah adat, dan keberlanjutan masa depan warga lokal. - Dengarkan aspirasi rakyat secara bermartabat, bukan sekadar menjadikan mereka objek relokasi paksa. Tanah kelahiran bukan barang dagangan. Membela tanah air dan ruang hidup adalah hak mendasar setiap warga negara yang dilindungi undang-undang dan nurani. Bagaimana pandangan kalian wak? Sampai kapan hak atas ruang hidup warga lokal harus dikorbankan atas nama EFISIENSI INVESTASI?

Sumatera Adil & Federal

34,072 Aufrufe • vor 1 Monat

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengevakuasi 2 anak berinisial A (4 tahun) dan B (7tahun) yang merawat ayahnya berinisial BS dengan kondisi lumpuh kedua kaki. Setelah diselidiki lebih dalam, B ternyata diduga menjadi korban kekerasan BS. Evakuasi berlangsung pada Kamis (11/9/2025) pukul 15.00 WIB. Petugas mengevakuasi A dan B yang agar hak-haknya sebagai seorang anak dapat terpenuhi. Seperti memberikan pendidikan yang cukup, karena dalam setahun terakhir mereka sudah tidak bersekolah. Selain mengevakuasi sang anak, petugas juga mengevakuasi BS. BS dibawa ke Rumah Sakit (RS) Menur untuk mendapat pemeriksaan sekaligus perawatan, karena diduga mengalami komplikasi penyakit selain lumpuh kedua kaki pascajatuh dari kamar mandi. Wawan Windarto Camat Tenggilis, Kamis (11/9/2025), membantah pemerintah tak pernah memberi bantuan ke BS dan anak-anaknya. Selama ini BS tidak berkenan anak-anaknya diasuh pihak lain dan kekeuh tetap merawat. Saat pemantauan kesehatan BS Senin (8/9/2025) lalu, petugas mendapati kondisi mata B lebam dan luka, namun saat ditanya dia berdalih terjatuh. Di hari yang sama, BS akhirnya mengakui, sudah melakukan kekerasan berupa memukul menggunakan rotan beberapa hari sebelumnya. Sementara kondisi BS, mengalami tensi tinggi, punya riwayat hipertensi, diabetes, dan gangguan ginjal. Kondisinya semakin parah pascajatuh lalu lumpuh di kedua kaki. Pernyataan Wawan dan petugas medis itu diperkuat Sunoko Ketua RT 01 setempat. BS memang diketahui sering melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) hingga mengakibatkan istrinya melarikan diri sepekan setelah kelahiran A, anak terakhirnya. 6 bulan lalu, BE juga melarikan diri, setelah mengaku ke warga, tidak lagi kuat mendapat perlakuan kekerasan dari ayahnya. Sebelum lumpuh, sepengetahuan Sunoko, BS bekerja di usaha katering. “Kurang tahu di daerah mana. Jatuhnya di kamar mandi Juni 2024,” tandasnya. Diberitakan sebelumnya, evakuasi ini tindak lanjut dari laporan sejumlah pendengar Suara Surabaya sejak pekan lalu yang disampaikan ke pemkot hari ini. #SuaraSurabaya #SuaraSurabayaMedia #NewSS #Surabaya #Ayah

Radio Suara Surabaya

28,972 Aufrufe • vor 1 Jahr

Video ini membawa pesan yang sangat krusial dan menyentuh sisi realitas yang sering terlupakan dalam rumah tangga maupun manajemen keuangan pribadi‼️ ​1. Bahaya "Harta Tak Bertuan" ​Video ini mengingatkan bahwa banyak sekali rekening yang menjadi dormant (pasif) dan akhirnya uang di dalamnya terbengkalai karena pemiliknya sudah wafat, sementara tidak ada satu pun anggota keluarga yang mengetahui keberadaan rekening tersebut. Ini adalah kerugian besar bagi ahli waris yang mungkin sebenarnya sangat membutuhkan dana tersebut. ​2. Pentingnya Transparansi dengan Pasangan. ​Pesan utama dari video ini adalah jangan merahasiakan aset dari pasangan. Keterbukaan bukan soal "siapa yang menguasai uang", tapi soal keamanan akses. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan (seperti kematian mendadak), pasangan yang ditinggalkan tidak akan kesulitan secara finansial hanya karena tidak tahu di mana uang disimpan. ​3. Rumitnya Birokrasi Pasca-Kematian. ​Mengurus klaim rekening orang yang sudah meninggal itu tidak mudah. Ada banyak persyaratan dokumen (seperti surat keterangan ahli waris, akta kematian, dll.) dan prosesnya memakan waktu lama. Jika ahli waris bahkan tidak tahu bank mana yang digunakan, proses ini menjadi mustahil untuk dimulai. ​4. Administrasi Keuangan yang Rapih. ​Pelajaran penting lainnya adalah pentingnya memiliki catatan aset. Kita perlu mendokumentasikan: • ​Daftar bank yang digunakan. • ​Nomor rekening. • ​Lokasi penyimpanan dokumen penting (buku tabungan, sertifikat). • ​Kontak darurat yang bisa dihubungi. ​5. Tanggung Jawab Finansial adalah Bentuk Kasih Sayang. ​Memberitahu pasangan tentang aset kita sebenarnya adalah bentuk kasih sayang dan perlindungan. Dengan terbuka, kita memastikan bahwa kerja keras kita selama belasan tahun (seperti yang disebutkan di video) benar-benar akan bermanfaat bagi keluarga tercinta, bukan malah "mengendap" selamanya di sistem bank. 📹 ifaarifianti

Yuk Berisik

31,019 Aufrufe • vor 4 Monaten

Ada momen di mana hutan Kalimantan seolah sengaja membuka rahasianya, mempertemukan seorang pemuda Kalimantan dengan sesuatu yang magis. Kejadian di aliran Sungai Anai, Kayan Hilir, Malinau bener-bener bikin merinding sekaligus terharu. Di tengah riaknya air sungai dan sunyinya belantara, tiba-tiba muncul sosok gagah dari balik rimbunnya pohon seekor Payau (Rusa Sambar). Bagi anak muda zaman sekarang, bisa jadi ini cuma dianggap sebagai "kebetulan yang estetik". Tapi buat kita yang darrhnya mengalir bersama tanah Kalimantan, pertemuan ini punya makna yang jauh lebih dalam. Bagi masyarakat Kalimantan, Payau bukan sekadar hewan liar. Dia adalah simbol dari megahnya hutan pedalaman yang masih terjaga. Video ini viral di jagat maya, hewan endemik ini sudah ratusan tahun hidup berdampingan dengan kebudayaan lokal, menjadi bagian dari cerita-cerita pengantar tidur dari kakek-nenek kita tentang kekayaan bumi Borneo. Anak muda yang beruntung di Kayan Hilir kemarin seolah mengingatkan kita semua, khususnya Gen Z dan milenial Kalimantan: Hutan kita masih hidup. Di tengah gempuran modernisasi dan berubahnya lanskap alam, rimba Malinau masih menyimpan detak jantung kehidupan yang asli. Ketemu Payau di alam liar secara langsung itu vibrasinya beda banget. Ada rasa hormat, kagum, sekaligus pengingat bahwa kita adalah tamu, dan merekalah pemilik sah dari rumah hijau ini. Jaga hutan kita, jaga aliran sungai kita, karena di sanalah rumah bagi para "penjaga rimba" seperti Payau ini berada. Kalau rimba habis, ke mana lagi payau-payau ini harus pulang?

Indonesnews

63,975 Aufrufe • vor 4 Monaten