Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

Salomon Speedcross 6

421,958 просмотров • 1 год назад •via X (Twitter)

Комментарии: 10

Фото профиля @_@
@_@1 год назад

We used to be a proper country

Фото профиля RawEggBrah☦️🌲🇳🇱🅉
RawEggBrah☦️🌲🇳🇱🅉1 год назад

this shit, will not hold up in a warzone lol

Фото профиля DANNY SULLIVAN MUSIC
DANNY SULLIVAN MUSIC1 год назад

NEXT UP: Combat Slippers

Фото профиля IzanmaiJP
IzanmaiJP1 год назад

Will survive this one?

Фото профиля IDKyet
IDKyet1 год назад

Looks gay boots are better

Фото профиля Renaissance Man
Renaissance Man1 год назад

I love Salomons, but they wear so friggin fast…

Фото профиля MaS4sHi
MaS4sHi1 год назад

I have the same model in Goretex, really comfortable😩👌

Фото профиля Jordan Keto
Jordan Keto1 год назад

I wear mine for USPSA and PCSL matches and they’re awesome

Фото профиля Lou Albano 🏴󠁧󠁢󠁷󠁬󠁳󠁿
Lou Albano 🏴󠁧󠁢󠁷󠁬󠁳󠁿1 год назад

Ugly fuckass little boy shoes

Фото профиля SD James
SD James1 год назад

Combat Crocs are the next innovation

Похожие видео

#VogueVisits SALOMON จัดงาน ‘XT-6 TRAILBLAZE YOUR STYLE’ ณ SALOMON Store ที่ Emporium เผยโฉมรองเท้ารุ่นไอคอนิกตลอดกาลอย่าง XT-6 ในสองเฉดสีใหม่ล่าสุดประจำคอลเล็กชั่นฤดูใบไม้ร่วง/ฤดูหนาว 2025 พร้อมทั้งเปิดตัวโมเดลใหม่ XT-6 Shadow ทั้งสองสีเป็นครั้งแรก ภายในงานอบอวลไปด้วยจิตวิญญาณของนักบุกเบิก ตอกย้ำชีวิตแห่งการเดินทาง โดยมีเหล่าเซเลบริตี้ชื่อดังอย่าง ‘นานิ-หิรัญกฤษฎิ์ ช่างคำ’ Hirunkit Nani , ‘เอมี่-ทสร กลิ่นเนียม’ เอหมี และ ‘โจริญ’ สมาชิกวง 4EVE JORINJA มาร่วมถ่ายทอดและสะท้อนตัวตนอันเด่นชัด ผ่านสีสันที่เป็นเอกลักษณ์ของ XT-6 และ XT-6 Shadow ได้อย่างสมบูรณ์แบบ #SalomonTH #SalomonSportstyleTH #SalomonXT6 #TrailblazeTheUncommon

Vogue Thailand

13,521 просмотров • 11 месяцев назад

Salomon Sekitar 3 tahun lalu, saat jalan-jalan di Wengen, Swiss, saya perhatikan hampir semua orang, dari pendaki muda sampai nenek-nenek, memakai sepatu yang sama: Salomon. Waktu itu saya hanya kagum dari jauh. Desainnya garang, sol-nya tebal dan bergigi seperti ban off-road, tali cepatnya unik tanpa harus diikat. Di kaki orang-orang Swiss yang santai berjalan di lereng Alpen, sepatu itu terlihat seperti memang dilahirkan untuk pegunungan. Wajar saja, Salomon memang lahir di Alpen. Didirikan tahun 1947 di Annecy, kota kecil di kaki Pegunungan Alpen Prancis, oleh keluarga Salomon yang awalnya membuat mata gergaji dan pinggiran ski di bengkel kecil. Dari ski binding, mereka merambah ke sepatu hiking (1992), trail running, dan akhirnya melahirkan model ikonik seperti XT-6 dan Speedcross yang kini jadi rebutan. Di Swiss, Salomon bukan tren — itu standar. Seperti jam Swiss atau pisau Victorinox, Salomon sudah jadi bagian dari DNA kehidupan outdoor Alpen. Pulang ke Indonesia, tiba-tiba Salomon ada di mana-mana. Di kaki anak-anak muda Jaksel yang nongkrong di coffee shop, di feed Instagram, di TikTok. Concept store resmi sudah dibuka di Grand Indonesia, Jakarta. Model XT-6 yang dulu saya lihat di kaki pendaki Wengen, sekarang dipakai dengan celana cargo dan oversized tee di Blok M. Harganya Rp 3-4 jutaan, dan sering sold out. Fenomena ini sebenarnya bukan hanya Indonesia, secara global, Salomon meledak berkat tren gorpcore (gaya fashion yang mengadopsi estetika outdoor) yang dimulai sekitar 2023, didorong selebriti seperti Bella Hadid dan Hailey Bieber yang tertangkap kamera memakai Salomon di jalanan kota. Tapi buat saya yang sudah melihatnya langsung di habitat aslinya, di lereng salju Swiss, di kaki orang-orang yang benar-benar butuh grip di bebatuan basah dan jalur es, Salomon bukan sekadar sepatu gaya. Ini adalah sepatu yang didesain untuk menyelamatkan langkah Anda di pegunungan, dan kebetulan juga terlihat keren di kota. Kalau mau beli, saran saya: pakailah untuk mendaki sungguhan setidaknya sekali. Baru Anda akan paham kenapa orang Swiss tidak pernah melepasnya. 🏔️👟🇨🇭

Ismail Fahmi

33,451 просмотров • 3 месяцев назад