Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

Perjalanannya karir Seskab Teddy bukan perjalanan instan, Ada proses dan perjuangan, Begitu pula perjalanan karir Presiden Rusia Vladimir Putin. Yang instan itu hanya karir nya pak Wapres 🤭

43,560 просмотров • 8 месяцев назад •via X (Twitter)

Комментарии: 0

Нет доступных комментариев

Здесь появятся комментарии из оригинального поста

Похожие видео

KETIKA MATA-MATA DAN TELINGA PRABOWO BEKERJA Hari ini menteri bikin gaduh hari itu juga atau besoknya langsung meminta maaf! . . . Teddy Indra Wijaya, Tokoh Kunci Akselerasi Kebijakan Presiden Prabowo Presiden Prabowo Subianto terus menggenjot kinerja pemerintahannya untuk mewujudkan berbagai program demi kemaslahatan rakyat. Di balik itu, ada sosok Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Teddy memainkan perannya sebagai tokoh kunci dalam mempercepat proses pengambilan keputusan dan implementasi kebijakan di kementerian. Ia menjadi penghubung yang efektif antara Presiden dan jajaran kementerian. Tim Peneliti PoliEco Digital Insight Institute (Tantowy) : “Teddy bukan sekadar birokrat dari kalangan militer biasa, dia memiliki keahlian dalam memahami visi Presiden Prabowo dan menerjemahkannya ke dalam tindakan cepat" " Teddy sering mengambil inisiatif untuk mengoordinasikan berbagai pihak terkait, sehingga proses rapat dan pengambilan keputusan bisa dipercepat tanpa mengurangi kualitas analisis dan kajian yang dibutuhkan. "Ia melihat metode kerja Teddy yang sangat sistematis dan komunikatif menjadi kunci utama dalam memperpendek waktu implementasi kebijakan" “Dengan pemantauan yang ketat dan penggunaan teknologi informasi terkini, Teddy memastikan tidak ada hambatan birokrasi yang berlarut-larut,” Teddy juga dikenal piawai dalam mengantisipasi potensi masalah di lapangan sebelum kebijakan dijalankan. Sehingga penyesuaian dapat dilakukan lebih awal tanpa menunggu masalah berkembang. Keberadaan Teddy, memperkuat harapan bahwa kebijakan-kebijakan strategis dapat terealisasi sesuai target, tanpa terhambat birokrasi yang berbelit.

Miss Tweet |

38,884 просмотров • 11 месяцев назад

Doktor ini Kupersembahkan bagi Bangsa Tidak semua perjuangan terlihat oleh dunia. Ada yang sunyi. Ada yang panjang. Ada yang melelahkan, sampai ke titik hampir menyerah. Perjalanan menyelesaikan program Doktor ini bukan sekadar tentang gelar. Ini adalah tentang bertahan, di tengah tekanan, fitnah, kelelahan, dan tanggung jawab yang tak pernah berhenti. Berkutat dalam kesunyian Lab Terpadu FKUI, menelusuri jejak kehidupan pada level paling halus: Biomolekuler. Meneliti biomarker Neuroscience hingga Metabolic: BDNF, Serotonin, NADPH Oksidase, ADMA, Insulin, Endothelial Microparticles, hingga “Materi Tuhan”: Nitric Oxide. Bukan sekadar angka. Bukan sekadar data. Tetapi potongan-potongan kecil dari rahasia besar: bagaimana manusia berpikir, merasa, dan bertahan. Dilanjutkan dengan pemeriksaan Depresi dan Pash Brain untuk menilai status Neurosains Spiritual, Willpower, Resilience ketika menghadapi penyakit berat seperti Diabetes. Karena manusia bukan hanya tubuh, tetapi juga jiwa. Dan perjuangan itu tidak berhenti di laboratorium. Ia harus diuji di dunia nyata; turun langsung ke masyarakat, melihat, mendengar, dan merasakan denyut kehidupan yang sesungguhnya. Ada malam-malam tanpa tidur. Ada air mata yang tidak sempat jatuh. Ada doa-doa yang hanya langit yang tahu. Namun satu hal yang selalu dijaga: niat. Bahwa ilmu bukan untuk kebanggaan, tetapi untuk pengabdian. Pengabdian bagi umat manusia. Pengabdian bagi bangsa. Bahwa setiap langkah, sekecil apapun, adalah bagian dari amanah yang lebih besar. Jika hari ini terlihat kuat, itu bukan karena tidak pernah luluh, tetapi karena memilih untuk terus berjalan, meski rapuh. Perjalanan ini belum selesai. Tetapi setiap detik yang terlewati adalah bukti: Bahwa perempuan, bahwa seorang ibu, bahwa seorang pejuang, bisa tetap berdiri, bahkan ketika dunia berusaha meruntuhkannya. dr. Tifauzia Tyassuma, Terimakasih kepada DPP Aisyiah Pusat, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur atas kerjasama yang hebat demi Umat.

Dokter Tifa

47,394 просмотров • 4 месяцев назад

Di tengah duka bencana banjir dan longsor yang melanda Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumut, muncul kisah menyayat hati yang viral di medsos. Seorang pria bermarga Hutauruk rela menempuh perjalanan puluhan kilometer dengan berjalan kaki, hanya demi satu tujuan: menemukan anak dan istrinya yang hilang kontak sejak bencana terjadi. Dalam video yang diunggah lewat instagram Story Masinton, Jumat (28/11/2025), terlihat sang ayah berjalan seorang diri. Celana jeans yang dikenakannya sudah penuh lumpur, kakinya tampak lelah, tapi matanya menyimpan harapan besar. Bukan harapan soal harta atau rumah yang hancur tapi harapan paling sederhana: keluarga masih selamat. Bayangin… hujan, tanah berlumpur, jalanan rusak parah, tapi beliau tetap jalan. Tanpa kendaraan, tanpa alas kaki proper, cuma bermodalkan tekad seorang ayah. Setiap langkah yang dia ambil bukan sekadar perjalanan, itu adalah doa. Doa yang berwujud kaki yang tetap maju, meskipun hati mungkin udah remuk. Kisah ini bikin netizen terdiam. Banyak yang bilang, “Di titik ini, bukan cuma bencana alam yang bikin hancur… tapi rasa kehilangan yang nggak semua orang bisa pahami.” Di saat banyak orang cuma bisa melihat bencana dari layar HP, ada perjuangan nyata yang bahkan nggak direkam media: perjuangan seorang ayah, yang mungkin cuma ingin memeluk keluarganya sekali lagi. 💬 Kadang, rumah itu bukan bangunan. Rumah itu adalah orang-orang yang kita cintai. ----

Never

10,824 просмотров • 8 месяцев назад

Ketika diberi makan atau minum, para Bhikku harus menerima dan mengkonsumsinya untuk bertahan hidup tidak boleh kesenangan inderawi atau menyimpan berlebihan, apabila ada yang lebih maka para Bhikku berhak membagikan kepada para warga sekitar.. inilah proses latihan untuk menjadi Buddha. Suatu perjalanan yang digagas untuk tujuan mulia, selalu dalam proses perjalanannya bertemu dengan hal yang mulia dan positif contoh terbesar adalah bertemu para warga Indonesia ketika menyambut Bhante sedang Thudong. Menurut Bhante Kantadhammo, salah satu Bhikku peserta Thudong dari Indonesia, beberapa Bhante dari luar negeri tak kuasa menahan air mata dan terharu melihat antusiasme luar biasa masyarakat dan membuat perjalanan suci ini sungguh indah. Meski para Bhante berjalan kurang lebih 20 hingga 50 KM per hari wajah mereka tetap tersenyum karena warga Indonesia 🇮🇩 Terima Kasih Warga Indonesia 🇮🇩 yang sudah menjaga dan memberi frekuensi positif bagi perjalanan Thudong ini.. Semangat Waisak tahun ini berbeda dengan adanya proses toleransi yang begitu tinggi.. Sehat dan aman selalu di jalan Bhante. Share Rute untuk tanggal 17 Mei 2023 Dari Vihara Budhi Asih Indramayu (27 km) Dana makan nasi kotak disediakan panitia dan pengurus Berangkat Jam 05:00 WIB Sampai dilokasi: Mako Brimob Winong Jam 15:00 WIB Tidak ada acara cuma Istirahat dan tidur Rute Tanggal 18 Mei 2023 Jam 5:00 WIB Dana nasi kotak Melanjutkan perjalanan ke Cirebon Di Cirebon akan tinggal selama 3 hari Mengikuti Perayaan Penyerahan Tanah dan Blessing sekretariat Yayasan Maha Kassapa Thera Salam Metta courtesy Instagram tintaass_

Young Buddhist Association

246,863 просмотров • 3 лет назад