Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

SABOTASE TERHADAP PROGRAM MBG ITU NYATA ADA !!! Mitra dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tangerang melaporkan adanya dugaan sabotase oleh oknum relawan. Oknum tersebut diduga menukar isi paket MBG dengan makanan yang tidak layak konsumsi saat proses kontrol kualitas dan penyortiran, kemudian memviralkannya.

46,935 просмотров • 6 месяцев назад •via X (Twitter)

Комментарии: 0

Нет доступных комментариев

Здесь появятся комментарии из оригинального поста

Похожие видео

Mohon di atensi min Sekretariat Kabinet Partai Gerindra DPR RI cek kebenarannya. Ada keluhan soal MBG, ada oknum oknum yang diduga melakukan intimidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi, kini justru menuai polemik. Alih-alih menerima kritik soal fasilitas dapur, sejumlah oknum yang terkait dengan program tersebut justru bereaksi keras hingga muncul dugaan intimidasi. Kegaduhan bermula saat sejumlah warga melayangkan komplain terkait kondisi dapur pengelola MBG. Namun, reaksi tak terduga datang dari berbagai pihak—mulai dari oknum pekerja hingga kerabat staf—yang dinilai terlalu emosional atau 'baper' dalam menanggapi keluhan tersebut. Yang lebih memprihatinkan, beredar kabar adanya dugaan intimidasi yang dilakukan oleh oknum guru terhadap orang tua siswa. Mereka dilarang keras mengunggah atau memposting hal-hal negatif terkait pelaksanaan program MBG di media sosial. Masyarakat berharap pihak dinas terkait segera turun tangan untuk mengevaluasi transparansi program ini. Kritik terhadap kualitas makanan atau dapur seharusnya dijawab dengan perbaikan nyata, bukan dengan pembungkaman suara wali murid. Seperti yang terjadi di SDN 03 Sindang Sari, Lampung Utara, Program MBG kembali menuai kritik tajam akibat layanan dapur pengelola yang dinilai kurang baik. Melalui pernyataan resminya, Kepala SDN 03 Sindang Sari menegaskan bahwa ini merupakan keluhan yang kesekian kalinya dialami pihak sekolah. Masalah yang terus berulang membuat pihak sekolah mendesak pemilik atau pengelola dapur MBG wilayah Sindang Sari untuk segera memberikan pertanggungjawaban. Hingga saat ini, belum dirinci secara detail mengenai kendala teknis yang terjadi, namun desakan ini mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara komitmen pengelola dengan realisasi di lapangan. Pihak sekolah berharap kualitas dan standar Makan Bergizi Gratis dapat dijaga demi kesehatan dan hak para siswa. Masyarakat dan wali murid kini menunggu respons dari pihak pengelola dapur MBG dan dinas terkait untuk mengevaluasi kerja sama ini. Kejadian ini menjadi sinyal penting agar pengawasan program strategis pemerintah ini diperketat di tingkat lokal.

Never

35,221 просмотров • 6 месяцев назад

MALANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Wali murid di salah satu SD Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menemukan belatung pada menu puding stroberi yang dibagikan, Selasa (3/3/2026). Salah satu wali murid, Bunga (nama samaran), mengaku menerima laporan dari orang tua siswa lain sebelum memastikan langsung temuan tersebut. “Ada wali murid japri saya, bilang pudingnya ada belatungnya dan benar saja,” ujarnya. Ia menyebut temuan itu tidak hanya terjadi di satu kelas, tetapi juga dilaporkan di beberapa kelas lain. Dari video yang beredar, belatung terlihat berada di dalam puding stroberi yang tampak keruh. Pihak sekolah segera mengeluarkan pengumuman di grup WhatsApp agar puding tersebut dibuang karena tidak layak konsumsi. Menu MBG di sekolah tersebut diketahui disuplai oleh SPPG Tulusrejo 2. Bunga menilai persoalan kualitas makanan diduga bersumber dari dapur penyedia. Ia mengaku sudah empat kali menyampaikan keluhan terkait menu MBG. Sebelumnya, ia mempersoalkan pemberian susu murni rebus dalam botol kecil yang berbeda dengan sekolah lain yang menerima susu UHT kemasan. Setelah dikonsumsi, beberapa siswa, termasuk anaknya, disebut mengalami sakit perut. Menu lain seperti kacang rebus yang belum matang serta setup nanas yang benyek dan berair keruh juga sempat dikeluhkan. Sejak anaknya sakit perut, ia memilih tidak lagi membiarkan anaknya mengonsumsi paket MBG dan langsung membuangnya. Para wali murid mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program. Jika kualitas dan higienitas makanan tidak terjamin, mereka meminta program dihentikan sementara demi keselamatan siswa. Laporan: Kontributor Malang Raya Media I Selasa, 3 Maret 2026

Malang Raya Info

57,311 просмотров • 4 месяцев назад