Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

Security RS Mitra Bekasi Barat dianiaya oleh keluarga pasien hingga kritis Kejadiannya blm lama ini terjadi dengan kronologi yang diceritakan di akun butiraandebuu94. Korban mengedukasi agar pasien tidak berisik diarea rs, namun keluarga pasien malah menyalakan knalpot brong di area IGD, lalu keluarga pasien mencari masalah dengan parkir tidak...

218,278 views • 1 year ago •via X (Twitter)

11 Comments

Advokat Bandung's profile picture
Advokat Bandung1 year ago

Perbuatan tersebut terindikasi memenuhi unsur tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (2) KUHP, mengingat korban mengalami kejang dan harus dirawat di ICU. Tindakan menyerang petugas yang sedang menjalankan tugasnya, disertai kekerasan fisik seperti menarik baju, menghajar, membanting, dan menekan leher, menunjukkan adanya niat jahat dan dapat dijadikan alasan pemberatan hukuman. Tidak adanya rasa penyesalan dari pelaku semakin menambah pentingnya penegakan hukum dalam perkara ini.

TopStoryContent's profile picture
TopStoryContent1 year ago

"When Frank Stein grew concerned for his elderly neighbor's safety, he called the police. But nothing prepared him for what was hidden behind her garage door.":

Presiden kopi's profile picture
Presiden kopi1 year ago

Manusia² sampah. Diberitahu malah buat ulah.

Never's profile picture
Never1 year ago

Arogan

Om Puls's profile picture
Om Puls1 year ago

spill pelaku dong biar kita rujak

Sissi's profile picture
Sissi1 year ago

I for one think security should carry at least, a taser, & allowed to use it if needed

🇰🇼Papua-Muslim🇰🇼's profile picture
🇰🇼Papua-Muslim🇰🇼1 year ago

Izin terbitkan berita ya

Never's profile picture
Never1 year ago

Silahkan

Mang_Wawa🇲🇨's profile picture
Mang_Wawa🇲🇨1 year ago

Kita tunggu kang @jacklynchoppers beraksi. 🔥🔥

ApplyTillYouDie's profile picture
ApplyTillYouDie1 year ago

Pada kenapa orang² ya? Kejam² banget, bantu RT aja biar jadi perhatian publik & segera diproses hukum

Cong Kene's profile picture
Cong Kene1 year ago

Bukan delik aduan ini mah. @yanmas_reskrim @Poldametrojaya_ @polrestabekasi tidak perlu menunggu viral.

Related Videos

Kalian udh tau belum yang lagi rame kasus TAUFIK HIDAYAT seorang bejat yg nyiksa pacarnya sampe matanya hancur, kepala membengkak, BERNANAH hingga BERBELATUNG, dipukul & disiksa? BUAT CEWE2 HATI2 DLM MEMILIH COWO!! INI KRONOLOGINYA 👇 - Berawal saat YTR (Korban) kenal dengan Taufik Hidayat (Pelaku) di sebuah konser. Mereka kemudian menjalani hubungan pacaran - Di awal hubungan, Taufik bahkan sempat datang ke rumah YTR dan bertemu langsung dengan ibu & adiknya YTR. Saat datang YTR mengaku TH orang majalaya, sedangkan TH bilangnya orang ujung berung. Sejak saat itu keluarga sudah bingung & mulai curiga - Setelah itu YTR tiba2 menghilang dari 2024 setelah lebaran Idul Fitri. Keluarga panik & berusaha mencari keberadaannya - Keluarga curiga dan tetap mencari keberadaan YTR. Dua tahun itu waktu yang lama, mereka bahkan sempat membuat unggahan orang hilang sampai viral di instagram. Tapi setelah viral, YTR malah marah2 & meminta keluarga berhenti mencarinya. Beberapa saat setelah viral keluarga menerima pesan. YTR ngaku sedang kerja di Jakarta, sempat ngaku jg bahwa saat ini sudah tidak dengan TH dan nggak mau diganggu dulu - Dari situ keluarga jadi bingung. Di satu sisi mereka merasa ada yang nggak beres, tapi di sisi lain mereka juga mulai berpikir mungkin memang YTR sengaja menjauh dan nggak mau lagi berhubungan dengan keluarga. Namun, fakta sebenarnya terungkap bahwa YTR tidak pernah bekerja di Jakarta. Korban justru disekap dan dianiaya oleh pacarnya. Harta korban habis dikuras (motor, laptop, emas & tabungan korban habis), YTR disiksa - Sekarang keluarga baru tahu dan meyakini bahwa semua komunikasi itu terjadi dalam situasi tekanan. Selama dua tahun tersebut, Taufik terus berpindah-pindah kos. Ketika lingkungan mulai curiga dia langsung pindah. Pola itu terus berulang sampai keberadaan mereka sulit dilacak - Trus di kos terakhirnya, penjaga kos ngasih kesaksian bahwa sering terdengar tiap malam hantaman ke tembok - Kasus itu terungkap ketika pelaku meminta bantuan Resa (Penjaga Kos) untuk mengantar korban ke rumah sakit. Resa mengaku bersama korban di dalam taksi online, sementara terduga pelaku mengikuti naik sepeda motor. - Resa mengaku janggal karena disuruh pelaku agar mengaku sebagai saudara korban. Kemudian korban disuruh mengaku jatuh di kamar mandi - Setelah sampai di RSHS, Resa menjelaskan dipaksa pelaku untuk mengaku sebagai saudara dari korban. Namun, kali itu Resa menolak dan lebih memilih menjawab jujur - Akhirnya pihak rumah sakit meminta keluarga korban dihubungi. Rabu, 10 Juni jam 6 sore keluarga menerima telp dari rumah sakit terkait keberadaan YTR yang memprihatinkan - Disaat yang sama di RS, Resa mengaku malah diajak pelaku keluar dan diajak berkelahi. Setelah itu, pelaku langsung melarikan diri. Kemudian tidak lama keluarga korban datang dan melihat kondisi korban

JURU BICARA GEN Z

223,121 views • 3 months ago

Seorang bayi berusia empat bulan berinisial MZP diduga mendapat penolakan medis saat hendak berobat ke RSUD Karawang, Jawa Barat. Dalam video yang beredar disebutkan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (3/5) malam. Dalam video tersebut, ibu dari bayi itu mengatakan anaknya mengalami sesak napas. Bidan yang menangani sebelumnya menyarankan untuk dibawa ke RSUD. Namun sesampainya di rumah sakit bayi tersebut mendapat penolakan dengan alasan sudah penuh. Terkait masalah tersebut, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Karawang, dr. Parlindungan, mengakui pasien tersebut sempat datang ke IGD dan berkomunikasi dengan petugas medis. Namun karena kondisi IGD yang melebihi kapasitas, petugas pun menyarankan keluarga pasien mencari alternatif rumah sakit lain. Hal itu dilakukan agar pasien segera mendapatkan penanganan tanpa harus tertahan di IGD. Di malam itu, kata dia, BOR (Bed Occupancy Rate) di IGD RSUD Karawang hanya 30 bed, namun di lapangan petugas harus melayani hingga 50 pasien secara bersamaan. Kondisi ini pun memaksa tim medis bekerja ekstra keras demi memastikan seluruh pasien tetap tertangani. Kendati demikian, ia memastikan kejadian ini akan tetap menjadi bahan evaluasi serius untuk perbaikan sistem triase dan koordinasi dengan pemangku kepentingan. 📸: Dok. Istimewa, kumparan. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ ⁠ 📝: newsupdate | update | news | videonews | R158 | E164 | V183 #bicarafaktalewatberita #kumparan

kumparan

78,166 views • 4 months ago

Ayah Prada Lucky Murka ke Pemilik Akun Nafa Arshana, Tuduh Anaknya Punya Penyimpangan Seksual Suasana duka di rumah keluarga Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit TNI AD yang meninggal dunia diduga akibat penganiayaan seniornya, berubah menjadi tegang setelah beredar sebuah unggahan di media sosial yang dinilai memfitnah almarhum. Unggahan tersebut diduga dibuat oleh istri salah satu anggota TNI. Isinya menuding Prada Lucky memiliki “moral yang tidak ada” dan mengeklaim orientasi seksualnya menyimpang. Meski dalam unggahan itu disebut proses hukum terhadap pelaku tetap berjalan, pernyataan tersebut memicu kemarahan keluarga. Ayah almarhum, Sersan Mayor (Serma) Christian Namo, menegaskan bahwa tuduhan itu sama sekali tidak benar dan sangat melukai hati mereka. “Dia berani bilang anak saya tidak punya moral? Itu fitnah kejam. Saya sebagai ayah memastikan tidak ada penyimpangan seksual pada anak saya. Saya tahu betul bagaimana anak saya dibesarkan,” tegasnya di rumah duka. Christian tak bisa menerima fitnah tersebut muncul di saat keluarga masih berjuang menahan kesedihan. “Sudah meninggal saja masih diperlakukan seperti ini. Tidak cukupkah penderitaan kami? Ini bukan hanya soal nyawa, tetapi juga harga diri dan nama baik keluarga saya,” ujarnya dengan nada penuh amarah. Ia menilai unggahan tersebut bukan hanya menyerang pribadi almarhum, tetapi juga mempermalukan keluarga besar. “Saya punya keluarga besar, saya punya nama baik. Unggahan itu mempermalukan kami di depan banyak orang. Apa tidak ada rasa kemanusiaan sedikit pun?” katanya. Bagi Christian, sekalipun seseorang memiliki perilaku yang dianggap menyimpang, solusinya adalah pembinaan, bukan kekerasan yang merenggut nyawa. “Kalau pun ada yang dianggap tidak benar, harusnya dibimbing, diluruskan. Bukan dihabisi seperti ini. Anak saya mati bukan karena penyakit, tetapi karena penganiayaan,” ujarnya dengan suara bergetar. Ia mendesak pemilik akun untuk segera menghapus unggahan itu dan meminta maaf secara terbuka sebelum pemakaman anaknya.

PANDUGA.ID

44,245 views • 1 year ago

Berawal dari pulang kampung niat mau parkir mobil tapi kehalang motor pacar tetangga yang jam setengah 2 pagi masih pacaran di depan rumahnya. Saat kami pulang bukan memindahkan motor malah masuk ke rumah (bukti terlampir) lalu adik saya turun mengucapkan "assalamu'alaikum motornya pindahin dong tolong" tapi beliau beliau seperti sengaja ga nyaut dan tidak keluar dari rumah akhirnya kami memindahkan motornya namun sengaja di kunci stang, sehingga adik saya memindahkannya dengan susah payah di jam set 2 pagi. Kami berniat untuk "memindahkan kembali" setelah mobil terparkir namun sebelum ayah saya memarkirkan mobil sudah diteriaki "balikin ga motor gue kek semula!" oleh ibunya lalu tiba tiba anaknya memarahi dan memaki kami membawa bawa "bapak saya ketua rt" dan memukul adik saya terlebih dahulu tapi sekeluarga bahkan pacarnya playing victim dan teriak berkata mereka dipukul terlebih dahulu padahal saya memiliki bukti kuat namun keadilan di Indonesia ini tidak adil. Dari dahulu kami difitnah, ayah saya disiram air seember, bahkan saya beberapa kali dipepet mobil di jalan saya diam, dan bahkan saat ada persoalan pungli hingga warga meminta pencabutan sk RT kami diam (bukti terlampir) saya butuh orang yang membela keadilan dengan jujur karena kami semua tau bahwa banyak sekali yang tidak jujur dan pro kepada pihak sebelah dikarenakan mendapatkan "sesuatu" Bisa dilihat yang dipukuli bukan hanya kami tetapi tetangga sebelah kami pun juga dipukuli, dengan bukti sekuat ini tetap banyak sekali yang pro terhadap pihak sebelah, kenapa hukum di Indonesia ini tidak netral dan tidak adil? Saya menyampaikan ini di twitter karena ingin menyuarakan "KEBENARAN" karena banyaknya "KEBOHONGAN" yang terjadi seperti semalam ibu saya dan ayah saya berniat baik untuk menyelesaikan secara kekeluargaan namun ternyata pihak pelaku meminta "GANTI RUGI" karena mereka visum sebesar 1.4jt, harus mengganti handphone yang mana bukan hp tersebut yang digunakan si anak pada malam itu. Sayangnya karena keluarga mereka adalah RT dan si pacarnya adalah teman tongkrongan PENYIDIK (dilontarkan langsung oleh pacar nya di pertemuan semalam) sehingga bisa semena mena terhadap keluarga saya, karena tidak adanya keadilan tolong sekaliii untuk memberikan sanksi sosial kepada mereka sekeluarga. Apakah saya yang tidak memiliki privillege "KETUA RT" dan tidak memiliki relasi dengan penyidik tidak bisa mendapatkan keadilan? Bahkan di RS saat ibu saya visum pun mendapatkan perlakuan tidak baik dari salah satu penyidik satreskrim POLRES DEPOK

Nabilaaaaa

674,009 views • 6 months ago

Seorang oknum Satpol PP Surabaya diduga menghalangi jalannya mobil ambulans yang sedang membawa jenazah dari Rumah Sakit Umum Surabaya Medical Service (RS SMS) pada Rabu (23/9) sekitar pukul 19.00 WIB. Diketahui, ambulans tersebut merupakan milik BPJS Watch Surabaya yang sedang mengantarkan jenazah dan keluarga ke wilayah Sampang, Madura. Di tengah perjalanan, oknum Satpol PP tersebut tiba-tiba membuntuti ambulans, lalu mengetuk. Ketika sopir ambulans, Jeki membuka kaca dan menunjukkan sedang mengantar keluarga maupun jenazah, terjadi perdebatan. "Dipikir keluarga itu mau membantu mengawal, ternyata dia itu mengetok pintu ambulans dan menanyakan bahwasanya tidak boleh memainkan sirine sembarangan," kata Jeki saat dikonfirmasi, Jumat (25/9). "Ternyata setelah saya buka, dia kan juga sudah tahu isinya apa, tapi dia masih ngotot aja bahwasanya itu pasien atau keluarga seperti itu. Saya sendiri juga kurang tahu pertanyaannya kan nggak masuk logika juga," ujar dia. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Surabaya, Irna Pawanti, mengatakan pihaknya telah memanggil anggota tersebut. Dari keterangan yang diperoleh, anggota Satpol PP itu awalnya melihat kedua kaca spion ambulans dalam kondisi tertutup. Ia lalu berupaya mengejar dan memberi tahu pengemudi terkait kondisi kaca spion itu. Karena tidak ada respons, Dimas kemudian mengetuk kaca mobil ambulans. Ia meminta pengemudi mengecilkan suara sirene sekaligus menanyakan kondisi yang dibawa di dalam kendaraan tersebut. 📸: Dok. Istimewa. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ ⁠ 📝: newsupdate | update | news | videonews | R158 | R137 | E164 | V172 ⁠ #bicarafaktalewatberita #kumparan

kumparan

956,589 views • 3 days ago

Kasus dugaan perlakuan tidak menyenangkan yang dialami seorang mahasiswi asal Pekalongan oleh oknum driver transportasi online di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akhirnya berujung pada permintaan maaf dari pihak driver Sebelumnya, peristiwa tersebut viral di media sosial setelah korban mengunggah rekaman dan kronologi cekcok yang terjadi di depan kosnya, tepatnya di Jalan Rusunawa, Cambahan, Nogotirto, Gamping, Sleman. Dalam unggahan itu, korban mengaku mengalami adu mulut hingga dugaan perlakuan fisik dari sang driver saat masih berada di dalam mobil Pada hari yang sama setelah video tersebut beredar luas, driver yang bersangkutan menghubungi korban melalui sambungan telepon. Dalam percakapan tersebut, driver menyampaikan permintaan maaf dan mengakui kesalahannya. Ia beralasan tindakannya terjadi karena sedang berada dalam kondisi emosional dan tertekan Driver mengaku tengah menghadapi masalah ekonomi dan tekanan keluarga. Ia menyebut istrinya dalam kondisi hendak melahirkan, sementara dirinya tidak memiliki uang, sehingga emosi memuncak dan terbawa dalam interaksi dengan penumpang Selain menyampaikan permintaan maaf, driver tersebut juga meminta agar video yang telah diunggah korban ke media sosial diturunkan (take down). Namun, korban menolak permintaan tersebut Meski telah memaafkan secara pribadi, korban mengaku masih merasa sakit hati atas perlakuan yang dialaminya, terutama tindakan driver yang disebut sempat menarik kakinya ketika korban masih berada di dalam kendaraan. Korban menilai video tersebut tetap perlu dipertahankan sebagai bentuk pembelajaran dan pengingat agar kejadian serupa tidak terulang Menurut kalian, apa tindakan sanksi sosial ini harus berlaku terus walau sudah meminta maaf?

Never

37,870 views • 7 months ago

Keterangan dari pelapor: Hari ini, Jumat 5 Desember 2025, saya mengalami kejadian yang sangat tidak menyenangkan di pertigaan Sukun dekat RS Soepraoen, Kota Malang. Saya melintas menggunakan mobil bersama istri dan dua anak saya yang masih kecil. Saat itu kami memang tidak memiliki uang kecil di dalam mobil. Tiba-tiba, seorang pria berpakaian hitam berdiri di tengah jalan, meneriaki kami dengan kata-kata kasar, lalu memukul jendela mobil. Anak-anak saya langsung ketakutan. Saya turun dari mobil dengan niat menanyakan secara baik-baik mengapa kami diperlakukan seperti itu. Namun justru seorang rekannya yang berbaju putih ikut memprovokasi dengan ucapan yang tidak jelas. Kami menyimpulkan bahwa semua ini terjadi hanya karena kami tidak memberikan uang. Padahal selama ini, jika ada yang membantu lalu lintas secara sopan, kami selalu memberi dengan ikhlas. Bukan karena tidak mau membantu, tetapi hari ini memang kami kehabisan uang kecil. Yang kami sesalkan, kenapa ketidaksengajaan ini dibalas dengan cara yang menakutkan, arogan, dan meresahkan terlebih di depan anak-anak. Kami berharap pihak kepolisian dan Pemerintah Kota Malang bisa memberi perhatian serius agar kejadian seperti ini tidak terus berulang dan jalanan menjadi tempat yang aman bagi masyarakat, khususnya keluarga dan anak-anak. Kami berbagi ini bukan untuk mencari sensasi, tetapi agar kejadian serupa tidak menimpa orang lain. Semoga Kota Malang bisa semakin aman dan manusiawi untuk semua. . . 🎥 kiriman warga

Malang Raya Info

19,353 views • 9 months ago

Nurmala, guru kelas 6 di SD negeri Tirtajaya, Karawang, menjelaskan bahwa A, siswa yang diduga membully NER hingga membuat tangannya patah, memang dikenal usil pada teman-teman perempuannya. Ia menyebut A sebagai anak yang superaktif dan sering merasa senang saat menjahili teman sekelasnya. Meski begitu, A jarang bergaul dengan teman laki-laki dan lebih banyak berada di dalam kelas. Ia juga menyoroti sikap orang tua A yang kerap membela anaknya meski melakukan kesalahan. Menurutnya, hal ini membuat perilaku A terhadap teman-temannya menjadi kurang baik. Dalam hal prestasi, A pun tidak menonjol, berbeda dengan NER yang sering meraih juara di berbagai lomba tingkat kabupaten dan aktif mengikuti les. Pihak sekolah sebenarnya telah mencoba memediasi kedua keluarga bersama PGRI dan Korwil. Namun, keluarga korban memilih menempuh jalur hukum karena menilai tidak ada itikad baik dari keluarga terduga pelaku. Orang tua A pun berpendapat bahwa kejadian tersebut tidak terjadi pada jam sekolah, sehingga keputusan akhir berada di tangan keluarga korban. 📸: Dok. kumparan, Istimewa, Shutterstock/Ilustrasi. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #focus #siswasdkarawang #news #videonews #siswi #sekolah #pelaku #korban #perundungan #infokarawang #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan

kumparan

17,814 views • 10 months ago