Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

"Perlu saya jelaskan di sini, sarjana muda itu bukan program, tapi sarjana muda itu ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ท๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฒ๐˜ƒ๐—ฎ๐—น๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—ธ, ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐˜‚๐˜๐˜‚๐—ต ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐˜€๐—ถ๐˜€๐˜๐—ฒ๐—บ ๐˜€๐—ฎ๐—ฟ๐—ท๐—ฎ๐—ป๐—ฎ." (Saksi Ahli sidang CLS yg tak hanya dosen UGM tapi juga pelaku sejarah) _

32,332 views โ€ข 8 months ago โ€ขvia X (Twitter)

0 Comments

No comments available

Comments from the original post will appear here

Related Videos

Menurut penuturan Prof Sofian Efendi Mantan Rektor UGM 2002-2007, Ada Mahasiswa bernama Joko Widodo yang terdaftar di Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980, tetapi masuk program Sarjana Muda, dan bukan Sarjana. Tetapi karena nilai-nilainya jelek, maka tidak bisa meneruskan ke program Sarjana. Dan ya sudah selesai di Sarjana Muda, kemungkinan punya Ijazah Sarjana Muda, dan kemungkinan bergelar (Bachelor of Science) Kemungkinan bukan Mahasiswa Sarjana dan tentu saja tidak bakal bergelar Ir (Insinyur). Sampai di sini, sepertinya cocok dengan beberapa dokumen yang dipresentasikan oleh Bareskrim (lihat gambar) Transkrip nilai dengan total 122 SKS dengan IPK 2,05. Artinya Joko Widodo ini kemungkinan lulus Sarjana Muda, mendapatkan ijazah Sarjana Muda, tetapi tidak lolos melanjutkan ke program Sarjana. Nah lalu bagaimana tiba-tiba kader PSI bernama Dian Sandi bisa memposting "Ijazah Sarjana" Joko Widodo yang dia sebut asli Juga Bareskrim yang menampilkan fotokopi "Ijazah Sarjana" dari Joko Widodo 22 Mei 2025? Juga Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta yang pernah menunjukkan fotokopi "Ijazah Sarjana" dari Joko Widodo di tahun 2022? Profesor Sofian Efendi, selain Mantan Rektor, Mantan Wakil Rektor dua kali, juga Begawan FISIP yang sangat ternama dan disegani dalam dan luar negeri. Jadi jangan ragukan kredential dan kehormatan beliau. Di usia 80 tahun, apalagi yang diinginkan Prof Sofian Efendi, selain Akhiratul Hasanah? Akhir hidup yang baik? Salah satu amal Sholih terakhir, adalah membantu RRT - Roy, Rismon, Tifa, juga TPUA, juga Bambang Tri dan Gus Nur, mengungkap kebenaran Ijazah seseorang yang diduga tidak pernah lulus dan tidak pernah wisuda di UGM.

Dokter Tifa

20,238 views โ€ข 1 year ago

He he he buzzer buzzer bodoh bereaksi tanpa paham konsep hukum. Saat saya bilang di Inews pelaku fitnah tidak bisa ditahan, mereka ngira berarti orang memfitnah itu tidak bisa dipidana. Jelas salah dan betapa bodohnya anggapan ini. Menahan itu berarti tanpa proses pengadilan, tersangka pelaku langsung dimasukkan sel oleh polisi atau jaksa. Sedang dipidana itu pelaku dimasukkan penjara setelah diadili di pengadilan dan diputus bersalah oleh hakim. Hukumannya di penjara di bawah 5 tahun. Jadi kasus fitnah itu pasti bisa di penjara jika benar benar terbukti di pengadilan. Tapi delik fitnah tidak boleh ditahan sebelum ada keputusan hakim. Mengapa demikian, karena itu bunyi UU yg berlaku. Baik UU ITE maupun KUHP dan aturan di KUHAP. Kenapa UU tidak membolehkan penahanan terhadap tersangka fitnah, atau pencemaran nama baik, itu krn penhalaman hukum seringnya polosi dan jaksa nahan orang yang belum tentu terbukti bersalah. Bahkan di negara lain fitnah itu persoalan perdata, pelakunya hanya bisa digugat untuk bayar ganti rugi. Jika fitnah adalah perdata, maka gak ada peran polisi dan jaksa, untuk penyidikan ataupun penahanan. Semua diselesaikan di depan hakim. Di negara kita pelaku fitnah tetap diancam pidana tapi tidak bisa ditahan. Rakyat harus tahu tentang ini. Yang bisa ditahan menurut UU ITE adalah kejahatan terhadap komputer yg saya jelaskan ini. Maaf mbok kalau tidak ngerti hukum jangan komen supaya tidak memalukan dan membingungkan mereka yg juga lagi belajar.

Henri Subiakto

11,570 views โ€ข 3 months ago

Pernah ada seseorang yg mengajak saya jadi pacarnya. Entah serius atau hanya iseng, saat itu saya benar2 tdk tahu. Yg saya tahu, dia orang yg luar biasa.. berani terbuka soal banyak hal, punya visi yg jelas, dan bahkan sempat merancang masa depan serta mengatur dan mengurus bbrp hal untuk lebaikan saya sampai saya takjub. Saya juga melihat sesuatu yg luar biasa saat menatap matanya, saya melihat keindahan jiwanya dan seluruh alam semesta di matanya.. hanya di matanya. Ada rasa kagum dan hormat yg dlm. Dia berani menunjukkan sisi rapuhnya, perjuangannya memikul beban yg berat, tetapi tetap menerima saya yg saat itu masih jauh dari kata utuh. Hanya saja saat itu saya masih belum memahami hal2 yg dewasa. Saya masih belajar bertanggung jawab untuk diri sendiri. Saya merasa belum punya kapasitas untuk membuat dia bahagia, dan saya takut justru merepotkan atau menyakitinya. Dan ada ragu jgn2 itu hanya untuk menguji saya atas sesuatu. Jadi saya tolak. Bkn krn tdk sayang, tapi krn saya tahu diri saya sendiri masih perlu ditata dulu. Saya bahagia dgn kehadirannya. Saya suka saat dan cara dia mengatur dan mengurus banyak hal, saat membicarakan masa depan. Saya menghormatinya sbg sahabat, kakak, guru, dan orang tua (meski usia kami tdk jauh berbeda). Justru krn rasa hormat saya terlalu besar, sampai saya memilih menolak supaya tdk salah langkah.. dan tetap berjalan beriringan meski tanpa ada ikatan. Sekarang, setelah bertahun2, saya sdh berubah banyak. Saya berdiri di dpn gerbang impian yg dulu.. fondasi sdh dibangun dan bentuknya sdh terlihat. Saya masih punya rasa yg sama, hormat yg sama, bkn hanya pada versi dia yg dulu, tapi juga pada versi dia sekarang yg sdg berusaha kuat, mencari jalannya sendiri, dan menemukan cahayanya sendiri.. juga versi dirinya yg akan menjadi. Ada yg tdk pernah meninggalkan dia.. tetap tinggal di 1 sudut semesta, melihat dari jauh, dan masih mencintai dgn cara yg tenang.. dan siap kalau dia ingin saya menghampiri jalannya. Ruang itu masih ada. Kalau suatu saat jalan hidup mempertemukan kami lagi, atau kalau dia ingin mampir, pintunya tdk pernah dikunci. โค๏ธ๐ŸŒน

๐™ฐ๐š›๐šข ๐™ท๐™ท

10,227 views โ€ข 2 months ago