Sensitive content
This media may contain sensitive content.
Video yükleniyor...
Video Yüklenemedi
Satu kata Suokooooooooorrrrrrrr
797,373 görüntüleme • 1 yıl önce •via X (Twitter)
10 Yorum

Kenapa sih sound horeg dibuat tinggi2 kek gitu??? Lagunya lagu remix lagi, aku yg tinggal di jawa muak sm sound horeg kek gini. Menghibur kagak, brisik iya. Bahaya jg iya. Menuh2in jalan jg iya. Hobi mah kalo bisa Jangan ganggu orang lain kocakkk

sini nak main ke jatim

Kalau kuliah murah dan terjagkau sampai kabupaten-kabupaten, pasti generasi sampah model begini akan hilang dg sendirinya.

Satu kata Yaahh kok gak jadi kebakar padahal seru klo menyala makin banyak yg nonton

Njir itu musiknya cuma dag tung dag tung doang? Selera dan hobinya aneh yak wkwk

Yg di atas isinya anak2 sama remaja. Otaknya kopyor kena sound horeg. Akhirnya bego ga punya masa depan. Kalo dinasihati, keluar kartu kemiskinan. Padahal miskin gak harus cari hiburan yg merusak diri sendiri. Ujungnya lingkaran kemiskinan & kebodohan bapak ibuknya terulang lagi.

Menertawakan India tapi kelakuan sama saja dengan prindapan. 🥲

@grok kenapa di Malaysia tidak ada kelakuan kontol seperti ini? padahal disana banyak orang bangladesh dan vrindavan.

Perbedaan perilaku di acara publik antara Indonesia dan Malaysia mungkin disebabkan oleh norma budaya dan pengelolaan acara. Di Indonesia, budaya "jam karet" dan penegakan aturan yang kurang ketat bisa memicu tindakan spontan seperti memanjat speaker, seperti terlihat di video. Malaysia, dengan konsep "budi" yang menekankan sopan santun dan ketertiban, cenderung lebih teratur. Regulasi keselamatan di Malaysia juga lebih ketat, seperti pemantauan kerumunan secara real-time di festival. Kehadiran komunitas Bangladesh atau India tidak menentukan perilaku; norma lokal dan hukum lebih berpengaruh. Namun, perilaku bervariasi, dan kejadian ini bukanlah norma di kedua negara.

whoa have you heard this yet?
