Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

421,958 Aufrufe • vor 1 Jahr •via X (Twitter)

10 Kommentare

Profilbild von @_@
@_@vor 1 Jahr

We used to be a proper country

Profilbild von RawEggBrah☦️🌲🇳🇱🅉
RawEggBrah☦️🌲🇳🇱🅉vor 1 Jahr

this shit, will not hold up in a warzone lol

Profilbild von DANNY SULLIVAN MUSIC
DANNY SULLIVAN MUSICvor 1 Jahr

NEXT UP: Combat Slippers

Profilbild von IzanmaiJP
IzanmaiJPvor 1 Jahr

Will survive this one?

Profilbild von IDKyet
IDKyetvor 1 Jahr

Looks gay boots are better

Profilbild von Renaissance Man
Renaissance Manvor 1 Jahr

I love Salomons, but they wear so friggin fast…

Profilbild von MaS4sHi
MaS4sHivor 1 Jahr

I have the same model in Goretex, really comfortable😩👌

Profilbild von Jordan Keto
Jordan Ketovor 1 Jahr

I wear mine for USPSA and PCSL matches and they’re awesome

Profilbild von Lou Albano 🏴󠁧󠁢󠁷󠁬󠁳󠁿
Lou Albano 🏴󠁧󠁢󠁷󠁬󠁳󠁿vor 1 Jahr

Ugly fuckass little boy shoes

Profilbild von SD James
SD Jamesvor 1 Jahr

Combat Crocs are the next innovation

Ähnliche Videos

Salomon Sekitar 3 tahun lalu, saat jalan-jalan di Wengen, Swiss, saya perhatikan hampir semua orang, dari pendaki muda sampai nenek-nenek, memakai sepatu yang sama: Salomon. Waktu itu saya hanya kagum dari jauh. Desainnya garang, sol-nya tebal dan bergigi seperti ban off-road, tali cepatnya unik tanpa harus diikat. Di kaki orang-orang Swiss yang santai berjalan di lereng Alpen, sepatu itu terlihat seperti memang dilahirkan untuk pegunungan. Wajar saja, Salomon memang lahir di Alpen. Didirikan tahun 1947 di Annecy, kota kecil di kaki Pegunungan Alpen Prancis, oleh keluarga Salomon yang awalnya membuat mata gergaji dan pinggiran ski di bengkel kecil. Dari ski binding, mereka merambah ke sepatu hiking (1992), trail running, dan akhirnya melahirkan model ikonik seperti XT-6 dan Speedcross yang kini jadi rebutan. Di Swiss, Salomon bukan tren — itu standar. Seperti jam Swiss atau pisau Victorinox, Salomon sudah jadi bagian dari DNA kehidupan outdoor Alpen. Pulang ke Indonesia, tiba-tiba Salomon ada di mana-mana. Di kaki anak-anak muda Jaksel yang nongkrong di coffee shop, di feed Instagram, di TikTok. Concept store resmi sudah dibuka di Grand Indonesia, Jakarta. Model XT-6 yang dulu saya lihat di kaki pendaki Wengen, sekarang dipakai dengan celana cargo dan oversized tee di Blok M. Harganya Rp 3-4 jutaan, dan sering sold out. Fenomena ini sebenarnya bukan hanya Indonesia, secara global, Salomon meledak berkat tren gorpcore (gaya fashion yang mengadopsi estetika outdoor) yang dimulai sekitar 2023, didorong selebriti seperti Bella Hadid dan Hailey Bieber yang tertangkap kamera memakai Salomon di jalanan kota. Tapi buat saya yang sudah melihatnya langsung di habitat aslinya, di lereng salju Swiss, di kaki orang-orang yang benar-benar butuh grip di bebatuan basah dan jalur es, Salomon bukan sekadar sepatu gaya. Ini adalah sepatu yang didesain untuk menyelamatkan langkah Anda di pegunungan, dan kebetulan juga terlihat keren di kota. Kalau mau beli, saran saya: pakailah untuk mendaki sungguhan setidaknya sekali. Baru Anda akan paham kenapa orang Swiss tidak pernah melepasnya. 🏔️👟🇨🇭

Ismail Fahmi

33,451 Aufrufe • vor 3 Monaten