Video yükleniyor...

Video Yüklenemedi

Ana Sayfaya Dön

POLISI MASUK KAMPUS. Seorang mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten (UIN Banten) dicari oleh pihak kampus setelah memutar lagu bernada kritik saat acara resmi kepolisian berlangsung di dalam kampus.

45,605 görüntüleme • 1 yıl önce •via X (Twitter)

10 Yorum

Iwe Wege profil fotoğrafı
Iwe Wege1 yıl önce

Masih berlaku gak ni pak @ListyoSigitP ? - Soft tone mode -

Mbah Wondo profil fotoğrafı
Mbah Wondo1 yıl önce

Mahasiswa di ancam bedil sama lulusan SMA yg d kasih bedil

Muhammad Al-Fatih profil fotoğrafı
Muhammad Al-Fatih1 yıl önce

#ʙᴜʙᴀʀᴋᴀɴᴩᴏʟʀɪ #ʙᴜʙᴀʀᴋᴀɴᴩᴏʟʀɪ

Awan profil fotoğrafı
Awan1 yıl önce

Percayakan sama ahlinya.

Rangkang Pie profil fotoğrafı
Rangkang Pie1 yıl önce

#kamibersamasukatani

Yurisa Agustina Samosir profil fotoğrafı
Yurisa Agustina Samosir1 yıl önce

Katanya POLRI Untuk Masyarakat Pak @ListyoSigitP kok faktanya di lapangan beda ???

fazar profil fotoğrafı
fazar1 yıl önce

Apakah lagu bayar polisi termasuk lagu yg dilarang dinyanyikan atau diperdengarkan? Berdasarkan Keppres, Perkap atau putusan pengadilan?

#TumbangkanRezimKardus profil fotoğrafı
#TumbangkanRezimKardus1 yıl önce

Denger begitu aja panas situ waras? @propampolri

Kintan profil fotoğrafı
Kintan1 yıl önce

Ngapain ngadain acara dikampus, dikampus itu calon sarjana semua!

So Long profil fotoğrafı
So Long1 yıl önce

Polisi ANJING.

Benzer Videolar

Satu Layar Turun, Sepuluh Layar Naik! Demokrasi terus dibungkam? Pemutaran film “Pesta Babi” di Universitas Mataram dibubarkan birokrat kampus pada Kamis, 7 Mei 2026. Pembubaran terjadi saat mahasiswa memasang layar di sekitar halaman kampus untuk memutar film tersebut. Sejumlah petugas keamanan kampus terlihat menutupi layar, sementara proyektor dan laptop mahasiswa diawasi pihak rektorat. Peserta menyebut sejumlah personel intelijen kepolisian dan TNI juga memantau dari kejauhan. Wakil Rektor III Unram, Sujita, kemudian menemui mahasiswa dan menegaskan pemutaran film tidak diizinkan. “Tidak ada alasan, pokoknya tidak boleh menonton,” ujarnya. Sujita mengaku telah menonton film tersebut. Menurutnya, isi film tidak pantas diputar di lingkungan kampus. Meski dibubarkan, pemutaran tetap berlangsung sekitar 50 meter di luar kampus, tepatnya di sebuah kafe. Ratusan penonton menyaksikan film hingga selesai dan melanjutkannya dengan diskusi. Sebelumnya, pada 25 April 2026, pemutaran Pesta Babi di Universitas Pendidikan Mandalika juga sempat dibubarkan pihak kepolisian. Hingga kini, Pesta Babi telah diputar di lebih dari 500 titik di berbagai kota, termasuk di puluhan sekolah, ratusan kampus, hingga lembaga negara seperti Komnas HAM. Film ini mengangkat perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan mempertahankan tanah leluhur dari proyek besar atas nama “ketahanan pangan” dan “transisi energi”, di tengah bayang-bayang militerisasi dan sejarah panjang eksploitasi Papua. Pemutaran akan terus berlanjut di berbagai daerah. Komunitas, sekolah, kampus, hingga masyarakat umum dapat mengakses film ini selama musim nobar masih dibuka. Sc: watchdog_insta

Maria A. Alkaff

10,240 görüntüleme • 4 ay önce