Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

"pemainkeduabelasituuu ......"

62,230 просмотров • 2 месяцев назад •via X (Twitter)

Комментарии: 0

Нет доступных комментариев

Здесь появятся комментарии из оригинального поста

Похожие видео

NTB MELAWAN🚨🚨🚨 Panggung politik dan representasi publik kita makin hari makin hanvur wak. Seorang pejabat publik yang harusnya paham cara memediasi konflik dengan dingin dan bijaksana malah mempsisikan diri bak HAKIM MORAL yang AROGAN. Kasus perundungan, intimidasi, dan gestur rasis yang dialami warga NTB di Bali kemarin jelas bukan sekadar gesekan antarpribadi. Itu adalah intimidasi terbuka. Warga NTB dihina, dipermalukan, lalu ketika ruang mediasi dibuka, yang didapat bukannya keadilan, melainkan dominasi ego wam. Dan siapa aktor utamanya? Siapa lagi kalau bukan Arya Wedakarna bangek ini. Anggota DPD RI ini tampaknya lupa bedanya memediasi dengan mengintimidasi. Mediasi itu duduk sama rendah, berdiri sama tinggi bukan malah menjadikan forum resmi sebagai ajang pamer kekuasaan lokal dan memuluskan tindakan rasisme. Tapi tenang, babak terlucu baru saja dimulai wak. Langkah pelaporan AWK ke Badan Kehormatan (BK) DPD RI oleh perwakilan masyarakat/Dapil NTB adalah serangan balik yang sangat elegan wak. Ini bukan lagi soal Adik Hilda semata, ini soal harga diri warga NTB yang ditantang di depan umum. Nah, sekarang baru seru wak! Selama ini, AWK mungkin merasa jabatannya adalah tameng baja yang membuat kata-katanya kebal hukum dan moral. Dia lupa bahwa DPD RI itu lembaga negara, bukan majelis pribadi tempat dia bisa bertindak sesuka hati. Ketika perlakuan rasis dan intimidasinya dibawa ke BK DPD, sorotan publik nasional otomatis mengunci ke arahnya wak. Mari kita lihat wa. - Apakah Badan Kehormatan DPD RI berani menindak anggotanya yang hobi memproduksi kontroversi identitas? - Atau lembaga tersebut cuma jadi penonton pasif saat harkat martabat warga dari satu daerah diinjak-injak oleh wakil daerah lain? Satu hal yang pasti wak, Jangan pernah mengira kesabaran warga NTB itu tanda kelemahan. Ketika rasa hormat dibalas dengan pelecehan, maka jalur konstitusional dan tekanan publik adalah jawaban paling telanjang. Seluruh mata sekarang tertuju ke Jakarta dan Bali. Kita tonton sampai tuntas, seberapa tahan panggung kesombongan itu berdiri ketika keadilan mulai menagih janji wak.

Sumatera Adil & Federal

88,076 просмотров • 3 дней назад