Video yükleniyor...

Video Yüklenemedi

Ana Sayfaya Dön

Sederhana tapi Bermamfaat 🔻 Terapi Melipat Lidah Keatas Langit Langit Mulut dapat mencegah dan mengobati berbagai penyakit

24,933 görüntüleme • 1 yıl önce •via X (Twitter)

11 Yorum

́𝐌𝐄_ 🌿 profil fotoğrafı
́𝐌𝐄_ 🌿1 yıl önce

Masya Allah, sepele tapi banyak manfaat nya

Dina handiny profil fotoğrafı
Dina handiny1 yıl önce

Oh ternyata begitu ya bermanfaat sekali ini paparannya

@magneto profil fotoğrafı
@magneto1 yıl önce

Pengamal dzkir Tarekat Qadariah Wa Naqsabandiyah melakukannya sepanjang waktu ini.

Naveen Sankar S profil fotoğrafı
Naveen Sankar S1 yıl önce

🌱 The gut-lung axis may hold the key to managing asthma, COPD, and ARDS. Explore how gut health may influence respiratory diseases and the future of targeted therapies. Check out the latest research at #GutLungAxis #Microbiome #LungHealth #health #news

B0zzv4nc1 profil fotoğrafı
B0zzv4nc11 yıl önce

Tak praktekan dulu om

Quothetic profil fotoğrafı
Quothetic1 yıl önce

Mau coba juga ah nanti kak

Atika profil fotoğrafı
Atika1 yıl önce

wahh terimakasih informasinya, bole hbuat dicoba ya inii

Mojo_real profil fotoğrafı
Mojo_real1 yıl önce

wah jadi tau nih terima kasih

D A R K 🪨 profil fotoğrafı
D A R K 🪨1 yıl önce

bolehh juga di coba

&i profil fotoğrafı
&i1 yıl önce

Baru tau gua Kebiasanku ternyata ada manfaatnya hihi

Preman Twittter profil fotoğrafı
Preman Twittter1 yıl önce

gmna caranya itu cuy

Benzer Videolar

Warga di sejumlah wilayah Lampung dibuat heboh dengan kemunculan benda bercahaya yang melintas di langit pada Sabtu (4/4/2026) malam. Fenomena yang disebut-sebut mirip meteor itu terlihat sangat terang, melaju cepat, lalu menghilang dalam hitungan detik. Berdasarkan pantauan warga, benda bercahaya tersebut tampak membelah langit dengan cahaya kebiruan disertai ekor cahaya yang cukup panjang. Penampakannya yang jelas dan berlangsung singkat sontak menarik perhatian warga yang tengah beraktivitas di luar rumah. Sejumlah warga bahkan sempat mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel, kemudian membagikannya ke media sosial. Dalam waktu singkat, video dan foto penampakan benda bercahaya itu viral dan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat. Rudi (34), warga Bandar Lampung, mengaku melihat langsung peristiwa tersebut saat berada di luar rumah. Menurutnya, cahaya yang muncul sangat terang dan bergerak dengan cepat di langit. “Tiba-tiba ada cahaya terang sekali melintas cepat di langit. Awalnya saya kira pesawat jatuh atau apa, tapi bentuknya seperti meteor, ada ekornya,” ujarnya. Hal serupa disampaikan Siti Aminah (29), warga Lampung Selatan. Ia mengatakan, kemunculan cahaya tersebut sempat membuat dirinya dan keluarga panik karena datang secara tiba-tiba. “Saya sedang di halaman rumah, lalu melihat cahaya terang melintas. Anak-anak sampai berteriak karena kaget. Baru kali ini melihat kejadian seperti itu,” katanya. Sementara itu, Dedi Kurniawan (41), warga Pesawaran, menyebut benda bercahaya tersebut terlihat cukup jelas meski hanya berlangsung singkat. “Cahayanya terang sekali, lalu hilang begitu saja. Banyak tetangga juga keluar rumah karena penasaran,” ucapnya. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai fenomena tersebut. Namun, sejumlah warga menduga benda bercahaya itu merupakan meteor yang memasuki atmosfer bumi dan terbakar sebelum mencapai permukaan. Fenomena benda langit seperti meteor memang sesekali dapat terlihat, terutama saat kondisi langit cerah. Meski demikian, kemunculannya yang mendadak tetap membuat warga terkejut dan menjadi perbincangan hangat di berbagai media sosial.

CREEPY ROOM

51,687 görüntüleme • 3 ay önce

▶️ KETAHUILAH! DUA SYARAT TURUNNYA REZEKI DARI LANGIT DAN BUMI Setiap orang ingin rezekinya lancar, hidupnya cukup, dan hatinya tenang. Namun, Allah sudah memberi tahu dalam Al-Qur’an bahwa ada syarat agar keberkahan rezeki itu turun kepada kita. Allah menjelaskan bahwa kunci turunnya keberkahan dari langit dan bumi adalah iman dan takwa. Bukan sekadar usaha dunia, tapi juga kedekatan kita kepada Allah. Allah ﷻ berfirman: وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS Al-A‘rāf [7]: 96). Iman membuat hati yakin kepada Allah, dan takwa membuat kita taat serta menjauhi larangan-Nya. Inilah sebab datangnya rezeki yang berkah dan mencukupi. Sebaliknya, ketika manusia berpaling dari iman dan takwa, keberkahan bisa dicabut. Mari perbaiki iman dan tingkatkan takwa. Karena rezeki yang paling baik bukan hanya banyak, tapi berkah dan membawa kebaikan. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang beriman, bertakwa, dan dilimpahi keberkahan rezeki. Amin. Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb. __ ♻️ Silahkan disebarluaskan 🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin #khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah

Khalid Basalamah Official

20,966 görüntüleme • 5 ay önce

Kemerdekaan Malaysia telah lebih setengah abad, justeru cara kita berfikir juga seharusnya bergerak sesuai dengan zaman. Usah terus menanam bibit prasangka kaum yang berlebihan, terutamanya melibatkan pembaharuan semula kawasan-kawasan perumahan di bandar-bandar kerana yang akan menerima akibatnya adalah fabrik sosial masyarakat. Kita juga mengakui dan sedia maklum bahawa tidak ada undang-undang yang sempurna, termasuk rancangan memperbaharui bandar. Lantas, di Parlimen saya tegaskan bahawa kita terbuka dan bersedia memperbaiki, menambahbaik, dan menyempurnakan tatacara agar kita dapat menangani masalah miskin bandar dan perumahan daif dengan lebih berdampak. Saya bersikap senang dengan wacana yang ada melibatkan akta ini. Namun, jangan kita kelirukan masyarakat dengan dakyah dan naratif perkauman. Jika isunya adalah kadar ambang, tawarkan alternatif. Dan sekiranya isunya melibatkan ‘gentrification’, maka usul dan bahaskannya dengan penyelesaian yang lebih terangkum. Bukan terus-terusan menghambur kebencian kaum. Kuasa yang ada mesti dihalakan ke arah mengangkat taraf hidup dan kesejahteraan rakyat. Kita lekas berbangga dengan barisan pencakar langit dan mercu tanda di sekitar kota, gedung-gedung megah mengelilingi bandar tapi sekiranya kita pejamkan mata dan bungkam kepada masalah di depan mata, maka ia adalah puncak ketidakadilan yang nyata. Mari bersama kita semangati kemerdekaan dengan berikhtiar sebaiknya dan cari jalan yang munasabah agar dapat kita natijahkan keadilan dan kemakmuran bersama.

Anwar Ibrahim

10,489 görüntüleme • 10 ay önce

7 CARA MENINGGIKAN BADAN DENGAN SEHAT DAN OPTIMAL 1.⁠ ⁠Tidur Cukup Kekurangan tidur dapat menurunkan produksi human growth hormone (hGH) yang merupakan hormon yang berperan mengoptimalkan pertumbuhan tinggi anak yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis. Disisi lain, hormon ini akan diproduksi optimal dalam tubuh pada malam hari. 2.⁠ ⁠Gizi Seimbang Konsumsi makanan yang kaya akan kandungan kalsium dan vitamin D sangat bagus untuk pertumbuhan tulang. Asupan vitamin D dapat Anda peroleh pada ikan tuna, salmon, kuning telur, susu fortifikasi, dan berbagai makanan lainnya. Untuk mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh, makanan yang anak konsumsi harus mencakup buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, protein, produk susu. 3.⁠ ⁠Rutin Olah Raga Optimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak dengan rutin olah raga. Olahraga dapat menstimulasi hormon pertumbuhan dalam tubuh yang mengoptimalkan pertumbuhan badan. Selain itu, olah raga dapat memperkuat otot dan tulang pada tubuh yang berkaitan dengan pertumbuhan tinggi badan. Lakukan olahraga yang dapat meninggikan badan, seperti: Berenang, bersepeda, basket. 4.⁠ ⁠Jaga Postur Tubuh Postur tubuh seseorang berpotensi semakin membungkuk seiring bertambahnya usia. Tubuh yang membungkuk dapat memengaruhi tinggi badan yang sebenarnya dimana seseorang terlihat lebih pendek. Oleh karena itu, perhatikan cara Anda berdiri, duduk, dan tidur. 5.⁠ ⁠Optimalkan Kesehatan Anak Penyakit pada anak dapat menyebabkan penurunan nafsu makan yang berpengaruh pada asupan gizi dan nutrisi yang pada akhirnya memperburuk pertumbuhan anak. Pastikan kesehatan anak dalam kondisi yang baik, terjaga, dan optimal. Gangguan penyakit atau keluhan kesehatan yang tidak membaik pada anak dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Ketika anak mengalami keluhan kesehatan, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan nafsu makan yang berpengaruh pada asupan gizi dan nutrisi, yang pada akhirnya membuat pertumbuhan anak menjadi memburuk. Jika kesehatan anak terganggu, segera lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengatasi kondisi tersebut. 6.⁠ ⁠Hindari Obat yang Menghambat Pertumbuhan tubuh Gangguan pertumbuhan tinggi anak bisa terjadi akibat penggunaan obat-obatan seperti penggunaan steroid jangka panjang, pengobatan kemoterapi, atau radiasi. Obat-obatan tersebut dapat menyebabkan gangguan tinggi anak karena mempengaruhi pertumbuhan tulang. 7.⁠ ⁠Konsumsi Suplemen dengan Cermat Setelah masa pertumbuhan selesai, penambahan tinggi badan tidak dapat terjadi lagi. Oleh karena itu, hindari konsumsi suplemen yang menjanjikan penambahan tinggi badan berlebihan. Orang dewasa atau orang tua disarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D atau kalsium untuk mengurangi risiko osteoporosis. Cita-citamu boleh tinggi, tapi jangan lupa tinggi badanmu. Tinggikan badanmu setinggi cita-citamu.

dr. Gamal

23,829 görüntüleme • 2 yıl önce

Ada yang bilang, kekuasaan merusak. Tapi lebih benar bila dikatakan: kekuasaan membuka siapa kita sebenarnya. Dulu, kita mengenalnya sebagai lelaki sederhana dari Solo. Gaya bicaranya pelan, sering terlihat kikuk, tapi memikat. Ia membangun citra sebagai pemimpin yang lahir dari rakyat, berbicara seperti rakyat, dan berpihak pada rakyat. Tapi hari lalu, lelaki itu duduk di puncak kekuasaan, dan kita seperti mendengar dua suara darinya: satu yang dulu menyapa dengan gaya santun dari Balai Kota, dan satu lagi yang kini membentak dari Istana. Apa yang menjadikan seorang Jokowi berubah demikian drastis? Atau, barangkali, ia tidak berubah sama sekali—kita saja yang dulu belum cukup mengenalnya. Nilai-nilai tak turun dari langit. Ia dibentuk oleh pengalaman, lingkungan, dan lebih dulu lagi: keluarga. Rumah adalah ruang paling sunyi tempat seseorang belajar apa arti kebenaran, apa makna kejujuran, dan bagaimana bersikap terhadap kekuasaan. Jika seorang anak tumbuh dalam rumah yang memperlakukan kebohongan sebagai cara bertahan hidup, maka besar kemungkinan ia akan menjadikan dusta sebagai alat, bukan aib. – “The subconscious mind is formed by observing others, especially during childhood. Most people don’t realize they’re just replaying a program installed by their family.” Konon, masa kecil Jokowi dekat dengan lingkungan ideologis yang tidak bertumpu pada iman sebagai fondasi nilai. Narasi ini memang tidak pernah dikonfirmasi dengan jujur, tapi juga tidak pernah dibantah dengan tegas. Bukan berarti setiap orang yang tumbuh di sekitar ideologi kiri niscaya kehilangan moral, tidak. Tapi jika dalam rumah itu nilai-nilai agama hanya menjadi tempelan sosial—bukan keyakinan batin—maka “dosa” tak punya tempat dalam logika hidup. Dalam logika itu, yang benar bukan yang jujur, melainkan yang berhasil. Dan kita tahu, Jokowi berhasil. Tapi dengan ongkos mahal: hilangnya kepercayaan publik. Ia pernah berjanji tak akan mengangkat anak dan menantunya dalam politik. Hari ini, satu jadi wakil presiden, satu lagi menuju kursi gubernur. Ia pernah bilang tak akan ikut cawe-cawe soal pilpres. Tapi kita tahu betapa kuat bayangannya dalam setiap putusan Mahkamah Konstitusi, KPU, bahkan dalam framing media. Berbohong bukan lagi kegagalan moral. Tapi metode kekuasaan. Tapi kenapa? Barangkali karena sejak awal ia tidak pernah menganggap kebohongan sebagai bentuk pengkhianatan. Barangkali sejak kecil, dalam rumahnya, kebenaran adalah apa yang berguna. Agama? Mungkin hadir sebagai formalitas. Nilai? Mungkin tak lebih dari strategi. Maka ia pun tumbuh menjadi manusia politik tanpa beban akhlak. Berjanji tanpa niat menepati. Berucap tanpa takut dilangitkan. Kita menyaksikan seorang pemimpin yang tidak hanya ingkar, tapi tak merasa bersalah. Seolah ia tak tahu bahwa kata adalah amanah. Dan barangkali ia memang tak pernah diajari begitu. Dalam dunia di mana iman adalah fondasi moral, berbohong adalah dosa. Dalam dunia tanpa itu, bohong hanyalah taktik. Kita tidak dilahirkan dengan akhlak. Kita menyerapnya. Dan apa yang diserap Jokowi—entah dari rumah, entah dari sejarah—telah membentuknya menjadi sosok yang kini kita kenal: presiden yang tak pernah benar-benar jujur. Dan seperti kata seseorang yang sudah lama berhenti berharap: kita bukan sedang menyaksikan seorang pemimpin yang jatuh, tapi seseorang yang akhirnya memperlihatkan wajah aslinya. Copas pak Ali Syarief - アリ・シャリーフ

Ommi de Queen👑

10,814 görüntüleme • 1 yıl önce

‼️ URGENT ‼️ PLS HELP RT 🥹🥹🥹 🇵🇸🇵🇸🇵🇸 OPEN DONASI UNTUK DOKTER DI GAZA DAN IBUNYA YANG HARUS EVAKUASI UNTUK MENDAPATKAN BANTUAN MEDIS 🙏🙏🙏 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Situasi di Rafah, Gaza semakin memanas. Rafah yang awalnya disebut sebagai tempat aman oleh IDF kini menjadi target agresi militer. Krisis pangan, air, ancaman serangan setiap waktu, serta rusaknya fasilitas kesehatan di Gaza semakin menambah penderitaan saudara-saudara kita di Gaza. Dr. Oday Abu Rukba (IG:oday_abu_rukba) adalah seorang dokter spesialis diagnostik radiologi yang berusia 27th dan telah menjadi relawan di Rumah Sakit Al Aqsa sejak 7 Oktober. Dokter Oday Abu Rukba dan keluarganya saat ini berada di Rafah dan membutuhkan bantuan kita untuk evakuasi ke Mesir demi mendapatkan pengobatan khusus. Dokter Oday menderita sindrom nefrotik MCD, penyakit ginjal yang membutuhkan penanganan dan obat khusus, "Rituximab" dengan kisaran harga $1000 (15-16jt rupiah) per dosis, yang saat ini tidak tersedia di Gaza . Setidaknya Dokter Oday membutuhkan 4 dosis hingga terapi berikutnya bulan depan. Selain itu, ibu dari Dokter Oday, Soha, adalah seorang penyintas kanker payudara yang saat ini sedang masa remisi dan masih membutuhkan pemindaian rutin dan pengobatan dengan Letrozole untuk mencegah kankernya kambuh kembali. Dan lagi-lagi mereka tidak dapat mengaksesnya di Gaza. Sedang untuk evakuasi ke Mesir mereka membutuhkan biaya sebesar $5000/orang. Saat ini mereka tinggal di tenda dengan 11 anggota keluarga lainnya, termasuk ayah Dr. Oday, Zakaria. Saudara laki-laki dokter Oday, Amr dan istrinya Abeer, serta 2 anak mereka, Zakaria dan Solaf (newborn). Saudara laki-laki dokter Oday, Abdulrahman dan istrinya, Ala serta anak mereka, Noor. Serta 3 orang saudara Dokter Oday yang lainnya, Mohammed (25), Lama(17) dan Lona (15). Dengan membantu mereka evakuasi keluar dari Gaza, kita berharap dokter Oday dan Ibunya bisa mendapatkan pengobatan yang layak, serta keluarga mereka bisa ber-Ramadhan dengan tenang. 📝Bantuan donasi dan hadiah terbaik bisa disalurkan melalui: BRI 0647 0101 0146 531 An. Egidya Vita Pertiwi (Kami kumpulkan lalu transfer ke backabuddy Dokter Oday Abu Rukma) 📍Donasi langsung ke sini:

Irf

28,315 görüntüleme • 2 yıl önce

Catatan Kecil dari Jogjakarta “Sang Surya yang Tetap Bersinar” Dua hari lalu, dalam perjalanan singkat ke Yogyakarta untuk kunjungan keluarga, langkahku terhenti di depan sebuah tempat yang dulu begitu besar dalam dunia kecilku , SD Muhammadiyah 1 Bausasran. Sekolah ini berdiri tahun 1917, satu tahun sebelum Muhammadiyah resmi berdiri pada 1918. Saat kecil, aku belum memahami makna sejarah itu. Tapi hari ini, ketika berdiri lagi di depannya, rasanya seperti berdiri di depan pintu sebuah peradaban pendidikan yang lebih tua dari usiaku, lebih tua dari zaman yang kuhuni. Ketika bersekolah di sana selama 6 tahun masa kecilku, bangunannya masih gedung tua peninggalan pemerintah Hindia Belanda , dibangun untuk anak-anak pribumi. Megah dalam kesunyian, kuno, sakral, dan penuh energi masa silam. Di situlah anak-anak didikan Muhammadiyah ditempa sebelum kelak, beberapa di antara mereka, menjadi tokoh-tokoh besar bangsa. Dan salah satu alumni paling mulianya adalah KH. AR Fachruddin (Pak AR), Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang disegani, dihormati, dan dikenang sebagai sosok bersahaja penuh hikmah. Menyadari bahwa aku pernah duduk dan dididik di sekolah yang sama dengannya menghadirkan rasa haru yang tidak bisa diterjemahkan dengan kata. Bukan soal sejajar dan setara, karena tentu aku tak sehebat beliau, tetapi soal garis sejarah yang diam-diam , ternyata menghubungkan murid kecil ini dengan sosok teladan besar. Aku masih ingat kebiasaan lamaku: menengadah ke langit-langit kelas, memandangi kasau-kasau kayu jati kuno yang beberapa di antaranya ditulisi angka 1917. Ada rasa kagum sekaligus kecil: “Ternyata tempat ini lebih dulu hidup, jauh sebelum aku datang mempelajari huruf pertama.” Namun, perjalanan waktu tak selalu lembut. Gempa besar yang melanda Yogyakarta tahun 2006 meluluhlantakkan bangunan bersejarah itu , runtuh menjadi puing, tanpa bisa diselamatkan. Dan yang kutemui tahun 2025 adalah bangunan baru, struktur baru, cat baru, ruang baru. Tetapi getaran itu tetap sama. Kesuciannya tidak hilang. Kenangannya tidak rubuh bersama tembok-tembok tua itu. Justru ia berdiri lebih utuh: di hati. Di halaman sekolah, aku berbincang sejenak dengan Ibu Supartiningsih, kepala sekolah hari ini, sementara dari kejauhan terdengar latihan marching band. Sekilas, seperti melihat bayangan diri sendiri tahun 1980: seragam gagah berumbai melekat di tubuh kecilku, tongkat komando bergemerincing di tangan, dan langkah maju yang sedikit gugup, namun tetap maju. Aku pernah jadi majorette marching band SD Muhammadiyah ketika itu. Dalam perjalanan pulang, tanpa direncanakan, mulut ini kembali menyanyikan Mars Sang Surya , lagu pertama yang kuhafal tanpa jeda, tanpa lupa. Ternyata lagu itu bukan sekadar hafalan sekolah. Ia adalah simpul memori: optimisme, keberanian, dan keyakinan bahwa kebenaran tidak perlu berteriak , cukup tetap ada. Tetap jujur. Tetap berdiri. Anda bisa mendengar suara saya yang bergetar menyanyikannya, haru dan bangga, menjadi bagian dari sebuah entitas besar, Muhammadiyah. Kunjungan singkat ini bukan nostalgia kosong. Ini pengingat sunyi bahwa nilai, keyakinan, dan keberanian yang ditanam sejak kecil tidak pernah hilang, bahkan ketika gedungnya runtuh atau zaman berubah. Salam Takzim dr.Tifauzia Tyassuma,

Dokter Tifa

23,728 görüntüleme • 7 ay önce

Bismillah, ini Ririe istrinya Ibam, baru recover akun ini 🙏🏼 Terimakasih doa & support untuk Ibam sekeluarga yang sedang berjuang melewati masalah hukum saat ini.. Berikut cuplikan video cerita Ibam, perkenankan juga aku sebagai istri cerita soal yang keluarga kami alami.. 📝 Aku mengenal Ibam sejak 2010 ketika dia sedang kuliah beasiswa di Eropa. Setahun kemudian kami menikah dan nekat memulai hidup baru dari nol di Belanda. Di awal pernikahan kami, Ibam bekerja sebagai software engineer di perusahaan AI logistik di Rotterdam, sementara aku lanjut kuliah S2 di Tilburg pada tahun 2013. Jujur, kami memulai pernikahan dengan penuh keterbatasan. Akad nikah dan resepsi kami juga sederhana di rumah supaya bisa berhemat. Sesampainya di Belanda, we had to build everything on our own karena keluarga kami bukan yang bisa "menyuntik" dana kapanpun kalau kami ada kekurangan. Ketika aku mulai kuliah, kami pindah ke kota kecil, Dordrecht. Di sana kami berbagi satu rumah kecil mungil dengan keluarga lain. Semua demi berhemat uang untuk bayar kuliahku. Tapi alhamdulillah, atas izin Allah, di tengah keterbatasan itu, aku lulus S2 dan kami dikaruniai kehamilan anak pertama. Dari masa-masa sulit itu, aku mengenal satu hal pasti tentang suamiku: Ibam adalah pekerja keras dengan integritas tinggi. Dia sangat detail, perfeksionis, dan selalu berjalan lurus sesuai aturan. Ngga pernah neko-neko. Tahun 2016, kami berada di persimpangan jalan. Sahabatnya mengajak Ibam pulang ke Indonesia untuk membantu Bukalapak. Berat sekali rasanya meninggalkan Belanda yang sudah nyaman. Tapi setelah diskusi panjang dengan keluarga, kami memutuskan untuk pulang. Di Indonesia, Ibam mencurahkan seluruh tenaganya untuk membangun tim engineering di sana. Dia selalu semangat kalau cerita soal ketemu pelapak dan gimana mereka terbantu pakai aplikasi yang timnya bangun. But, as his wife, aku juga melihat ada harga yang harus dibayar: kesehatannya. Ibam memang punya riwayat jantung bawaan dari Ibu dan Kakeknya. Jantungnya selalu berkerja ekstra keras, detaknya selalu di atas 105 bpm walau sedang istirahat. Yang tadinya di Belanda ngga pernah sakit-sakitan, sejak balik ke Indonesia setiap tahun selalu saja ada penyakit berat yang datang dan perlu macam-macam operasi dan rawat inap. Puncaknya di tahun 2023, tubuhnya seakan kasih sinyal mau kolaps. Siang hari ketika sedang kerja, Ibam tiba-tiba muntah-muntah dan oleng tidak bisa jalan. Kami segera bawa Ibam ke UGD. Alhamdulillah, kondisinya bisa distabilkan. Beberapa bulan kemudian setelah di MRI, ternyata Ibam kena stroke ringan yang merusak saraf vestibularnya. Sejak itu aktivitasnya mulai terhambat. Belum lagi, setahun sebelumnya dia juga didiagnosa diabetes, yang juga turunan dari keluarganya. Jujur, aku tidak paham apakah semua penyakit ini saling berkaitan atau tidak, karena aku bukan dokter. Yang jelas, as someone closest to him, I can see that Ibam has not been physically well for the past few years. Mundur sedikit ke Desember 2019. Waktu itu Ibam dapat tawaran dari Facebook di Inggris. Setelah bolak-balik wawancara ke London, he got the offer. I still remember how happy he was when he told me about it. Sebagai istri yang waktu itu sedang hamil anak kedua, aku sudah membayangkan akan melahirkan dan membesarkan anak-anak kami di sana. Tapi di saat bersamaan, Ibam dihubungi tim yang sedang bantu-bantu Kemendikbud. Mereka punya visi besar soal aplikasi untuk pendidikan Indonesia. Ibam galau. Tapi setelah ngobrol dengan mereka, dia cerita ke aku: "Kalau Facebook, 5-10 tahun lagi insya Allah masih ada. Tapi kesempatan bantu pemerintah dan pendidikan lewat teknologi kayak gini, langka banget rasanya. Ilmuku bangun aplikasi insya Allah bisa lebih bermanfaat buat banyak orang dengan kita tetap di Indo dan bikin aplikasi buat pendidikan Indonesia." Dan yang bikin kami lebih yakin, tim itu bilang semua biaya konsultan ditanggung sebuah yayasan dan ngga akan membebani negara sama sekali. Dengan bismillah dan istikharah, kami menolak London. Meski penghasilan jadi turun, kami yakin rezeki sudah diatur Allah. We said goodbye to London. Tahun berganti. Ibam bekerja sebagai konsultan eksternal kementerian sejak Januari 2020. Setelah kondisi kesehatannya makin nurun pasca stroke ringan, Ibam curhat ke aku kalau dia ingin resign. Dia ingin bangun startup sendiri sama temannya supaya bisa kerja sambil bedrest dari rumah. Di Juli 2024, setelah nabung dan kumpulin modal, mimpi sederhana itu akhirnya dimulai. Dia resign dan bikin startup AI yang support kesehatan mental. Tapi mimpi itu ngga bertahan lama. Tanggal 23 Mei 2025, hidup kami berubah drastis. Hari itu, ngga ada angin ngga ada hujan, rumah kami digeledah oleh APH (Aparat Penegak Hukum). Seumur hidup, belum pernah aku gemetar ketakutan seperti itu. Melihat petugas berseragam loreng hijau dan tim penyidik ada didalam rumah kami dengan jumlah yang ngga sedikit. Dengkul rasanya mau copot. Apa yang mereka tuduhkan terhadap Ibam? Tindak Pidana Korupsi yang merugikan negara. Rasanya seperti disambar petir. Ini kaya mimpi! Mustahil Ibam korupsi. Aku istri yang selalu bisa akses semua rekeningnya. Tidak pernah ada "uang kaget" atau dana ghaib masuk. Semua murni dari gajinya. Rasanya saat itu juga aku ingin langsung menyodorkan mutasi rekening kami ke para penyidik dan bilang, "Silakan cek, Pak!" Tidak ada yang kami tutupi. Lagipula, kalaupun Ibam dituduh merugikan negara, di bagian mana dia punya wewenang untuk ambil keputusan? Ibam selalu serahkan keputusan ke kementerian, he never had any authority to decide. Juli 2025, mimpi buruk itu menjadi nyata. Ibam ditetapkan sebagai tersangka. Aku menangis sejadi-jadinya, membayangkan nasib anak-anak kami. Coba bayangkan. Ibam itu posisinya cuma konsultan eksternal. Bukan pejabat, bukan PNS, apalagi pengambil keputusan. Tapi anehnya, dia malah dituduh "mengarahkan pengadaan" oleh para pejabat. Padahal dari awal Ibam kasih masukan tertulis untuk Windows juga, bukan cuma Chromebook. Dan sudah wanti-wanti kalau mereka mau pakai Chromebook ada risiko yang mereka perlu pastiin dulu. Tapi wanti-wantinya ngga didengar. Pejabat tetap jalan dengan keputusan mereka sendiri. Dan ketika jadi perkara, malah Ibam yang disalahin. Logikanya, kalau ada niat jahat untuk mengarahkan, kenapa mesti wanti-wanti soal risikonya? Ibam sudah berbuat layaknya seorang konsultan, kasih masukan objektif lalu serahkan keputusan ke pejabat. Yang lebih bikin nyesek, namanya dicatut di dalam SK dan kajian yang Ibam sendiri nggak pernah lihat wujudnya sampai kasus ini meledak. Di kajian itu ada kolom tanda tangan banyak orang dan kolom Ibam jelas-jelas kosong, tapi dia tetap dituduh yang nyusun kajiannya. Sekarang, Ibam jadi tahanan kota karena kondisi jantungnya yang rentan. Kami kehilangan segalanya. Ibam kehilangan pekerjaan, startup-nya berhenti dan harus layoff semua karyawan, dan keluarga kami kehilangan sumber nafkah. Tabungan kami sekarang hampir habis. Aku yang hanya ibu rumah tangga sekarang harus berdiri tegak mencari keadilan, termasuk mencari kuasa hukum yang sebisa mungkin pro bono karena kami ngga sanggup bayar pengacara Tipikor yang biayanya selangit. However, I truly believe there will always be a silver lining in everything, and Allah’s plan is always the best. Mungkin ini cara Allah mau menaikkan derajat Ibam di sisi-Nya. Di balik status tersangka ini, aku tahu integritas suamiku tak pernah berubah sejak kami susah payah di Belanda dulu. Aku memohon doa dan dukungan dari teman-teman semua untuk membagikan dan menyuarakan ketidakadilan ini. Semoga Ibam diberikan kebebasan dan keadilan. Semoga kami dan anak-anak bisa kembali hidup normal, dan badai ini segera berlalu. Allahumma aamiin.

Ibrahim Arief

513,667 görüntüleme • 7 ay önce

Sebagai orang awam di Indonesia, melihat semua ini sering kali membuat kita hanya bisa mengelus dada. Kita marah, geram, sedih, dan merasa tidak berdaya. Kutukan demi kutukan dari berbagai negara seolah hanya menjadi angin lalu tanpa bisa menghentikan aksi brutal Zionist Israel. Sebagai warga sipil yg awam, wajar jika masyarakat banyak yg bertanya-tanya, apa yg bisa mereka lakukan ? Sebenarnya emosi tersebut bisa di ubah menjadi energi untuk melakukan tindakan yg terukur dan berdampak. Karena walaupun tidak bisa mengangkat senjata atau pergi ke garis depan, tapi masyarakat punya kekuatan kolektif yg besar jika disatukan. Misalnya, • Berdonasi lewat jalur yg dipercaya jujur & mampu menyalurkan bantuan bagi penduduk Palestina. • Boikot cerdas dan terarah terhadap produk atau perusahaan yg secara terang-terangan mendanai atau mendukung agresi militer terbukti memberikan tekanan ekonomi. Jangan kendor kampanyekan aksi boikot. Ikuti panduan gerakan Kampanye BDS (Boycott, Divestment, Sanctions) yg diakui secara global agar boikot yg dilakukan efektif dan tepat sasaran, bukan sekadar ikut-ikutan. • Jadilah "Jurnalis Dadakan" di medsos. Jangan biarkan algoritma menenggelamkan isu ini. Terus bagikan berita dari sumber yg valid, edukasi orang-orang di sekitar dan suarakan kebenaran. Tekanan publik global di media sosial sangat ditakuti karena dapat menghancurkan narasi palsu. • Doa berjamaah menggalang kekuatan langit. Jangan pernah meremehkan kekuatan doa. Di tengah segala keterbatasan kemampuan fisik, doa adalah dukungan spiritual yg menyatukan hati dengan penderitaan mereka. Hal terakhir yg jangan pernah kita lengah dan letih adalah melakukan segala upaya apapun untuk mendorong pemerintah Indonesia melakukan hal-hal berikut, • Alih-alih bergabung dalam BoP Trump, pemerintah Indonesia harus mendesak PBB dan komunitas internasional agar jangan cuma “Omon-Omon” menetapkan “Resolusi Damai” yg berkali-kali diabaikan Zionist Israel, tetapi mendorong sanksi nyata seperti embargo senjata dan sanksi ekonomi terhadap Israel. • Mendesak pemerintah untuk terus mendukung dan memperkuat gugatan di Mahkamah Internasional (ICJ) dan Pengadilan Pidana Internasional (ICC) utk menuntut para pejabat dan komandan militer yg bertanggung jawab atas kejahatan perang dan genosida. Ini bagian dari hukum internasional harus ditegakkan. • Pemerintah harus didesak utk menggalang "Koalisi Negara Selatan". Sebagai negara besar Indonesia harus memimpin dan menggalang kekuatan negara-negara berkembang (Global South) dan negara mayoritas Muslim untuk bersatu. Jika negara-negara ini memutus hubungan dagang tertentu atau melakukan blokade diplomatik secara serentak, dampaknya akan sangat terasa. • Meminta pemerintah melakukan aksi Kemanusiaan Internasional sekaligus nendorong pemerintah untuk terus mengirimkan bantuan logistik skala besar, seperti mengirimkan Kapal Rumah Sakit TNI ke perbatasan, atau mengupayakan jalur khusus (airdrop atau jalur darat via Yordania/Mesir) secara berkelanjutan. Perjalanan untuk mencapai keadilan mungkin masih panjang. Namun, masyarakat dunia harus ingat bahwa diamnya orang baik adalah senjata paling mematikan bagi pihak penindas. Ini bukan konflik agama, ini adalah genosida, kejahatan kemanusiaan yg terlalu dahsyat kejamnya. Mari ubah rasa sedih, geram dan marah kita menjadi aksi nyata. Sekecil apa pun langkah kita, baik itu membagikan satu berita, menyumbang sedikit rezeki, atau menyuarakan tuntutan kepada pemerintah, itu adalah bagian dari sejarah yg sedang kita perjuangkan demi kemanusiaan.

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

11,859 görüntüleme • 4 ay önce

Maguwoharjo Membara! Ribuan Sleman Fans 'Hijaukan' Jalanan Menuju Final Kontra Garudayaksa fc SLEMAN – Gelombang hijau tak terbendung memadati jalanan menuju Stadion Maguwoharjo, Sleman, malam ini. Ribuan suporter setia PSS Sleman, yang akrab disapa Sleman Fans, tumpah ruah dalam aksi konvoi besar-besaran untuk mengawal tim kebanggaan mereka berlaga di partai puncak final melawan Garudayaksa. Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme yang luar biasa sejak sore hari. Dengan atribut lengkap—mulai dari jersey hijau, syal, hingga bendera raksasa—para suporter bergerak tertib namun penuh semangat. Gemuruh suara knalpot motor yang bersahut-sahutan seolah menjadi "genderang perang" yang membakar semangat juang skuad Super Elang Jawa sebelum peluit kick-off dibunyikan. Konvoi Penuh Energi Tidak hanya sepeda motor, sejumlah mobil bak terbuka dan kendaraan hias juga turut memeriahkan iring-iringan. Beberapa kelompok suporter terlihat menyanyikan chant penyemangat sepanjang jalan, menciptakan atmosfer yang meriah sekaligus emosional. "Ini adalah hari yang kami tunggu-tunggu. PSS Sleman Day! Kami datang bukan sekadar menonton, tapi memberikan energi tambahan bagi para pemain di lapangan. Gelar juara harus tetap di Sleman," ujar salah satu suporter di tengah kerumunan konvoi. Pihak keamanan gabungan telah disiagakan di berbagai titik strategis menuju Stadion Maguwoharjo untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali. Mengingat besarnya jumlah massa yang datang, skema pengamanan berlapis diterapkan di pintu masuk stadion guna mengantisipasi membeludaknya penonton tanpa tiket. Laga final melawan Garudayaksa diprediksi akan berlangsung sengit. Kedua tim memiliki basis massa yang kuat, namun dukungan penuh dari publik sendiri di Maguwoharjo diharapkan menjadi faktor pembeda bagi PSS Sleman untuk mengunci gelar juara. Hingga berita ini diturunkan, arus suporter masih terus mengalir deras menuju area stadion. Langit Sleman malam ini dipastikan akan berwarna hijau, mengiringi doa dan harapan seluruh masyarakat Sleman untuk kemenangan Super Elja. Penulis: Redaksi Olahraga Foto/Video: Sleman Fans

Merapi Uncover

99,196 görüntüleme • 2 ay önce