Sensitive content

This media may contain sensitive content.

Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Pijet tradisional abah

12,247 Aufrufe • vor 13 Tagen •via X (Twitter)

0 Kommentare

Keine Kommentare verfügbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

Ähnliche Videos

KISAH PILU KAKEK LANSIA YANG TERTIDUR DALAM KEADAAN LAPAR KARENA DAGANGANNYA TIDAK ADA YANG LAKU Di sudut depan pasar yang bising, Abah Sobandi (66 tahun) duduk menanti keajaiban. Di usianya yang sudah senja, ia masih harus berjuang menyambung hidup dengan membuat dan menjual mainan anak tradisional. Menggunakan tangan tuanya, ia merajut sendiri bilah-bilah bambu dan kertas warna-warni, mencoba bertahan di tengah gempuran zaman modern yang serba digital.​ Setiap hari, Abah mangkal dari pagi hingga sore hari di tempat yang sama. Namun, karena yang dijual adalah mainan tradisional, peminatnya kini sangat jarang. Hari-hari Abah lebih sering dihabiskan dalam sepi kadang dagangannya hanya laku sedikit, bahkan sering kali tidak laku sama sekali. Saking sepinya, Abah sampai sering ketiduran di tempat ia mangkal karena kelelahan menunggu pembeli yang tak kunjung datang.​ Dampak dari sepinya jualan langsung memukul lambung Abah. Tanpa pengasilan yang pasti, urusan makan sehari-hari pun menjadi tidak menentu. Jika ada uang ia bisa makan, namun tak jarang Abah terpaksa tidak makan sama sekali seharian karena kantongnya kosong melongpong. Jangankan untuk mengontrak tempat tinggal, untuk tidur pun Abah kini harus menumpang di rumah orang lain.​ Jauh di dalam lubuk hatinya, tersimpan kerinduan mendalam pada kampung halamannya. Abah adalah orang asli Garut yang merantau demi mengadu nasib. Namun, kenyataan pahit membuatnya sangat jarang bisa pulang. Untuk sekadar mengisi perutnya sendiri saja susahnya bukan main, apalagi mengumpulkan uang untuk ongkos pulang atau mengirim nafkah ke keluarga di kampung.​ Kisah Abah Sobandi adalah potret pilu perjuangan seorang lansia yang menolak mengemis di masa tuanya. Di tengah hiruk-pikuk pasar, ia terus bertahan memeluk erat sisa-sisa harapan dari mainan tradisional buatannya, berharap esok hari akan ada secercah rezeki yang menghampiri.

Netizen Bawel

17,027 Aufrufe • vor 1 Monat

5% pijet Sisanya horny
0:51

Sensitive content

5% pijet Sisanya horny

Daily +62

2,123,010 Aufrufe • vor 3 Jahren