Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan penolakan terhadap pembentukan Negara Palestina—penolakan yang sudah berulang kali ia sampaikan selama bertahun-tahun. Dalam pidatonya, Rabu (28/1/2026), Netanyahu secara terbuka mengklaim dirinya sebagai aktor utama yang konsisten menggagalkan berdirinya negara Palestina dan menegaskan Israel akan mempertahankan kendali keamanan penuh dari Yordania hingga...

378,505 Aufrufe • vor 7 Monaten •via X (Twitter)

0 Kommentare

Keine Kommentare verfügbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

Ähnliche Videos

Pemerintah Inggris resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat dan memperbarui peta wilayahnya. Kini, Tepi Barat dan Gaza tak lagi disebut “Occupied Palestinian Territories” (OPT) atau Wilayah Palestina yang Diduduki, melainkan langsung ditulis sebagai “Palestina”. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan langkah ini diambil untuk menjaga peluang perdamaian dan solusi dua negara, jelang Sidang Umum PBB. Langkah Inggris ini memicu reaksi keras dari Israel yang menyebut pengakuan tersebut “tidak masuk akal” dan menegaskan bahwa negara Palestina tak akan pernah ada. Pengakuan ini juga menyoroti kembali peran historis Inggris dalam pembentukan Israel, mulai dari Mandat Britania atas Palestina hingga keluarnya Deklarasi Balfour pada 1917 yang mendorong imigrasi Yahudi besar-besaran. Sejarah menunjukkan Inggris gagal meredam konflik antara Yahudi dan Arab, hingga akhirnya menyerahkan masalah Palestina ke PBB pada 1947. Penarikan Inggris tahun 1948 membuka jalan bagi berdirinya negara Israel, tetapi meninggalkan warisan konflik yang masih berlangsung hingga kini. Di tengah agresi Israel sejak 2023 yang telah menewaskan lebih dari 65 ribu warga Gaza, pengakuan Inggris ini menjadi babak baru dalam diplomasi internasional terkait Palestina. 📸: Dok. Pool via AFP, Reuters, AFP. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #newsupdate #update #news #videonews #palestina #israel #inggris #keirstarmer #gaza #tepibarat #beritadunia #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan

kumparan

25,670 Aufrufe • vor 11 Monaten

⭕️Hamas menanggapi rencana pemerintah Indonesia yang akan mengirim pasukan TNI sebagai bagian pasukan stabilisasi internasional atau International Stabilization Force (ISF) di Gaza. Inti tanggapan Hamas: Pasukan Asing Tidak Boleh Masuk Gaza, Fokus di Perbatasan Cegah Agresi Israel. Tanggapan ini disampaikan Pimpinan senior Hamas, Osama Hamdan, dalam wawancara dengan Al Jazeera Mubasher pada Rabu (11/2/2026) malam. Berikut isi wawancaranya... Aljazeera: Ngomong-ngomong, pemerintah Indonesia kemarin mengumumkan bahwa mereka mungkin akan mengirim beberapa ribu, bahkan mungkin delapan ribu tentara untuk berpartisipasi dalam apa yang dikenal sebagai pasukan stabilisasi di Jalur Gaza. Bagaimana posisi Anda terhadap pengumuman pemerintah Indonesia ini? Osama Hamdan: Kami telah memberi tahu semua pihak, termasuk pemerintah Indonesia, bahwa kami, warga Palestina, tidak membutuhkan perlindungan. Hal terakhir yang seharusnya dipertimbangkan dunia adalah mengirim pasukan yang bertindak sebagai proksi pendudukan (Israel), berkonflik dengan warga Palestina atas nama pendudukan atau mencoba melemahkan keinginan mereka sebagai pengganti tentara pendudukan. Tidak ada warga Palestina yang akan menerima ini. Sekarang Dewan Keamanan PBB telah memutuskan kehadiran pasukan internasional. Silahkan pasukan internasional ini ditempatkan di perbatasan untuk mencegah musuh melanjutkan agresinya terhadap rakyat kami. Dan untuk mencegah musuh melanggar gencatan senjata dan menduduki kembali atau menyerang Jalur Gaza lagi, seperti yang terjadi sebelumnya. Jika pasukan internasional datang atas dasar ini, maka itu bagus. Adapun di dalam Gaza, di antara rakyat kami, itu adalah urusan Palestina. Keputusannya adalah dikelola Palestina. Ada komite administrasi Palestina yang akan mengelola urusan Jalur Gaza. Dan faksi-faksi Palestina, termasuk Hamas, telah setuju untuk mendukung dan membantu komite dalam memenuhi tugasnya sepenuhnya. Karena ini adalah pengabdian kepada rakyat kita dan kepada rakyat kita di Jalur Gaza. Tetapi bagi sebagian pihak yang mencoba mendorong pasukan ini agar berkonflik dengan rakyat Palestina… Ini adalah sesuatu yang harus dikutuk dan ditolak oleh pemerintah mana pun di dunia. Dunia telah menyaksikan kebrutalan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina dan sifat genosida yang telah mereka alami. Saya tidak percaya pemerintah merdeka mana pun, pemerintah mana pun yang benar-benar peduli pada rakyat Palestina, akan menerima dorongan dari Israel untuk bertindak sebagai proksinya dalam menghadapi Palestina atau mencoba menggagalkan keinginan mereka. Al Jazeera: Tuan Osama, Anda telah berbicara dengan beberapa negara mengenai masalah pengiriman pasukan ke Jalur Gaza, termasuk Indonesia? Apakah benar? Osama Hamdan: Ya, benar. Posisi kami jelas, dan kami mendengar pernyataan yang jelas dari semua negara ini. Mereka tidak akan terlibat dalam pelaksanaan agenda Israel terhadap rakyat Palestina atau menyerang mereka. Al Jazeera: Anda mendengar pernyataan ini secara langsung dari pemerintah Indonesia? Mereka tidak akan terlibat atau melaksanakan agenda Israel apa pun di Jalur Gaza? Osama Hamdan: Ya, dan kami telah menekankan bahwa agar hal ini dapat dicapai dengan benar, pasukan harus ditempatkan di perbatasan. Memisahkan warga Palestina dari pendudukan, mencegah pendudukan melanjutkan agresinya terhadap rakyat Palestina. Al Jazeera: Ini berarti Anda juga tidak menerimanya (jika pasukan internasional masuk Gaza)? Karena mereka berbicara tentang sekitar 20.000 pasukan secara total untuk pasukan stabilisasi. Anda tidak menerima pasukan ini berada di dalam Jalur Gaza? Anda menegaskan pasukan ini harus berada di perbatasan? yang tugasnya memisahkan warga Palestina dari pendudukan Israel? Osama Hamdan: Pertama, inilah yang dinyatakan dalam pesan Presiden Trump: bahwa pasukan ini akan memisahkan atau mencegah terulangnya agresi atau bentrokan. Kedua, ini adalah posisi nasional Palestina, yang disepakati oleh semua faksi. Ini adalah posisi yang dianut dan dipertahankan oleh Hamas, seperti halnya faksi-faksi lainnya. Oleh karena itu, saya percaya bahwa negara-negara di dunia yang menentang agresi Israel, dan delapan negara (Turki-Qatar-Saudi-Pakistan-termasuk Indonesia) yang secara khusus setuju dengan rencana Presiden Trump di sela-sela Sidang Umum PBB, dan secara konsisten menyatakan penolakan mereka terhadap genosida yang sedang berlangsung terhadap rakyat kami. Mereka menegaskan kesediaan mereka untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi rakyat Palestina. Tujuan utama pasukan ini adalah untuk bertindak sebagai kekuatan penyangga, mencegah agresi Israel. Mereka juga harus mencegah Israel kembali melakukan genosida, sesuatu yang tampaknya ingin dilakukan Netanyahu. Kita menyaksikan hal ini dalam berbagai pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel dengan menargetkan rakyat kami setiap hari, dan dengan mencegah bantuan masuk ke Gaza. Pasukan ini harus mengatasi semua masalah ini dan berupaya untuk mencapainya. Karena ini akan mengarah pada implementasi apa yang telah disepakati.

Mas P1yu🍉🇮🇩

56,350 Aufrufe • vor 7 Monaten

Asal kalian tahu saja..!! Inggris menolak mentah-mentah undangan Trump untuk bergabung dalam Board of Peace, mereka tidak percaya Trump dan Netanyahu (Zionist Israel) dan tidak berkenan membayar 1 sen pun untuk berkontribusi disana. Bahkan Mahkamah Inggris menyatakan bahwa aktivitas dukungan masyarakat di Inggris terhadap Palestina dan mengutuk pendudukan Israel atas Palestina adalah kegiatan yang sah dan dilindungi oleh undang-undang Inggris. Seperti halnya Inggris, Belanda menolak bergabung BoP. Juru bicara Perdana Menteri Belanda, Dick Schoof menegaskan bahwa kabinet Belanda mengambil sikap untuk tidak bergabung karena masih banyak hal yang belum jelas terkait fungsi pasti dewan tersebut. Keengganan ini sangat sejalan dengan sikap mayoritas negara-negara Uni Eropa yang tidak mendukung Board of Peace. Australia juga menolak atas dasar kekhawatiran yang sama dengan negara-negara Eropa, yaitu bahwa Board of Peace dapat merusak tatanan hukum internasional dan melemahkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka menolak dan tak rela menyumbang 1 sen pun untuk BoP, padahal negara-negara tersebut tidak berpenduduk mayoritas muslim. Indonesia seperti halnya Arab Saudi menyatakan ikut bergabung, walaupun keduanya belum menyetorkan komitmen iuran 1 Milyar USD. Mumpung belum terlambat dan masih belum menyetor, sebaiknya Indonesia mengikuti sikap sebagian besar negara-negara Eropa yang menolak bergabung dalam BoP buatan Trump dan Netanyahu, apalagi sampai menyetorkan kontribusi 1 Milyar USD.

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

19,191 Aufrufe • vor 6 Monaten

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia, menguraikan 20 poin rencana perdamaian Gaza yang dibuat oleh Board of Peace (BoP). Rencana tersebut merupakan dasar kesediaan Indonesia bergabung dalam BoP. "Dalam menilai sesuatu, menganalisa dan memberikan judgement, kita harus benar-benar objektif. Hati-hati melihat dari semua sisi dan membaca secara detail apa yang sedang ingin kita analisa," ujar Ulta seperti dikutip pada Sabtu (7/3). Ia menepis anggapan bahwa BoP tidak membela kepentingan Palestina. Dalam poin nomor 9 yang dibuat BoP, Gaza direncanakan akan berada di bawah pemerintahan transisi yang dipimpin Komite Palestina. Kemudian di poin nomor 16, disebutkan bahwa Gaza tidak akan dikuasai oleh Israel. Bahkan Israel ditekan untuk meninggalkan Gaza. "Ini memperlihatkan keberimbangan poin nomor 16. Ditekankan di sini bahwa Israel ditekan untuk tidak mengokupansi atau menganeksasi Gaza. Sudah dijelaskan di sini kalau Israel dan semua kepentingannya harus meninggalkan Gaza," ucap Ulta. Lalu dalam poin 19 dan 20 yang dibuat BoP, Palestina nantinya didorong untuk menentukan nasib sendiri serta membangun negara secara mandiri. "Lucu kalau dibilang enggak ada poin yang menyebutkan atau mengadvokasi kemerdekaan Palestina di BoP. Bahasanya mungkin berbeda, tapi ini adalah pathway. Nomor 19 dan 20, dibilang bahwa ketika program ini sudah berjalan, akan diberikan pathway kepada Palestinian Authority (PA) untuk self determination and statehood. Jadi diberikan jalan untuk menentukan nasib mereka sendiri dan membangun negara mereka sendiri. PA akan menjadi representasi aspirasi masyarakat Gaza," Ulta menerangkan. #SINDONews #SINDONewscom #SINDNewsBeyondHeadlines #SINDONe7wsTV #iNewsMediaGroup #BeritaTerkini #KSP #TenagaAhliUtama #KantorStafPresiden #20Poin #BoardofPeace #Gaza #Israel #Palestina

SINDOnews

2,533,565 Aufrufe • vor 6 Monaten

🌐 Tidak banyak orang yang tahu, Vladimir Putin dikenal sebagai seorang politikus yang pro-Israel. Israel dan Rusia dua negara yang unik, meski sering kali bertentangan namun dalam tingkat kepemimpinan, Netanyahu dengan Putin memiliki hubungan yang sangat dekat. Israel dan Rusia memang memiliki hubungan yang sangat kompleks. Meskipun pada permukaan tampak banyak ketegangan, terutama terkait dengan peran Rusia di Suriah dan dukungannya terhadap kelompok-kelompok yang berseberangan dengan kepentingan Israel, kedua negara ini juga memiliki hubungan bilateral yang cukup erat di berbagai bidang lainnya. Pada tingkat pemimpin, hubungan antara Israel dan Rusia dapat dikatakan cukup dekat. Sebagai contoh, Vladimir Putin telah dikenal sebagai seorang politikus yang pro-Israel, dan hubungan ini semakin kuat setelah runtuhnya Uni Soviet. Banyak orang Rusia keturunan Yahudi yang bermigrasi ke Israel melalui program aliyah, yang menjadikan bahasa Rusia sebagai bahasa ibu terbanyak ketiga di Israel setelah bahasa Ibrani dan Arab. Namun, meskipun ada hubungan personal yang baik antara pemimpin kedua negara, ada juga kerumitan geopolitik yang membuat mereka sering kali berada di posisi bertentangan. Misalnya, Rusia mengutuk serangan Israel ke Gaza dan mendukung solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina, sementara Israel mengutuk invasi Rusia ke Ukraina. Hubungan ini juga ditandai dengan kolaborasi militer dan keamanan tertentu. Ada laporan bahwa senior IDF (Israel Defense Forces) pernah bertemu dengan pejabat Rusia untuk membahas isu-isu keamanan, menunjukkan bahwa meskipun ada konflik, kedua negara tetap berkomunikasi pada level tertentu untuk menghindari eskalasi konflik yang tidak diinginkan. Secara keseluruhan, hubungan antara Israel dan Rusia adalah gambaran dari dunia geopolitik modern di mana aliansi dan ketegangan bisa hidup berdampingan secara bersamaan, tergantung pada konteks dan kepentingan yang sedang dipertaruhkan. Winda Valkyrie *****

Winda Valkyrie

52,780 Aufrufe • vor 1 Jahr

Ini Bukan Tentang Gaza (Saja) Saat ini, dalam jeda kemanusiaan 4 hari (kabarnya akan diperpanjang), terjadi pertukaran tawanan. Dunia melihat betapa sandera Israel diurus dengan baik oleh para pejuang Palestina. Mereka yang terluka bahkan dibawa ke RS dan dirawat. (Mereka terluka bukan karena diserang pejuang Palestina ya. Orang2 Israel terluka, bahkan tewas, justru karena serangan serdadu Zionis sendiri; mereka mau menyerang pejuang Palestina, tp melakukannya membabi buta sehingga mengorbankan warga mereka sendiri.) Sebaliknya, para tawanan Palestina, semua menceritakan betapa buruknya perlakuan serdadu Zionis kepada mereka. Sejak bertahun-tahun lalu, Amnesty International dan banyak lembaga kemanusiaan lain yang sudah melaporkan penyiksaan yang dialami oleh para tawanan Palestina. Kata ‘ditahan’ tidak tepat untuk mereka, lebih tepat 'ditawan' atau 'diculik'. Karena faktanya, amat banyak dari mereka yang dipenjarakan semena-mena tanpa ada kesalahan; atau ditimpakan kesalahan yang dibuat-buat tanpa ada bukti. Kalaupun ada yang masuk ke pengadilan, yang mengadili juga rezim Zionis, mana bisa dipercaya: penjajah “mengadili” orang yang dijajahnya. Selama masa jeda 4 hari ini, Israel memang tidak membombardir Gaza. Tapi mereka menggila di Tepi Barat. Tidak ada Hamas di Tepi Barat. Jadi, alasan “membasmi Hamas” tidak bisa dipakai Zionis. Per tanggal 28 Nov, ada 117 tawanan Palestina (orang Tepi Barat semua) yang dilepas oleh Zionis, tapi dalam periode yang sama mereka merangsek rumah-rumah di Tepi Barat, membunuhi warga dan menangkap 116 orang lagi! [Total warga Tepi Barat yang dibunuh Zionis 7 Okt-28 Nov: 239 orang] Jadi, ini bukan tentang Gaza saja. Ini tentang Palestina. Wilayah yang “dijatah” untuk bangsa Palestina hanyalah Gaza dan Tepi Barat (sisanya dianggap milik Israel, secara sepihak oleh PBB dan mayoritas negara-negara dunia yang setuju dengan “two state solution”), padahal seluruh tanah Palestina adalah milik mereka. Tahun 1947, mereka diusir dari tanah mereka, yang sekarang menjadi “negara” Israel. Tapi di wilayah yang tersisa inipun, orang Palestina tidak bisa hidup merdeka. Israel menginginkan semuanya: Gaza ingin mereka kosongkan (rencana mereka: warga Gaza ditampung Mesir, Turki, dan negara-negara lain). Demikian pula Tepi Barat. Inilah rencana sejak awal Israel: menginginkan semuanya, dengan alasan yang dibuat-buat, main klaim ayat “tanah yang dijanjikan.” Israel bisa melakukan segala jenis kejahatan kemanusiaan, karena dipimpin oleh orang-orang haus darah, uang, dan kekuasaan. Buktinya. Simak video ini. Lalu siapa yang bisa membantu Palestina menghadapi penjahat-penjahat itu? PBB tidak berdaya. Harapannya tinggal di masyarakat sipil, di kita. Terus berjuang dengan apa yang bisa dilakukan, minimalnya, terus bersuara di media sosial dan lanjutkan boikot ekonomi. #FreePalestineFromIsraeINOW #IsraeliNewNazism

Dina Sulaeman

32,632 Aufrufe • vor 2 Jahren

Dalam satu bulan ini telah terjadi kekejaman di Palestina dan dunia seolah benar-benar tidak berdaya. Lebih dari 7,9 miliar penduduk dunia, lebih dari 190 pimpinan negara, tapi sampai saat ini tak satu pun yang mampu hentikan kekejaman di tanah Palestina. Di hadapan pemimpin negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) saya menyerukan agar OKI bersatu dan berada di garda terdepan dalam penyelesaian krisis di Gaza, Palestina. KTT Luar Biasa OKI yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, ini sangat tepat untuk dilakukan, tetapi lebih penting lagi bahwa OKI harus mampu menghasilkan hal konkret agar kekejaman Israel di Gaza dapat segera dihentikan. Untuk itu, ada empat hal yang mendesak untuk dilaksanakan. Pertama, gencatan senjata segera dilakukan. Tanpa gencatan senjata, situasi tak akan membaik. Israel telah menggunakan narasi self defense dan terus melakukan pembunuhan rakyat sipil. Kedua, bantuan kemanusiaan dipercepat dan diperluas jangkauannya, lebih bisa diprediksi dan berkelanjutan. Situasi kemanusiaan di Gaza sangat memprihatikan. Contoh, RS Indonesia di Gaza Utara terus menjadi sasaran serangan Israel, sejak kemarin sudah kehabisan bahan bakar. Ketiga, OKI harus menggunakan semua lini untuk menuntut pertanggungjawaban Israel terhadap kekejaman kemanusiaan yang telah dilakukan. Dan keempat, OKI harus mendesak agar perundingan damai segera dimulai kembali demi terwujudnya solusi dua negara dan menolak pemikiran solusi satu negara.

Joko Widodo

611,196 Aufrufe • vor 2 Jahren

Duka Cita ditengah Harapan Baru Kamis, 5 Maret 2026 kami menghadiri acara Petisi dan Doa bersama atas terbunuhnya pimpinan tertinggi Iran Ayatullah Seyed Ali Khamemei oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel di kediaman Dubes Iran di Jakarta, terpancar harapan baru perubahan tatanan dunia yang selama ini dikendalikan oleh AS (dan Israel). Iran telah muncul mematahkan arogansi AS dan Israel. Iran bisa tampil sebagai “pemimpin baru dunia” - selain karena Iran memang negara yang sudah ribuan tahun memiliki peradaban yang sangat kuat dan maju - juga karena mereka memegang 3 (tiga) prinsip : (1) hormati dan bela kemanusiaan, (2) bela agama, dan (3) tegakkan kedaulatan negara. Namun sangat disayangkan bahwa sejak perjuangan kemerdekaan dan saat Merdeka, Indonesia sebenarnya juga dibangun di atas 3 (tiga) prinsip perjuangan tersebut, namun atas bujukan (atau ketakutan) terhadap Donald Trump justru Indonesia memilih meninggalkan prinsip tersebut dan sepertinya lebih memilih bergaung dengan AS dan Israel. Suatu pembalikan arah perjuangan yang sangat drastis. Perubahan arah tersebut bisa disebabkan karena : (1) sudah kehilangan prinsip dan arah perjuangan bangsa, (2) kebodohan, (3) pemimpin merasa paling tahu dan paling benar, (4) pembantu Presiden sangat tidak kompeten, (5) kombinasi. Kita pantas prihatin atas pilihan posisi Indonesia yang sepertinya lebih memilih bergabung bersama AS dan Israel dan berhadapan dengan perjuangan Palestina dan Negara pendukung. Saat sebagian besar Negara koalisi Amerika Serikat selama ini seperti Negara Eropa (NATO) memilih meninggalkan AS dan Israel dan memilih mendukung perjuangan Palestina, justru Indonesia memilih bergabung bersama AS (dan Israel). Atas keprihatinan posisi Indonesia tersebut, kami sebagian rakyat Indonesia yang tergabung dalam komunitas GMKR (Gerakan Merebut kembali Kedaulatan Rakyat) menyerahkan pernyataan duka cita dan dukungan kami kepada Iran untuk melawan AS dan Israel. Dukungan tersebut didasarkan pada pelaksanaan UUD 1945. Semoga penyerahan dukungan tersebut bisa menjadi satu lilin kecil di tengah “kegelapan” hubungan Iran dengan Indonesia yang sangat terlambat meberikan ucapan duka cita atas terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei. Kami berharap agar tidak ada pihak lagi yang antara Syiah dan Sunni karena perjuangan Iran adalah untuk menyelamatkan kemanusiaan dan peradaban dunia yang sedang dihancurkan oleh AS dan Israel - bukan masalah Agama. Kami berharap semoga Pemimpin Indonesia menyadari kesalahan memilih posisi dalam konflik Iran melawan AS+Israel yang terkesan sangat kuat memilih bersama AS+Israel. Perubahan tersebut Insya Allah belum terlambat.

Muhammad Said Didu

27,203 Aufrufe • vor 6 Monaten

Kenapa Dr. (H.C). Pep Guardiola & Spanyol Pro Palestina? kita tilik sejarahnya. • Saat menerima gelar doktor kehormatan di University of Manchester (Juni 2025). Dr. (H.C.) Pep Guardiola, memberikan pidato emosional. Ia menyebut bahwa penderitaan di Gaza "menyakiti seluruh tubuhnya" dan mengingatkan bahwa jika kita terus abai, tragedi serupa bisa menimpa siapa saja. dan dikesempatan lain juga melakukan hal serupa. rispek. • langkah pep, sejalan dengan 78% masyarakat spanyol, yang pro palestina. • Spanyol mengakui Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Perdana Menteri Pedro Sánchez menyatakan bahwa ini adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian permanen melalui Solusi Dua Negara / two states nation. • Spanyol mencoba membangun konsensus di dalam Uni Eropa agar lebih banyak negara mengikuti jejaknya. Mereka berargumen bahwa perdamaian tidak akan tercapai jika hak-hal dasar rakyat Palestina terus diabaikan. mirip prabs yang maksa banget gabung BoP nya donald trump. • Secara politikh, Pemerintah Spanyol saat ini dipimpin oleh koalisi partai-partai sayap kiri (PSOE dan Sumar). Partai-partai ini secara tradisional memiliki simpati yang besar terhadap perjuangan dekolonisasi dan keadilan sosial, yang mereka lihat tercermin dalam isu Palestina. kalau di Indonesia, mirip PDI Perjuangan/ PNI Marhaenisme / DPP PSI (versi beta). Partai kiri yang bicara nilai-nilai sosial. • Lebih jauh lagi, Spanyol memiliki hubungan historis yang sangat kuat dengan dunia Arab (warisan Al-Andalus). Sejak era Jenderal Franco hingga transisi demokrasi, Spanyol secara konsisten menjaga hubungan baik dengan negara-negara Arab sebagai bagian dari stratehi diplomasi Mediterania mereka. • Situasi di Gaza sejak akhir 2023 menjadi pemicu utama percepatan sikap Spanyol. Para pejabat Spanyol, termasuk Raja Felipe VI, telah berulang kali mengecam kehancuran di Gaza dan penderitaan warga sipil sebagai sesuatu yang tidak bisa dibenarkan secara moral maupun hukum. alias tidak masuk akal. lebih jauh lagi, kakian bs tanya ke admin TxtdariHI rispek untuk spanyol ❤️ Jika liburan ke yurop, ayo kita mampir ke spanyol. colek para pria matang yang tdk suka tiki-taka, Info Timnas Italia, Juventini Indonesia , SERIE A LAWAS , Info & Berita Milan , AC Milan News Update & Interista Layar Kaca . Berita Sepakbola Dunia, Football Manager Indonesia, Extra Time Indonesia Suka Bahas Bola

Dosen Kesayanganmu

16,613 Aufrufe • vor 6 Monaten

Pernyataan Resmi Menlu RI Terkait Pembebasan 9 WNI Relawan GSF 2.0 Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa 9 (Sembilan) Warga Negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air. Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan ini. Perkembangan positif ini merupakan buah kerja keras dan koordinasi erat yang dilakukan Pemerintah Indonesia secara intensif sejak menerima laporan pencegatan armada GSF 2.0. dan Kemlu RI melalui Direktorat Pelindungan WNI telah mengoptimalkan seluruh kanal diplomatik yang tersedia, termasuk melalui KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul, serta menjalin komunikasi aktif dengan otoritas dan mitra internasional terkait guna memastikan keselamatan dan percepatan pembebasan seluruh warga negara Indonesia. Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecamannya atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan. Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi. Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI tiba kembali ke tanah air dengan selamat. Kami mengucapkan terima kasih juga kepada seluruh warga negara Indonesia yang telah mendoakan keselamatan para saudara-saudara kita yang ditangkap ini, dan terima kasih juga kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas arahannya sehingga proses ini bisa berlangsung dengan lancar. Terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Komisi 1 DPR RI, yang terhormat, serta semua pihak yang tidak mungkin kami bisa sebut satu per satu tanpa mengurangi rasa hormat. Semua pihak sudah berupaya sehingga saudara-saudara kita dapat keluar dari wilayah Israel dan kita harap semoga segera kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat, sehat dan tidak kurang suatu apapun. Terima kasih.

MoFA Indonesia

237,904 Aufrufe • vor 3 Monaten